CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Episode 111.Holiday


__ADS_3

Revandra langsung bangkit kala kaca jendela kamarnya pecah karna hantaman batu. Membuka tirai untuk mencari tahu siapa oknum yang berani melempar batu kekamarnya.


Angelicha mengeratkan cengkramannya pada bahu Revandra kala tak sengaja netranya menangkap sosok anymouse tengah bersembunyi dibalik pohon besar rumah disamping.


Revandra mengambil batu terbungkus dengan kertas yang tergeletak tepat dibawah kakinya. Membaca kertas tersebut kemudian langsung merobeknya hingga menjadi serpihan-sepihan kecil dan tak lupa membuangnya ketempat sampah.


"Apa isinya?" tanya Angelicha lirih.


"Tak apa, hanya orang gila." sahut Revandra lalu menuntun istrinya untuk kembali berbaring.


Angelicha yakin ada sesuatu dalam kertas tersebut hingga Revandra langsung merobeknya. Melihat Revandra tersenyum miring saja sudah yakin jika surat itu bersangkutan dengan dirinya.


"Tak usah difikirkan. Ayo tidur, besok pagi kita harus ke bandara." gumam Revandra lalu memeluk tubuh istrinya.


Revandra hanya tersenyum melihat tulisan d kertas yang sudah dirinya robek-robek. Kertas ancaman yang mana malah terlihat seperti orang bodoh yang mengirimnya.


Isi suratnya: Kamu hanya milikku, tunggu saja tanggal mainnya. Kamu akan melihat tubuh suami tercintamu itu menggeletak tak bernyawa nanti.


Tak butuh waktu lama untuk mereka berdua sampai ke pulau Dewata. Tadi setelah pesawat mendarat, mereka mengutuskan untuk langsung menuju resort yang sudah mereka booking untuk satu minggu kedepan.


Kini mereka berdua tengah berada dipantai Kuta. Mereka mengutuskan untuk melihat sunset nanti. Revandra tengah mengejar Angelicha yang berlari dibibir pantai. Entah kenapa dirinya jadi gemas sendiri dengan istri kecilnya itu.


Angelicha juga semakin gencar meledek Revandra agar suaminya itu terus mengejarnya. Keadaan pantai memang tak seramai biasanya, walau tetap saja pengunjung disana cukup banyak.


"Angelicha, berhenti!" seru Revandra.


Angelicha masih terus berlari sambil sesekali menoleh kebelakang. Netranya membulat kala Revandra nampak berbicara dengan salah satu bule dengan pakaian kelewat mini.


Angelicha memilih untuk diam ditempatnya. Melihat bule itu nampak memanggil teman-temannya dan mengajak berfoto bersama.


Grep!


Cekrek!


Revandra langsung tersenyum kala istrinya berlari dan langsung memeluk dirinya, bersamaan dengan flash kamera yang menyala. Tiga orang turis manca negara itu nampak mendengus kesal.


"No! No! No! *****! He's my husband!" seru Angelicha lalu menarik Revandra untuk menjauh dari tiga turis itu.

__ADS_1


"What the f*ck!" umpat salah satu diantara mereka.


Angelicha menoleh dan mengacungkan jari tengahnya. Tak lupa seringai iblis terbit dibibirnya. Menatap nyalang wanita dengan rambut pirang abu-abu tersebut.


"F*ck you to, *****!!" seru Angelicha tak kalah sengak.


Turis itu seolah ingin membandingkan dirinya dengan Angelicha. Melepas ikat rambutnya hingga menunjukan rambut pirangnya yang sedikit bergelombang.


Lalu wanita asing itu tersenyum remeh melihat penampilan Angelicha dari atas sampai bawah.


________


"Maksudmu apa membalik nama perusahaan menjadi nama anak sialan itu?!" Arga berteriak murka, tangannya terangkat untuk memukul Arum.


"Pukul saja aku, enak saja kamu mendapatkan perusahaan itu. Kamu cuma anak pembantu yang harusnya bersyukur karna aku pernah cinta sama kamu, aku memberikan segalanya termasuk perusahaan. Tapi, sekarang kita sudah tak ada hubungan apa-apa. Jadi silahkan kamu angkat kaki dari rumah ini!" usir Arum.


"Arghhh! Wanita sialan!!" Arga berteriak dan mengayunkan tangannya hendak memukul Arum.


Grep!


"Pria kasar seperti Anda seharusnya tidak bisa dibiarkan untuk hidup. Silahkan Anda pilih, mati dengan saya penggal atau saya mutilasi?" suara dingin seorang gadis yang langsung membuat Arga menatapnya nyalang.


"Malaikat maut tidak akan menghampiriku hanya karna pukulan dari pria tua sepertimu...


Karna, aku salah satu dari mereka!" ujar gadis tersebut dingin dan tegas.


Arga memilih untuk pergi, sebelum itu tentu dirinya meludahi sepatu bot yang digunakan gadis asing tersebut. Pemilik sepatu hanya tertawa hambar lalu memeluk Arum, membiarkan wanita itu menangis dalam pelukannya.


"Mama, akan ku balas segala tindakan brengsek pria itu." gumam gadis itu lembut.


Arum mendongak dan menatap intens gadis tersebut. Mata tajam mirip sekali dengan Angelicha, senyum yang juga mirip hanya saja gadis didepannya ini lebih tinggi.


"Adenra?" gumam Arum tak percaya.


"Aku kira mama tidak mengenalku lagi setelah tujuh belas tahun kita tidak bertemu," ujar gadis itu lalu menangis haru.


"S-sejak kapan kamu ada di Indonesia?" tanya Arum.

__ADS_1


"Sudah lama, hanya saja mencari mama itu sedikit sulit. Aku juga mencari tahu tentang Angelicha, berharap bahwa saudariku benar-benar bahagia dengan suaminya." kekeh Adenra lalu kembali memeluk ibunya.


"Apa disana kamu bahagia, sayang?" tanya Arum lagi.


Adenra hanya tersenyum kecut. Kehidupannya gelap bahkan sangat gelap. Hidup dengan siksaaan setiap hari adalah makanan sehari-harinya.


________


Angelicha merasa tertantang. Dirinya ikut melepas ikat rambutnya dan membiarkan rambut hitam legam dan lurus sepanjang bahu itu menjuntai indah diterpa angin pantai.


Oh jangan lupakan Angelicha juga tersenyum remeh. Jelas dimata Revandra Angelicha yang paling cantik.


"Sifat bar-barnya muncul kembali," gumam Revandra lalu memilih menjadi penonton sampai mana permainan istri tercintanya itu.


Lalu turis tersebut melepas selendang yang melingkar cantik dilehernya, dan membuang asal kain tersebut. Kini dirinya nampak begitu sangat seksi bak artis bintang porno.


Angelicha tertawa hambar sebelum melepas kemeja oversize yang dirinya kenakan. Menyisakan jeans serta sport bra warna hitam dan menampilkan perut ratanya.


Revandra segera memakaikan kembali kemeja oversize yang tadi terletak dipasir. Tubuh istrinya dijadikan tontonan banyak pengunjung.


"Enak saja mereka melihatnya, bahkan aku baru sekali memegang area perut Angelicha!" gerutunya kesal dalam hati.


"F*ck you *****!!!" Angelicha berteriak kala Revandra menggendongnya bak karung beras dan membawanya berlari menjauh dari pantai.


Bayangkan bagaimana reaksi kalian jika menjadi salah satu penonton drama live tersebut.


"Yak apa-apaan sih dad?! Aku kan malu!" gerutu Angelicha kesal.


"Eh, momy ini malah malu-maluin daddy tau! Itu juga, hak daddy kenapa momy pertontonin kesemua orang hah?!" cerca Revandra ikut kesal juga.


"Ihh momy kesel sama wanita tadi! Daddy juga! Gatel banget jadi cowok! Lihat yang bening dikit aja rela disentuh-sentuh! Aku do'ain nanti malam ketemu miper ya!" omel Angelicha.


"Kok jadi sal-- iya-iya. Daddy yang salah, mau apa nyonya?" ujar Revandra kala tahu ciri-ciri ini.


"Ugh, pengertian banget sih suamiku. Aku mau dipeluk," lirih Angelicha.


Revandra kembali menggendong Angelicha, namun kali ini dipunggung. Angelicha juga sangat senang ketika dalam mode macan betina, dimanja seperti sekarang.

__ADS_1


"Apa dari dulu momy memang seperti ini kalau kedatangan tamu?" tanya Revandra.


"Enggak juga sih. Lebih ke moodyan aja, moodnya berubah-ubah gitu walau dengan hal kecil pun." jawab Angelicha.


__ADS_2