
Saat ini, Rayna dan Mama Luna tengah membuat kue pie melalui ponsel milik Rayn . Mereka membuatnya sambil menceritakan bagaimana kehidupan Rayna dan calon cucu untuk Luna
"Yang penting, kamu jaga kesehatan kamu. Jangan ditahan nafsu makan kamu, banyakin minum susu. Lebih dari dua kali sehari juga gak apa-apa," terang Mama Diana saat mereka mulai memasukkan adonan ke dalam microwave.
"Kamu tahu, semenjak kita sudah punya kulkas, Chaca sering banget minta dibuatin es krim. Dia juga kasih tutorialnya sama ibu. Jadi, ibu bisa jajahin es krimnya walau di rumah."
"Malah bagus dong, bu. Jadi, ibu ada kesibukan lain," jawab Rayna.
"Yah, tepungnya habis. Mentega sama gula tinggal sedikit. Rencananya ibu mau buat bolu pandan."
"Ya udah, biar Rayna beli ke Indomaret aja."
"Jangan sayang."
"Gak apa-apa, bu. Mana kunci motornya?"
Mama memberikan kunci motor matic yang sering Rayna bawa dulu di kamarnya. Rayna melenggang keluar rumah sambil memasukkan dompetnya ke dalam jok motornya.
"Pergi dulu, ma ."
Ia menancap gas keluar dari kompleks perumahan menuju jalan raya. Karena di permukiman rumahnya tidak ada swalayan kecil seperti Indomaret, Alfamart atau Alfamidi.
Sesampainya di sana, ia berjalan masuk sambil menggenggam dompetnya. Ia berjalan membawa troli untuk memudahkannya membawa barang-barang itu nanti.
Ia tak sengaja bertemu dengan Ellena saat ia memilih sabun cuci piring dan sabun mandi di rak khusus.
Ellena yang menatap keberadaan seorang perempuan yang pernah bertemu di arena bermain mall tersebut terkejut.
Apa lagi melihat perut Rayna yang sedikit membesar, bentuk tubuhnya juga ada perubahan 10 persen dari awal ia bertemu.
"Apa kau sangat senang sekarang? Merampas Keanu dariku."
Langkah Rayna terhenti saat ia berusaha menghindari dan menjauh dari Ellena Tapi, dengan ucapannya tadi membuat ia sedikit emosi
"Apa? Merampas? Aku tidak merampasnya. Kau saja yang kegeeran," ucap Rayna lalu mendorong trolinya ke rak di mana ada makanan ringan.
Ellena segera menghampirinya dan menatap Rayna sinis.
"Ternyata kau dari keluarga kaya tau Keanu seorang CEO ."
Ellena sempat mencari-cari info mengenai Rayna . Ia sedikit terkejut, bagaimana bisa Keanu jatuh hati pada gadis yang memiliki yang di kodohkan orang tua dengan penampilan ga banget menurut nya? Sementara dirinya adalah seorang modeling dan sudah bergelar sarjana 2 di California.
Rayna menatapnya sinis. Sementara Ellena berjalan mendekatinya yang tengah memilih cemilan yang sekarang ia idam-idamkan.
"Kau tahu, aku sangat muak melihat wajahmu. Aku sangat benci denganmu yang sudah menyakiti hatiku dengan merebut Keanu dariku," bisik Ellena padanya.
"Kau tahu, kau sudah putus dengannya. Aku tidak merebut pacarmu, dialah yang menikahi ku. Dia menyukaiku, bukan aku yang agresif," balas Rayna.
Brak!
Ellena mendorong Rayna dengan kasar sehingga ia terjatuh bersamaan dengan troli yang menjadi pengangan nya tadi juga ikut terjatuh.
🐥🐥🐥🐥🐥🐥
Sementara di kantor Keanu
Prang!
Gelas itu tak sengaja tersenggol oleh Keanu ketika ingin duduk setelah menyelesaikan rapat dengan karyawannya.
"Anda tak apa-apa, pak?" tanya staffnya.
"Ah, iya. Tolong bersihkan pecahan itu." Mereka memanggil cleaning service dan membersihkannya.
Di tempat Rayna
Ellena terkejut dengan darah yang keluar dari pergelangan kaki Rayna ketika ia berusaha berdiri. Rayna merasakan kesakitan di area perut bagian bawahnya.
Ia segera berlari keluar dengan perasaan yang amat takut.
"Tolong!" teriaknya membuat pengunjung dan karyawan di sana menolongnya, memapahnya duduk di kursi.
"Sakit sekali," ringisnya.
"Astaga, Anda pendarahan nona."
Rayna menoleh ke kakinya, benar. Darah itu sudah mengalir di kakinya dan sendal yang ia gunakan juga tergenang di sana.
__ADS_1
Tak berselang lama, pandangannya mengabur. Untung perempuan paruh baya itu sigap menahan kepalanya sehingga Rayna tidak terjatuh lagi.
"Coba di cek dompetnya," ucap karyawan tersebut. Wanita itu melihat isi dalam dompet milik Rayna . Dia tidak menemukan ponsel miliknya.
"Tidak dibawanya."
"Kalau begitu, cek ATM-nya. Supaya kita tahu infonya."
Wanita itu memberikan black card milik Rayna . Mereka sangat terkejut dengan nama tuan Keanu Austin , pengusaha sukses di bidang properti tersebut.
"Dia istri dari Pak Keanu "
"Kalau begitu, saya akan ke kantornya untuk mengabarkan perihal ini." Salah satu dari mereka mengendarai motor sport dengan kecepatan di atas rata-rata.
Sementara yang lain, menggotong tubuh Rayna ke dalam mobil dan membawa ke rumah sakit terdekat.
Di Kantor Keanu
"Apa Pak Keanu ada di dalam?"
Satpam tersebut menatap karyawan yang memakai seragamnya.
"Untuk apa Anda mencari Pak Keanu ? Apa Anda sudah membuat janji padanya?"
"Ada masalah yang sangat besar, izinkan saya menemui beliau."
Lelaki itu berlari memasuki kantor, keempat satpam tersebut berusaha untuk menahannya dan membawanya keluar dari kantor, karena takut jika CEO itu akan marah dan bisa-bisanya ia di pecat dari kantor ini.
"Pak, izinkan saya," pintanya.
"Anda tunggu di sini, akan saya panggilkan beliau untuk Anda."
Mereka berjalan masuk ke dalam lobi meninggalkan lelaki tersebut yang tengah menunggunya di parkiran.
🐦🐦🐦🐦🐦🐦🐦
Drt ... drt ...
"Halo."
Keanu mengangkat telepon khusus dari kantornya.
Keanu mengerutkan keningnya.
"Ada apa dia mencari saya?" tanyanya heran.
"Saya juga tidak tahu, pak.
"Saya ke sana sekarang."
Keanu memutus panggilannya. Ia berjalan tanpa menggunakan jasnya. Karena ia sedikit kegerahan.
"Ada apa?" tanya Keanu ketika melihat satpamnya tengah menunggunya di meja resepsionis.
"Orangnya di luar, pak."
Mereka menuntun Keanu keluar dari kantor dan ia melihat lelaki yang diceritakan oleh karyawannya.
"Pak, istri Anda masuk rumah sakit."
Matanya membola mendengar penuturan lelaki yang tak ia kenal.
"Jangan mengada-ngada, ya?!" sarkas Keanu
"Benar, pak. Tadi ada seorang wanita yang berbicara pada istri Anda. Ada sebuah perdebatan dan wanita itu mendorong istri Anda yang sedang belanja."
"Di mana dia sekarang?"
"Di rumah sakit, pak.
"Tunjukkan saya rumah sakitnya."
Lelaki tersebut menganggukkan kepala, Keanu mengikuti motor yang ia kendarai, menuntunnya menuju rumah sakit.
"Kenapa bisa seperti ini, sayang?" gerutu Keanu sambil memukul istrinya. Mereka menerobos lampu merah.
" Ayo, pak."
__ADS_1
"Maaf, orang yang masuk rumah sakit baru ini, ruangannya di mana?" tanya Keanu dengan tergesa-gesa.
Perempuan yang melihat Keanu sedikit terpaku akan ketampanannya.
"Di ruang UGD, Pak."
Mereka segera berjalan menuju ruang UGD sesuai petunjuk dari rumah sakit.
Ada beberapa orang di sana yang tengah menunggu kedatangan Keanu.
"Bagaimana istri saya?"
"Senang di tangani dokter, pak. Mohon bersabar," jawab wanita yang menolong Rayna tadi.
Ceklek.
Keanu segera menghampiri dokter pria tersebut untuk menanyakan keadaan istrinya sekarang. Apakah dia baik-baik saja? Atau malah sebaliknya.
"Istri Anda mengalami pendarahan, sehingga janin yang selama ini ia jaga. Tidak bisa diselamatkan. Maafkan kami dari pihak rumah sakit."
Keanu yang mendengarnya hanya bisa menutup mulutnya dengan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.
Detik itu juga, air matanya luruh keluar dengan deras. Wanita itu berjalan untuk menenangkan Keanu yang tengah menderita dan berduka.
"Sabar, ini ujian. Tak ada Tuhan yang memberi ujian pada hamba-Nya yang bisa menjalani ujian ini," ucapnya seraya menepuk pundak Keanu
"Siapa Anda?" tanya Keanu menatap wanita paruh baya tersebut.
"Saya tadi yang menolong istri Anda."
"Terima kasih banyak, nyonya. Jika tidak ada Anda, saya tidak tahu harus berbuat apa." Keanu mencium tangannya layaknya seorang ibu baginya.
"Jaga dia baik-baik, saya juga mengalami hal yang sama sehingga suami saya pergi meninggalkan saya."
"Maaf, saya membuat Anda bersedih."
"Tak apa, genggam dia dengan erat. Saya dulu sangat terpuruk akan hal ini, saya yakin Anda bisa melewatinya. Hibur dia, saya permisi."
Wanita itu memberikan dompet milik Rayna dan meninggalkan Keanu yang tengah terduduk mencerna perkataannya tadi.
Ia merongoh saku celananya untuk mengabari mereka bahwa Rayna mengalami insiden Keanu juga mengirimkan alamat.
🐄🐄🐄🐄🐄
Papa dan mama Luna bergegas mem-packing bajunya dan malam itu juga ia berangkat menuju bandara.Mama dan Papa Keanu saat ini sedang ada di Paris.
Mama Luna menangis mendengar kabar tersebut, pasalnya ia sangat menyayangi menantunya dan sangat mengharapkan cucu dari mereka.
🐋🐋🐋🐋🐋
Keanu menggenggam tangan Rayna yang ditusuk selang infus di punggung tangannya. Air matanya kembali luruh, ia meletakkan kepalanya tepat di lengan milik Rayna dan menangis dalam diam.
Bagaimana jika Rayna tahu tentang ini? Apa yang akan ia lakukan? Apakah bisa ia melihat senyuman itu? Apa bisa ia mendekap kembali tubuh mungilnya ketika ia tengah banyak pikiran? Apakah ia bisa melihat Rayna yang berkutat di dapur? Apa bisa ia melihat raut wajah Rayna yang menggemaskan saat ia marah padanya? Apakah bisa? Pikir Keanu.
Ceklek.
Tangisnya terhenti ketika mendengar suara pintu yang terbuka. Kepalanya bergerak ke belakang dan melihat siapa yang mendatangi ruangannya.
"Mama ."
Mama Diana berjalan memeluk Keanu yang berpenampilan kusut tidak seperti biasanya. Wajahnya merah menahan tangis, rambut dan kemejanya sudah berantakan.
Mama Diana menenangkan Keanu yang tengah menangis di pelukannya. Ia menyebut nama Rayna dan calon bayinya.
"Tenanglah."
17 menit kemudian, tangisan mereka mereda. Keanu menatap Naumi yang melihat kegiatan mereka. Ia merentangkan tangannya dan Naumi datang pada Keanu , memeluknya dengan erat. Tangis gadis kecil itu tumpah.
"Kakak harus kuat," ucap Naumi menyemangati Keanu .
"Kamu juga, ya." Keanu melepaskan pelukan mereka lalu ia menghapus air mata di pipi kecil gadis itu.
👋🙋Haii readers,
Semoga cepat sembuh ya Rayna nya.
Tinggalkan jejak like dan komwelnya.
__ADS_1
🙏💕 Terimakasih