
Rayna keluar dari kamar mandi sudah berpakaian lengkap dan tangannya sibuk mengeringkan rambut sebahunya dengan handuk kecil berwarna putih.
Keanu yang baru selesai dengan pekerjaannya, datang menghampiri Rayna , tetapi istrinya itu malah mundur seiring dengan langkah kakinya yang maju.
"Mau ke mana? Kenapa menghindar gitu?" Keanu menangkap Rayna dan memegang kedua bahunya ketika melihat istrinya hendak menghindarinya.
"Enggak, kamu kan mau mandi. Jadi, aku beri jalan," terang Rayna beralibi.
Padahal dia memang sedang menghindari suaminya itu karena rasa gugup yang dialaminya saat ini. Berada di dekat lelaki itu, membuat kerja jantungnya tidak beraturan dan bisa-bisa ia terkena penyakit jantung kalau terus seperti ini.
Keanu tidak menjawab apa pun lagi, ia hanya mengambil handuk kecil yang tersangkut di bahu Rayna , membuat istrinya itu kebingungan.
Setelah sang suami menutupi kepalanya dengan handuk hingga matanya pun tertutup, barulah ia mengerti, suaminya itu hendak membantu dirinya mengeringkan rambut yang masih basah.
Rayna hanya tersenyum lebar mendapatkan perhatian kecil dari sang suami yang saat ini tengah sibuk menggosok rambutnya dengan handuk.
Gerakan tangan Keanu terhenti ketika maniknya tertuju pada bibir ranum Rayna yang merekah.
Keanu mulai mendekatkan wajahnya untuk menyentuh b*b*r Rayna yang tengah menggoda imannya. Namun, dengan gerakan cepat Rayna menutupi seluruh wajahnya menggunakan handuk yang ada di atas kepalanya, hingga b*b*r Keanu hanya menyentuh handuk itu bukan b*b*r ranumnya.
Setelah beberapa saat saling berpandangan, Rayna mulai mengambil alih kesadarannya dari mata hitam mempesona milik Keanu "Pergilah mandi, aku akan membuat sarapan untuk kita," ujar Rayna .
"Mandiin," sahut Keanu manja.
"Jangan manja, punya tangan kan?" Rayna mendelik tajam.
"Punya, tapi kalau istri bisa melakukannya kenapa tidak dimanfaatkan aja?" Keanu berujar dengan santainya.
"Oh, jadi kamu mau memanfaatkan ku?" Rayna memicingkan matanya.
"Bukan begitu, aku hanya memanfaatkan tenaga mu. Bukankah sudah menjadi kewajiban seorang istri untuk mengurus segala sesuatu untuk suaminya? Memandikan suami juga termasuk mengurus suami dan itu artinya sudah menjadi kewajiban mu untuk memandikanku," terang Keanu panjang kali lebar.
"Jangan banyak alasan, sana mandi!" ketus Rayna berjalan menuju meja rias meninggalkan Keanu yang terpaku di tempatnya.
"Berikan sisirnya," ujar Keanu tiba-tiba sudah berdiri di belakang Rayna yang tengah menyisir rambut.
Rayna memberikan sisir yang ada di tangannya pada sang suami dan Keanu mulai menyisir rambut lurus Rayna yang panjangnya mencapai bahu wanita itu.
"Nah begini baru cantik," puji Keanu setelah selesai menyisirkan rambut sang istri dan memberikan jepit rambut dengan taburan mutiara di atasnya.
"Kamu punya aksesoris segini banyaknya?" tanya Rayna tereheran-heran ketika melihat banyaknya jepit rambut dengan berbagai model di dalam laci meja rias yang beberapa saat lalu dibuka oleh Keanu.
"Ya, semuanya untukmu," sahut Keanu dengan senyumannya.
__ADS_1
"Kamu tau aku menyukai aksesoris kepala seperti ini?"
"Aku ini suamimu, jadi aku harus tau apa yang kamu sukai dan tidak sukai," sahut Keanu . "Lagi pula, beberapa hari ini aku mengamatimu, selama bersamaku kamu tidak pernah mengikat rambut, kamu hanya akan menjepit rambut bagian depanmu agar tidak menutupi matamu. Aku benar?" Keanu mengungkapkan hasil penyelidikannya mengenai kebiasaan sang istri.
"Ya, ternyata penglihatan mu tajam juga padahal kita baru menikah dua hari ini," sahut Rayna tersenyum.
"Apakah ada alasan tertentu yang membuatmu membiarkan rambutmu terus terurai? Apa kamu tidak merasa risih ketika tertiup angin?" cerca Keanu dia pun merasa heran dengan kebiasaan istrinya yang tidak pernah mengikat rambutnya bahkan saat mengerjakan suatu pekerjaan.
Biasanya, jika para wanita sedang melakukan suatu pekerjaan, dia akan lebih nyaman ketika rambutnya terikat rapi agar tidak beterbangan ke sana kemari.
"Kepalaku akan sakit jika rambutku terikat, sebenarnya risih juga ketika rambutku beterbangan karena tertiup angin. Tapi, mau bagaimana lagi? Dari pada aku merasa kesakitan, lebih baik aku biarkan saja terurai. Dan itu sebabnya aku tidak pernah membiarkan rambutku lebih panjang lagi dari pada ini," terang Rayna
"Apa kamu memiliki penyakit?"
"Gak tahu, aku nggak pernah memeriksakan kesehatanku secara menyeluruh. Tapi, sejauh ini aku baik-baik aja," Rayna tersenyum. "Pergilah mandi," imbuhnya.
"Baiklah, tapi kamu wajib memakai setidaknya satu aksesoris itu ke mana pun kamu pergi."
"Kenapa wajib?" Rayna mengernyit heran.
"Untuk keselamatanmu, di jepit rambut ini ada GPS-nya, kamu bisa menghubungiku dengan menekan salah satu mutiaranya jika dalam keadaan darurat, dan semua aksesoris itu bisa menjadi senjata dalam keadaan terdesak," terang Keanu.
"Caranya?" Rayna mengernyit heran sekaligus takjub mengetahui keistimewaan aksesoris yang diberikan suaminya.
"Nanti akan aku ajarkan, sekarang aku mau mandi dulu."
Saat tengah sibuk dengan ini dan itu, tiba-tiba saja dari arah belakang sepasang lengan kokoh melingkari tubuhnya hingga membuat pergerakannya terbatas.
Keanu melingkarkan kedua tangannya di perut Rayna , kepalanya ia sandarkan di bahu kiri sang istri dan sesekali ia mencium ceruk leher dan menghirup harumnya tubuh wanita yang akan menemani sisa hidupnya.
"Awas ih, aku mau masak," gerutu Rayna mencoba melepaskan diri dari rengkuhan sang suami.
Keanu cemberut ketika Rayna melepaskan diri, namun ia tak putus asa. Ia kembali memeluk Rayna dari belakang mengikuti ke mana pun pergerakan wanita itu, hingga membuat istrinya semakin risih dan kesal.
Rayna berbalik dan memaki suaminya, "Aish, ...." ucapannya terhenti ketika b*b*r Keanu sudah mendarat dengan sempurna di b*b*rnya, membungkam semua makian yang hendak ia lontarkan.
Bodohnya lagi ia malah terbuai dan mengikuti pergerakan bibir dan lidah Keanu di dalam mulutnya hingga bau gosong dari masakan yang ia masak menyadarkannya dan mengembalikan akal sehatnya.
Rayna memukul dada bidang sang suami agar p*gi*tan mereka segera berakhir, Keanu juga terpaksa melepaskan b*b*r sang istri meskipun ia tak rela.
"Kan gosong, ini semua gara-gara kamu," gerutu Rayna menatap tajam Keanu setelah ia mematikan kompor.
"Kok gara-gara aku?" tanya Keanu dengan wajah polos tanpa dosanya.
__ADS_1
"Jelas lah gara-gara kamu masakan ku jadi gosong kamu sudah mengganggu acara masak ku, p***k dan c**m sana-sini," gerutu Rayna
"Tapi kamu menyukai dan menikmati semua yang kulakukan padamu, kan?" goda Keanu dengan wajah tengilnya.
"Ish." Rayna mencubit perut Keanu dengan susah payah karena kerasnya perut lelaki itu.
"Aw, aw, aw," Keanu meringis ketika Rayna mencubit lengannya setelah gagal mencubit perutnya.
"Rasain," ketus Rayna
"Baru dua hari menikah, kamu sudah melakukan KDRT pada suamimu sendiri," Keanu pura-pura bersedih.
"Jangan ber drama di depanku, gak mempan. Mau sarapan apa kita pagi ini? Telurnya udah gosong, di kulkas sudah tidak ada apa pun lagi," ujar Rayna cemberut.
"Jangan khawatirkan apa pun selama kamu bersamaku, Sayang. Kita pesan makanan dari aplikasi aja, ya," bujuk Keanu dan Rayna hanya mengangguk.
"Kamu mau sarapan apa?"
"Bubur ayam aja," sahut Rayna . "Setelah sarapan, ayo kita belanja bahan makanan," imbuhnya.
"Gak perlu, nanti Bik Imah yang akan belanja, hari ini memang sudah jadwalnya berbelanja untuk mengisi stok makanan."
"Siapa Bik Imah?"
"Bik Imah adalah pelayan ku yang mengurus rumah ku dulu dan sesekali ia memasakkan makanan untukku jika aku ingin memakan makanan rumahan," terang Keanu . "Jadi, kamu tidak perlu capek-capek mengurus rumah sebesar ini sendirian, dan gak perlu repot-repot pergi belanja karena semuanya sudah diurus sama Bik Imah," imbuhnya.
"Jadi apa tugasku sebagai seorang istri kalau semua kebutuhan mu dipenuhi oleh Bik Imah?"
"Kamu hanya perlu memberikan kasih sayang dan cintamu untukku, dan yang terpenting memenuhi kebutuhan biologis ku."
"Arah pembicaraanmu tidak lepas dari hal-hal yang berbau mesum," cibir Rayna .
"Itu sudah menjadi ciri khas Ku, Sayang," balas Keanu memeluk pinggang Rayna.
"Baiklah, tapi biarkan aku memasak untukmu."
"Dengan senang hati aku akan menyentuhmu." Keanu kembali meng*c*p b***r Rayna dan keduanya kembali saling *******, mem*g*t bahkan bertukar saliva.
ππHaii reader's,
Semoga suka dengan ceritaku.
Tinggalkan jejak like dan komentar bawelnya,
__ADS_1
Terimaππ kasih.
SEE YOUπππ