
Pria yang lebih tua lima belas menit itu menyugar rambutnya. Menghela nafas melihat tingkah kembarannya, bahkan tak habis fikir kenapa sang adik bisa seter-obsesi kepada gadis asing bernama Angelicha.
"Nggak mau tahu, kamu harus bereskan ini semua sebelum papa kembali ke Indonesia!" ujar yang tua lalu mendecih melihat seluruh tembok kamar milik adeknya.
Disetiap sudut pasti akan ada foto-foto Angelicha yang tertempel. Tidak tahu dari mana sang adik mendapatkan foto-foto tersebut. Namun banyak yang diambil secara diam-diam bahkan ada foto ketika Angelicha masih menggunakan seragam SMP.
"No! My life is all about of Angelicha Elizabeth!" sarkas sang adik.
Pyar!!!
Botol alkohol tersebut terhempas begitu saja kelantai. Membuat pemilik botol itu menggeram marah lalu menyerang sang kakak secara brutal.
"Sadar, Vin. Lo itu cuma obsesi semata!" tegur sang kakak.
Sampai sini faham? Jadi tolong jangan hujat om Revandra lagi ya heuheu... kasihan om nya nanti.
***
Angelicha mengerjab-erjabkan matanya. Menatap pahatan indah ciptakan sang maha kuasa yang masih setia memejamkan mata elangnya.
"Aku masih perawan kan?!" tanyanya dalam hati.
Pipinya memanas lagi! Pagi-pagi sudah dibuat sport jantung jika mengingat betapa manisnya Revandra tadi malam. Pria itu benar-benar lembut bahkan sangat lembut dan tidak memaksa Angelicha untuk melangkah lebih jauh.
"Tampannya suamiku," gumam Angelicha takjub sambil menyentuh rahang Revandra hingga tulang selangka pria itu.
Terkekeh geli melihat ada dua hickey ditulang selangka suaminya. Mari bersyukur atas rencana licik Revandra untuk membuat suprise bagi istri kecilnya itu.
Angelicha meniup-niup dengan iseng wajah Revandra. Membuat pria itu terusik dari mimpi indahnya. Mengerjab mata lalu terkekeh gemas.
"Morning my wife," gumam Revandra tersenyum manis.
"Morning to my husband," balas Angelicha lalu menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Revandra.
Revandra juga semakin erat mendekap tubuh mungil istri kecilnya itu. Menikmati sensasi berbeda setiap kali Angelicha memeluknya seperti pagi ini.
Melirik jam elektrik diatas nakas. Sangat disayangkan karna jam sudah menunjukan pukul enam yang mana artinya mereka berdua harus menyudahi acara romantis ini dan memulai hari.
________
Hanum menganga melihat putra dan menantunya keluar kamar bersamaan. Mengerjab cepat lalu tersenyum senang dengan kedekatan keduanya.
Hanum rindu juga senyum menantunya itu setelah rencana jahat Revandra dijalankan, senyuman itu pudar. Tapi lihatlah kini, mereka saling berpegang tangan menuruni anak tangga satu demi satu.
"Morning momy, daddy!" sapa Soya.
__ADS_1
"Morning anak momy." balas Angelicha mengecup singkat kening Soya.
Mereka berdua segera duduk untuk ikut menyantap sarapan pagi ini. Suasana jadi lebih hidup karna Revandra banyak bertanya tentang hari-hari Angelicha disekolah.
"Makin nempel nih ya kalian," goda Hanum terkekeh melihat pipi memerah menantunya.
"Bagus deh! Oh iya Angelicha, ibu lupa belum memberikan kado untukmu. Sebentar," lanjut Hanum lalu bangkit masuk kedalam kamarnya sendiri.
Angelicha dan Revandra saling tatap tak mengerti. Namun Soya malah meringsut ngambek dengan neneknya.
"Soya kenapa?" tanya Revandra.
"Daddy, aku nggak mau ya ditinggal sendirian!" rengek Soya dramatis.
"Hah? Kita nggak bakal ninggalin Soya kok. Kamu ini kok ada-ada aja sih," celetuk Angelicha.
Tak lama Hanum kembali. Wanita paruh baya itu memberikan sebuah amplop kepada Angelicha.
"Ini untuk kalian berdua," ujarnya lembut.
Angelicha langsung membuka amplop tersebut dan membelalak melihat dua tiket pesawat serta tiket bookingan hotel di Bali!
"Ibu, ini untuk siapa?" tanya Angelicha.
"Tentu saja untuk kalian berdua. Sejak kalian menikah, belum pernah kalian berlibur bersama. Itung-itung cari sensasi baru," celetuk Hanum.
"Lho, ibu kan cuma nyuruh liburan. Ya kamu akalin sendiri gimana caranya biar Angelicha nggak hamil," sahut Hanum.
Angelicha menganga dengan perkataan ibu mertuanya. Sedangkan Revandra hanya menepuk jidatnya, ini bukan masalah itu. Hanya saja Angelicha masih sibuk sekolah.
"Bukan gitu maksud Revandra. Angelicha masih sekolah, ujian bu!" jelas Revandra.
"Bukannya minggu depan udah mulai libur panjang kan?" tanya Hanum dan Angelicha hanya mengangguk.
Akhirnya mereka mulai menyantap sarapan masing-masing dan berangkat ketujuan masing-masing juga. Tentunya Revandra mengantar anak dan istrinya itu untuk sekolah sebelum kekantor.
_________
"Mela!!!" Angelicha berteriak heboh dan langsung memeluk Mela.
Mela hanya cengo, wajah sahabatnya nampak lebih berseri-seri dibanding satu minggu terakhir. Mela juga merasa bahwa mood Angelicha benar-benar dalam keadaan sangat bagus.
"Eh, parfum lo mahal ya?" tanya Andin yang tiba-tiba ikut memeluk Angelicha.
"Kata siapa?" tanya Angelicha berbohong. Sudah jelas jika parfum hadiah Jean jauh dari kata murahan.
__ADS_1
"Iya anjirr. Wanginya tapi kok, hmmm agak aneh dipake ditubuh lo. Biasanya juga lo kek mbak kunti yang biasa nongki dipohon rambutan belakang rumah gw," celetuk Andin.
"Oh, parfum gw yang jasmine habis. Jadi gw make yang ini." jawab Angelicha.
"Oh ya, happy birthday ya ayang bebebku!" seru Mela dan Andin bersamaan.
"Unchh sayang kalian," ujar Angelicha lalu memeluk kedua sahabat seperbobrokannya.
Mereka berjalan beriringan keluar dari pagar. Angelicha melihat sekeliling dan belum mendapati mobil Revandra, sedangkan Mela sudah memesan gojek begitupun Andin yang dijemput kakaknya.
"Eh gw duluan ya, Cha. Abang gw bawa motor jadi sorry gw nggak bisa ngajakin lo bareng," ujar Andin tak enak.
"Iya gapapa. Slow ae dah, bentar lagi juga pacar gw dateng." sahut Angelicha.
"Pacar? Eh kenalin ke gw dong!" seru Mela melepas kembali helm dari abang gojeknya.
"Besok dah gw kenalin. Sekarang pulang sana," ujar Angelicha.
"Ya udah, bye!" pamit mereka berdua.
Angelicha masih setia menunggu. Benar-benar membuatnya kesal, namun tak apa. Suaminya pasti sibuk untuk mencari nafkah.
"Cha, belum dijemput?" Angelicha menoleh kala mendengar namanya disebut.
"Belum, Chel." jawab Angelicha.
Michel adalah ketua osis yang terkenal keren dan juga ketus. Pria blasteran Kalimantan Australia itu nampak keren dengan motor sportnya yang berwarna hitam.
"Gw mau ngomong, lo ada waktu nggak?" tanya Michel lembut.
"Ngomong aja sih, gw juga belum dijemput." kata Angelicha.
"Sebenarnya gw udah ada rasa sama lo dari kelas sebelas. Pacaran yuk!" ujar Michel tegas.
Angelicha hanya menunduk tak enak. Sudah hafal sebenarnya dengan cowok seperti Michel ini. Wajarlah orang cantik.
"Eh gw udah dijemput, bye!" seru Angelicha lalu berlari mendekati mobil hitam yang diyakini milik Revandra.
Angelicha langsung mengecup singkat pipi kiri Revandra. Sengaja memang untuk memperlihatkan kepada Michel, bahwa dirinya sudah ada pendamping.
"Uhh istriku. Nunggu lama ya?" lirih Angelicha.
"Not what-what dad!" ujar Angelicha lalu masuk kedalam mobil.
Revandra tersenyum sinis melihat Michel nampak menatapnya tajam. Sengaja Revandra membalas tatapan Michel agar pria itu sadar dan tak mengganggu istrinya.
__ADS_1
"Angelicha, pacaran yuk!" Angelicha langsung menunduk merona. Bisa-bisanya Revandra bilang seperti itu.