CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 53. BIANCA PINDAH


__ADS_3

Setelah acara makan malam dua keluarga selesai, Rayna dan Keanu pulang kerumah nya dan langsung masuk kedalam kamar tanpa menghiraukan Bianca yang mengerutu pada Keanu.


Bianca pun masuk kedalam kamar nya memandang langit dan bintang di balkon kamar nya, sesak dadanya, mengetahui kaka sepupunya sangat mencintai istrinya. Setelah 1jam di balkon Bianca pun menutup pintunya dan masuk ke kamar mandi membersihkan badan dan mengganti dengan piyama nya yang disiapkan Keanu.


Pagi ini aku melihat Bianca keluar kamar dengan menyeret kopernya. Apa dia akan pindah ke apartemen ?


Sikapnya yang biasanya ceria dan banyak bicara, kini lebih banyak diam. Bahkan seperti ada kecanggungan antara dia dan Mas Keanu Gelagat keduanya mampu terbaca.


"Kamu beneran jadi pindah ke apartemen,?"


Rayna bertanya pada adik sepupunya Keanu .


Apartemen? Jadi Bianca setuju pindah ke apartemen.


"Ya Rayna , ada yang memaksaku harus tinggal di apartemen ,"


Bianca menarik kursi dan duduk bergabung dimeja makan.


"Kamukan tetap bisa tinggal disini. Tidak perlu menyewa apartemen," ucap Rayna seperti keberatan dengan keputusan adik sepupunya.


"Aku wanita bebas Rayba , butuh privasi. lagian tidak enak merepotkan keluarga ini," Bianca berkilah.


Apa mungkin kepindahannya ada kaitannya dengan perdebatannya dengan Mas Keanu kemarin?


"Asal kamu pergi bukan karena lagi bertengkar dengan sodara kamu. Kalian bukan anak kecil lagi. Jadilah orang dewasa untuk menyelesaikan setiap permasalahan," kalimat Rayna seolah sedang menyindir dua orang yang tengah berselisih itu.


Keduanya tampak salah tingkah. Aku melirik Mas Keanu yang kemudian menyudahi makannya.Lalu bersiap untuk berdiri.


"Mau kemana Mas habiskan dulu sarapan mu," cegah Rayna menyadari suaminya itu mencoba untuk menghindar.


"Aku ada meeting hari ini "jawab Keanu


Sambil menyesap kopi dicangkir, Mas Keanu melirik Bianca yang berada diseberang meja.


"Lagipula tidak ada masalah serius antara aku dan Bianca.Berbeda pendapat itu hal biasa. Rayna kayak tidak kenal Bianca, dia pindah karena tidak bisa bebas kalau ingin membawa teman kencannya," ucap Mas Keanu ditanggapi Bianca dengan senyum skeptis.


Bianca juga tampak tak berselera menyantap sarapannya.


"Terserahlah.Rayna cuma tidak mau kalian berselisih dan berujung saling menjatuhkan," tegas Rayna penuh nasehat.


Rayna pun ikut berdiri. berniat akan mengantar Mas Keanu sampai kepintu depan. Rutinitas Rayna seperti biasa sebagai istri.


Keanu memasuki mobilnya dan berlalu meninggalkan rumahnya, sedangkan Bianca menunggu kedatangan Ronald yang akan membawa nya ke apartemen yang di suruh Keanu.


Ada 10 menit menunggu Ronald, akhirnya datang dan kena omelan Bianca, dan Bianca pun berpamitan kepada Rayna dan berpesan untuk sering menengoknya, Rayna hanya mengganguk dan tersenyum dan memberikan pelukan kepada Bianca.


Bianca pun masuk kedalam mobil nya Ronald menuju apartemen nya.


Setelah sampai di lobby apartemen nya Bianca pun masuk kedalam lift mengikuti Ronald, dan sampai lah mereka di apartemen Bianca, Bianca duduk di sofa dan Ronald menyerahkan identitas kampus untuk Bianca kuliah di Indonesia, karena permintaan Bianca pada daddy nya ingin kuliah di Indonesia biar selalu dekat Keanu. Setelah itu Ronald oun pamit kepada Bianca.

__ADS_1


Di apartemen dengan terburu-buru. Ia paling tidak suka ketika ada seseorang yang menunggunya. Ketika ia keluar dari lift, ia sudah melihat petugas pengiriman yang dengan setia menunggunya berjongkok di depan pintu.


"Maaf mas, udah lama nunggu yah," ucap Bianca merasa bersalah.


Petugas pengiriman tidak menjawab kata-kata Bianca . Ia tertegun melihat kecantikan wanita yang ada di depan matanya. Ini pertama kalinya ini mendapat pelanggan secantik Bianca .


"Mas, Mas," ucap Bianca sambil menggoyangkan tangannya di depan wajah petugas pengiriman.


"Eh, Iyah Mba maaf," jawab petugas pengiriman sambil mengulurkan buku kecil dan pulpen.


Setelah Bianca tandatangan sebagai tanda sudah menerima barangnya, petugas pengiriman itu menawarkan diri untuk membantu Bianca membawa barang-barangnya masuk ke dalam. Tapi dengan sopan Bianca menolaknya. Dan setelah itu petugas pengiriman pergi.


"Dasar modus," ucap Bianca kesal.


Berani-beraninya seorang petugas pengiriman mau mengambil kesempatan untuk berdekatan dengan Bianca.


Bianca mengangkat peralatan melukisnya dan meletakkannya di sudut ruangan. Ia merasakan lelah di sekujur tubuhnya. Kemudian terdengar suara keroncongan di perutnya. Kemudian ia menyalakan ponselnya dan melihat beberapa resep.


Bianca pergi ke dapur dan melihat isi kulkas yang sudah diisi penuh bahan makanan selama satu minggu.


Tapi jika hanya dengan melihat buku resep, ia merasa kurang yakin. Kemudian ia mencari video tutorial memasak. Setelah itu ia meletakkan ponselnya di meja. Ia mencuci tangannya dan memakai celemek. Ia membongkar isi kulkasnya dan mulai memotong daging dan sayuran.


"Apa yang akan aku masak ya " tanya Bianca dalam hati.


Aku akan buatkan makan siang buat Keanu dan Ronald sebagai ucapan minta maaf ku dan terimakasih atas apartemen dan tempat kuliah ku besok.


Ia memasak sambil memperhatikan ponselnya. Jika ia tidak fokus, maka rasa masakannya pun akan jauh dari ekspektasi. Ia memasak bistik daging sapi dengan buncis, wortel, dan jagung yang tersusun rapi. Di lihat dari bentuknya sih terlihat enak. Tapi tidak tahu bagaimana dengan rasanya.


"Ah ini pertama kalinya aku memasak?" penasaran merasakan harum wanginya yang Bianca buat , Bianca mengendus wangi masakannya.


Sedikit ragu-ragu Bianca memakan masakannya. Tapi setelah masuk ke dalam mulut, Bianca terkejut dan langsung menghabiskan bistik yang ada di piringnya dalam sekejap. Ia tidak menyangka bisa berhasil dalam satu kali percobaan.


" Bianca memang yang terbaik," ucap Bianca memuji diri sendiri sambil menepuk tangannya.


Kemudian ia bangkit membawa piring kotor dan langsung mencucinya. Setelah itu ia duduk santai di sofa sambil menonton televisi.


"Hari yang melelahkan," ucap Bianca sayup-sayup mulai memejamkan matanya.


Hari semakin larut, namun Bianca masih tertidur di sofa.


"Mora bangun. Badanmu bisa sakit nanti kalau kau tidur di sofa," lirih Ronald meniup wajah Bianca.


Bianca bangun dan melihat ponselnya, waktu menunjukkan pukul satu malam. Ia berjalan menuju kamar dan mengganti bajunya dengan lingerie hitamnya.


"Apa kau sedang menggodaku, Bianca ?" tanya Ronald menelan salivanya.


Tentu saja Bianca Tidak mendengar perkataanya. Ia langsung melemparkan tubuhnya ke atas ranjang dan terlelap.


Ronald tidak bisa menahan gejolak di hatinya yang mulai menegang. Ia merasuk ke dalam mimpi Bianca dan kembali melahap Bianca

__ADS_1


Ia memulainya dengan mencium kening, kemudian mata dan hidung. Setelah itu, ia mencium bibir manis Bianca tanpa mengambil nafas. Bahkan Bianca membalasnya lebih bersemangat. Ini untuk kedua kalinya bagi mereka berdua, jadi mereka sudah mulai lihai.


Aron mulai turun ke bawah dan meninggalkan jejak kepemilikan di tubuh Bianca. Ia ingin membuat Bianca lebih menikmati setiap sentuhannya. Ia menikmati setiap inci tubuh indah Bianca. Ia tidak ingin menyia-nyiakannya bahkan sejengkal pun.


Mereka melakukan aktivitas panasnya sampai matahari menyongsong. Entah berapa kali Aron melakukannya dengan Bianca. Sampai-sampai Bianca merasa kelelahan. Padahal itu hanya dalam mimpi, tapi kenapa Bianca merasa kejadian itu seperti nyata. Bahkan rasa lelahnya pun terasa sangat nyata.


"Ada apa denganku? Kenapa seluruh tubuhku terasa sangat lelah? Sepertinya aku harus menghindari mimpi-mimpi panas lagi," ucap Bianca sambil memijat badannya.


"Maaf Bi , aku yang salah. Aku janji hanya akan melakukannya sekali setiap melakukannya. Tapi jangan coba-coba untuk menghidari ku. Aku mohon," jawab Aron memohon.


Menjadi hantu bujangan memang sulit. Ia tidak bisa menahan nafsunya yang terpendam.


Bianca memutuskan untuk melanjutkan tidurnya. Setelah merasa lebih baik, ia bangun untuk membersihkan diri. Dan menyiapkan makanan untuk dirinya sendiri. Karena ia bukan lagi seorang putri dari keluarga kaya, melainkan putri buangan. Jadi, ia harus belajar mandiri mulai sekarang.


Setelah semuanya selesai, ia memusatkan perhatiannya untuk menggambar desain. Untuk sementara, ia masih menggambar di buku gambar. Karena sudah lama ia tidak menggunakan keterampilannya. Selama ini ia sibuk bekerja di perusahaan ayahnya Karena ia menjabat sebagai direktur utama, jadi ia tidak pernah memiliki waktu luang.


Aron tertegun melihat keseriusan Bianca. Ia menatap Bianca dengan intens.


"Jika penampilanmu seperti ini, maka tidak akan ada pria yang bisa berpaling darimu. Kau wanita yang penuh karismatik, Bianca," ucap Aron duduk sambil menyangga pipinya.


Bianca menoleh ka arah tempat tidur, seolah-olah ia mendengar ucapan Aron. Padahal sebenarnya ia sedang mencari inspirasi. Hampir saja Aron tertipu lagi. Namun kali ini ia menatap mata Bianca yang kosong. Sehingga ia tidak berpikir bahwa Bianca mendengar ucapannya.


Sepanjang hari Bianca menghabiskan waktunya untuk menggambar desain. Ia menghasilkan beberapa gambar gaun yang cantik. Hanya dengan guratan pensil saja sudah terlihat menarik. Apalagi jika ditambah dengan polesan pensil warna. Pasti gambar gaun itu akan terasa lebih hidup.


Ia merentangkan kedua tangannya dan memijat bahunya yang terasa kesemutan. Ia tidak sadar sudah menghabiskan waktu seharian. Hingga ia tidak menyadari hari sudah gelap. Ia juga melewatkan makan siangnya.


"Waow, ternyata kau seorang jenius Bianca Lihat! Betapa sempurnanya gambar desain mu ini. Walaupun aku tidak mengerti tentang desain, tapi gambar mu ini terlihat sempurna. Apalagi jika ditambah dengan sedikit polesan warna. Itu akan jauh terlihat sempurna," ucap Aron terkesima melihat gambar desain Bianca


Bianca keluar kamar menyalakan lampu dan mulai menyiapkan makanan. Lagi-lagi ia memasak sambil menonton video. Ini cara satu-satunya agar ia bisa memasak dengan sempurna. Ia ingin mengambil kursus memasak tapi ia harus mencari pekerjaan. Sehingga ia tidak memiliki banyak waktu.


"Di saat-saat seperti ini, aku paling merindukan masakan rumah. Biasanya aku tidak perlu susah payah untuk memasak," gumam Bianca sambil memotong sayuran.


Karena tidak fokus, bukan sayuran yang ia potong melainkan jarinya sendiri yang ia potong.


"Aww ... " teriak Bianca kesakitan, kemudian ia menyiram jarinya dengan air mengalir.


"Apa yang terjadi? Kenapa jarimu sampai berdarah. Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Aron panik.


Ia mencoba menyentuh tangan Bianca dan ingin meniup luka di jarinya. Tapi ia tidak berdaya sama sekali. Kalau saja ia bukan hantu pasti ia sudah mengobati luka di jari Bianca. Sekarang ia hanya bisa memperhatikan, namun ia berharap suatu hari nanti ia bisa menyentuh dan dapat di lihat oleh Bianca.


👋🙋Haii readers,


Cerita membingungkan gak ya?


Semoga suka ya..


Tinggalkan jejak like dan komwelnya


🙏💕Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2