
Hari ketiga mereka menikah. Semuanya sudah sedikit membaik, Revandra juga sudah mulai kembali kekantor dan Angelicha bersiap untuk mengikuti les seperti perintah Revandra.
Ya kemarin Revandra menyewa salah satu guru bimbel untuk membantu Angelicha dengan alasan Revandra ingin punya istri yang sedikit pintar, begitu katanya. Angelicha juga hanya bisa menuruti perintah suaminya, anggap saja berbakti kepada sang suami.
______
Revandra tengah sibuk dengan setumpuk dokumen diatas meja kerjanya. Akibat ditinggal dua hari, tumpukan dokumen tersebut sudah menumpuk sampai menutupi Revandra.
"Permisi pak, ini ada dokumen yang perlu diteliti," seorang pekerja baru saja mau menyerahkan dokumen tersebut namun dihadiahi tatapan tajam dari Revandra.
"Kamu tidak lihat tumpukan dokumen dimeja saya yang seperti gunung Semeru? Taruh sana!" titah Revandra menunjuk meja kaca disudut ruangan.
"Maaf pak, saya permisi." pamit pekerja tersebut.
Revandra menghela nafas, punya sekertaris tak berguna rutuknya dalam hati. Tidak juga sih, karna Reza juga sibuk dengan pekerjaannya sendiri.
Ceklek!
"Revandra gawat!! Pemimpin Ar-Crop's membuat rusuh dilantai bawah!" Reza yang baru saja masuk kedalam ruangan Revandra sudah berteriak heboh bak dikejar mafia saja.
Revandra tersenyum miring, ayah mertuanya itu memang nekat sekali. Revandra sengaja mencabut investasinya dalam skala besar, mengingat ayah mertuanya sudah terlalu menyombongkan kekayaan.
"Reza, pura-puralah lo jadi gw. Gw mau lihat apa yang akan dilahkukan oleh ayah mertua tersayang itu," kata Revandra.
"Tapi gaji gw naik 'kan?" celetuk Reza dan mendapat pukulan ringan dari Revandra.
Dengan cepat Reza menerima uluran jas hitam milik Revandra. Sedangkan Revandra kini hanya menggunakan celana bahan dengan kemeja warna coklat.
Reza duduk dikursi kebesaran Revandra. Tersenyum bangga seolah mendapatkan lotre berhadiah gadis untuk dirinya nikahi, maklum jomblo karatan.
Ceklek
"Silahkan duduk Tuan," sapa Reza ramah.
"Saya kemari ingin mengajukan penawaran untuk Anda," kata Arga lalu memberikan sebuah foto pada Reza.
Reza melihat dan tersenyum miring menatap photo tersebut. Revandra yang kepo juga ikut melihat dan terkejut melihat photo tersebut.
Poto yang tak lain adalah seorang gadis cantik dengan tanktop biru dan celana pendek selutut. Dan parahnya gadis itu adalah Angelicha istrinya sendiri.
"Maksud Anda apa?" tanya Revandra.
"Saya akan menyerahkan anak saya kepada pak Reza, terserah mau dinikahi atau hanya dijadikan budak pelampiasan nafsu asal jangan cabut investasi Aditya Company dari Ar-Crop's." jelas Arga secara gamblang.
Reza melotot kaget. Baru kali ini melihat ada orang tua seperti pria didepannya ini. Ayahnya memang keras kepadanya, tapi selalu overprotektif kepada adik perempuannya.
"Bagaimana?" tanya Arga.
______
Angelicha membeo melihat sosok pria tampan tengah berdiri didepan rumahnya dan Revandra. Dari mana Fahmi tahu alamat barunya?
"Gawat, jangan sampai dia tahu kalau gw udah nikah. Kenapa udah sampe aja sih si Fahmi. Katanya minggu depan, Fahmi sialan!" rutuknya dalam hati.
"Nggak ada niat nyuruh masuk sahabatnya gitu?" tanya Fahmi sambil tersenyum manis.
"O-oh iya, ayo masuk!" ajak Angelicha agak kaku.
Fahmi sudah duduk disofa meneliti arsitektur didalam ruangan tersebut. Setidaknya Angelicha bersyukur, sebab foto pernikahan mereka belum dipasang didinding ruang tamu.
"Ini rumah tante lo?" tanya Fahmi.
"Iya ini rumah tante Hanum, eh bentar ya gw ambilin minum dulu." ujar Angelicha lalu bangkit.
Kebetulan didapur ada Hanum yang bersiap masak makan malam. Angelicha segera memberitahu ibu mertuanya dan meminta izin menerima Fahmi.
"Layani dia, ibu akan berpura-pura menjadi tante kamu." kata Hanum lalu mengusap kepala Angelicha.
__ADS_1
"Terimakasih ibu," ucap Angelicha sebelum keluar sambil membawa jus jeruk kesukaan sahabatnya itu.
Angelicha meletakan jus tersebut diatas meja dan mengatakan untuk Fahmi segera minum. Fahmi hanya mengangguk dan meneguk jus tersebut.
"Tante lo dimana?" tanya Fahmi.
Hanum bersikap seperti belum kenal dengan Fahmi. Tersenyum ramah lalu menyusul duduk disebelah Angelicha.
"Ini toh teman kamu, ganteng siapa namanya?" tanya Hanum.
"Fahmi tante," jawab Fahmi sambil tersenyum canggung.
"Oh Fahmi toh. Kalian pacaran?" tanya Hanum iseng.
"Engg---"
"Angelicha, saya pulang!"
Angelicha meneguk salivanya. Kenapa typingnya tidak pas sekali. Revandra yang masih belum paham dengan apa yang terjadi mendekat kearah Angelicha lalu mengecup kening Angelicha.
"Sialan!" umpat Angelicha dalam hati.
"Siapa dia?" tanya Revandra menatap dingin Fahmi.
"D-dia--"
"Dia Fahmi, sahabat Angelicha. Udah kamu sana mandi!" titah Hanum.
Revandra hanya mengangguk lalu masuk kamar. Hanum menghela nafas, dirinya juga kaget kenapa bisa tidak pas. Apalagi melihat ekspresi kaget dari Fahmi.
"Harap maklum, Revandra benar-benar menyayangi Angelicha seperti adiknya sendiri." ujar Hanum lalu bangkit untuk berbicara kepada Revandra.
Tinggalah Angelicha yang tersenyum kaku dan Fahmi yang menatapnya tajam.
"Siapa dia?" tanya Fahmi dingin.
***
'D-dia sepupuku! Iya kak Revandra sepupuku!!" seru Angelicha lalu cengengesan.
Revandra ingin memukul samsak saja rasanya. Angelicha hanya menganggapnya sepupu begitu? Ahh Revandra jadi kesal sendiri mengingat kejadian tadi.
Revandra sudah berbaring disampingnya dengan posisi membelakangi Angelicha. Angelicha juga tidak perduli mau Revandra ngambek atau marah sekalipun. Angelicha hanya butuh tidur.
"Ck, jadi wanita tidak peka sama sekali." gerutu Revandra.
"Tidurlah, daddy mau apa memangnya?" tanya Angelicha kesal.
"Peluk saya!" kata Revandra semangat.
Angelicha membeo dan tersentak kala Revandra sudah benar-benar melingkarkan tangannya kepinggang ramping Angelicha. Entahlah Angelicha bingung sendiri dengan tingkah suaminya ini.
"Kau tahu, tadi dikantor benar-benar menyebalkan. Ayahmu datang dan berniat menjualmu kepada-ku." adu Revandra lalu menenggelamkan wajahnya diceruk leher Angelicha.
Angelicha hanya tersenyum hangat. Revandra sudah tidak formal lagi kepadanya, dan itu terasa jauh lebih baik.
"Lalu, apa daddy akan membeliku dan menjadikanku baby girl mu?" tanya Angelicha kemudian terkekeh.
"No! Kau kan istriku, kita sudah sah dimata hukum maupun negara. Oh ya, besok kamu sudah mulai sekolah 'kan? Belajar yang rajin, jangan bar-bar banget jadi cewek kan nggak lucu kalau ada berita 'Inilah istri CEO Aditya Company dengan sifat bar-barnya' lalu dikabar tersebut ada fotomu yang tengah menghajar siswi lain. Itu tidak lucu, Angelicha," celoteh Revandra panjang kali lebar.
Angelicha mengerjab-erjabkan matanya bingung. Kenapa Revandra berubah kepadanya? Ada apa sebenarnya dengan pria itu?
"Dad, apa otakmu baru saja tersetrum tiang listrik?" benar, Angelicha menanyakan apa yang ada dalam hatinya.
Revandra menatapnya dengan ekspresi datar. Ups- jika sudah seperti ini, Angelicha menyesal bertanya seperti tadi.
"Issh momy mah, kalau diajak romantis nggak pernah bisa." gerutu Revandra lalu mengeratkan pelukannya.
__ADS_1
Jantung Angelicha berdebar-debar tak berirama. Sengatan dari perlakuan Revandra bisa-bisa membuat dirinya goyah dan takut akan mencintai pria itu.
Cepat atau lambat, mereka akan berpisah. Tujuan awal untuk hak asuh Soya, jika hak asuh tersebut sudah tuntas maka Angelicha akan meminta lepas dari Revandra dan melanjutkan hidup seperti keinginanya.
"Selamat malam Janetta sayang," gumam Revandra.
Angelicha seperti mendapat tamparan keras dipipinya. Revandra memanggil nama wanita lain kala memeluknya dan wanita tersebut adalah mantan istrinya sendiri.
"Ayolah Angelicha, jangan terlalu geer. Bisa saja dia bersikap manis karna menganggap dirimu sebagai Janetta. Kau dan Janetta bagaikan awan dan tanah!" gerutunya dalam hati.
"Selamat malam." lirih Angelicha lalu ikut memejamkan mata.
Satu hal yang harus kalian ingat, Janetta adalah cinta pertama Revandra. Dan Revandra rela mengorbankan apapun untuk Janetta, bahkan jika diminta untuk menyerahkan nyawa mungkin Revandra akan tunduk dan menurutinya.
Malam itu ditutup dengan Angelicha yang memejamkan mata dengan hati kecewa namun juga senang.
______
Pagi-pagi sekali Soya sudah terbangun. Dirinya menatap setiap sudut kamarnya yang dipenuhi berbagai macam boneka berukuran besar, terbanding terbalik dengan kamarnya yang hanya ada satu boneka teddy bear.
"Rindu momy," gumamnya lesuh.
Tungkai kecilnya bergerak lincah menuruni tangga. Biasanya jika dirumah dirinya akan selalu memeluk sang nenek yang pasti sibuk membuat sarapan, tapi dirinya menunduk kecewa tak mendapati siapapun didalam dapur.
Rumah ini terasa sangat dingin dan luas, hanya ada beberapa maid dan tukang kebun saja yang berada didalamnya. Memang ini hanya rumah singgah bagi Janetta, karna suami barunya adalah orang London.
"Kenapa rumah ini sepi sekali sih?" gumamnya sedih. Empat hari dirinya disini dan rasanya Soya ingin segera pulang dan berhambur memeluk nenek dan daddynya lalu meminta sang momy mendongeng sebelum tidur.
"Nona Soya, ada apa?" tanya salah satu maid menunduk hormat menatap Soya.
"Tidak. Dimana Bunda?" tanya Soya.
"Nyonya sedang ada pemotretan pagi tadi. Beliau berangkat pagi sekali, sarapan sudah siap. Setelah itu saya yang akan mengantar nona pergi sekolah." ujar maid tersebut sopan.
"Aku tidak mau sekolah. Aku akan pergi sekolah jika momy yang mengantarku!" teriak Soya lalu kembali masuk kedalam kamar.
Gadis enam tahun itu menangis tersedu-sedu. Percuma dirinya tinggal disini jika Janetta saya selalu meninggalkan dirinya sendirian.
"Aku benci bunda!" batinnya berteriak.
________
Angelicha sudah siap dengan seragamnya. Mendengus ketika melihat Revandra masih bergelung manja didalam selimut.
"Dad, ayo bangun dan cepat mandi!" cibir Angelicha.
"Janetta sebentar lagi, aku masih mengantuk." gumam Revandra.
Brugh!
"Aku Angelicha Elizabeth bukan Janetta mantan istrimu!" teriak Angelicha kala berhasil menarik Revandra hingga terjatuh dari tempat tidur.
Revandra mengaduh merasakan kepalanya membentur lantai. "Kenapa gadis itu menariku dan berteriak? Apa yang aku ucapkan memangnya?" gumam Revandra.
Angelicha dengan langkah kesal menuruni tangga. Yang benar saja, kenapa Revandra selalu memanggil Janetta? Kan Angelicha jadi kesal.
"Ibu, aku berangkat dulu. Dah~" pamit Angelicha lalu mencium tangan Hanum.
"Eoh, dimana Revandra?" tanya Hanum.
"Masih indah bermimpi dengan wanita bernama Janetta!" seru Angelicha dari ruang tamu.
Hanum hanya menghela nafas jengah. Kebiasaan putranya itu benar-benar harus dihilangkan.
****
Klau Angelicha dibuat cinta sma Revandra nanti cintanya bertepuk sebelah tangan dong... hmmm gimana nih?
__ADS_1