CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Episode 108.Say I Love U


__ADS_3

Michel adalah ketua OSIS yang terkenal keren dan juga ketus. Pria blasteran Kalimantan Australia itu nampak keren dengan motor sportnya yang berwarna hitam.


"Gw mau ngomong, lo ada waktu nggak?" tanya Michel lembut.


"Ngomong aja sih, gw juga belum dijemput." kata Angelicha.


"Sebenarnya gw udah ada rasa sama lo dari kelas sebelas. Pacaran yuk!" ujar Michel tegas.


Angelicha hanya menunduk tak enak. Sudah hafal sebenarnya dengan cowok seperti Michel ini. Wajarlah orang cantik.


"Eh gw udah dijemput, bye!" seru Angelicha lalu berlari mendekati mobil hitam yang diyakini milik Revandra.


Angelicha langsung mengecup singkat pipi kiri Revandra. Sengaja memang untuk memperlihatkan kepada Michel, bahwa dirinya sudah ada pendamping.


"Uhh istriku. Nunggu lama ya?" lirih Angelicha.


"Not what-what dad!" ujar Angelicha lalu masuk kedalam mobil.


Revandra tersenyum sinis melihat Michel nampak menatapnya tajam. Sengaja Revandra membalas tatapan Michel agar pria itu sadar dan tak mengganggu istrinya.


"Angelicha, pacaran yuk!" Angelicha langsung menunduk merona. Bisa-bisanya Revandra bilang seperti itu.


Brak!!


Pintu dibuka dengan tendangan, pria itu tersenyum lebar. Menatap penuh siasat pada pisau tajam yang berada ditangannya. Terkekeh tak jelas seperti anak kecil baru menemukan mainan baru.


"Berani sekali pria itu menyatakan perasaannya kepada bidadariku," ujarnya lalu menusukan pisau tersebut difoto Michel.


"Lo bakal mati ditangan gw! Cukup Revandra yang jadi musuh gw," desisnya lalu menyambar jaket hoodinya serta tak lupa membawa pisau tadi.


Tujuannya adalah atap sekolah Angelicha. Dengan kecepatan diatas rata-rata dirinya melajukan motornya membelah jalanan kota yang nampak ramai pada jam pulang kantor.


"Ck, mari ucapkan selamat tinggal pada dunia, boy!" serunya lalu tertawa.


________


Angelicha masih manis bergelayut manja dilengan suaminya. Sengaja memang untuk memanasi salah satu karyawan kantor Revandra yang sejak tadi menatap suaminya dengan tatapan seperti orang yang tengah kasmaran.


"Dad, masih lama kah?" tanya Angelicha.


"Ah~ udah selesai. Vita, kamu tinggal revisi saja setelah itu besok taruh dimeja saya!" ujar Revandra lalu bangkit.

__ADS_1


Angelicha semakin mengeratkan tangannya pada lengan Revandra. Menoleh lalu tersenyum sinis kepada wanita yang disapa Vita tersebut.


"Good bye, *****!" pamit Angelicha lalu kembali mengikuti langkah Revandra.


Semua karyawan lembur menatap mereka berdua dengan tatapan berbeda-beda. Mungkin mereka mengecap Revandra sebagai 'pedofile' karna menggandeng anak SMA.


Namun karna moto Revandra 'Dengarkan kata hati' jadi dirinya tidak terlalu memikirkan itu semua. Namun tak jarang pula ada yang memandang mereka dengan tatapan cemburu, seolah Angelicha adalah permata yang bisa mereka perebutkan.


"Maaf pak, itu sugar baby-nya?" tanya seorang pegawai frontal.


Revandra menyeringai, tidak menyangka ada yang berani bertanya selancang itu. Lalu apa? Menyebut Angelicha sugar babynya, mon maap nih ya mas ini istrinya!


"Kenapa? Kamu iri saya punya sugar baby secantik istri saya?" tanya Revandra sambil tersenyum manis.


Pegawai tersebut langsung menunduk tak enak. Dirinya sudah salah bicara, atau memang dirinya selalu bersikap lancang.


Revandra dan Angelicha kembali melangkah. Merindukan rumah juga kalau harus berlama-lama dikantor.


"Silahkan nyonya," ujar Revandra membukakan pintu mobil.


Angelicha hanya terkekeh lalu masuk kedalam mobil. Dalam hati tengah bimbang, dirinya jadi galau ingin bagaimana setelah ini.


"Jadi nyonya, minggu depan kita akan berlibur ke Bali sesuai perintah ndoro. Selama satu minggu kita akan berlibur, hanya berdua!" ujar Revandra menekankan kata 'hanya berdua'.


Revandra tak bisa menahan rasa gemasnya. Mencubit pipi chuby Angelicha dan mengecup singkat sebelum akhirnya tangannya mulai memutarkan kemudi mobil.


________


Michel terdiam, melihat sosok misterius tengah menatapnya dengan pandangan datar. Michel meneguk salivanya kala melihat ada pisau ditangan pria misterius tersebut.


"L-lo siapa?!" tanya Michel menuntut.


"Salahmu sendiri, boy. Gw tahu lo lagi galau, jadi ayo kita akhiri rasa galau lo!" sahut pria tersebut membuka maskernya.


Michel membeo beberapa detik. Sosok yang sudah dirinya kenal sejak masa SMP dan pernah satu kelas ketika mereka menginjak kelas sebelas.


Jleb!


"Arggghhh!" teriak Michel kala mendapat tikaman tepat didada kirinya.


Sosok itu tertawa jahat lalu menghunuskan pisaunya semakin dalam. Membuat pemilik dada berteriak menahan sakit dan mati secara perlahan.

__ADS_1


"Makanya, jangan coba-coba mempunyai rasa kepada permataku!" ujarnya sarkas.


Sosok itu masih membiarkan pisau tersebut menancap didada Michel. Jangan lupakan secarik kertas yang akan membuat sekolah heboh esok pagi.


"Good boy," ujarnya lalu meninggalkan atap sekolah.


Akhirnya pembunuh itu melangkah dengan senyum manis dibibirnya. Tak segan-segan dirinya membunuh dua orang sekaligus petang ini. Pertama satpam yang bertugas dan Michel secara bersamaan.


"Kita lihat, gimana reaksi mereka semua nanti." batinnya tersenyum penuh kemenangan.


"Setelah ini adalah Fahmi lalu Revandra, dan setelah itu hanya aku yang mencintai Angelicha!" serunya senang.


________


Dimanakah Angelicha dan Revandra sekarang?


Setelah makan malam tadi, Angelicha dan Revandra memilih untuk menikmati waktu bersama dikamar. Ditemani sebuah film kesukaan Angelicha dengan judul 'Black Swan' Revandra ikut menonton sambil membaca subtitel dengan bahasa inggris.


"Tahu nggak sih, film ini tuh ada sangkut pautnya sama MV Black Swan. Ahh di MV itu kobam visual semua member!" seru Angelicha semangat.


Revandra tersenyum lalu mengusak puncak kepala Angelicha. Dirinya semakin yakin jika Angelicha sudah benar-benar membuat dirinya jatuh hati.


"Angelicha," gumam Revandra.


Angelicha mendongak dan bersitatap dengan tatapan teduh milik Revandra. Entah kenapa, jantung gadis itu seperti berdisko ria.


"I love you," bisik Revandra.


Blank!


Angelicha seperti gadget yang sedang nge-lag. Seperti dikelilingi ribuan kupu-kupu kala mendengar kata keramat itu dari bibir tebal Revandra. Jantungnya semakin berdegub dengan kencang tak terkendali.


"I know," jawab Angelicha memilih jawaban yang membuat Revandra tersenyum miris kearahnya.


"I know, kamu sudah jatuh begitupun aku." lanjutnya dalam hati.


Revandra lalu mengecup manis kening Angelicha. Menyalurkan perasaan sayang dan cinta dalam kecupannya.


Angelicha memilih untuk memeluk Revandra. Menenggelamkan kepalanya didada bidang suaminya, sebenarnya Angelicha sangat ingin menangis senang namun hatinya berkata untuk 'tidak'.


Tarekk sisss!!!

__ADS_1


Revandra dan Angelicha langsung membeo mendengar lagu keramat yang tiba-tiba terdengar dikamar mereka. Dengan kompak mereka menengok kearah pintu dan melihat Soya tengah mendengarkan lagu tersebut dari ipadnya.


Anak itu sedang membuat vidio tik tok. Jangan salah followers Soya sudah banyak, bahkan lebih banyak dari author. Sukses membuat sepasang suami istri itu tertawa geli dengan tingkah absurd Soya.


__ADS_2