CEO DINGIN & Istri Kesayangan

CEO DINGIN & Istri Kesayangan
Eps. 06.SUDAH SALING MENGENAL


__ADS_3

"Lho, kalian udah saling kenal?" itu suara Luna_ mama Keanu yang memecah keheningan sesaat setelah Rayna dan Keanu terpekik terkejut. Semua orang terdiam hanya saling pandang satu sama lain.


Bagaimana ini? Rayna tidak menyangka jika orang yang akan dijodohkan dengan nya adalah bosnnya sendiri. Rayna hanya menuruti permintaan kedua orang tuanya untuk dijodohkan tanpa menyelidiki siapa orang yang akan dijodohkan dengan nya, dan kini semuanya terjawab bosnya lah orang yang akan dijodohkan dengan nya.


Semua orang bungkam mendengar pertanyaan dari Luna, bahkan saat Rayna ingin menjawab rasanya sangat susah. Bibir nya terkatup rapat enggan menjawab dan membaritahu pada semua orang bahwa ia memang mengenal satu sama lain. Efek keterkejutan yang sangat menguasai Rayna membuat dirinya yang semula gugup kian menambah gugup.


Keanu menghembuskan nafas perlahan ia muak dengan kebungkaman semua orang yang ada disini maka, dari itu ia mencoba menetralkan degup jantungnya dan mulai berbicara.


"Dia Rayna manager keuangan Kean, ma. Jadi, kita saling kenal," ucap Keanu tenang dengan raut wajah yang datar. Tetapi, percayalah dibalik wajah datarnya ia sedang menahan rasa gugup yang kian meningkat.


Rayna bernafas lega mendengar Keanu menjawab dengan begitu tenang. Ia mendongak menatap Keanu yang juga sedang menatapnya buru-buru ia membuang muka dan kembali menunduk sembari meremas ujung baju gamisnya.


"Wah ... bagus dong kalau kalian sudah saling kenal. Jadi, tidak perlu repot-repot untuk saling berkenalan lagi," ujar Luna tesenyum sumringah, begitu pula dengan Kevin,Wijaya dan juga Diana.


Rayna melirik sang ayah yang tengah tersenyum kecil ke arahnya, seperti paham dengan maksud tatapan yang Rayna berikan Wijaya kemudian angkat bicara menjelaskan semuanya.


"Biar kalian semua tidak bertanya-tanya mengenai kenapa anak saya menjadi manager keuangan , saya akan menjelaskan nya," ujar papa Wijaya dan diangguki oleh semuanya.


Kemudian, Wijaya mulai bercerita kenapa Rayna bisa menjadi manager keuangan di kantor Keanu.Waktu itu Rayna bersikeras menolak tawaran ayahnya untuk menjadi CEO di perusahaan nya sendiri dan lebih memilih bekerja di perusahaan lain sebagai manager keuangan. Semata-mata hanya ingin menjadi mandiri dan Rayna juga tidak ingin hidup bergantung pada keluarganya. Dan untuk itu, Rayna harus menyembunyikan identitas aslinya sebagai anak dari pengusaha sukses pemilik perusahaan ayahnya. agar bisa diterima bekerja di perusahaan yang Rayna bekerja saat ini.


"Saya juga baru tahu kalau Rayna bekerja di perusahaan Keanu , karena memang Rayna tidak memberitahukan nya pada saya," ungkap Wijaya "Saya baru tahu saat Rayna dan nak Keanu datang ke perusahaan untuk meeting pada waktu itu.


Awalnya, saya berniat akan membatalkan perjodohan ini karena Rayna bersikeras menolaknya. Tapi, setelah saya tahu kalau Rayna dan nak Keanu mempunyai hubungan sebagai bos dan manager. Saya jadi lebih bersemangat untuk menjodohkan mereka berdua," sambung Wijaya panjang lebar.


"Baiklah saya tidak mempermasalahkan tentang itu, saya justru senang," ucap Kevin "Sekarang saya akan melanjutkan perjodohan ini untuk ke jenjang yang lebih serius. Apakah kalian siap? Baiklah saya tidak akan bertele-tele, to the point saja," timpalnya lagi.


"Keanu ,apa kamu menerima perjodohan ini?" tanya Kevin pada Keanu.


Keanu menatap kedua orang tuanya secara bergantian kemudian beralih menatap Wijaya.. Ia menghela nafas panjang dan dengan sikap tenangnya ia menjawab dengan suara tegas.


"Iya, Keanu terima perjodohan ini," jawab Keanu mantap dan semua orang tersenyum bahagia.


Rayna mendongak tidak percaya, ia pikir bosnya itu akan menolaknya tetapi tidak dia malah menerimanya. Sulit dipercaya bagaimana bisa ia hidup bersama selamanya bersama si pak bos dingin dan mesum itu ? Tidak bisa dibayangkan bagaimana kehidupan nya setelah itu.


Rayna masih saja merutuki kebodohan dirinya sendiri, pasalnya kemarin ia sudah mengatai yang tidak-tidak pada calon istri bosnya itu dan ternyata itu adalah dirinya sendiri. Sial!.


'Goblok banget si gue sumpah, kenapa kemaren gue ngomong kayak gitu coba dan sekarang omongan gue balik ke gue sendiri, kualat gue,' batin Rayna menjerit.


"Sekarang nak Rayna , gimana kamu terima atau nggk perjodohan ini?" tanya Kevin lagi pada Rayna.


Namun, Rayna yang masih dalam pikiran nya sendiri itu tidak terusik oleh pertanyaan dari Kevin. Lalu, Naumi menyenggol lengan Rayna membuatnya sang empunya menoleh dan menaik 'kan sebelah alisnya dan Naumi menunjuk ke arah Kevin dengan dagunya.


"Hmm ... eh-anu, i-iya Rayna terima," ucap Rayna terbata dan tersenyum kikuk.


"Alhamdulillah, makasih sayang," ucap Diana kemudian merangkul Rayna.


"Anak-anak sudah setuju bagaimana kelanjutan nya?" Kapan kita akan mengikat mereka dalam satu hubungan yang lebih serius? tanya Wijaya.


"Lebih cepat lebih baik kan? Bagaimana kalau seminggu lagi acara pernikahan nya?" ujar Kevin membuat Rayna terkejut bukan main. Seminggu lagi? Itu waktu yang terlalu cepat menurutnya.


"Baiklah saya setuju, seminggu lagi akan di berlangsungkan acara pernikahan kalian berdua," Wijaya menyetujuinya dengan sangat enteng seolah itu semua sudah dipikirkan sejak lama.


"Apa itu gak terlalu cepat mas?" tanya Diaana pada Wijaya.


"Tidak sayang, itu waktu yang tepat. Apa kamu keberatan?" tanya Wijaya dan Diana menggeleng pelan seraya tersenyum simpul.


"Aku gak keberatan kok,"ucap mama.


"Oke, bagaimana dengan Keanu dan Rayna, kalian setuju kan?" tanya Luna memastikan.


"Iya terserah kalian saja," jawab Keanu datar. Sedangkan Rayna hanya mengangguk setuju walau dalam hatinya berkata lain.


Semuanya tersenyum bahagia, Luna menghampiri Rayna kemudian duduk disampingnya dan memeluknya erat seraya berbisik.

__ADS_1


"Makasih calon menantu," bisiknya ditelinga Rayna , dan Rayna hanya mengangguk seraya tersenyum kikuk.


"Maaf Nyonya, makan malam sudah siap," ujar bi Inah, asisten rumah tangga kami.


Diana menoleh ke arah bi Inah dan tersenyum "Iya bi," ujarnya "Yasudah, sekarang kita makan malam dulu mari," ajak Diana seraya berdiri dan mempersilahkan keluarga calon besan nya untuk menuju meja makan.


°°°


Setelah selesai menyantap makan malam dengan keadaan hening tanpa pembicaraan kini, kedua keluarga tersebut yang sebentar lagi akan berbesanan itu kembali duduk di ruang tamu. Para lelaki--Kevin dan Wijaya sibuk membicarakan tentang bisnis sedangkan, para wanitanya--Luna dan Diana sibuk bergosip ria. Biasalah emak-emak:)


Sedangkan Keanu dan Rayna, mereka berdua kini berada di halaman belakang rumah Rayna . Tadi, setelah makan malam selesai Keanu meminta izin untuk berbicara berdua dengan Rayna dan tentu saja di izinkan.


Dan disinilah mereka saat ini, duduk di kursi panjang yang tersedia sembari menikmati dingin nya angin malam yang menembus kulit. Sudah terhitung 10 menit berlalu dengan keheningan keduanya sama-sama diam, tidak ada yang berniat membuka percakapan.


Canggung. Itulah yang dirasakan keduanya, biasanya Rayna yang cerewet kini berubah menjadi Jihan yang pendiam. Tapi, ia sudah tidak tahan dengan kecanggungan ini. Dirinya bukan type cewek yang betah berlama-lama dalam keadaan seperti ini, dengan keberanian yang ia punya ia mulai angkat bicara.


"Pak, kita ngapain sih disini? Kalo gak ada yang mau di bicarain mending saya balik ke depan deh, buang-buang waktu tau nggak?," omel Rayna hendak berdiri dan meninggalkan Keanu namun, lengan nya ditahan oleh Keanu.


"Duduk," perintahnya dingin, dan dengan segera Rayna kembali duduk di samping lelaki bertubuh jangkung itu.


"Bapak mau bicara apa sih sebenernya?" tanya Rayna gemas pada bosnya itu yang sekarang mungkin statusnya beralih menjadi calon suami.


Keanu menghela nafas pelan, entah mengapa pertanyaan dalam otaknya yang semula sudah ia susun tiba-tiba menghilang begitu saja entah kemana.


"Saya ... sudahlah lupakan saja," jawaban Keanu membuat dahi Rayna mengkerut karena bingung dengan sifat bosnya itu.


"Yaudah, karna bapak bilang lupain aja. Gimana kalau saya yang nanya sama bapak boleh?" tawar Rayna menatap Keanu dari samping.


"Hmm,"


Rayna menghembuskan nafas perlahan "Kenapa bapak nerima perjodohan ini?" pertanyaan Rayna sukses membuat Keanu menoleh ke arahnya namun sebentar kemudian kembali menatap lurus ke depan.


"Simpel, karena itu adalah keinginan orang tua saya. Dan saya hanya ingin membuat mereka merasa bahagia," jawab Keanu dan Rayna hanya menganguk-anggukan kepalanya. Jawaban yang sama, Rayna juga mempunyai alasan mengapa dirinya mau menerima perjodohan ini karena kebahagian orang tuanya.


"Jawaban nya sama, karena kebahagian mama sama papa," balas Rayna menatap langit malam yang dipenuhi bintang.


"Mama sama papa bilang, kalau calon yang mereka pilihkan itu terbaik tapi, saya tidak menyangka orang itu adalah manager keuangan saya sendiri yang kelakuan nya itu ceroboh dan juga cerewet. Bagaimana mereka melihatnya terbaik?" ujar Keanu membuat Rayna melotot tidak terima.


"Maksud bapak apa ha? Saya memang terbaik kok, enak aja bilang saya kayak gitu," dalih Rayna ' ya walaupun emang bener sih,' lanjutnya dalam hati.


Keduanya kembali diam dan sibuk dengan pikiran nya masing-masing, sampai akhirnya Rayna kembali angkat bicara.


"Hmm ... pak, emang bapak gak punya pacar gitu? Atau orang yang bapak suka?" tanya Rayna membuat Keanu menoleh dengan wajah yang tambah dingin nan datar berbeda dari sebelumnya.


"Tidak," jawabnya cepat kemudian membuang muka kesamping.


"Sudah saya duga, siapa yang mau sama bapak orang bapak galak trus kalo ngomong mukanya datar gitu sih. Jadi, pasti pada takut," ucap Rayna dan mendapat tatapan tajam dari Keanu.


"Hehe canda kok pak, santuy. Eh, tapi bapak normal kan?" tanya Rayna yang mana mendapat sentilan di keningnya.


"Saya normal Rayna ," geramnya.


"Ya abisnya bapak sih, emang bapak gak pernah jatuh cinta gitu dulu?" tanya Rayna lagi. "Kalau bapak emang ada orang yang di suka jangan paksain perjodohan ini pak, kita bisa batalin kalau bapak mau? sebelum terlambat,"


"Tidak Rayna ," ucap Keanu "Kenapa kamu bertanya seperti itu? Atau sebenarnya kamu yang mempunyai pacar dan ingin perjodohan ini dibatalin? Agar kamu bisa bersama dengan pacarmu itu?" Keanu memborong banyak pertanyaan sekaligus untuk Rayna membuat Rayna pusing sendiri.


"Bukan gitu pak, kok malah bapak nyudutin saya gini sih? Saya gak punya pacar pak suer," jawab Rayna dengan mengangkat dua jarinya membentuk tanda peace.


"Saya terima perjodohan ini karena memang keinginan orang tua saya pak, saya juga tahu kalau perjodohan ini tanpa cinta. Tapi, saya bakalan berusaha jadi istri yang baik dan mungkin juga dengan berjalan nya waktu saya bisa nerima ini semua pak," ungkap Rayna sungguh-sungguh membuat Keanu terpaku dengan apa yang diucapkan nya.


Keanu berdiri dari duduknya kemudian memegang dahi gadis itu "Nggak panas," ucapnya.


Rayna menepis kasar tangan Keanu "Bapak ngapain sih?" gemas Rayna.

__ADS_1


"Saya kira kamu sakit, soalnya tidak biasanya kamu bisa berkata sebijak itu nyontek dari mana?" ucap Keanu dengan nada meremehkan.


"Enak aja itu refleks keluar dari mulut saya tau pak?" jawab Rayna cemberut membuat Keanu tertawa kecil.


"Hahaha,"


Melihat Keanu tertawa membuat Rayna sedikit terpana, karena ini adalah pemandangan yang langka bisa melihat bos yang selama ini kerjaan nya marah-marah sekarang tengah tertawa.


"Bapak bisa ketawa juga ternyata," kagum Rayna Membuat Keanu segera menghentikan tawanya dan mengubah ekspresinya setenang mungkin.


"Saya manusia biasa Rayna, jelas saya bisa tertawa,"


"Hehe abisnya kalau bapak ketawa ganteng," ucap Rayna tanpa sadar, membuat senyum Keanu mengembang.


"Udah ayo kita ke depan, sepertinya sudah terlalu lama kita disini," ajak Keanu yang sudah berhenti tertawa, dan Rayna hanya mengangguk setuju.


Kemudian keduanya berjalan menuju dimana letak orang tua mereka, dengan Keanu yang berjalan di depan dan Keanu yang mengekori nya dibelakang.


°°°


"Yaudah, kita pamit pulang dulu ya udah larut malam soalnya," pamit Luna pada keluarga Rayna .


"Iya hati-hati di jalan jeng," ucap Mama kemudian cipika cipiki dengan Mama Luna.


" Keanu , salam sama kedua orang tua Rayna ," perintah Kevin dan Keanu langsung mencium punggung tangan Wijaya dan Diana bergantian.


"Hati-hati om, tante," ucap Rayna kemudian melakukan hal yang sama dengan mencium punggung tangan Kevin dan Luna bergantian.


Luna memeluk Rayna sebentar kemudian melepaskan nya perlahan "Iya sayang, kamu jaga diri baik-baik ya sebelum hari pernikahan," pesan Luna dan Rayna hanya mengangguk seraya tersenyum kecil.


"Bang Kean " teriak Naumi dan berlari menghampiri Keanu.


Saat sudah dihadapan Keanu , Naumi meminta untuk Keanu, mendekatkan telinganya. Kemudian Keanu berjongkok dan mendekatkan telinganya ke dekat Naumi.


"Bang Kean, kak Rayna itu nakal. Masa kak Rayna pernah bilang sama Naumi, kalau bosnya kak Rayna itu galak trus serem suka marah-marah. Katanya kalau lagi marah mirip beruang kutub galak trus dingin kaya es apalagi mukanya datar kaya triplek," bisik Naumi polos.


Setelah selesai membisik 'kan itu Keanu mengerutkan keningnya kemudian setelahnya ia tersenyum jahil dan ia balik berbisik pada Naumi.


"Naumi tenang aja, bang Kean bakalan kasih pelajaran nanti sama kak Rayna ," bisik Keanu


"Yeyy beneran ya bang," pekik Naumi girang dan diangguki kepala oleh Keanu.


"Kalian ngomongin apa sih?" kepo Rayna perasaan nya tidak enak.


"Kepo," balas Naumi kemudian menjulurkan lidahnya dan berlari meninggalkan mereka semua.


Semua orang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Naumi yang aneh sedangkan Jihan malah mengerucutkan bibirnya kesal.


"Yasudah Wijaya , kami pamit," kata Kevin.


"Assalamu'alaikum,"


"Waalaikumsallam,"


Keanu dan kedua orang tuanya melangkah keluar rumah dan memasuki mobil mereka. Tak lama suara klakson dibunyikan dan mobil itu sudah pergi meninggalkan pekarangan rumah Rayna.


'Aku gak tahu gimana kehidupan aku setelah menikah sama bos galak,'


👋Haii readers,


Happy reading


Tinggalkan jejak like dan koment bawelnya

__ADS_1


SEE YOU NEXT TIME GUYS😻❤


__ADS_2