
"Assalamualaikum," ucap Keanu dan Rayna bersamaan saat mereka sudah tiba di depan pintu rumah orang tua Rayna .
"Mama, Ayna pulang!" teriak Rayna sambil memasuki rumah orang tuanya dan mencari si pemilik rumah.
"Kamu kira ini di hutan, jadi teriak-teriak begitu?" gerutu Keanu.
"Udah ih, diem. Aku nyariin mama," sahut Rayna acuh. "Kamu ke kamar aja dulu, ya. Aku ke dapur sebentar," imbuhnya dan Keanu hanya mengangguk sekilas sebelum menuruti ucapan sang istri untuk masuk ke kamar terlebih dahulu.
"Mama, yuhuuu!" teriak Rayna lagi.
"Apa sih, Ay? Teriak-teriak kayak di tarzan aja," gerutu mamanya dari arah dapur.
"Aku kangen, Mama," ucap Rayna langsung memeluk sang mama.
"Udah nikah juga, masih aja manja," sahut mamanya, namun ia tetap membalas pelukan sang anak sulung.
"Gak ada hubungannya udah nikah sama manja, Ma," sanggah Rayna duduk di meja makan.
"Ada dong, seharusnya udah punya suami manjanya ke suami, bukan sama Mama, apalagi sama papa dan adikmu," sahut mama , menghidangkan makanan yang baru saja ia masak ke atas meja makan.
"Walaupun aku sudah punya suami bahkan anak sekalipun, aku akan tetap manja sama kalian," sahut Rayna mencubit ikan goreng mamanya.
"Kebiasaan." Mama memukul tangan Rayna yang tengah mencubit ikan goreng.
"Minta dikit, Ma," sahut Rayna dengan cemberut, namun tetap ia suapkan ke mulut hasil cubitannya.
"Kalau mau makan, makan yang bener, jangan digituin. Gak enak kalau dilihat sama Keanu , ntar dia gak mau makan gara-gara bekas tangan kamu," omel mama yang masih sibuk dengan alat-alat dapur dan bahan masakannya.
"Biarin aja kalau dia gak mau makan, palingan dia kelaparan," sahut Rayna enteng.
"Aku akan tetap makan makanan bekas tangan Rayna , Ma. Bahkan bekas bibirnya pun akan tetap aku makan," timpal Keanu dari arah belakang Rayna , lalu duduk di sebelah sang istri.
"Oh, manisnya," puji mama berbinar.
Sedangkan Rayna hanya diam dengan wajahnya yang tersipu malu mendengar ucapan sang suami, bahkan ingatannya langsung melayang ke kegiatan pagi yang penuh gelora, sebelum keduanya berkunjung ke rumah orang tua Yasmin.
"Oh iya, kenapa kalian gak ngabarin dulu, kalau mau ke sini?" tanya mama.
"Harus ngabarin ya, tiap mau pulang ke rumah orang tua sendiri?" Rayna balik bertanya dengan wajahnya yang tampak cemberut.
__ADS_1
"Enggak harus sih, tapi kan Mama bisa masak lebih kalau kalian ngabarin dulu," sahut mama.
"Ini aja udah lebih dari cukup kok, Ma," sahut Rayna.
"Di mana papa dan Naumi ? Sejak tadi aku tidak melihat mereka," tanya Keanu celingak-celinguk mencari keberadaan papa mertua dan adik iparnya.
"Papa bertemu klien, sedangkan Naumi pergi sekolah" sahut mama dengan senyum teduhnya.
"Biasanya papa bertemu klien di ruangannya, kenapa sekarang bertemu di luar?" tanya Rayna dengan wajah bingungnya.
Sejauh yang ia ketahui, papanya akan bertemu klien di salah satu ruangan yang ada di rumah mereka, ruangan yang memang disediakan khusus sebagai ruang kerja papanya sebagai seorang pengacara.
"Kali ini, kliennya yang menentukan tempat pertemuan," sahut mamanya.
"Kliennya perempuan atau laki-laki? Masih muda gak?" cerca Rayna.
"Kok kamu yang posessif gitu sih sama papamu? Mama aja biasa aja, iya kan, Ma?" ujar Keanu tertawa geli melihat tingkah sang istri.
"Aku kan nanya aja, mana tau kalau kliennya wanita dan ganjen," gerutu Rayna .
Inilah salah satu fungsi ruang kerja papa Wijaya yang ada di rumahnya, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman antara dirinya, dan sang istri, serta anak-anaknya karena mereka bisa melihat dari luar apa saja yang ia lakukan dengan kliennya.
"Jadi, kamu harus berhati-hati ketika ada wanita yang mencoba mendekatimu karena kamu tidak akan sanggup menghadapi amarahnya." mama tertawa ketika mengingat bagaimana marahnya Rayna saat melihat ada wanita yang menjadi klien papanya dan mencoba menggoda lelaki itu.
"Memangnya apa yang dia lakukan?" tanya Keanu penasaran memperhatikan wajah cantik istrinya yang terlihat seperti wanita baik dan tentunya lemah lembut seperti mama Diana.
"Coba aja, kalau kamu mau tau dan sangat penasaran dengan apa yang bisa aku lakukan," jawab Rayna dengan senyum lebarnya, namun senyuman itu nampak berbeda dari biasanya, terlihat sedikit mengerikan.
"Kamu tidak akan dia tegur lebih dari sebulan, dan wanita yang mencoba menggoda mu akan berakhir di rumah sakit selama berhari-hari," terang mama . "Jadi, jangan coba-coba," peringkat nya lagi.
"Dia pernah membuat seseorang masuk rumah sakit?" tanya Keanu seakan tak percaya.
"Iya, jangan percaya dengan wajah malaikatnya itu," ejek mama pada anak sulungnya yang sudah cemberut.
"Mama kok buka aib aku, sih?" gerutu Rayna tak terima.
"Mama gak buka aibmu, Sayang. Mama hanya memberi nasehat ke Keanu agar tidak macam-macam sama kamu," elak mama.
"Apa yang sudah dia lakukan pada wanita itu?" tanya Keanu semakin penasaran.
__ADS_1
"Aya akan berpura-pura baik dengan mendekati wanita-wanita yang mendekati papa dan adiknya, lalu ia mencari tau motif wanita itu. Jika mereka berniat tidak baik, maka mereka akan masuk rumah sakit karena obat pencahar yang Aya masukkan ke dalam makanan atau minuman wanita-wanita itu," terang mama.
"Tapi, aku hanya berbuat begitu ketika para wanita itu berniat jahat," ujar Rayna membela dirinya. "Wanita yang mendekati papa hanya ingin melancarkan kasusnya tanpa kendala sekaligus ingin merusak rumah tangga mama dan papa. Sedangkan wanita yang mendekati papa Wijaya hanya ingin memanfaatkan kepintaran adikku itu," terang Rayna.
"Wanita-wanita seperti itu tidak pantas mendapatkan walau hanya sesuap perhatian dari papa dan adikku, hanya aku yang pantas," ujar Rayna dengan bangga.
"Sesuap perhatian. Duh, editor sekaligus penulis kita ini memang pandai berkosa kata," puji mama terkekeh.
"Kamu editor? Penulis juga?" tanya Keanu.
"Kamu tidak tau? Rayna tidak mengatakannya padamu?" tanya mama pada Keanu dan menantunya itu hanya menggeleng. Kemudian mereka berdua serentak menatap Rayna meminta jawaban sekaligus penjelasan.
"Belum ada waktu untuk memberitahukan tentangku padanya, Ma. Kami masih punya banyak waktu untuk saling berbagi kisah kehidupan pribadi masing-masing, kemarin aku mendengarkan dan mengetahui beberapa hal tentang kehidupan suamiku, mungkin hari ini giliran dia yang mendengarkan kisah ku," terang Rayna.
"Iya, aku editor di perusahan Renjana selain bekerja di kantor mu, dan untuk mengisi waktu luang, aku menjadi penulis novel di aplikasi online." Rayna menjawab pertanyaan sang suami.
"Katakan, di aplikasi mana kamu menulis dan apa judulnya? Aku mau membaca karyamu," ujar Keanu yang semakin penasaran dengan pekerjaan sang istri.
"Tidak perlu tau, aku gak PD karyaku dibaca oleh tuan muda sepertimu," sahut Rayna dengan candaannya.
"Ayolah, aku penasaran," bujuk Keanu dan Rayna tak bergeming, ia tetap tak ingin memberitahukan karyanya pada sang suami.
"Mama tau dia nulis di platform mana?" tanya Keanu pada mama mertuanya.
"Jangan beri tahu, Ma." Rayna mendelik tajam pada mamanya.
Namun, wanita paruh baya yang masih terlihat ayu itu mengabaikan delikan tajam Rayna , Mama Diana tetap menyebutkan platform tempat anaknya menulis novel, bahkan ia juga menyebutkan judul novel beserta nama pena yang Rayna gunakan.
๐๐Haii readers,
Happy reading and nice day,
semoga suka dengan ceritaku.
Tinggalkan like dan koment bawelnya.
Terima๐๐ kasih
SEE YOU ๐ฅฐ๐ฅฐ๐
__ADS_1