
5 BULAN KEMUDIAN
Di pagi Hari dirumah Rayna dan Keanu
Rayna pagi-pagi sekali sudah terbangun, bangun dari tempat langsung mencuci muka bergegas kedapur, sedangkan Keanu masih tertidur.
Ketika Keanu bangun dan meraba kasur disebelah nya kosong dia langsung terbangun dan mencari keberadaan Rayna dari kamar mandi tidak ada dan melihat kebawah ternyata istinya sedang mencuci sayuran, Keanu pun naik keatas dan segera mandi. Setelah mandi Keanu turun kebawah menunju keberadaan Rayna.
" Sayang, kenapa kau bangun sangat pagi hari ini? tanya Keanu dan Rayna masih dengan masakannya.
" Apa yang kau lakukan sekarang? Kenapa kau tidak tidur sebentar lagi?" tanya nya kembali. Rayna melirik kearah suaminya yang sudah ada disebelah dan tersenyum.
" Selamat pagi mas, hari ini aku akan ke rumah sakit untuk pemeriksaan dengan Bianca. " jawab Rayna dan Keanu hanya diam sambil melihat apa yang di masak Rayna.
" Woow, bauu nya enak! apa itu? tanya Keanu.
" Ini sulit yang secara khusus aku masak untuk Bianca karena aku dengar akhir-akhir ini dia sakit? jawab Rayna.
" Sudah berbulan-bulan dan kepala dia masih sakit. Tidak bisakah dia bilang jika dia ingin sup saja! " ketus Keanu.
" Jangan bicara seperti itu! Bianca adalah penyelamat ku! " tegas Rayna yang ditarik dlli bawa kedalam pelukan Keanu.
" Ya, ya, ya. Dia bukan Penyelamatmu! Dia juga penyelamat little star kita! " lerai Keanu mengelus perut buncit Rayna.
" Mas, aku berpikir untuk menjadikan Bianca Ibu Baptis untuk little star, bagaimana? " tanya Rayna sambil melihat kearah Keanu.
" Apapun yang kau inginkan sayang. Suamimu akan mendengarkan! " jawab Keanu sambil mencium lembut bibir manis istrinya. Setelah dirasa Rayna kehabisan nafas Keanu melepaskan ciumannya.
" Sayang, bisakah kau membantu ku?" tanya Keanu.
" Apa yang Kau pikirkan aku akan segera melahirkan aku tidak bisa! " teriak Rayna marah pada Keanu dan Keanu mengernyitkan alisnya.
" Hei, hei, apa yang kau pikirkan? "Keanu menyentil jidatnya Rayna.
"Aku hanya ingin kau membantuku memasang dasi ku! " titah Keanu sambil memberikan dasinya kepada Rayna.
Batin Keanu ' Apa sayangku memikirkan itu? '
" Meskipun aku telah memikirkan hal itu. Kau salah paham, little starku akan segera lahir. Aku sebaiknya mengendalikan diri. " tegas Keanu sambil memegang pelipis nya karena ucapan Rayna.
" Maaf, aku lah yang salah paham. "pinta Rayna menutup mulutnya.
Rayna pun memasangkan dasi Keanu dan Keanu sedikit merunduk supaya Rayna mudah memakaikan dasinya.
" Tidak apa-apa sayang. Maaf, hari ini ada pertemuan penting di kantor. Jika tidak, aku akan mengantarkan mu pemeriksaan sendiri! " terang Keanu.
__ADS_1
" Tidak apa-apa, aku bersama Bianca, jangan khawatirkan aku dan fokuslah pada pekerjaan mj. " jawab Rayna sambil merapikan dasi Keanu.
" Tidak apa-apa, pergilah ke kantor sekarang! Perusahaan Besar seperti Grup Keuangan semua bergantung padamu. Kau sangat sibuk, tidak perlu mengkhawatirkan ku. " ucap Rayna.
"Terimakasih atas dukungan mu, istriku! aku akan segera kembali sepulang bekerja. " jawab Keanu sambil berpamitan mencium kening Rayna dan baby twins nya.
" Hati-hati di jalan! '
" Hati-hati juga sayang! "
Rayna merasa bahagia ketika mengantar
kan Keanu berangkat kerja hari ini.
"Ayolah little star hari ini kita akan bertemu
Ibu Baptis mu. " ucap Rayna sambil mengelus perutnya dan menaiki tangga menuju kamar untuk mandi dan berganti pakaian.
Setelah 20 menit mandi ala ritualnya Rayna , Rayna pun berganti pakaian tidak lupa mambawa tasnya dan turun kebawah.Rayna pun berangkat menuju Rumah Sakit menaiki mobil di bawa sang sopir.
Di Rumah Sakit internasional
Bianca sudah menunggu Rayna dari tadi dia duduk di sofa ruang tunggu dan melihat Rayna lalu bangkit dari tempat duduk nya tadi.
" Ta.. Da.. ! Aku berbakat membolos sebagai orang yang menemani Nyonya CEO. Bianca Disini!! " teriak Bianca sambil melambaikan tangannya kearah Rayna dan Rayna yang melihat Bianca pun tersenyum karena tingkah Bianca dan menghampiri Bianca.
' Ellena hamil? Mengapa perutnya lebih besar daripada milikku? Dia sepertinya akan segera melahirkan? ' monolog Rayna.
Rayna mengikuti arah pandangan ke mana Ellena pergi dan segera mengikuti Ellena dari belakang , Bianca yang di tinggalkan terheran.
' Mengapa mobil Keanu disini? Bukankah dia mengatakan ada pertemuan penting hari ini? ' monolog Rayna kaget melihat mobil suaminya ada di Rumah Sakit.
' Kenapa aku punya pertanda buruk?? Siapa ayah dari anak Ellena? 'monolog nya kembali.
Ketika Rayna sedang mengikuti kepergian Ellena, Bianca mengejar Rayna dan menepuk pundak Rayna. " Rayna, apakah kau melihat seseorang yang kau kenal? apakah kau perlu pergi menyapanya? " tanya Bianca heran dengan sikap Rayna.
" Tidak apa-apa, itu bukan seseorang yanga kau kenal. Aku salah orang! Erm. aku merasa tidak enak badan aku pulang dulu! " ucap Rayna membuat Bianca kaget dan terdiam.
" Mari kita bertemu besok, aku akan pergi sekarang! " ucap Rayna kembali berlalu pergi meninggalkan Bianca seorang dengan terheran-heran dengan sikap Rayna hari ini.
" Rayna, Rayna, apakah kau baik-baik saja? apakah kau membutuhkan aku untuk mengantarkan kau pulang? Bianca khawatir.
" Tidak, aku akan kembali sendiri byee.. byee. " ucap Rayna yang matanya masih fokus melihat-lihat dimana Keberadaan Ellena dan mobil Keanu.
" Erm. Aneh ada apa dengan Rayna? monolog Bianca sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
' Apakah dia meninggalkan gas dirumah? ' batin Bianca.
Di Tempat Ellena
Ellena sudah ada dekat mobil Keanu, dan ada Bryan didalam mobil Keanu yang di pinjamnya.
Rayna yang mengikuti keberadaan Ellena masuk dalam perankap Ellena lagi, dan Ellena tersenyum penuh kemenangan.
' Rayna memang mengikuti kita, Wanita Bodoh! Ikuti kami apa kau merasa sedih melihat pria mu memiliki anak lagi dari wanita lain? Haha. ' monolog Ellena.
Rayna mengintip di balik pilar besar kepergoan Ellena menuju mobil Keanu.
" Keanu, aku sudah melakukan pemeriksaan! " ucap Ellena dan Keanu keluar dari mobilnya.
Rayna yang mengintip dari tadi terbelalak matanya melihat adanya Keanu yang turun dari mobil.
" Maaf sayangku. aku terlambat. " ucap Keanu.
' Ya Tuhan. aku mendengar suara nya. Bagaimana mungkin? ' batin Rayna sambil menutup mului di balik pilar itu.
Ellena memeluk leher Keanu yang berkacamata hitam.
" Maaf, Ellena aku minta maaf membuatmu dalam situasi ini. Aku bergegas kembali tepat setelah pertemuan. Bagaimana bayinya? tanya Keanu.
" Jangan Khawatir begitu bayinya, aku akan bercerai dan segera menikahimu.! " bujuk Keanu.
" Keanu jangan ucapkan ini! aku akan melakukan apapun untukmu, tapi bagaimana dengan bayi yang di kandung Rayna? " tanya Ellena.
"Setelah perceraian kami, aku akan mengambil hak untuk bayiku. Dan membuat Rayna pergi, kau akan mendapatkan ibu dari ketiga bayiku kemudian. " jelas Keanu.
Rayna yang mendengar hal itu menangis tak tertahan lagi "Keanu bagaimana kau bisa melakukan ini padaku?aku ibu dari anak _ anak ini! " monolog Rayna.
' Hatiku sangat sakit! bukan hanya karena pria yang kucintai memiliki bayi lagi dengan wanita lain' batin Rayna.
'Tetapi karena dia bahkan berencana mengambil bayiku dengan wanita lain' batin Rayna.
' Keanu mungkinkah kau sama sekali tidak mencintaiku. Tetapi kau hanya menginginkan anak kita. ' monolog Rayna sambil menangis di pilar besar itu.
' Impianku adalah semenjak kecil aku selalu bermimpi memiliki rumah yang mengajadap ke laut di tengah bunga -bunga bermekaran di musim semi, dan memiliki suami yang mencintaiku juga anak-anak kecil yang lucu. Meskipun ini keluarga kecil, ini sangat nyaman dan kami hidui bersama dengan bahagia. ' monolog Rayna.
' Tapi sekarang semua nya hancur! '
" Hei, aku pikir dia mendengarkannya. Dia pergi tanpa kata-kata. Aku pikir rencana kita sanga berhasil! " ucap Ellena yang menunjukkan kepergian Rayna dari pilar besar itu.
Bryan mencopot wig nya. " Fyuuh aku akhirnya melepaskan wig ini. "
__ADS_1
" Ini sangat panas, tapi aku pikir rencananya cukup berhasil. Aku piku sepupu iparku pasti sakit hati sekarang Jika dia bercerai, dengan sepupuku. Kau bisa menjadi nyonya Keanu yang baru! " ucap Bryan sambil tersenyum smirk.
" Nona Ellena, aku sudah banyak membantu mu, bagaimana kau berterimakasih kepada ku? tanya Bryan mengerlingkan matanya