
"Kamu pikir berdandan seperti ini gampang? Apalagi aku harus melakukan semuanya sendiri. Coba saja kalau bisa," ucap Ivyna memicingkan mata.
Ia balas menatap Keano dengan tajam. Pria itu sudah memakai jas pengantin yang dipilihnya kemarin, tapi ia tidak mengenakan rompi dan dasi. Wajahnya juga terlihat kurang segar. Ia memerlukan sedikit polesan agar tampil lebih baik sebagai mempelai pria.
Keano bergegas mengalihkan pandangan matanya dari Ivyna. Ia membalikkan punggung dan menarik tangan wanita itu.
"Ayo pergi."
"Tunggu, ada yang perlu aku lakukan."
"Apa lagi? Kamu menghabiskan waktuku," desis Keano. Ia paling tidak sabar menghadapi wanita yang banyak maunya.
"Ini bukan untuk kepentinganku tapi supaya pernikahan kita terlihat sungguhan. Dan aku hanya butuh waktu sepuluh menit."
"Ikut aku supaya kamu mengerti," sambung Ivyna mengajak Keano ke ruangan rias khusus pria. Ia menyambar rompi dan dasi yang senada dengan jas Keano, kemudian mengajak pria itu ke ruang ganti.
"Kenapa kamu melepas jasku?" tanya Keano tidak mengerti.
"Jas ini harus dipadukan dengan rompi dan dasi. Aku akan membantumu untum memasangnya."
Enggan menjelaskan lebih lanjut, Ivyna segera membantu Keano mengenakan rompinya. Ia melakukan ini bukan karena memperhatikan Keano, tapi karena nalurinya sebagai perias pengantin yang tidak tahan bila melihat sesuatu yang salah.
"Menunduk sedikit," ucap Ivyna. Setelahnya ia memasangkan dasi ke leher Keano.
Karena menyadari posisi mereka yang sangat berdekatan, Ivyna pun mempercepat pekerjaannya.
"Sudah selesai."
"Tunggu dulu, kamu belum mengancingkan bagian bawah rompi ini."
"Kancingkan saja sendiri kamu punya tangan kan?"
Ivyna hendak melangkah pergi namun Keano menahan tangannya.
"Aku mau tanganmu yang melakukannya."
"Jangan harap aku mau menuruti perintahmu," ketus Ivyna.
"Takut menyentuhku?"
"Aku tidak pernah takut pada siapapun. Apalagi ini sangat mudah, aku terbiasa melakukannya."
Sambil mengerucutkan bibir, Ivyna mengancingkan bagian bawah rompi itu. Tapi entah kenapa tangannya bergetar saat melakukannya. Mengetahui hal ini, Keano serasa ingin tertawa. Namun ia berusaha menahannya sebisa mungkin. Ia tidak mau merusak imagenya sendiri di depan seorang wanita sombong.
"Katanya sudah biasa. Lalu kenapa tanganmu gemetar?"
__ADS_1
"Itu karena aku...lapar. Sejak semalam sampai pagi ini aku tidak makan apa-apa. Mungkin nanti aku akan jatuh pingsan di acara akad nikah," jawab Ivyna beralasan. Untung saja otaknya bekerja cepat untuk menemukan alasan yang masuk akal.
"Semoga aku pingsan selama seharian penuh, sehingga laki-laki sinting ini tidak jadi menikahiku,"
batin Ivyna berharap doanya terkabul.
"Tenang saja aku akan memberimu banyak makanan setelah ini. Tapi kamu harus menghabiskannya sendiri," balas Keano sambil menarik Ivyna keluar dari salon.
Ivyna terkejut karena di area parkir sudah ada dua buah mobil lain yang menunggunya. Beberapa pria bertampang seram keluar dari mobil untuk menyambut Keano. Nyali Ivyna langsung menciut. Ia bisa menebak bahwa sekumpulan pria mirip mafia ini adalah anak buah Keano. Pasti mereka datang untuk mengawalnya agar tidak melarikan diri dari pernikahan.
"Kamu akan membawa mereka semua ke rumahku?"
"Iya, karena itu turuti semua perintahku. Di depan orang tuamu, kita harus berpura-pura menjadi sepasang kekasih yang sudah lama menjalin cinta."
"Tapi bagaimana aku bisa berakting seperti itu?"
Ivyna mencoba membujuk Keano sekali lagi supaya pria itu berubah pikiran.
"Tolong pikirkan lagi baik-baik. Kamu hanya sedang patah hati lalu menjadikan aku sebagai pelampiasan. Aku yakin kamu akan menyesal setelah menikah denganku. Sebelum itu terjadi lebih baik jangan lanjutkan rencana pernikahan ini."
Tatapan Keano serasa ingin mengoyak habis mangsa di hadapannya. Tampaknya ia tersinggung dengan ucapan Ivyna.
"Tidak ada wanita yang bisa membuat Keano Atmaja patah hati. Pernikahan kita hanyalah status di atas kertas, tidak lebih dari itu. Nanti aku akan menjelaskannya padamu setelah urusan kita selesai. Cepat masuk!"
Karena takut dikelilingi oleh pria-pria menyeramkan, Ivyna akhirnya menurut demi keselamatannya.
Ketika tiba di depan gerbang kediaman Adhiyaksa, Keano berhenti dan membuka jendela mobil. Sementara mobil anak buahnya tidak ikut masuk. Mereka lebih memilih berjaga di luar sesuai perintah bosnya.
"Bicaralah pada security rumahmu untuk membiarkan mobilku masuk," bisik Keano.
"Pak Romi," panggil Ivyna dari jendela mobil.
"Non Ivy?" tanya security itu kebingungan. Pasalnya ia melihat Ivyna memakai riasan pengantin dan berada di sebuah mobil yang asing.
"Pak, tolong bukakan gerbangnya. Saya ada urusan penting."
"Iya, Non."
Setelah pintu gerbang dibuka, Keano lekas memarkirkan mobilnya. Kemudian ia menyuruh Ivyna keluar dari mobil.
"Bersikaplah seolah kita saling mencintai di depan keluargamu," bisik Keano merengkuh pinggang Ivyna.
"Mencintai pria psikopat, mana mungkin?"
batin Ivyna bergidik.
__ADS_1
Cleantha yang sedang mengurus tanaman hiasnya sangat terkejut melihat Ivyna bersama seorang pria. Ia mengira putrinya itu berada di hotel untuk mengurus persiapan pameran.
"Ivy, kenapa kamu pulang dan memakai baju pengantin? Apa ini bagian dari acara wedding expo?" tanya Cleantha bergegas menghampiri Ivyna.
"Bukan, Mom. Aku...."
"Kami akan menikah hari ini, Nyonya. Perkenalkan saya Keano, calon suami Ivyna," potong Keano. Ia maju dan mengulurkan tangan kepada Cleantha.
Dahi Cleantha berkerut dalam. Ia menerima uluran tangan Keano sambil memandang Ivyna dengan heran. Benarkah putrinya ini akan menikah secara tiba-tiba tanpa memberitahunya dulu? Tapi jika melihat Keano memeluk Ivyna dengan mesra, sudah jelas ada hubungan spesial di antara keduanya. Hanya saja ini semua terkesan janggal.
"Ivy, kamu akan menikah? Kenapa kamu tidak mengatakan apa-apa kepada Mommy dan Daddy?"
"Mom, aku akan menjelaskannya di dalam," jawab Ivyna gugup.
Cleantha mendahului masuk ke rumahnya dan memanggil Raja. Ia harus berunding dengan suaminya mengenai apa yang terjadi pada Ivyna.
...****************...
Begitu melihat pria yang duduk berdampingan dengan putrinya, Raja langsung terkejut. Apalagi ia tahu benar siapa sosok pengusaha muda yang terkenal misterius ini.
"Tuan Raja, maaf saya datang tiba-tiba. Saya bermaksud melamar putri Anda dan menikahinya hari ini juga."
"Sebentar, saya perlu bertanya kepada putri saya."
Raja menatap Ivyna untuk melihat ekspresi putrinya itu. Ia harus memastikan apakah Ivyna serius ingin menikah atau ia sedang berada dalam tekanan pihak lain.
"Ivy, berapa lama kalian sudah berpacaran?"
"Kami berpacaran kurang lebih setahun, Dad," ucap Ivyna. Rasanya ia ingin menggigit lidahnya sendiri karena sudah berbohong pada kedua orang tuanya.
"Kenapa kamu tidak pernah mengenalkan kekasihmu pada Daddy? Dan sekarang kamu mendadak akan menikah dengannya?" tanya Raja menyelidiki.
"Karena Ivyna takut Anda tidak menyetujui hubungan kami, Tuan. Terus terang saya sudah pernah menikah dan memiliki satu orang anak. Ivy takut Anda dan keluarga akan keberatan dengan status saya."
Ivyna tercengang saat mendengar pengakuan Keano. Tak disangka pria yang ngotot menikahinya ternyata seorang duda beranak satu.
"Benar begitu, Ivy?"
"Iya, Dad," jawab Ivyna sedih.
"Lalu kenapa kalian sekarang berani memintaku untuk menikahkan kalian?"
Ivyna tertawa senang di dalam hati. Ia yakin Keano tidak bisa mengarang skenario kebohongan kali ini. Semoga saja pria ini akan mengaku bahwa ia sudah melakukan tindakan pemaksaan.
Namun dalam hitungan detik, mata Ivyna melotot mendengar jawaban yang diberikan Keano kepada Raja.
__ADS_1
"Karena Ivyna sedang hamil anak saya, Tuan Raja. Makanya saya memutuskan untuk menikahinya secepat mungkin," jawab Keano penuh keyakinan.
Bersambung