CEO Magang Dan Mama Perawan

CEO Magang Dan Mama Perawan
Bab 21 Salah Sangka


__ADS_3

"Ivy, apa benar yang dikatakan Keano? Kamu sedang hamil?" tanya Raja menatap tajam putrinya.


Ivyna menunduk dengan wajah memerah. Aliran darahnya serasa terkumpul di kepala. Jika tidak ingat konsekuensinya, sudah pasti ia akan mendaratkan tamparan keras ke wajah Keano. Beraninya pria ini memfitnahnya di depan kedua orang tuanya sendiri.


"Jawab Daddy, Ivy," desak Raja. Baru sekali ini Ivyna melihat Raja begitu marah. Cleantha segera memegang bahu Raja untuk menenangkan suaminya itu.


"Aku bersumpah akan membalasmu, Keano Atmaja. Kamu sudah mengacaukan hidupku!"


desis Ivyna dengan kemarahan yang memuncak.


"I...iya, Dad. Aku minta maaf," jawab Ivyna terbata-bata. Ia merasa sangat berdosa karena telah mendukung kebohongan Keano. Namun ia harus melakukan ini untuk melindungi keluarganya dari kekejaman pria berbahaya seperti Keano.


Raja menarik nafas kasar untuk melampiaskan kekecewaannya. Ia merasa telah gagal dalam mendidik Ivyna sehingga anaknya itu hamil di luar nikah. Cleantha juga merasakan hal yang sama. Sulit untuk percaya bahwa Ivyna bersedia menyerahkan diri pada Keano sebelum mereka menjadi suami istri.


"Karena semua terlanjur terjadi, mau tak mau aku harus menikahkan kalian berdua."


Keano memasang tampang penuh penyesalan untuk meyakinkan Raja. Untuk pertama kalinya, ia berusaha bersikap sangat sopan kepada orang lain.


"Terima kasih, Tuan Raja. Saya minta maaf karena sudah berbuat lancang. Kita langsung saja berangkat ke rumah saya. Sudah ada penghulu dan para saksi disana," sambung Keano.


"Jadi kamu sudah mempersiapkan segalanya?" tanya Cleantha.


"Iya, Nyonya. Untuk pesta pernikahan bisa kita selenggarakan bulan depan."


Mendengar perkataan Keano, Ivyna merasa muak. Pria ini sangat pandai bersandiwara. Di depan Raja dan Cleantha, ia tampil sebagai calon menantu yang baik. Padahal sesungguhnya ia adalah seorang pria manipulatif yang suka memaksakan kehendak.


"Mom, Dad, tidak perlu diadakan pesta perayaan. Aku tidak mau mengundang siapapun. Cukup akad nikah saja," cegah Ivyna. Ia tidak mau direpotkan dengan pesta pernikahan yang semu. Toh, pernikahan ini tidak akan bertahan lama.


"Tapi, Ivy, kamu putri kami satu-satunya. Mommy ingin membuat pesta pernikahan yang indah untukmu."


Raja memegang tangan Cleantha dan menatapnya dengan sayang.

__ADS_1


"Kita turuti saja kemauan mereka, Clea. Yang penting kita resmikan dulu pernikahan Ivyna dan Keano. Soal yang lain kita pikirkan nanti."


"Iya, aku akan bersiap sekarang."


"Clea, hubungi Almero dan Alarick. Kabari mereka kalau Ivyna akan menikah hari ini," pesan Raja kepada istrinya.


Hati Ivyna semakin miris. Sebentar lagi kedua adik laki-lakinya akan mendengar tentang pernikahan konyolnya dengan Keano Atmaja. Jika mereka berdua sampai tahu bahwa ia dipaksa, pasti mereka akan membuat perhitungan dengan Keano. Apalagi Almero dan Alarick menguasai ilmu bela diri sejak remaja. Namun ia tidak mau kedua adiknya sampai terluka. Karena itu ia menyimpan rahasia besar ini untuk dirinya sendiri.


...****************...


Ravella datang ke meja Alarick untuk melihat apa yang sedang dikerjakan staf barunya itu. Sekaligus ia akan mengajarkan bagaimana cara membuat laporan kunjungan harian. Alarick tampak serius mempelajari katalog produk. Ia tidak menghiraukan kedatangan Ravella hingga wanita itu menyapanya.


"Rick, apa ada yang ingin kamu tanyakan? Berapa banyak produk yang sudah kamu pelajari?" tanya Ravella. Ia membawa serta form laporan yang masih kosong.


"Kurang lebih dua puluh, Bu. Sementara saya belum punya pertanyaan. Saya perlu melihat produk kita secara langsung supaya bisa lebih memahaminya. Kalau diperkenankan, saya juga ingin melihat proses pembuatannya di tempat produksi."


"Untuk pergi ke tempat produksi, kita harus mendapat izin dari Pak Agung. Pak Agung adalah kepala bagian produksi. Nanti akan kutanyakan dulu kepada manajer kita, Pak Tian."


"Aku akan mengajarimu cara membuat laporan harian. Setiap staf marketing harus melaporkan kegiatannya jika bertugas di luar kantor."


"Pertama tulis nama, hari, dan tanggal. Kemudian isi tabel jam kunjungan dan lokasi. Jika kita menemui customer, sebutkan namanya atau nama institusi yang membawahinya. Terakhir minta paraf. Aku akan memberikan contohnya padamu," jelas Ravella.


Ravella menggerakkan penanya di atas kertas tapi tidak ada tulisan yang terlihat. Ia coba menggoyangkan pena itu beberapa kali lalu menulis ulang. Namun lagi-lagi hasilnya nihil. Akhirnya Ravella membuka isi penanya yang ternyata sudah kosong melompong.


Melihat itu, Alarick ingin tertawa tapi dia menahan diri. Dia pun menyodorkan pena yang dibawanya kepada Ravella.


"Pakai ini saja, Bu."


"Iya, terima kasih," ucap Ravella canggung. Sudah dua kali dia mendapat malu saat berada di dekat Alarick. Padahal biasanya dia tidak pernah mengalami hal semacam ini.


Saat Alarick tengah mengamati tulisan Ravella, ponselnya tiba-tiba bergetar. Ia melihat nama Cleantha muncul di layar ponselnya. Timbul firasafat buruk dalam diri Alarick. Ia yakin ada yang tidak beres pada keluarganya karena sang ibu tiba-tiba menelpon pada jam kerja.

__ADS_1


"Maaf, Bu, saya izin sebentar. Ada telpon dari ibu saya," kata Alarick bergegas berdiri dari kursinya. Sebelum Ravella menjawab, Alarick sudah pergi meninggalkannya. Tingkah laku Alarick membuat Ravella bertanya-tanya. Entah mengapa lelaki itu begitu tergesa-gesa seolah sedang dikejar sesuatu.


"Mom, ada apa?" jawab Alarick mengecilkan suaranya. Ia masuk ke toilet agar tidak ada yang mendengar percakapannya.


"Rick, Mommy mau memberitahu kalau kakakmu, Ivyna, akan menikah hari ini. Kami akan berangkat sebentar lagi untuk melaksanakan akad nikah."


"Ivy menikah? Dengan siapa, Mom?" tanya Alarick terperanjat.


"Dengan Keano Atmaja, pemilik perusahaan properti Atmaja Group."


"Kenapa Ivy tidak pernah mengatakan apa-apa kepadaku? Mana mungkin aku bisa hadir di acara pernikahan Ivy."


"Mommy dan Daddy juga terkejut, Rick. Tapi pernikahan ini harus segera dilakukan karena...Ivy terlanjur hamil."


"Hah, hamil!? Ini benar-benar gila! Aku yakin Ivy dipaksa oleh lelaki itu. Kalau benar begitu, aku akan pulang ke Jakarta sekarang."


"Jangan, Rick, biar kami yang mengurus Ivy. Kamu lanjutkan saja pekerjaanmu. Nanti Mommy akan mengirimkan foto-foto pernikahan Ivyna. Mommy pergi dulu ya."


Alarick mematikan ponselnya sambil mendengus kesal. Secepatnya ia akan menyelidiki siapa sebenarnya pengusaha yang bernama Keano Atmaja itu. Ia harus memastikan Keano adalah pria baik-baik yang mampu membahagiakan Ivyna.


Dengan langkah cepat, Alarick kembali ke ruang kerjanya. Sementara Ravella masih menunggunya di meja.


"Maaf, Bu, harus menunggu lama," kata Alarick seraya duduk di kursi.


Ravella melanjutkan pelajaran yang tadi tertunda. Namun sepanjang dia mengajar, wajah Alarick tampak muram seperti awan mendung. Bahkan sesekali pria itu tidak memperhatikan apa yang dia ajarkan. Ravella pun segera menyudahi pengajarannya karena merasa diabaikan. Ia tidak tahu bahwa Alarick sedang mencemaskan pernikahan kakak perempuannya.


"Kamu lanjutkan saja menghafalkan katalog. Setengah jam lagi waktunya makan siang. Setelah itu kita langsung berangkat ke outlet," ketus Ravella meninggalkan Alarick.


"Kenapa wajahnya terlihat kesal? Apa dia tidak suka aku menjadi atasannya?"


pikir Ravella tersinggung.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2