CEO Magang Dan Mama Perawan

CEO Magang Dan Mama Perawan
Bab 61 Kedatangan Mantan


__ADS_3

"Kakak akan menikah dengan siapa?" tanya Alarick tidak kalah terkejutnya.


"Dengan gadis yang menerima jantung Marion. Aku berhasil menemukannya, Rick. Namanya Aura."


Alarick menghela napas panjang. Dia tidak tahu harus berkata apa kepada Almero. Entah kenapa kakaknya bisa memutuskan untuk menikah secepat itu. Yang jelas Almero pasti sudah memiliki pertimbangan tersendiri, sama seperti dirinya yang memutuskan untuk menikah kontrak dengan Ravella.


"Kalau begitu kita benar-benar kompak sebagai kakak adik," ucap Alarick.


"Rick, tapi sebelumnya Ivy mengundang kita untuk menghadiri perayaan ulang tahun Eleanor, anak sambungnya."


"Tidak masalah, Kak. Aku memang ingin bertemu dengan Ivy. Aku ingin melihat seperti apa suaminya yang bernama Keano Atmaja itu. Semoga saja dia memperlakukan Ivy dengan baik."


"Apa kamu juga akan mengatakan kepada Ivy soal pernikahan kontrakmu?" tanya Almero.


"Aku akan melihat situasinya dulu, Kak. Memungkinkan atau tidak untuk bicara dengan Ivy tanpa didengar suaminya."


"Kalau begitu istirahatlah, Rick. Aku akan menghubungi Tuan Rinto," ucap Almero mematikan telponnya.


Alarick meletakkan ponselnya kemudian merebahkan diri di tempat tidur. Tubuhnya memang terasa lelah, tapi pikirannya justru melayang kepada Ravella dan rencana pernikahan mereka.


"Belum juga aku meninggalkannya, tapi aku sudah khawatir begini. Semoga dia dan kedua anak kembarnya baik-baik saja,"


batin Alarick berusaha memejamkan mata.


...****************...


"Kak, kenapa kamu menerima lamaran dari Almero Adhiyaksa? Bagaimana jika dia menikahi Aura karena memiliki maksud buruk? Aku takut pria itu akan menyiksa Aura atau membuatnya susah. Aura pasti tidak akan kuat karena baru sembuh dari sakit," protes Diva kepada kakaknya.


"Diva, aku yakin Almero tidak akan melakukan itu. Aku menyetujui pernikahan mereka karena beberapa pertimbangan."


"Pertimbangan apa, Kak?"

__ADS_1


"Pertama, Aura sudah lebih dulu menyetujui pinangan Almero. Artinya Aura memiliki perasaan khusus kepada pemuda itu. Dan aku bisa memakluminya karena di dalam tubuh Aura ada jantung milik tunangan Almero. Mereka pasti memiliki hubungan batin yang kuat."


"Tapi alasan itu tidak cukup untuk menikahkan mereka, Kak. Apalagi ini sangat mendadak dan mereka baru bertemu," sanggah Diva.


"Aku punya dua pertimbangan yang lain. Almero Adhiyaksa adalah anak sulung dari pemilik Adhiyaksa Group. Ayahnya, Raja, seorang pengusaha yang disegani di dunia bisnis. Jika Aura menjadi istri Almero, kehidupannya akan terjamin. Seandainya kondisi kesehatan Aura tiba-tiba menurun, Almero pasti sanggup membiayai pengobatannya sampai ke luar negri."


"Dan ketiga Almero sudah dewasa. Dia bisa menerima kondisi Aura apa adanya. Belum tentu pria lain mau menikahi gadis yang memiliki riwayat lemah jantung," jelas Tuan Dewa panjang lebar.


Diva terdiam sambil mencerna perkataan Tuan Dewa. Alasan yang dikemukakan kakaknya itu memang masuk akal. Pantas saja ia langsung setuju untuk menikahkan Almero dan Aura. Kini Diva hanya berharap acara pernikahan Aura berjalan lancar walaupun terjadi secara kilat.


...****************...


"Sayang, kamu kelihatan sibuk sekali. Sampai sekarang kamu belum selesai mendekorasi ruangan," ucap Keano memeluk Ivyna dari belakang. Keano sengaja menempelkan pipinya pada pipi hangat Ivyna untuk menginterupsi perhatian sang istri.


Seharian ini Ivyna tidak datang ke butiknya. Ia memilih menghiasi setiap sudut ruangan dengan pita-pita, gantungan hias, dan balon warna-warni. Ia tidak mau menyerahkan pekerjaan ini ke tangan para pelayan. Ivyna ingin memastikan dekorasinya sempurna, agar pesta ulang tahun Eleanor berjalan meriah. Terlebih mereka akan mengundang anak-anak yatim dari panti asuhan Kasih Bunda.


"Aku ingin rumah kita terlihat cantik supaya Eleanor dan anak-anak bahagia. Apalagi besok keluargaku akan datang."


"Iya, Sayang. Almero sudah pasti datang dan Alarick akan pulang ke Jakarta di akhir pekan."


"Hmmm, nanti aku akan tersaingi oleh mereka," ujar Keano pura-pura cemburu. Setelah mengungkapkan cintanya, Keano berubah total. Kini ia selalu ingin berduaan dan menempel pada istrinya itu.


Ivyna membalikkan tubuhnya sambil berkacak pinggang.


"Tuan Manja, aku sangat dekat dengan Almero dan Alarick. Kami saling menyayangi dan mendukung. Jadi jangan pernah berpikiran buruk apalagi cemburu buta. Ingatlah cintaku hanya untukmu," ucap Ivyna mengecup singkat bibir Keano.


"Tolong bersikaplah ramah kepada kedua adikku. Dan yang terpenting kamu harus memperbaiki hubungan dengan Almero. Aku tahu kalian sempat bersitegang. Mulai sekarang belajarlah untuk menjadi kakak ipar yang baik."


"Ada lagi permintaanmu, Nyonya?" goda Keano.


"Jadilah suami yang setia. Itu saja," jawab Ivyna.

__ADS_1


"Permintaan Nyonya pasti akan saya kabulkan tanpa diminta."


Keano menarik Ivyna ke dalam pelukannya sambil berbisik lembut.


"Sayang, boleh aku pergi sebentar? Ada masalah di proyek pembangunan apartemen yang harus aku tangani."


"Iya, boleh, tapi jangan lama-lama," rajuk Ivyna.


"Aku akan pulang sebelum jam sembilan. Tunggu aku di kamar dan pakailah lingerie yang aku belikan."


Ivyna tersipu malu mendengar perkataan Keano. Ia berharap Keano tidak membuatnya begadang sampai subuh. Bagaimanapun Ivyna ingin tampil segar di perayaan ulang tahun Eleanor.


Usai mendapat izin dari Ivyna, Keano bergegas berangkat dengan mobilnya. Sementara Ivyna masih menyibukkan diri di ruang tengah, Bi Nur menghampirinya dengan tergopoh-gopoh.


"Gawat, Nyonya!" ucapnya dengan wajah pucat seperti dikejar hantu.


"Gawat kenapa, Bi?"


"Itu di luar ada....haduh," keluh Bi Nur.


"Tarik napas dulu, Bi, baru bicara," jawab Ivyna. Ia mengambil segelas air putih dan menyodorkannya kepada Bi Nur. Perempuan paruh baya itu langsung meminumnya sampai habis.


"Nah, sekarang katakan siapa yang ada di luar, Bi," tanya Ivyna penasaran.


"Nyonya Alexa. Dia memaksa masuk dan masih ditahan oleh para bodyguard di depan gerbang, Nyonya. Nyonya Alexa bilang ingin bertemu dengan Anda dan Eleanor."


"Alexa, mantan istri Keano?" tanya Ivyna terperanjat. Ia baru teringat akan kebodohannya yang telah menelpon Alexa beberapa hari lalu. Tak disangka wanita ini benar-benar memenuhi undangannya, bahkan sudah datang sehari sebelum acara.


"Saya heran kenapa Nyonya Alexa tiba-tiba datang. Padahal sudah lebih dari lima tahun dia tidak pernah berkunjung kesini," tutur Bi Nur panik.


"Biar aku yang menemuinya, Bi," jawab Ivyna melangkah menuju pintu. Karena ia yang terlanjur memanggil Alexa, sekarang gilirannya untuk menghadapi wanita itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2