CEO Magang Dan Mama Perawan

CEO Magang Dan Mama Perawan
Bab 63 Terima Kasih, Sayang


__ADS_3

Teriakan Keano membuat Alexa tercengang. Secara refleks, ia melepaskan tangannya dari lengan Eleanor. Ivyna memanfaatkan kesempatan ini untuk membawa Eleanor menjauh dari Alexa. Ia memeluk Eleanor sambil membelai punggung gadis kecil yang gemetaran itu.


"Kamu tidak apa-apa, El? Jangan takut ada Daddy disini," ucap Keano menghampiri Eleanor.


Eleanor mengangguk lalu berpindah ke pelukan Keano.


"Sayang, kenapa kamu tiba-tiba pulang?" tanya Ivyna keheranan.


"Ada berkasku yang tertinggal. Untung saja aku pulang, kalau tidak Eleanor yang menjadi korban."


"Maafkan aku. Ini semua terjadi karena kesalahanku," ucap Ivyna tertunduk.


"Tidak perlu menyesali apa yang terjadi, Sayang. Anggap saja sebagai pembelajaran untuk kita di masa depan."


Alexa semakin meradang melihat kemesraan Keano dan Ivyna. Ia tak percaya bila pria yang dulu rela mengorbankan apapun untuknya, kini telah berpaling kepada wanita lain. Dan yang lebih menyakitkan, keberadaannya tidak diacuhkan sama sekali oleh Keano dan Eleanor. Justru mereka nampak nyaman dan bahagia bersama Ivyna Adhiyaksa.


"Keano, kenapa kamu melarangku bertemu anak kandungku sendiri?" tanya Alexa melangkah maju. Rasa cemburu membuatnya tidak mampu berpikiran jernih.


"Ivy, bawa Eleanor ke atas. Jangan sampai dia mendengar pertengkaran ini," titah Keano.


Ivyna mengangguk lalu membawa Eleanor menaiki tangga. Alexa berusaha mencegah kepergian Ivyna, tapi Keano dengan cepat menghalanginya.


"Apa-apaan ini, Kean? Aku mau bertemu Eleanorn Lagipula aku datang kemari karena istri barumu yang memintanya," seru Alexa berusaha mengibaskan tangan Keano.


"Kamu tidak pantas menyebut Eleanor sebagai putrimu! Apa kamu lupa kalau kamu sendiri yang membuang Eleanor dan tidak mengakuinya sebagai anak. Sejak saat itu, kamu sudah tidak memiliki hak atas Eleanor."


"Kean, aku minta maaf. Aku sedang depresi waktu itu sehingga bertindak di luar kesadaranku. Aku sampai berobat ke psikiater selama beberapa bulan untuk menyembuhkan mentalku yang terganggu," kilah Alexa.


"Jangan memakai alasan depresi untuk pembenaran dosamu, Alexa! Jelas-jelas kamu berselingkuh dengan pria brengsek itu, lalu meninggalkan Eleanor. Sekarang bagi aku dan Eleanor, kamu sudah tidak ada artinya. Kamu hanyalah bagian dari masa lalu kami yang pahit. Sekarang keluar dari rumahku!" usir Keano.


Derai air mata Alexa makin tak terbendung. Ia menyentuh bahu Keano sambil menatap mantan suaminya itu dengan sendu. Wajah tampan ini dulu selalu memandangnya penuh cinta, tapi sekarang ia nampak begitu dingin dan asing. Keano Atmaja yang dulu dan sekarang jauh berbeda, bak bumi dengan langit.


"Beri aku kesempatan kedua, Kean. Aku menyesal atas semua kesalahanku. Aku yakin di dalam hatimu yang terdalam, kamu masih mencintai aku. Eleanor juga membutuhkan kasih sayang ibu kandungnya. Kumohon ceraikan saja Ivyna Adhiyaksa supaya kita bisa bersatu kembali. Kita bertiga akan menjadi keluarga yang utuh."


"Hentikan khayalanmu itu, Alexa! Jejakmu sudah hilang sama sekali dari hatiku. Dan perlu kamu ketahui, wanita yang aku cintai sekarang dan selamanya adalah Ivyna. Jika kamu masih punya harga diri, cepat pergi! Tidak ada yang menginginkan kehadiranmu disini," tukas Keano.

__ADS_1


Bagai tersambar petir, Alexa terpaku di tempatnya. Ia benar-benar merasa terhina oleh ucapan Keano. Bahkan mantan suaminya itu tega mengusirnya dan secara terang-terangan memilih istri barunya.


Nanda yang mendengar pertengkaran itu pun nekat masuk ke ruang tengah. Ia terkejut melihat Alexa yang kacau dan bersimbah air mata.


"Lex, kamu kenapa?" tanyanya merangkul Alexa dengan prihatin.


Keano beralih menatap Nanda dengan ekspresi datar.


"Bawa Alexa pergi dan ingatkan dia supaya tidak menginjakkan kaki lagi di rumahku. Dia tidak diterima di rumah ini."


"Tapi Tuan Keano, Alexa datang atas undangan istri Anda," bela Nanda.


"Aku tidak peduli. Keluar sekarang dan jangan pernah kembali!"


Melihat mata Keano yang memerah, Nanda tidak berani membantah. Ia segera mengambil langkah seribu untuk membawa Alexa keluar dari rumah mewah Keano.


"Sabar, Lex, ayo kita pulang. Matamu tidak boleh bengkak karena lusa ada jadwal pemotretan."


Alexa tidak mampu berkata-kata. Menyesal pun sudah terlambat karena posisinya telah digantikan oleh Ivyna Adhiyaksa. Yang tersisa baginya kini hanyalah luka bercampur rasa sesal.


Sementara Ivyna bergegas masuk ke dalam kamar. Ia pura-pura tidur padahal degup jantungnya sedang berpacu kencang. Mendengar Keano menyebutnya sebagai wanita yang dicintai, membuat Ivyna berbunga-bunga. Ia semakin yakin bahwa Keano adalah pasangan hidup yang ditakdirkan untuknya. Walaupun berawal dari pemaksaan, akhirnya hati mereka terpaut erat satu sama lain.


"Sayang, aku tahu kamu belum tidur," ucap Keano melepaskan jas, kemeja dan sepatunya.


Keano.tersenyum karena Ivyna masih bersembunyi di balik selimut. Tingkah laku istrinya ini memang sulit ditebak. Terkadang Ivyna tampak dewasa, mandiri, dan keras kepala, tetapi kadang ia menjadi lembut, manja dan sangat pemalu. Namun justru sifat unik inilah yang membuatnya semakin menggemaskan di mata Keano.


Dengan perlahan, Keano berbaring di samping Ivyna. Ia menyibakkan selimut sang istri lalu membalikkan tubuhnya agar mereka saling berhadapan.


"Kenapa malu? Kamu mendengar apa yang kukatakan pada Alexa? Mau kuulangi lagi di depanmu?"


"Ssstttt, tidak perlu. Aku sudah mendengar dengan jelas tadi," cegah Ivyna dengan wajah merona.


"Lalu bagaimana tanggapanmu?"


"Jangan terlalu kasar pada wanita, Sayang. Alexa memang berbuat banyak kesalahan, tetapi dia tetap ibu dari anakmu. Cobalah memaafkan kesalahannya. Tidak baik menyimpan kebencian dan dendam di hati. Aku pun berusaha sebisa mungkin untuk memaafkan Randy."

__ADS_1


"Jadi kamu menyuruhku kembali pada Alexa?"


Ivyna langsung melotot kepada Keano hingga pria itu tertawa geli.


"Aku memintamu memaafkan Alexa, bukan rujuk dengannya," hardik Ivyna.


"Aku hanya bercanda, Sayang. Mana mungkin aku mau kehilanganmu. Aku sangat mencintaimu karena kamu wanita yang baik hati, penyayang, dan tulus. Berkat kehadiranmu, hidupku dan Eleanor jadi berwarna lagi. Terima kasih, Sayang," tutur Keano mengecup bibir ranum Ivyna.


"Kamu pintar sekali merayu, Tuan Keano," balas Ivyna tersipu.


"Sekarang giliranmu menunjukkan rasa cintamu padaku, Nyonya Atmaja."


"Bagaimana caranya?" tanya Ivyna pura-pura tidak paham.


"Aku akan mengajarimu sampai mahir," ucap Keano tersenyum penuh arti.


...****************...


Alarick sudah bersiap sejak pukul enam pagi. Ia tidak sabar untuk segera pulang ke Jakarta dan menemui keluarganya. Sambil menunggu kedatangan Pak Sam, Alarick memeriksa ulang lemari bajunya untuk memastikan tidak ada barang yang tertinggal.


Di luar, Tante Lina sedang menuju ke kamar Alarick untuk mengucapkan salam perpisahan. Ia kaget saat melihat mobil mewah berhenti di depan kosnya. Semulai ia mengira itu adalah supir yang akan menjemput Alarick. Namun ternyata sosok yang keluar dari mobil tersebut ialah seorang pria super tampan.


Pria itu tinggi dan berperawakan gagah seperti Alarick, tapi terlihat lebih dewasa. Dengan alis tebal, hidung mancung, dan rahang yang tegas, sekilas pria ini mirip pemain film yang menjadi idolanya. Tante Lina pun nyaris pingsan ketika ciptaan Tuhan yang sempurna itu berjalan ke arahnya.


"Selamat pagi, Bu. Saya ingin menjemput adik saya, Alarick. Boleh saya masuk?" tanya pria itu.


"I...iya, Tuan, silakan. Ma...ri ikut...saya," jawab Tante Lina mendadak gagap.


Ia tidak menyangka pria pujaannya ini adalah kakaknya Alarick. Pantas saja ia memiliki tingkat ketampanan yang sama dengan adiknya.


"Oh, seandainya aku boleh bersuami lebih dari satu, aku pasti akan menikahi kedua kakak beradik ini,"


batin Tante Lina tersenyum sendiri.


**Bersambung

__ADS_1


Like, comment, vote**


__ADS_2