CEO Magang Dan Mama Perawan

CEO Magang Dan Mama Perawan
Bab 62 Ingin Merebut Kembali


__ADS_3

Ivyna melihat mobil putih berhenti di depan gerbang rumahnya. Seorang wanita dengan jumpsuit merah dan kaca mata hitam berdiri di samping mobil itu. Dari bentuk tubuhnya yang langsing serta gaya berpakaiannya, Ivyna langsung mengenali perempuan itu sebagai Alexa.


"Ah, masa kita tidak boleh masuk? Nyonya Ivyna yang mengundang kami," tanya suara gemulai seorang pria. Pria feminim dengan rambut kuning kecoklatan itu adalah Nanda, asisten Alexa.


"Kita tunggu sampai Ivyna Adhiyaksa keluar," sambung Alexa sambil melipat tangannya.


Ivyna menyeruak di antara anak buah Keano dan memerintahkan mereka untuk membuka gerbang.


"Toni, Andre, biarkan mereka masuk."


"Baik, Nyonya."


Alexa segera melepas kaca matanya. Ia menatap Ivyna dari atas sampai bawah untuk mengamati seperti apa sosok istri baru Keano. Alexa memang pernah mendengar nama Ivyna sebagai salah satu perancang gaun pengantin ternama. Namun mereka belum pernah bertemu secara langsung. Ternyata wanita ini cukup cantik dan berkelas meskipun tidak bisa dibandingkan dengan dirinya.


"Jadi kamu Ivyna Adhiyaksa?" tanya Alexa memiringkan kepalanya.


"Iya, kamu Alexa kan? Silakan masuk ke dalam," kata Ivyna mempersilakan wanita itu masuk.


Alexa pun melangkah dengan gaya berjalannya yang seperti di atas catwalk. Sementara Nanda mengikuti dari belakang.


"Hmmm, suasana rumah itu tidak banyak berubah setelah aku tinggalkan," ucap Alexa saat memasuki ruang tamu.


"Mungkin kenanganmu masih belum dilupakan oleh Tuan Keano, Lex," celetuk Nanda.


"Of course. Keano itu cinta mati padaku. Tidak ada wanita yang bisa menggantikan aku di hatinya," balas Alexa penuh percaya diri.


Ivyna yang mendengar ucapan sombong Alexa menjadi kesal. Namun ia berusaha tetap tenang untuk menjaga martabatnya di depan Alexa.


"Aku ingin menemui Eleanor. Pasti dia sudah besar sekarang," pinta Alexa kepada Ivyna.


Ivyna berbalik dan menatap Alexa dengan santai. Ia akan menunjukkan bahwa sekarang dialah pemilik hati Keano.


"Boleh, tapi asistenmu tunggu disini saja. Keano tidak suka orang luar masuk ke rumahnya."


Alexa pun melirik kepada sang asisten.


"Tunggu disini, Nanda."


"Okey, Lex."

__ADS_1


Alexa mengikuti Ivyna menuju ke ruang tengah. Ia nampak takjub melihat ruangan tersebut yang sudah dihiasi berbagai pernak-pernik ulang tahun. Nampaknya ulang tahun Eleanor kali ini akan diselenggarakan secara besar-besaran oleh Keano.


"Siapa yang mendekorasi ruangan ini?" tanya Alexa.


"Aku," jawab Ivyna singkat.


Seketika timbul rasa iri dan menyesal di hati Alexa. Seharusnya ia yang berada di posisi Ivyna, tapi sekarang ia hanya menjadi tamu di rumah Keano. Tahu begini dia tidak akan meninggalkan suami dan putrinya demi mengejar karier sebagai model.


"Alexa, aku akan ke atas dulu untuk memanggil Eleanor."


"Tunggu dulu, Ivyna, aku ingin menanyakan beberapa hal kepadamu," cegah Alexa.


"Apa alasan Keano menikahimu? Apakah demi Eleanor?"


Ivyna menaikkan alis mendengar pertanyaan Alexa yang menyinggung perasaannya.


"Kenapa kamu menanyakan itu?"


"Karena aku sangat memahami Keano luar dan dalam. Tidak mungkin Keano bisa melupakan aku."


Alexa menaikkan dagunya sambil menatap Ivyna.


Wajah Ivyna memerah mendengar tebakan Alexa yang tepat sasaran. Namun ia perlu menjelaskan kepada wanita ini kalau Keano sekarang sudah mencintainya.


"Kamu salah, Alexa. Aku dan Keano saling mencintai. Kami sudah bahagia bersama Eleanor dan tidak ada yang bisa mengganggu kami," tegas Ivyna.


"Lalu kenapa kamu menelponku? Aku sampai pulang lebih awal dari liburanku untuk menghadiri ulang tahun Eleanor."


"Aku mengundangmu supaya Eleanor bisa mengenal ibu kandungnya."


"Anggap saja aku percaya kepadamu, Ivyna. Tapi sebaiknya kamu mendengarkan dulu fakta penting mengenai Keano. Kamu tahu mengapa Keano dikenal sebagai pengusaha berdarah dingin yang memiliki banyak bodyguard? Itu semua karena aku."


Alexa duduk di sofa sambil menyilangkan kaki. Ia merasa senang karena Ivyna mulai terpancing oleh provokasinya.


"Di awal masa karierku sebagai model, aku memiliki banyak penggemar fanatik. Salah satunya seorang pengusaha muda yang sangat tergila-gila padaku. Dia berniat merebut aku yang sudah bertunangan dengan Keano. Keano mengetahuinya lalu menyewa banyak bodyguard untuk menjagaku."


"Ternyata pengusaha itu tidak jera. Dia malah berusaha menghancurkan bisnis Keano supaya Keano melepaskan aku. Dia juga membakar beberapa properti milik perusahaan Keano. Akhirnya Keano marah dan membalas perbuatan pria itu sampai perusahaannya bangkrut. Sejak itulah Keano dipandang negatif oleh para pengusaha."


Ivyna tercengang mendengar cerita Alexa. Ternyata sebesar itu cinta Keano kepada Alexa sampai rela mengorbankan reputasinya sendiri. Mungkinkah cinta sedalam itu bisa padam dan tergantikan oleh cinta yang lain?

__ADS_1


"Mom."


Ivyna dan Alexa menengok secara bersamaan ke arah tangga. Alexa terkejut melihat seorang gadis kecil yang menuruni tangga. Matanya berkaca-kaca karena mengenali siapa gadis berwajah cantik itu.


Ya, dia adalah Eleanor, putri kandung yang dulu ditinggalkannya sebelum genap berusia satu tahun. Bukan tanpa alasan ia tega meninggalkan Eleanor. Saat itu ia merasa depresi karena memiliki anak yang cacat. Bila media sampai mencium berita ini, ia akan mendapat malu luar biasa. Alexa pun memilih kabur bersama pria lain. Dia juga tidak pernah menjenguk Eleanor sejak perceraiannya dengan Keano.


"El, kamu sudah sebesar ini. Kamu sangat cantik, Sweetheart," lirih Alexa.


Tanpa sadar Alexa berjalan menghampiri Eleanor. Tangannya terentang untuk memeluk putrinya itu. Namun di luar dugaan, Eleanor malah berlari ke arah Ivyna. Ia memeluk pinggang Ivyna sambil memandang Alexa dengan tatapan ketakutan.


"Mom, si...apa...di...a," tanyanya kepada Ivyna.


"El, ini Mommy Alexa, Sayang," jelas Ivyna.


Alexa kembali maju dan berusaha menarik Eleanor. Namun gadis kecil itu malah semakin ketakutan dan mempererat pelukannya kepada Ivyna.


"Eleanor, aku-lah Mommy kandungmu, bukan dia," bujuk Alexa.


"No!" teriak Eleanor mendorong tangan Alexa yang hendak menjangkaunya.


Cairan bening mengalir dari mata Alexa. Hatinya serasa terkoyak-koyak melihat Eleanor tidak mengenalinya sama sekali. Bahkan putrinya itu lebih memilih Ivyna dibandingkan dirinya.


Rasa cemburu pun membakar Alexa. Dia bertekad untuk merebut kembali apa yang seharusnya menjadi haknya.


"Ikut Mommy, El!" seru Alexa menarik paksa Eleanor dari Ivyna.


Melihat Alexa hilang kendali, Ivyna segera bertindak untuk melindungi Eleanor. Dia tidak akan membiarkan Alexa bertindak kasar kepada putri sambungnya.


"Lepas, Alexa! Jangan memaksa Eleanor kalau dia tidak mau ikut denganmu."


"Diam kamu! Kamu bukan siapa-siapanya Eleanor. Aku yang berhak membawanya karena aku ibu kandungnya."


"Kamu yang harus diam, Alexa! Kamu adalah ibu kandung yang tidak bertanggung-jawab. Kamu tidak mau mengakui Eleanor dan meninggalkannya begitu saja. Tapi sekarang kamu dengan seenaknya mau mengambil Eleanor. Aku tidak akan membiarkanmu!" hardik Ivyna.


Tarik-menarik pun berlangsung antara Ivyna dan Alexa untuk memperebutkan Eleanor. Pertengkaran itu baru berhenti ketika terdengar langkah kaki seorang pria.


"Alexa!! Hentikan perbuatanmu!"


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2