
"mas,setelah aku menjelas kan apakah kamu tidak akan marah sama aku?"tanya Indri menggenggam tangan Reino
"selagi itu kejujuran,walaupun sakit mas tidak akan marah sayang"ucap Reino mencoba menekan rasa penasaran nya.
"sebenar nya"ucap Indri terhenti...
tok
tok
terdengar ketukan pintu dari luar
"sebentar mas,aku buka pintu dulu"ucap Indri berlalu membuka pintu
"ya ada apa mbak?"tanya Indri
"ini Bu,Abang Aryan seperti nya merindukan nyonya"ucap Apri baby sitter nya Aryan
"o..ya sudah bawa sini mbak,biar Aryan sama aku,lantas si adek Aryanna kemana mbak"tanya Indri
"kalau si adek sedang tidur Bu"ucap mbak Apri
"terus si Abang ganteng ini sudah tidur?"tanya Indri
"sudah Bu,tapi cuma sebentar"ucap mbak Apri
"ya sudah,mbak istirahat aja,nanti kalau adek udah gak rewel aku panggil ya"ucap Indri
"baik Bu,kalau begitu saya pamit ya Bu"ucap mbak Apri berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari indri
kini Indri berjalan masuk ke kamar
"si Abang kenapa ma?"tanya Reino
"gak tau nih pa,kata mbak bangun tidur rewel,mungkin dia belum terlalu lama tidur makanya rewel"ucap Indri sambil menimang anak sulung nya.
"sini sama papa ya"ajak Reino tapi di tolak oleh Aryan."loh kok gan mau sama papa,kenapa hem?"tanya Reino menoel-noel pipi gembul nya Abang Aryan.
"mas ih,nanti Abang tambah kenceng Lo nangis nya"ucap Indri memperingati Reino.
"ya..ya..papa minta maaf"ucap Reino merajuk.
"lihat sayang papamu lagi ngambek"ucap Indri pada Abang Aryan.
"sayang ayo lanjuti tadi,dari mana kamu dapetin Bros itu"tanya Reino lagi
"kenapa sih mas dengan Bros itu,seperti nya mas kenal"tanya Indri menyelidik
"ah tidak,hanya saja mas penasaran,selama ini mas nggak pernah lihat kamu memakai nya!!"ucap Reino
__ADS_1
"baik lah,Bros yang ada di tas itu,dari orang yang nolong Indri tempo hari yang aku ceritain sama mas"ucap Indri
"maksud kamu,Bros itu milik pemuda yang menolong mu waktu hujan petir yang hampir belasan tahun yang lalu di sebuah taman di daerah komplek perumahan itu"ucap Reino
"kenapa mas tau sampai sedetail itu,perasaan aku gak cerita semua nya,bagaimana mas tau?tanya Indri penasaran.
tanpa memperdulikan ucap Indri,Reino menghambur memeluk Indri dan menghujani banya ciuman di wajah nya.
"mas,apa yang terjadi,bukanya kamu seharusnya marah?"tanya Indri
"aku mencintaimu sayang"ucap Reino yang terus menciumi Indri dengan penuh kebahagiaan,karna ia merasa mendapat tender yang jumlah nya triliunan,bahkan lebih dari itu.
"mas,kamu habis dapet lotre,sampai kaya gini?"ucap Indri melihat Reino tidak melepaskan dirinya.
"lebih dari itu sayang"ucap Reino yang masih gemas dengan memeluk Indri dengan erat.
"mas,kau mau membuatku sesak nafas!ucap Indri kesal
"ah,baiklah...baiklah,mas minta maaf okey"ucap Reino yang masih tetap mencuri-curi ciuman di bibir Reino
"mas,dari tadi aku nanya loh,kamu itu kenapa,aku cerita kok kamu yang kegirangan?tanya Indri penasaran.
"iya dong sayang,ternyata mas jatuh cinta sama gadis cilik itu"ucap Reino seketika,membuat Indri kecewa
deg...
tanpa terasa Indri melepaskan tangan Reino yang masih menggenggam tangan nya,
"eits..kamu mau kemana sayang?"tanya Reino yang tau istri nya mau berdiri dengan sigap Reino menarik tangan istri nya hingga terjatuh di pangkuan Reino.
"habis nya mas,gak jelas banget,dari tadi aku nanya nggak di respon sih!!ucap Indri mencoba untuk bangun.
"sayang jangan bergerak terus,nanti si utuh bangun kamu harus tanggung jawab loh?"ucap Reino tersenyum
"mas!!,sudah deh kamu mau cerita atau nggak soal tadi?tanya Indri.
"ya..ya,dengerin mas,kamu pernah di antar dengan laki-laki yang mempunyai Bros itu"tanya Reino
"ya,lantas apa hubungan nya sama masa?"Indri balik bertanya.
"jelas ada dong sayang!!"ucap Reino mengendus leher Indri.
"mas!!.ih geli tau?"ucap Indri mulai kesal.
"ya..ya baiklah, laki-laki itu perasaan nggak pernah ngasih kamu Bros itu kan?"tanya Reino
"benar,memang laki-laki itu tidak pernah memberikan Bros itu,tapi Bros itu jatuh di depan pintu,setelah aku sadar ada Bros itu,tapi laki-laki itu sudah tidak ada,ketika aku akan mengembalikan nya"ucap Indri
"lantas kenapa kamu gak kembalikan ke rumah nya?tanya Indri
__ADS_1
"andai saja aku tau rumah nya,mungkin sudah aku antar Bros itu pada pemilik nya,karna aku tau itu Bros bukan Bros murah hanya orang-orang tertentu yang punya"ucap Indri,setelah kejadian
tersebut,tak berapa lama akhir nya aku dan keluarga ku pindah rumah"ucap Indri panjang lebar.
"dan kamu pingin tau siapa laki-laki itu?"tanya Reino
tanpa ragu Indri pun antusias menjawab"siapa mas??"jawab Indri semangat.,karna dia selama ini berharap bisa bertemu,tapi sudah tidak bisa menepati janji nya,untuk menunggu laki-laki itu datang dan dia menjalin hubungan,karna sekarang Indri sudah mempunyai suami yang menyayangi nya dan si kembar yang hadir di tengah-tengah keluarga kecil nya.
"sepertinya kamu bahagia banget sayang?"tanya Reino
"ya,aku sangat bahagia,tapi lebih bahagia karna sekarang aku punya kamu dan si kembar mas"ucap Indri
"benarkah?"tanya Reino tidak percaya
"iya sayang,kenapa mas gak percaya begitu?"tanya Indri mengerut kening nya.
"nggak apa-apa kok"ucap Reino "terus seumpama kamu bertemu sama dia kamu mau ngapain?"tanya Reino
"yang jelas aku mau mengembalikan Bros tersebut"ucap Indri menunduk.
"apakah ada yang kamu sembunyikan dari mas sayang?"tanya Reino
Indri tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepala,karna dia tidak mungkin cerita,kalau dia akan menjalin hubungan dengan penyelamat nya itu.
"maafin aku mas,karna aku gak mau kamu salah paham sama aku,kalau aku jujur sama kamu"batin Indri bermonolog sendiri.
"kenapa sayang,apa kamu mempunyai janji ketika kamu suatu saat bertemu dengan nya"tanya Rei o penasaran
Indri menggeleng lagi.
"kamu yakin??"tanya Reino
deg
Indri menatap sang suami penuh dengan kesedihan di dalam matanya
"maafin aku mas"ucap Indri memeluk sang suami,mengalungkan tangan nya di leher sang suami.
"sayang,kamu tau, laki-laki pemilik Bros itu adalah suami kamu ini"ucap Reino lembut.
deg...
jantung Indri serasa ingin melompat,akibat ucapan Reino,dia melepas pelukannya dari Reino,kini mereka saling menatap dalam diam,hingga terdengar tangisan dari salah satu di kembar.Indri beranjak untuk mengambil Aryan yang Ternyata menangis.
"uluh..uluh,anak mama,kanapa menangis"ucap Indri mengecek popok Aryan.
"ada apa sayang"tanya Reino.
hai..hai,selamat pagi selamat beraktifitas,semoga puasa hari ini lancar ya,terima kasih sudah dukung author sejauh ini,jangan lupa like komen dan vote ya,itu dukungan yang sangat berarti buat author terima kasih semua nya.
__ADS_1
i love you all
by:Agus Indrawati