Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 111


__ADS_3

jantung Indri seperti berhenti,setelah menjawab pertanyaan dokter,setelah sadar dia pun bertanya pada dokter.


"apakah saya hamil Dok?"tanya Indri antusias.


"kemungkinan besar anda memang hamil nyonya,sebaik nya anda periksakan saja ke dokter kandungan,supaya lebih jelas,dan selamat atas kehamilan yang kedua ini,saya hanya berpesan jaga kandungan anda,karna sebelum nya anda pernah koma"ucap dokter.


"apakah tidak bisa di gugurkan saja dok?"tanya Reino yang tiba-tiba,membuat dokter Jimmy dan Indri terkejut bukan main.


"apa maksudmu mas?"tanya Indri tak percaya dengan ucapan sang suami.


"sebaik nya saya permisi dulu tuan,nona,jika ada yang perlu di tanyakan silahkan hubungi saya"ucap dokter itu pergi setelah mendapat persetujuan dari kedua nya.


"apa maksud perkataan mu tadi mas?"tanya Indri lagi.


"sa...sayang,aku gk mau kamu kenapa-napa,jadi aku mohon gugurkan kandungan itu?ucap Reino duduk di samping ranjang,niat hati ingin menggenggam tangan Indri,tapi di tepis oleh nya.


"jangan pernah menyentuhku mas,jika pun aku harus bertaruh nya sekalipun,aku akan tetap melahirkan bayi ini"ucap Indri menatap tajam Reino.


"sayang aku mohon,jangan nekat,aku nggak mau kamu kenapa-napa,aku tidak akan membiarkan kamu memepertahankan calon bayi kita"ucap Reino serius,


"apa dengan aku menggugurkan kandungan ini, nyawaku akan terjamin masih selamat,itu tentu saja tidak menjamin semua nya,jika mas tak menginginkan anak ini,biarkan aku mengurus nya,setelah anak ini lahir,kau boleh menceraikan ku"ucap Indri dingin,dia beranjak dari tempat tidur nya,menuju kamar arianna.sebelum keluar kamar Indri berhenti tanpa memutar tubuh nya lalu berkata,.


"mulai besok aku akan tinggal di rumah ibu dan ayah"ucap nya lagi berlalu pergi.


deg...


hati bagai di sambar petir,


"sayang,tolong maafin aku,bukan maksud aku tidak menyayangi anak yang ada di kandungan mu,hanya saja,mas takut kehilangan mu"ucap Reino memeluk Indri dengan suara melirih.


Indri mencoba melepaskan pelukan Reino,dan berbalik menatap Reino dengan air mata yang kian menderas,sakit..memang sakit,hancur Sehancur-hancurnya hati nya mendengarkan orang yang paling sayang dan di cintai nya menginginkan buah cinta mereka di gugurkan,bahkan anak yang belum berbentuk pun dia tega akan hal itu,Indri hampir tak percaya dengan ucapan sang suami,tapi itu kenyataan nya,bahwa Reino tidak menginginkan anak itu.


"sayang please,aku mohon jangan tinggalkan aku,aku salah,tak seharusnya aku bicara seperti itu"ucap Reino menangis di depan Indri.


"mas"suara lirih Indri,"aku hancur mendengar ucapan pertama mu ketika mendengar kabar kehamilan ku,padahal aku berharap orang yang paling bahagia pertama saat mendengar kabar baik itu adalah kamu,tapi malah sebalik nya,kamu orang pertama yang membuat aku jatuh dan hancur-sehancuran,hatiku rasa nya teriris-iris mas"ucap Indri bergetar hebat dan tak lama kemudian jatuh pingsang dalam pelukan Reino.

__ADS_1


"Indri..!!!,sayang bangun,jangan kaya gini,ayo bangun sayang,maafin aku,ayolah sayang bangun aku mohon"ucap Reino memeluk indri.tam di sangka di sela paha Indri keluar darah segar,Reino panik bukan main.


"ya Allah sayang"ucap Reino reflek menggendong Indri menuju mobil,


"pak,pak Ujang,siapin mobil ayo cepat!!"teriak Reino.


"ya Allah nyonya apa yang terjadi"tanya pak Ujang yang sudah membuka kan pintu mobil.


sebelum masuk Reino berpesan pada Anik dan Apri tak lain pengasuh si kembar.


"mbak tolong jaga si kembar,saya akan kerumah sakit"ucap Reino masuk kedalam mobil.


mobil yang di kendarai oleh supir yang membawa nyonya muda dan tuan muda menghilang dari halaman rumah megah keluarga Mahendra,


tak lama kemudian mobil nya pun sampai di depan rumah sakit keluarga Mahendra,di sana sudah di tunggu dokter dan beberapa perawat yang sebelum nya yang sudah di telfon dari Dimas yang mendapat telfon dari Reino.


"dokter tolong selamat kan istri dan calon anak ku"ucap Reino memohon,


"kami akan melakukan semaksimal mungkin tuan"ucap dokter Jimmy,yang menenangkan Reino.


"tapi dokter"ucap Reino.


"sudah Rei,sebaik nya kau tenang,biarkan dokter menangani Indri dulu"ucap Dimas yang baru datang,membuat sang dokter berlalu masuk ke ruang UGD untuk menangani Indri,lebih cepat lebih baik.


"apa yang sebenar nya terjadi Rei?"tanya Dimas.


mau tak mau Reino menceritakan apa yang terjadi sebelum nya,dan itu membuat Dimas geram dan akhir nya memukul Reino dan memaki nya.


"dasar brengsek,bagaimana bisa kamu mau menggugurkan kandungan istrimu sendiri,kamu memang pantas mendapatkan ini brengsek"ucap Dimas


'bugh'


suara tinjuan dari Dimas untuk Reino.


"hei apa yang kalian lakukan"ucap Andre dan yang lain yang baru datang.

__ADS_1


kedua nya berhenti dan menatap siapa yang datang.


"kak"ucap Reino lirih.


"apa yang sebenar nya terjadi rei"?"tanya mama Reino yang penasaran.


"ma,pa?"ucap Reino terkejut,pasal nya orang tua nya baru semalam pamit untuk keluar kota,tapi kenapa sekarang ada di sini.


"Rei,Indri kenapa?"tanya mama yang tidak sabar.


"Tante,tenang Indri akan baik-baik saja"ucap Dimas menyela


"baik,jika Indri sampai kenapa-napa,mam sendiri yang akan membawa Indri jauh dari kamu Rei"ucap mama Clara mengancam,karna sebelum nya mama Clara mendapat telfon dari art nya,sedikit banyak mama Clara tau duduk permasalahan nya.


"ma,Reino minta maaf,ini memang salah Reino"ucap Reino lirih.


"papa gak habis fikir sama kamu Rei,di mana Reino anak papa yang bertanggung jawab dan tegas,dan sekarang lihat apa yang terjadi dengan istri mu karna ucapan mu,papa kecewa sama kamu Rei"ucap papa Reino,dan berjalan untuk duduk di samping Andre.


"sudah om,kita berdoa saja kalau Indri akan baik-baik saja"ucap Andre.


"benar nak,om gak tau harus bicara apalagi,karna keteledoran Reino"ucap papa Reino mengusap wajah nya dengan kasar.


"keluarga pasien"tanya dokter yang menangani Indri.


"saya suami nya dok"ucap Reino yang mendekati dokter Anwar,karna dokter Jimmy masih di dalam"bagaimana keadaan istri saya dok?"tanya Reino lagi.


"maaf,kami sudah semaksimal mungkin untuk menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan nona Indri,tapi Allah lebih menyayangi nya,sekali lagi maaf,kami tidak bisa menyelamatkan calon bayi anda"ucap dokter merasa bersalah.


'jederrrrrrr'


bagai di sambar petir di siang bolong,hati bergemuruh,hancur sakit menjadi satu,apakah Indri akan memaafkan nya,ataukah sebalik nya.


ayo..ayo like komen dan vote,kalau boleh kasih mawar nya juga boleh,


i love you all

__ADS_1


by:Agus Indrawati


__ADS_2