Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 113


__ADS_3

"permisi.."seorang suster datang membawa kendi yang berisi calon jabang bayi yang sudah di mandikan untuk segera di makam kan,dia masih berbentuk gumpalan darah yang sebesar buah kelengkeng,memang yang baru beberapa Minggu saja umur nya.


semua melihat siapa yang masuk dan melihat seorang suster membawa kendi papa Ferdi pun menghampiri nya.


"ada apa sus?"tanya papa Ferdi.


"saya mengantar,jenazah calon bayi Bu Indri yang sudah siap untuk di makam kan"ucap suster tersebut,yang langsung di terima papa Ferdi.


"pa..!!"lirih Indri,membuat papa Ferdi menoleh pada sang menantu,papa Ferdi tau apa yang di inginkan menantu nya.


"terima kasih sus"ucap papa Ferdi.


"sama-sama pak,kalau begitu saya permisi"ucap suster tersebut dan berlalu pergi,setelah mendapat anggukan dari papa Ferdi.


"pa,ijinkan Indri menggendong nya sebentar untuk terakhir kali nya"ucap Indri.


"baik lah nak"ucap papa Ferdi mengulurkan kendi tersebut pada Indri.


setelah kendi itu berada di dalam pelukan nya,Indri hanya bisa sesenggukan dengan air mata yang deras,di lain sisi Reino melihat dari celah pintu,hati nya hancur,melihat istri yang di sayangi nya menangis hingga sesenggukan akibat ulah nya.


"maafin mama sayang,karna tak bisa menjagamu dengan baik,terima kasih sudah pernah singgah di rahim mama,semoga kamu tenang bersama Allah,tunggu mama ya sayang,do'a mama bersamamu,Allah lebih sayang padamu nak"ucap Indri yang memeluk erat kendi kecil itu,lalu menyerahkan pada sang mertua.


"pa,apa aku boleh mengantar nya beristirahat di peristirahatan terakhir nya"tanya nya dengan papa Ferdi.


"tapi sayang,kamu masih belum sehat"ucap mama Clara.


"iya nak,kamu harus pulih dulu,nanti kalau sudah pulih kamu boleh menjenguk nya"ucap ayah Yusuf menimpali.


"ayah,Indri sudah nggak apa-apa,Indri bisa bawa kursi roda"ucap Indri memelas.


"sebentar,Kaka cari Reino supaya bisa minta ijin dengan dokter,tapi janji jika dokter tidak mengijinkan,maka kami harus tetap istirahat di sini"ucap Andre mengusap kepala sang adik.


"he'em"ucap Indri sambil menganggukkan kepala nya.


Andre keluar ruangan yang kebetulan Reino duduk di kursi tunggu.


"Rei,kamu di sini?"tanya Andre.


"iya kak,aku gak bisa ninggalin indri,walaupun dia marah sama aku"ucap Reino lesu.


"ya sudah sekarang kamu tanya ke dokter,ijin kalau Indri ikut ke pemakaman boleh atau tidak"ucap Andre yang di angguk i oleh Reino.


tak berselang lama Reino pun kembali dimana sang istri sedang di rawat.

__ADS_1


"kak"ucap Reino melihat Indri yang membuang muka nya, karena masih merasa kecewa dengan sang suaminya itu.


"gimana Rei"tanya Andre.


"istriku boleh ikut ke pemakaman,setelah itu harus pemulihan di rumah sakit kurang lebih dua sampai tiga hari kedepan"ucap Rei sendu.


"baik lah kalau begitu kita bersiap,Rei apa sudah siap pemakamannya?"tanya papa Ferdi.


"sudah pa"ucap Reino


"kapan kamu ke pemakamannya Rei?"tanya mama Clara.


"tadi setelah istri Reino meninggalkan ruangan ini karna di usir oleh istri ku sendiri"ucap nya yang tetap menatap Indri.


deg...


seketika jantung Indri terasa berhenti mendengar ucapan Reino,dia pun menoleh kearah di mana Reino berada,kini kedua nya saling menatap,entah apa yang ada dalam tatapan kedua nya.


"permisi tuan,ini kursi roda nya"ucap suster yang tadi Reino mintai kursi roda,


"terima kasih sus"ucap Reino,karna memang Reino yang paling dekat dengan pintu masuk.


kini dia mendekat ke ranjang istri nya,


"sayang,biarkan aku bantu untuk mengangkatmu duduk di kursi roda"ucap Reino


lama memandang sang suami,akhir nya tangis Indri pun pecah di depan sang suami.


"kamu jahat mas,kamu egois"ucap Indri yang terus memukul dada bidang Reino.


"maaf"ucap Reino


"kenapa kamu keluar ketika aku mengusirku,kenapa tidak membujukku mas,kenapa?"tanya Indri yang masiih dalam pelukan Reino.


"maaf kan aku sayang,mas hanya tidak mau membuatku semakin tertekan kalau saja mas masih berada di dekatmu"ucap Reino yang mendekap sang istri dengan erat.


"sudah sayang,sebaik nya kita secepat nya memakan kan anak kita"ucap Reino yang di angguk i oleh Indri.


...****************...


"sayang,semoga kau bahagia di sana bersama Allah,maafin mama tidak bisa menjagamu dengan baik"ucap Indri mencium batu nisan sang anak yang bernamakan "Rendra Putra Mahendra".ya calon anak Reino berjenis kelamin laki-laki.


"sayang,biarkan Rendra istirahat dengan tenang"ucap Reino merangkul pundak sang istri,

__ADS_1


"sayang,maafin papa,karna papa kamu harus ninggalin kamu,papa janji akan bahagiain mama,kakak,dan adikmu kelak"ucap Reino tegas di hadapan makam sang anak.


mendengar ucapan Reino Indri menatap sang suami dengan sendu,merasa di tatap Reino menoleh keistri nya.


"maafkan aku,andai saja mas gak egois dia akan tetap bersemayam di dalam perutmu sekarang"ucap Reino yang mengelus perut Indri. "mas janji,jika suatu saat Nenti masih di beri kepercayaan lagi untuk memiliki anak,mas akan menyayangi nya"ucap nya lagi.


Indri pun tersenyum lembut mengusap pipi Reino.


"terima kasih mas"ucap nya lirih.


"aku yang harus nya berterima kasih sayang"ucap Reino.


waktu terus berjalan,setelah kepergian sang anak yang baru lahir persis satu tahun lalu,kini Reino dan Indri menjalan hari-hari seperti biasa,kini istri dari CEO Mahendra group company telah menjadi designer yang mulai di kenal banyak orang,Indri menjadi designer karna dia belajar kursus,dan selama setahun ini istri dari Reino itu menjadi wanita yang lebih tegas cantik dan ramah pada orang yang ada di sekitar nya.


"bagi Bu.."ucap karyawan butik 'INDRI BOUTIQUE'


"pagi"jawab Indri lembut khas dengan senyum ramah nya.


"Bu,tadi ada telfon dari nona Safira istri tuan Dimas,mau datang ke sini"ucap Fitri karyawan boutique.


"oh..ya,baik lah siapkan jamuan untuk sahabat saya"ucap Indri.


"baik Bu"ucap Fitri berlalu pergi setelah di beri uang oleh Indri untuk menjamu tamu yang sudah lama tidak ketemu.


tak berapa lama Indri masuk keruangan nya, handphone nya pun berdering,


'papa twins'


incalling..........


"assalamu'alaikum mas"salam Indri.


"wa'alaikumsalam sayang,lagi di mana?"tanya Reino


"ini baru saja sampai boutique,ada apa mas?"tanya Indri


"kok baru nyampe boutique?"tanya Reino.


hai..hai..sayang-sayangku,author sedih nih,yang scroll banya tapi kenapa like nya sedikit banget,serasa pingin cepet-cepet di tamarin deh,maaf ya author agak lemes.


ayo dong tinggalin like komen dan vote nya jangan lupa,


i love you all

__ADS_1


by:Agus Indrawati


__ADS_2