
"apakah sudah selesai tugas sekolah nya?"tanya indri
"Alhamdulillah sudah ma,ini lagi beresin buku"ucap Arianna.
"ya sudah,setelah itu kita makan siang dulu ya"ajak Indri.
"ok ma/aunti cantik"ucap anak-anak serentak.
mereka menuju meja makan dengan saling beriringan.
"ma,tau nggak kalau Vabri ini termasuk anak yang cerdas"ucap Arianna.
"benarkah?"tanya Indri.
"iya ma"ucap Arianna.
"ya sudah ayo kita makan dulu sayang"ajak Indri yang menyiapkan piring buat anak-anak dan sang suami.
"ma,Aryan pingin makan pake ayam penyet ya?"tanya Aryan.
"tapi itu pedes sayang"ucap Indri lembut,"bagaimana kalau pakai semur ayam sama sop?"ujar nya lagi.
"ok,gak apa-apa"ucap Aryan
"kalau Arianna mau pakai apa sayang?"tanya Indri beralih pada putri bungsu nya.
"apa aja deh ma,kalau mama yang siapin pasti Arianna makan kok"ucap Arianna.
"baiklah,terima kasih sayang"ucap Indri yang di angguk i oleh Arianna.
mereka semua makan siang dengan penuh hidmat.hingga beberapa saat kemudian makan siang pun selesai.
"ah ya kak Varo, kapan kalian akan menikah?"tanya Indri.
Varo menatap sang calon istri,karna membuat dia takut saat menjawab ucapan Indri,makan nya dia melirik Briana untuk meminta bantuan nya.
"a..aku,terserah dengan Briana,tak menikah pun tak apa,asalkan aku tetap berada dekat dengan mereka"ucap Varo pasrah.
"ish..kau ini,mana ada begitu,lantas buat apa kau mengikat nya kalau kau sendiri berkata begitu?"ucap Reino.
"terus aku harus apa,aku sudah berjuang untuk mempertahankan apa yang harus aku pertahan kan,tapi kalau masih ada pembatas yang menghalangiku,aku harus bagaimana Rei,selama ini hanya aku yang ingin mempertahankan semua nya,jika yang di pertahan kan saja tidak menginginkannya aku harus apa?"ucap Varo sendu menatap Briana,yang di tatap hanya bisa menunduk,entah apa yang di fikirkan nya.
"ya di sini aku yang egois,aku yang pergi meninggalkannya, seolah-olah aku yang tersakiti,bahkan dia seperti orang gila saat aku menghilang"batin Briana berkecamuk hati dan pikiran tak sejalan.
"Briana,sebaik nya beri dia kejelasan,apakah kamu nggak takut kalau kak Varo akan pergi ninggalin kalian?"tanya Indri mampu membuat hati Briana tercabik-cabik,entah karna apa?.
deg...
__ADS_1
Briana yang semula menunduk dia memberanikan diri melihat Varo yang duduk tepat di depan nya,netra mereka bertatapan satu sama lain.menyiratkan bahwa mereka takut kehilangan.
"beri aku waktu untuk memikirkan semua nya"ucap Briana memutuskan pandangan mata nya dengan Varo.
"ah sudah lah,itu masalah pribadi kalian,aku hanya saja takut kalau di antara kalian akan menyesal kelak,jika salah mengambil keputusan"ucap Indri.
"mas,apakah nggak jadi ke kantor?"tanya Indri.
"jadi dong sayang"ucap Reino.
lantas mau nunggu apa?"tanya Indri.
"aku akan berangkat bareng Varo,soal nya kami akan metting bersama,paling tidak hanya dua jam saja"ucap Reino.
"lah terus"ucap Indri melihat Briana,Briana yang tau di tatap dia pun buka suara
"tenang saja,aku bisa naik taxi saja"ucap Briana
"tidak!!"ucap Indri dan Varo bersama.
Reino dan Briana kaget di buat oleh kedua nya.
"tunggu aku di sini setelah selesai metting dengan Reino,aku akan ajak kalian jalan-jalan,bagaimana?"tanya Varo meminta persetujuan.
"ayolah Bri,demi Vabri"ucap Indri mendukung sang Kaka.
"kalau begitu aku tinggal sebentar,buat bantu paksu buat bersiap dulu"ucap Indri ke kamar dengan Reino yang mengekor di belakang nya.
"kak"ucap Briana ragu.
"ada apa?,kalau masih ragu,lupakan apa yang Kaka bilang tadi ok,mulai sekarang,Kaka gak akan ngelarang kamu mau kemana dan sama siapa aja"ucap Varo
deg..
"kenapa hatiku sesakit ini,apakah benar dia akan ngelepasin aku sama Vabri gitu aja,apa sikap aku sudah kelewatan yang udah buat dia menyerah"batin Briana yang masih menatap lekat wajah Varo.
"gak apa-apa,Kaka akan coba buat kamu senyaman mungkin,Kaka bakal ikhlasin walaupun kamu bukan jodoh Kaka,tapi tolong jangan pernah larang aku untuk bertemu sama Vabri,walau bagaimana pun dia tetap anak ku,kapan pun kamu datang aku selalu Wellcome"ucap Varo.
"kak..!!"ucap Briana tercekat,sesak..ya memang sesak saat ini yang Briana rasakan,berharap ini hanya mimpi dan berharap jika dia memejamkan mata nanti ini semua hanya mimpi.tapi nyata nya ketika dia membuka mata itulah kenyataan nya,bahwa Varo benar-benar mengikhlaskan nya.
"aku akan selalu menunggu mu,akan selalu terbuka pintu hati ku untukmu,awalnya aku berfikir akan sulit untuk semua nya,setelah aku banyak meminta pendapat pada orang terdekat ku,akhir nya aku sadar,bahwa aku salah,memaksakan kehendak Ki tanpa memikirkan perasan orang lain,maaf kan aku Bri!!"ucap Varo lirih.
"kak..!!"ucap Briana.
"Rei,sudah selesai,ayo kita berangkat"ajak Varo.
"ayo kalau gitu"ucap Reino yang mencium kening sang istri.
__ADS_1
"Bri,aku berangkat dulu ya,kalau mau pulang,mati biar aku telfon sopir buat jemput kalian"ucap Varo.
"gak usah mas,nanti biar aku naik taksi aja"ucap Briana serasa ada yang hilang,setelah kepergian Varo,entah itu apa?.
"kenapa,jika berat kejarlah cintamu,tapi jangan pernah memberi harapan terlalu besar kepada siapapun,jika kamu tak menginginkan nya"ucap Indri
Briana hanya menanggapi dengan senyum manis nya.
"ya sudah ayo aku antar ke kamar tamu untuk istirahat dulu"ajak Indri.
"sebaik nya aku pamit pulang aja Ndri"ucap Briana.
"kasian Vabri,dia baru saja tidur siangnya"ucap Indri. "setidak nya tunggu saja sampai dia bangun,sekarang kamu istirahat saja"ucap Indri.
"he'em"gumam Briana mengikuti langkah Indri.
saat Indri sudah mengantar nya,lalu beranjak keluar kamar,tapi di tahan oleh Briana.
"Ndri,boleh bertanya sebentar"tanya Briana.
"apa aku terlalu keras kepala dengan keadaan antara aku sama kak Varo?"ucap Briana ragu.
Indri tersenyum mendengar nya, "aku tau jadi kamu,apa lagi selama ini kamu hidup dengan si tampan sendiri,jadi jika kamu masih ingin sendiri,jangan terlalu di paksakan,bukan nya kak Varo sudah bilang tadi,dia akan mengikhlaskan apapun keputusan mu, hem?"tanya nya.
"baiklah,sekarang aku sudah mengerti,terima kasih"ucap Briana..
"kalau begitu aku permisi dulu"pamit Indri yang di angguk i Briana.
...***************...
"bagaimana Var?"tanya Reino.
"seperti nya aku kurang setuju dengan proposal nya"ucap Varo.
"yah..kita sehati hahahah"ucap Reino di akhiri dengan gelak tawa nya,di posisi sedang rapat dengan klien masih sempat terbahak.
"sialan aku masih normal ya"ucap Varo.
"lantas bagaimana ini Rei?"tanya Varo.
"pak,bagaimana dengan proposal yang saya ajukan tadi?"tanya Desi.
hai..hai jangan lupa like komen ya.
i love you all
by:Agus Indrawati
__ADS_1