Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 37


__ADS_3

"kak,,,tolong Indri,,,,Indri takut,,,,"ucap menangis


"diam,,,atau kau ingin aku membungkam mu dengan pisau ini,"ucap si A,yang sudah mengikat tangan Indri,seketika membuat Indri bungkam


"apa yang kalian ingin kan,,,tolong lepaskan adik ku,,"ucap Andre menahan sakit


"bos bagaimana dengan lelaki ini"ucap si B,yang tak lain adalah bawahan si A


"bawa sekalian saja bersama adik nya,,"ucap si A


"tolong lepasin kami,,,apapun yang kalian ingin kan pasti akan kami lakukan,"ucap Andre negosiasi


"aku tidak peduli apa yang kamu katakan,aku hanya menjalan kan perintah,,sebaik nya kalian ikuti saja,,"ucap si A


"siapa yang menyuruh kalian"tanya Andre serius


"siapapun yang menyuruh kami,,kamu tidak punya hak untuk tau soal itu,"ucap si a tegas,"kalian ikat dan tutup mulut & mata nya,"perintah si A pada anak buah nya,


setelah beberapa jam berlalu,di tempat lain gelisah menunggu seseorang yang tidak kunjung datang


"kenapa no ponsel nya gak aktif,,apa Indri masih marah sama aku,"gumam Reino,akhirnya Reino mencoba untuk menghubungi Dimas,


Tut,,,,,Tut,,,,,Tut,,,,di panggilan ketiga barulah terdengar suara di seberang telfon


"assalamu'alaikum tuan,"ucap Dimas

__ADS_1


"wa'alaikumsalam,,,jawab Reino,"Dimas kamu tau kenapa no ponsel Indri gak aktif"tanya Reino


",,,,,,,,"


"Dimas,,,,kamu dengar gak sih saya tanya"sarkas Reino


"ma,,,,maaf tuan,,sa,,saya tidak tau"ucap Dimas gugup


"apa yang kamu sembunyikan dim,,jangan sampai saya tau dan akan ku lempar kamu ke antartika,cepat katakan atau,,,"ucapan Reino terpotong


"sebenar nya nona Indri pulang di jemput Kaka nya,tadi ketika di parkiran rumah sakit,saya melihat sendiri Kaka nya datang,setelah itu saya pergi duluan tuan,"tutur Dimas ragu.


"sialan kamu Dimas,kenapa kamu tidak bilang ke saya"ucap Reino marah


"ma,,,maaf tuan,nona Indri melarang saya,supaya tuan muda tidak marah,"jelas Dimas


setelah Reino memutuskan telfon dengan Dimas,dia mencoba menghubungi no telfon Andre,beberapa kali di mencoba no telfon Andre,,tetap saja no my tidak aktif.


"sial nomor kak Andre juga gak aktif,,,kenapa perasaan q jadi gak enak begini,apa yang terjadi dengan mereka berdua"gumam Reino.


setelah kalut dengan pikiran nya sendiri,Reino mencoba menghubungi ibu Maryam,setelah tiga panggilan yang tidak diangkat,akhir nya di panggilan yang ke empat,terdengar suara yang lemas lembut yaitu ibu Indri


Tut,,,Tut,,,,,Tut,,,


"assalamu'alaikum"ucap ibu Maryam

__ADS_1


"wa'alaikumsalam,Bu,"jawab Reino,"ini Reino Bu"ucap Reino lagi.


"oh,,,nak Reino,,gimana keadaan nya sekarang nak?"tanya ibu Maryam


"Alhamdulillah sudah mendingan Bu,"jawab reino"o,,,iya Bu,kak Andre sama Indri apa sudah sampai di rumah?"tanya Reino


"Lo,,,bukan nya masih di rumah sakit bersama nak Reino?"tanya balik Bu Maryam


Deg,,,,Reino tertegun sejenak


"nak,,,nak Reino"ucap ibu Maryam membuyarkan lamunan Reino,


"oh,,,,,iya Bu,,maaf mungkin,,,Indri sama kak Andre lagi jalan-jalan,mungkin sebentar lagi pulang"ucap Reino menenangkan ibu Maryam,


"ya sudah Bu,Reino tutup dulu,Bu jaga kesehatan ya,assalamu'alaikum"ucap Reino


"iya nak,wa'alaikumsalam"jawab ibu Maryam,tlfon pun terputus,


...****************...


"kalian mau bawa kemana kami"ucap Andre setelah keluar dari mobil,dan di seret ke gedung kosong yang ada di pelosok desa.


"ikut saja dan jangan banyak bertanya"ucap si A


"apa tujuan kalian menculik kami,,,?"sebelum selesai bicara telfon sang penculik berdering,,,

__ADS_1


kring,,,,kring,,,kring


"ya bos,ini kami sudah berada di tempat,apa yang harus kami lakukan?"tanya si A


__ADS_2