
setelah melihat istri nya tertidur pulas,Reino menyelimuti istri nya dan bergegas masuk ke kamar mandi,saat akan melangkah tiba-tiba ponsel nya berdering,Reino mengernyitkan kening nya karna Dimas yang menelfon "gak bias nya Dimas menelfon kalau gak urgent banget"gumam Reino
"hallo dim?"ucap reino ,mendengar suara Dimas tidak jelas Reino memanggil nya kembali"dim,apa yang terjadi?ucap nya
Dimas mematikan telfon nya terdengar suara notif pesan masuk
@dimas "bos cepat datang ke klub Rolex?"
"ada apa yang terjadi di sana dim?"Reino membalas pesan Dimas
sudah hampir sepuluh menit tidak ada jawaban akhir nya
"ah sial kemana Dimas?,kenapa tidak membalas pesan ku?"ucap Reino khawatir,"apa yang terjadi pada nya,aku harus kesana,tapi butuh waktu tiga jam jika aku kesana?dan gak biasanya juga Dimas ke klub,aku tau itu,apa,,jangan-jangan dia di jebak"Reino bermonolog sendiri.
Reino bersiap-siap,dan berjalan ke arah mobil yang sudah di siap kan supir nya
"pak tolong berikan kunci mobil nya"ucap Reino yang langsung mendapat kan kunci nya"kalau istri ku bertanya bilang aku ada keperluan mendesak"ucap nya lagi
"baik tuan muda"ucap pak Ujang.
Reino hendak membuka mobil,di urungkan karna suara sang mama yang memanggil
"Rei kamu mau kemana?"tanya mama Clara
"Reino ada urusan dengan Dimas ma,tolong nitip Indri ma?"ucap nya lagi
"ya sudah hati-hati"ucap mama Clara
"yes mam,"ucap Reino meninggal kan pelataran kediaman Mahendra
perjalanan Reino kini masih setengah jalan ketika ingin menghubungi Dimas,sial nya hp ketinggalan di atas nakas tempat tidur saat dia berganti pakaian tadi
"sial hp ku ketinggalan di rumah,tidak mungkin kan aku harus kembali lagi kerumah"ucap Reino seraya memukul kemudi mobil nya.
kini dia tetap melajukan mobil nya menuju tempat dimana Dimas berada
__ADS_1
di sisi lain Indri kini mengerjap kan mata nya,sekarang sudah dua jam lebih semenjak Reino meninggalkan rumah,
Indri meregangkan otot nya yang kaku akibat kelamaan tidur di rumah sakit,kini dia celingukan kesana kemari mencari suami nya,tapi tidak ada batang hidung nya sama sekali,dia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka dan bergegas keluar kamar mencari keberadaan Reino
"ma,,mas Reino kemana?"tanya Indri ketika melihat sang mama masih menyiapkan makan siang buat menantu nya,ya biar pun jam makan siang sudah lewat dua jam
"sayang sudah bangun,makan dulu yuk,tinggal kamu yang belum makan,tadi mbak asih mau bangunin kamu tpi mama larang,"ucap mama Clara tanpa menghiraukan pertanyaan Indri,kemudian Indri pun menurut pada mertua tercintanya dan makan dengan tenang stelah setengah jam Indri akhir nya menyelesaikan makan nya walau pun ada drama karna merasa mual,tapi harus di paksa karna melihat kondisi nya yang memang butuh asupan karna ada dua nyawa yang harus di beri asupan makanan
setelah selesai Indri pun bertanya kembali,"ma,mas Reino pergi kemana?"tanya nya lagi
"ah ya,mama lupa menjawab pertanyaan kamu tadi,Reino bilang ada urusan sama Dimas,mungkin malam hari baru pulang"ucap mama Clara
deg
"ma kenapa perasaan Indri kok gak enak ya?"ucap Indri merasa kurang nyaman semenjak tidak melihat Reino sejak bangun tidur
"sudah sayang Reino pasti baik-baik saja?"ucap mama Clara menenangkan menantu nya.
"ah kalau gitu Indri ambil hp dulu ya ma di kamar"ucap Indri berlalu menuju kamar nya,
"dimana ya hp ku ya,"gumam Indri,"loh inikan hp nya mas Reino,kok tumben di tinggal 'ting' bunyi notifikasi pesan masuk di hp Reino,Indri mengkerut karna ada gambar Reino yang sedang duduk dengan Stela seolah-olah Stevani menempel dengan Reino
kini Indri menghubungi Andre.
"assalamu'alaikum dek,ada apa?"tanya Andre
"wa'alaikumsalam,kak bisa anterin aku ke clubs Rolex sekarang?"ucap Indri
"itu jauh,mau apa kamu kesana?"tanya Andre
"Kaka nganterin aku,atau aku akan naik taksi sendiri kesana?"ancam Indri
"baik Kaka jemput sekarang"ucap Andre bergegas menuju rumah Reino
satu jam berlalu kini Andre sudah sampai di depan teras rumah Reino,dan Indri pun sudah menunggu setelah Andre memberi tahu dia akan sampai
__ADS_1
"sayang kamu mau kemana?"tanya mama Clara yang melihat menantu nya sudah rapi
"ma Indri ada urusan mendesak dengan kak Andre,mama jangan khawatir kak Andre pasti jagain aku"ucap Indri pada mertua nya
Andre yang melihat mertua adik nya khawatir dia pun menimpali"Tante tenang saja,Indri akan aman bersama saya"ucap nya membuat mama Clara pasrah dan mengalah
"baik lah,Tante titip Indri,dan kamu sayang harus hati-hati kamu sedang hamil"tutur mama Clara
Indri tersenyum dan memeluk sang mertua"iya ma,Indri akan hati-hati,assalamu'alaikum"pamit Indri
"wa'alaikum salam"jawab mama Clara
mobil yang di tumpangi Andre dan Indri kini menghilang dari pelataran rumah keluarga Mahendra
"dek,apa yang sebenar nya terjadi?'"tanya andre penasaran
tanpa memberi jawaban Indri menyodorkan foto yang di kirim oleh no tidak di kenal "aku ingin melihat dengan kepala ku sendiri,tpi sebelum kita masuk,kita harus menyamar dulu kak,supaya tidak ketahuan"ucap Indri
"baik lah kita cari masker dan topi dulu?"ucap Andre
tiga jam berlalu kini Indri dan Andre masuk ke ruangan di mana hanya orang-orang elit yang bisa masuk,setelah bisa masuk dengan susah payah,akhir nya Indri melihat Reino yang sedang menahan marah di dekat Stela,Indri mencari tempat duduk yang dekat Reino,kini dia ada di belakang kursi Reino,mereka duduk saling membelakangi
"jadi kamu yang menjebak aku supaya datang kesini dengan alasan Dimas memerluka bantuan?ucap Reino
"hahaha,dasar bodoh kamu bisa di jebak,mana yang kata nya tuan Reino yang arogan,dingin itu?"ucap Stela mengejek
"brengsek kau sudah membangunkan singa yang tertidur Stela domani?"ucap Reino murka,tapi itu hany sesaat ketika Stela menunjukan foto Reino bersama Stela yang kelihatan ambigu itu "apa maksudmu,kau mengancam ku?"ucap Reino
"jika aku send foto indo pada wanita ****** mu itu,pasti 'boom' dia akan meninggalkan mu"ucap Stela,tanpa sadar Reino meminum minuman yang sudah di beri obat
"jika kau berani mengirim foto itu kepada istriku akan ku hancurkan keluargamu hingga tak tersisa?"ucap Reino
"sayang nya istrimu sudah tau tuan Reino Pratama Mahendra,"ucap Stela santai
melihat tingkah Reino,senyum Stela mengembang
__ADS_1
dan Reino melihat tubuh nya ada yang tidak beres akhir nya mengumpat"****"dia beranjak menuju ke toilet
"Indri yang ingin berdiri seketika di genggam tangan nya oleh Andre dan memberi tanda dengan gelengan kepala