
"akhh"teriak Reino menahan sakit yang di berikan oleh Andre
"brengsek laki-laki macam apa kamu,meninggalkan istri yang sedang sakit sendirian"Andre marah,saat akan memukul Reino lagi Yura keluar dari kamar karna mendengar gaduh.
"kak berhenti,kalau Indri melihat ini pasti dia akan kecewa dengan kalian"ucap Yura mampu membuat Kaka dan adik ipar itu terdiam sesaat dan Andre berkata"bagaimana keadaan Indri,apakah dia masih muntah-muntah?"tanya Andre setelah diam beberapa saat.
Reino langsung menerobos masuk setelah mendengar istri nya muntah-muntah"sayang maafin aku,aku sudah egois karna terlalu cemburu sama kamu,aku takut kehilangan kamu,maafin mas sayang"ucap nya menciumi wajah istri nya yang sedang terlelap,tapi karena merasa ada pergerakan di samping nya Indri pun bangun mengerjakan mata nya,melihat sang suami sudah datang ia tersenyum lembut,Reino langsung memeluk istri tercinta nya.
"mas"suara khas bangun tidur Indri membuat Reino melonggarkan,melihat istri nya tersenyum akhirnya Reino merasa lega
"maafin mas"ucap Reino menyesal karna meninggalkan sang istri.
"kamu gak salah mas"ucap Indri,"mas dari mana?"tanya nya
"mas dari danau tempo hari kita mengobrol"ucap Reino
"maafin aku ya mas sudah buat kamu cemburu"ucap indri "tunggu,ini kenapa mas,kok lebam dan memar,kamu berantem mas?"tanya Indri khawatir.
"nggak apa-apa sayang,mas gak berantem kok sayang"ucap Reino
Indri mengernyitkan dahi nya"terus kalau nggak berantem,kenapa bisa kaya gini muka nya"ucap nya seraya membelai wajah Reino dengan lembut.
Andre yang melihat Reino terus di cecar akhir nya angkat bicara "Kaka yang sudah Mukuli Reino tadi,maafin kaka"ucap Andre lirih merasa bersalah
Indri tau kenapa sang sang Kaka sampai memukuli suami nya,karna yakin,Kaka nya tidak akan memukuli Reino tanpa sebab "sudah mungkin cuma salah paham,sebaik nya sekarang Kaka panggilan perawat buat ngobatin luka mas Reino"ucap Indri uang di angguk i oleh Andre.
"ada yang bisa saya bantu tuan"ucap suster
"sus,tolong obati luka lebam suami saya"ucap Indri
"baik nyonya"ucap suster
"yang,mas gak mau di obati sama suster apa lagi di pegang-pegang"ucap Reino manja
"ya sudah sini biar aku yang obati,karna ini juga kan aku yang sudah buat kamu babak belur"ucap Andre menyeringai
"yanggg,"ucap Reino lagi
"mas,,,jangan manja gih,milih di obati sama suster atau sama kak Andre?"tanya Indri
__ADS_1
dengan lemas akhir nya Reino memeilih mendekat ke arah Andre "kak tolong ya jangan keras-keras ngobatin nya?"ucap Reino lirih.
"kamu itu sudah mau jadi papa kok lembek amat,mana Reino yang dingin dan arogan itu"ucapan Andre membuat Reino sedih
Indri yang tau sikap suami nya semenjak dia hamil,Reino lebih sensitif dari yang biasa nya arogan dan dingin.
"kak,,"Indri memberi kode supaya sang Kaka jangan meledek
"ok,,baik,,baik ayo aku obati"ucap Andre melembut karna sudah mendapat tatapan dari adik kesayangan nya
Reino yang mendengar ucapan Andre melembut,melengkungkan bibir nya keatas dan duduk menurut untuk di obati,
kini Andre mulai mengoleskan salep pada luka lebam di wajah Reino
"auch,,,kak pelan,ni bener-bener sakit"ucap Reino meringis
"iya ini juga sudah pelan banget Rei"ucap Andre
"Yura,kamu istirahat saja,ini sudah hampir jam sebelas malam"ucap Andre perhatian
"iya kak terima kasih"ucap Yura menuruti perintah Andre merebahkan sofa bed yang memang di sediakan oleh Reino.
"aku janji akan akan bahagian kamu sayang"ucap Reino menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Indri
"mas,"suara Indri serak
"biarkan mas seperti ini sayang,tidurlah"ucap Reino
Indri membalikan badan nya"ada apa hem?"tanya Indri
Reino mencium kening Indri dengan penuh kasih sayang"sudah malam tidur,besok kamu sudah boleh pulang,i love you sayang"ucap Reino
"benarkah?ucap Indri,"i love you to mas"ucap nya lagi
"iya sayang besok sudah bisa pulang,sudah sekarang kamu pejamkan mata nya,biar besok pagi bugar"ucap Reino membuat Indri masuk dalam dekapan Reino,menghirup aroma mask di tubuh Reino akhir nya Indri terlelap.
pagi menjelang ada pergerakan dalam dekapan nya Reino mengerjapkan mata nya"ada apa hem?"tanya Reino dengan suara khas bangun tidur nya
belum sempat Indri menjawab dia sudah membekap mulut nya,'huek,,huek'indri berlari ke kamar mandi,Reino pun mengekor di belakang Indri untuk mengelus punggung nya
__ADS_1
Indri sudah memuntahkan cairan kuning nya,karna dari muntah yang semalam belum ke isi apa-apa"mas"ucap Indri lemas
Reino langsung merengkuh pinggang istri nya"apa sudah selesai muntah nya?"ucap Andi
"he'em"ucap Indri
dengan lembut Reino membasuh wajah Indri dengan handuk kecil,"apa mau mandi sekalian"tanya Reino
"nggak mas,nanti aja di rumah,aku cuma pingin meluk kamu,"ucap Indri mengendus-endus dada Reino
"sayang jangan kaya gitu geli tau,nanti kalau Mbah buyut bangun gimana?"ucap Reino merasa sudah ada yang tidak beres.
"inget ya mas,libur sampai tiga bulan ke depan?" ucap Indri mengerjai suami nya.
"ya sudah ayo ganti baju,terus siap-siap pulang"ucap Reino
kini Reino membereskan barang-baranh yang akan di bawa pulang
"Rei,aku gak bisa nunggu Indri pulang soal nya,di kafe lagi ada kerjaan"ucap Andre "Oya Ra,nanti pulang bareng Indri,nanti biar kaka jemput,soal nya Kaka gak sempat kalau harus pulang dulu buat antar kamu"ucap nya lagi
"ya sudah gak apa-apa kak,
"assalamu'alaikum"ucap ucap Niko,Ega bersamaan
"wa'alaikum salam,kak Ega"ucap Indri senang
"maaf ya baru bisa jenguk soal nya baru tau dari tuan Andi tadi pagi,kebetulan pas hari libur,jadi sekalian aja jenguk kamu"ucap Ega
"kak Niko juga ikut,gimana kabar nya"ucap Indri
"Alhamdulillah baik,kamu sakit apa?"tanya Niko kembali
"aku gak apa-apa kak,aku hanya sedang hamil kandungan nya lemah,karna kemarin gak tau kalau lagi hamil?"ucap Indri
"wah selamat ya?"ucap kedua nya
๐๐น๐น***hai hai,novel baru sudah realis ya,jangan lupa mampir,and kasih like komen dan vote๐น๐น๐
I LOVE YOU ALL
__ADS_1
BY:AGUS INDRAWATI***