Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 87


__ADS_3

"permisi tuan,biarkan kami memeriksa keadaan pasien"ucap dokter Siska.


Reino pun menyingkir membiarkan dokter memeriksa keadaan Indri,


melihat dok tersenyum terhadap nya membuat Reino bingung


"apa yang membuatmu tersenyum padaku sis?"tanya Reino penasaran


"Alhamdulillah Rei,ini mukjizat dari yang maha kuasa,istrimu sadar dengan keadaan yang stabil,tanpa ada yang perlu di khawatirkan"ucap dokter Siska


Reino menatap istri nya penuh rindu.


"baik kalau begitu terima kasih banyak sis"ucap nya tulus.


kini Reino mendekati sang istri,setelah dokter Siska pergi dari ruangan Indri.


"sayang mas sangat merindukan mu!"ucap Reino berbaring di samping Indri dan memeluk nya


"mas..!!"ucap Indri terhenti akibat pintu yang terbuka


'jeglek'


Reino dan Indri melihat siapa yang masuk,dan ternyata ayah Yusuf,Andre,mama dan papa yang sedang menggendong si kembar yang berusia dua bulan lebih


"sayang,kamu sudah sadar?"tanya mama Clara menghampiri Indri dan memeluk nya,yang sebelum nya Reino sudah turun dari ranjang untuk mengambil arianna dari gendongan mama nya.


"ma,maafin Indri yang sudah buat mama khawatir"ucap Indri berkaca-kaca


"tidak sayang,mama bersyukur kamu sudah memberikan malaikat yang cantik dan tampan"ucap mama Clara memeluk menantu kesayangan nya


kini ayah Yusuf pun mendekat


"nak,kamu sudah sadar,ayah takut akan meninggalkan ayah seperti ibumu"ucap pak Yusuf


deg


deg


jantung Indri terasa berhenti untuk beberapa saat,hingga tangisan si tampan Aryan menyadarkan lamunan Indri kembali,dia pun melihat kearah bayi kembar itu


"ayah,apakah itu putra-putri ku?"tanya Indri pada ayah Yusuf


"iya nak,itu anak-anak mu!"ucap ayah Yusuf


Indri pun meneteskan air mata nya,melihat sang putra dan putri nya yang sedang terlelap dalam dekapan papa mertua dan sang suami,

__ADS_1


"mas,bolehkah aku melihat nya?"tanya Indri


"tentu saja sayang,dia anak-anak mu juga"ucap Reino menyodorkan pipi sang anak untuk di cium sang mama.


Indri bergetar a dengan tangan mungil arianna sang putri,buah cinta nya dengan putra tunggal keluarga Mahendra


"mas maafkan aku,karna tidak bisa jadi ibu yang baik"ucap Indri sesenggukan


"hei,kamu bicara apa sayang,kamu adalah ibu yang hebat,bisa menghadirkan malaikat-malaikat kecil ini di keluarga Mahendra dan keluarga ayah Yusuf"ucap Reino yang menghapus air mata Indri sambil menggendong sang putri


"assalamu'alaikum"ucap serempak sahabat Reino


mereka tampak terpaku,terutama Varo,hati nya masih sama seperti dulu sama berdebar nya ketika melihat sang pujaan hati,sampai saat ini belum ada yang mampu menggeser Indri dari posisi di hati nya,


"Indri"lirih Varo nya sampai tidak ada yang mendengar.


lain dengan Varo lain juga dengan Grace


"bagaimana mungkin aku bisa menggeser posisi istri Reino,jika sikap yang di tunjukan pada istri nya begitu penuh kasih sayang


Varo berjalan mendekat dan reflek memeluk Indri hingga meneteskan air mata nya.


"Indri,akhirnya kamu sadar juga"ucap Varo bergetar


Indri yang terkejut hanya bisa bengong hingga suara deheman menyadarkan Varo dan Indri bersamaan


"kak terima kasih"ucap Indri lemah


"he'em,aku harap jangan pernah tinggalin kami,karna kami menyayangi kamu"ucap Varo


"Rei maaf,gue hanya terlalu senang melihat istri Lo sadar"ucap Varo yang takut Reino salah paham


"ok baiklah,untuk kali Lo gue maafin,lain kali gue hajar Lo"ucap Reino mengancam


"wah mbak Indri,siapa nama laki-laki tampan ini,dan gadis cantik ini"tanya Safira meminta arianna dari tangan Reino


"kalau yang cantik nama nya arianna Tante,dan kalau yang tampan nama nya Aryan"ucap mama Clara


"eh,Tante om maaf,tadi saking terkejutnya melihat mbak Indri sadar jadi ngeblang semua nya"ucap Andi sopan


"ah...kamu ini Ndi,o ya satu hari lagi kalian akan menikah ya?"tanya mama Clara


"iya Tante,maka dengan senang hati jika Tante om dan pak Yusuf bisa datang,di acara pernikahan saya lusa"ucap Andi dengan santun


"insya Allah ya nak,lagian Indri baru saja sadar,jika di ijin kan bepergian jauh,maka kami semua akan ikut,jika tidak bisa maka Tante dan om jaga si kembar dan Indri,mungkin hanya Reino"ucap Tante Clara

__ADS_1


"nanti Reino diskusikan dengan Siska ma,supaya Indri bisa ikut"ucap Reino


"kak Andre,apakah kau tidak merindukan ku?"tanya Indri,membuat Andre mendekat dan memeluk nya erat.


"kau buat Kaka dan semua keluarga takut"ucap andre meneteskan air mata menuntaskan kesedihan nya karna takut adik nya kenapa-napa


"maafkan aku kak udah buat Kaka dan yang lain khawatir"ucap Indri ikut menangis


"sudah-sudah,kenapa jadi sedih semua,harus nya bahagia dong"ucap mama Clara.


"sayang,akhir nya kamu sadar,si kembar menanti belaian kasih sayang dari mama nya,jadi kamu harus cepat sehat"ucap papa Ferdi yang menggendong si tampan Aryan


"iya pa,Indri bakalan cepet sehat demi si kembar,apakah ini si tampan pa?"tanya Indri


"iya sayang ini anak laki-laki mu yang tampan,sangat mirip dengan mu"ucap papa Ferdi mendekatkan cucu nya,dan Indri pun membelai pipi Aryan yang sudah mulai gembul,dia pun tersenyum bahagia


"Oya ngomong-ngomong siapa gadis cantik yang bersama kalian ini"tanya mama Clara yang sedari tadi melirik kearah Grace


"oh ya,sampai lupa,perkenalkan Tante ini Grace temen Varo kuliah di Jerman"ucap Varo


"halo Tante dan om,om,saya Gracia Poli"ucap Grace


"halo sayang,saya Clara mama Reino,dan ini suami tante nama nya om Ferdi,dan yang sebelah nya adalah ayah Indri nama nya om Yusuf"ucap mama Clara menjelaskan


"senang berkenalan dengan Tante dan om"ucap Grace sopan


"iya Grace sama-sama"ucap Tante Clara


kini Grace mendekat kearah Indri dan menyapa nya


"mbak,cepat sehat ya?"ucap nya tulus


"terima kasih mbak"ucap Indri tersenyum lembut


Reino dan Dimas yang masih mengamati Grace,merasa seperti nya,untuk saat ini Grace tidak ada niat buruk pada Indri.


mereka berbincang-bincang hingga waktu menuju sore hari,mereka pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing kecuali keluarga Indri,Reino merenovasi kamar Indri dengan fasilitas lengkap seperti di rumah,jadi kebutuhan si kembar sudah di siap kan,jadi malam ini kembar tidur di rumah sakit karna permintaan Indri


"mas,apa boleh kembar menginap di di rumah sakit"tanya Indri


"sayang biarkan kembar di bawa pulang sama mama dan papa,soal nya kasian"ucap Reino


Indri pun terlibat murung dan sedih


"ok,,baiklah..baiklah,kamu menang"ucap Reino membuat Indri tersenyum manis

__ADS_1


"ma,pa biarkan kembar menginap di sini!"ucap Reino


"ya sudah tidak apa-apa,kalau begitu,Kaka dan ayah pamit ya dek"ucap Andre.


__ADS_2