Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 104


__ADS_3

hingga kini menunjukan waktu nya makan malam,hingga terdengar ketukan pintu dari luar kamar Briana


tok..tok..tok..


"iya sebentar"ucap Briana


'ceklek'


"maaf non,mengganggu"ucap art Wijaya


"iya mbak ada apa?"tanya Briana


"nona,dan anak nya di tunggu di meja makan,karna semua sudah menunggu"ucap art tersebut.


"baik terima kasih,saya akan segera turun"ucap Briana art tersebut lalu berbalik setelah berpamitan


"sayang,ayok kita sudah di tunggu sama nenek dan kakek"ucap Briana


"oke Bun"jawab Vabri menggandeng tangan sang bunda.


kini Briana turun dari tangga menggunakan dress berwarna nabi selutut, terasa kontras dengan kulit putih nya,ia dengan anggun berjalan menuju meja makan sambil menggandeng buah hati nya yang sangat tampan.semua yang ada di meja makan tampak terkesima oleh Briana,merasa di tatap ia pun jadi salah tingkah.


"maaf,menunggu lama"ucap Briana sopan


"tidak nak,kami baru saja duduk"ucap pak Joko.


"malam nenek,malem kakek"ucap Vabri


"malam sayang"ucap semua nya.


"sayang,sini duduk di sebelah nenek"ajak Fadila .menepuk kursi di sebelah nya.


"mbak,mas,ayo di nikmati makan malam nya jangan sungkan"ucap Fadila.


"iya terima kasih Lo Ger, Dila"ucap Bu Orin.


"Briana jangan sungkan,anggap saja rumah sendiri"ucap Fadila


"iya Tante makasih"ucap Briana


"tampan nya nenek,mau nenek suapi?"tanya Fadila pada Vabri.


"biar saya saja Tante,nanti malah ngrepoti"ucap Briana sopa.


"enggak kok Briana,lagian Tante sudah pingin punya cucu,tapi anak Tante belum mau nikah"ucap Fadila kesal.


"sudahlah mah,memang belum Nemu jodoh nya saja"ucap kakek Geri.


"sudah kenapa jadi ngomongin bocah tengik sih"ucap Fadila.

__ADS_1


Briana yang sedari tadi mendengar,panggilan bocah tengik,sebenarnya seperti apa sih orang nya,apa dia se tengik itu,sampai mama dan papa nya ngejelekin begitu.


saat sedang menikmati makan malam dengan Fadila yang masih menyuapi Vabri,karna ketika Briana meminta supaya dia yang nyuapin,Fadila kekeh ingin menyuapi Vabri,jadi Briana melanjutkan makan nya dengan cepat supaya bisa menggantikan Fadila.


dari luar terdengar suara bel rumah berbunyi,tak lama kemudian art membuka pintu,saat sudah sampai di meja makan,melihat sangat ramai.


"assalamu'alaikum"ucap Varo,


deg...


"suara itu"batin Briana,mengenal nya,orang yang selama ini ia hindari,hingga dia tidak punya keberanian untuk berbalik,karna sekarang posisi nya membelakanginya.


"wa'alaikumsalam"ucap semua terkecuali Briana


"ah..dasar bocah tengik,kemana saja kamu,sini ada bude kamu dari Lampung datang"ucap Fadila.


"mbak,mas,ini Varo anak ku"ucap Fadila.


"wah ini si tampan nya bude itu"ucap Bu Orin.


"gimana kabar nya bude,pakde?"tanya Varo


"alhamdulilah sehat,tambah ganteng aja kamu Var?"tanya pak Joko


"halo uncle tampan"sapa Vabri


"ha..halo jagoan"ucap Varo gemetar,melihat anak kandung nya sendiri.ya walaupun belum melakukan tes DNA,tapi dia yakin bahwa anak yang ada di depan nya adalah anak nya.


"kalian sudah kenal"tanya mama Fadila


"iya ma,tadi di toilet kafe"ucap Varo yang masih menatap Vabri dengan sendu.


"Oya Var,kenalin ini Briana bunda nya Vabri"ucap mama Fadila


"sayang,kenalin ini anak nya Tante"ucap mama Fadila.


"Briana"ucap nya untuk menutupi semua nya.


"aku sudah mengenal nya ma"ucap Varo sendu menatap Briana.


"ah..benarkah?"ucap Fadila.


"iya ma"ucap Varo yang masih menatap Briana.


"sayang sudah selesai makanya?"tanya Briana.


"sudah bunda"ucap Vabri senang.


"kalau sudah,ayo bunda antar ke kamar,buat cuci tangan,cuci kaki dan sikat gigi,setelah itu Vabri bobok ya,besok kita harus pulang.

__ADS_1


"loh..!! kok pulang sayang,kan baru datang"ucap mama Fadila.


"iya Tante,karna Briana baru ingat besok ada teman yang datang dari jauh"ucap Briana.


"Oalah ndok,kok kamu nggak ngomong sama ibu,jadi biar kita tunda ke sini nya"ucap Bu Orin.


"ibu kan masih mau liburan di sini,jadi aku sama Vabri akan pulang naik trevel aja Bun"ucap Briana.


"bunda ayo,aku sudah ngantuk"ucap Vabri yang sudah menguap dari tadi.


"ya sudah ayo bunda antar"ucap Briana menuntun Vabri,karna sang anak tidak mau di gendong.saat hendak melewati baru,tangan Briana di cekal oleh Varo,


"kak.."ucap nya lirih.


"aku ingin bicara denganmu,temui aku di taman belakang,setelah menidurkan Vabri"ucap nya lembut.


"tapi.."ucap Briana


"tidak menerima penolakan,jika tidak menemui ku,maka aku yang akan menemui mu di kamar"ucap Varo berlalu pergi.


"pa,apa yang sebenar nya terjadi"bisik mama Fadila


"papa juga gak tau ma,nanti papa minta penjelasan dari Varo"ucap papa Geri berlalu menyusul Varo yang sedang merokok di taman belakang.ya Varo memang bukan perokok,tapi di kala hati nya tidak baik,dia bisa menghabiskan beberapa bungkus rokok,karna itu yang bisa membuat nya sedikit lebih tenang.


"sejak kapan jagoan papa merokok?"tanya papa Geri,menepuk pundak Varo.


"pa.."ucap Varo menggeser duduk memberi tempat pada papa nya.


"apa sebenar nya yang terjadi pada kalian,jelaskan sama papa?"tanya papa Geri.


"sebenar nya.."ucapan Varo terjeda sebentar untuk menghela nafas nya dan melanjutkan lagi "Briana adalah wanita yang kurang lebih empat atau lima tahun yang lalu Varo cari,wanita yang Varo renggut kehormatannya karna keadaan yang memaksa kami melakukan nya,ya waktu itu Briana di beri obat perangsang oleh saudara nya yang sekarang sudah Varo penjarakan,setelah kejadian itu,Varo ingin bertanggung jawab,tapi nyata nya Briana meninggalkan aku,apa papa ingat beberapa tahun yang lalu aku seperti orang tidak waras,ya inilah jawaban dari semua nya,aku hampir gila di buat nya,dan ketika aku mulai bangkit,karna aku ingin mencari nya kembali,setelah kejadian itu,aku putus asa untuk berhenti mencari nya,tapi Allah memberi petunjuk dengan mempertemukan aku dengan anak ku Vabri"ucap Varo


"apa!!"jadi Varo cucu mama Var?"tanya mama Varo yang baru menghampiri nya.


"iya ma,setelah pertemuan kami di toilet kafe,aku merasa bahwa Vabri mempunyai ikatan batin yang kuat pada ku"ucap Varo tersenyum.


"ya mama dan papa juga merasakan sesuatu ketika melihat wajah nya yang sangat mirip dengan mu sewaktu kecil,tidak ada beda nya,bagai pinang di belah dua"ucap mama yang di angguk i oleh Varo dan papa Geri.


"apakah mama dan papa akan merestui Varo?jika Varo menikahi Briana"tanya Varo pada kedua orang tua nya.


"nak,mama dan papa akan sangat senang jika kamu menikahi ibu dari anak mu,tapi papa minta jangan paksakan keinginan mu"nasehat papa


"tapi,bagaimana kalau dia menolak pa,ma?"tanya Varo ragu.


hai..hai,ayo jangan lupa like komen dan vote nya.


#**siapa yang mau Briana sama Varo bersama?


#dan siapa yang ingin Briana dan Varo di pisahkan😭😭,ayo tinggalin komen kalian.

__ADS_1


ilove you all


by: Agus Indrawati**


__ADS_2