
"keluarga pasien"tanya dokter yang menangani Indri.
"saya suami nya dok"ucap Reino yang mendekati dokter Anwar,karna dokter Jimmy masih di dalam"bagaimana keadaan istri saya dok?"tanya Reino lagi.
"maaf,kami sudah semaksimal mungkin untuk menyelamatkan bayi yang ada dalam kandungan nona Indri,tapi Allah lebih menyayangi nya,sekali lagi maaf,kami tidak bisa menyelamatkan calon bayi anda"ucap dokter merasa bersalah.
'jederrrrrrr'
bagai di sambar petir di siang bolong,hati bergemuruh,hancur sakit menjadi satu,apakah Indri akan memaafkan nya,ataukah sebalik nya.
"dokter,anda bercanda bukan?"tanya Reino menatap tajam sang dokter.
"ti..tidak tuan,itu kenyataan nya,karna mengalami tekanan yang mengharuskan Nina Indri keguguran"tutur dokter.
"tidak..tidak mungkin"ucap Reino luruh ke lantai.
"Reino..!!"ucap mama Clara memeluk sang anak yang luruh ke lantai.
"ma..Indri.. ma,dia tidak akan memaafkan aku ma,"ucap Reino memeluk sang mama,"dia akan sangat membenciku,karna aku dia kehilangan anak kami ma"ucap nya lagi.
"dokter, bagaimana keadaan adik saya sekarang?"tanya andre khawatir.
"pasien masih belum sadar kan diri,setelah pasien sadar di mohon jangan membuat keadaan beliau tertekan,saya takut akan terganggu dengan psikisnya"ucap dokter Anwar.
"apakah ada yang mengkhawatirkan dok dengan keadaan adik saya?"tanya Andre lagi.
"tidak ada yang perlu di khawatirkan,keadaan nya baik-baik saja,asal jangan di beri tekanan yang berlebih"jawaban dokter Anwar membuat Andre menghela nafas lega.
"baiklah dokter,terima kasih,apakah sudah boleh kami masuk?"tanya Andre.
"sebaik nya tunggu pasien di pindahkan di ruang perawatan"ucap dokter
"baik lah dok"ucap Andre yang di angguk i oleh dokter.
tak berselang lama Indri di dorong masuk di ruangan VVIP rumah sakit milik keluarga Mahendra. dan saat itu keluarga Indri pun menunggu nya.
"permisi tuan nyonya,kami akan membawa pasien kedalam"ucap salah satu perawat yang di angguk i semua keluarga.
__ADS_1
setelah semua nya sudah selesai,perawat itupun berlalu meninggalkan ruangan tersebut.
kini Reino mendekat duduk di samping bad hospital yang di tempati Indri dan memegang tangan nya yang tidak di infus,Reino menciumi tangan sang istri hingga tak sadar tangan yang di ciuminya bergerak,
"sayang,kamu sudah sadar"ucapan Reino membuat seluruh keluarga mendekat.
"sayang,dek,Indri"panggil mama Clara,Andre,dan papa Ferdi bersamaan
Indri mengerjapkan mata nya,sesaat dia linglung,setelah nya menyesuaikan sinar lampu hingga akhir nya di membuka mata nya dengan sempurna.
"ma,apa yang terjadi?"ucap Indri lirih,dia mengabaikan Reino yang ada di samping nya.
"sayang"ucap Reino lirih,mendengar itu Indri pun melepas genggaman tangan nya.
"kak,ada apa ini,kenapa tidak ada yang menjawab tanyaku"ucap Indri tanya lagi.
"dek,sekarang tenang dulu,sebaik nya kamu pulihkan dulu keadaan mu"ucap Andre.
"kak,ada kabar gembira buat mama,papa dan kak Andre"ucap Indri berbinar.
ya Indri memang belum tau kalau dia keguguran.melihat senyum sang istri Reino memeluk nya dengan erat dan meneteskan air mata nya.
"mas lepas,kau membuat ku tak bisa nafas"ucap Indri.
mama Clara sudah tak bisa menahan tangis nya,hingga dia masuk dalam pelukan sang suami,agar tidak terdengar Isak tangis nya.
"ma,apa yang mama tangisi,ayolah katakan ada apa,padahal aku mau memberi kabar bahagia,kalau aku sekarang hamil"ucap Indri tersenyum.
deg...
"sa..sayang,anak...anak kita, sudah tidak ada,kamu mengalami keguguran"ucap Reino
Indri yang tak menghiraukan ucapan Reino.
"kak,ma,pa,kenapa kalian semua diam!!ucap Indri menatap tajam semua nya.
"dek,sebenar nya apa yang di katakan suami mu itu benar ada nya"ucap Andre berdiri di samping Indri sisi kiri bad hospital
__ADS_1
"tidak..tidak,pasti kalian semua bohong kan kak?"tanya Indri yang sudah mengajak sungai air mata nya,yang menatap sang kakak,kemudian dia menatap tajam sang suami.
"ini semua gara-gara kamu,sekarang kamu pergi dari hadapan ku,aku tidak Sudi melihat wajahmu lagi"ucap Indri bergetar menahan amarah.
"sayang,jangan kaya gini,aku mohon"ucap Reino
"lepaskan aku,jangan pernah sentuh aku"ucap Indri melepas tangan Reino dengan kasar.
"dek"ucap Andre menggelengkan kepala nya bertanda bahwa sang adik tidak boleh seperti itu.
"kak,aku gak mau melihat dia"ucap Indri yang memeluk Andre.
Andre menatap Reino,dengan tatapan memohon supaya meninggalkan Indri dulu,Reino yang tau tatapan Andre,akhir nya,dia beranjak dari tempat duduk nya,sebelum pergi,Reino mencium pucuk kepala istri nya.
"sekali lagi maafkan aku"ucap Reino lirih,kemudian meninggalkan kamar rawat inap Indri,dan menyisahkan mama Clara dan papa Ferdi.
"sayang,mama minta maaf atas apa yang di lakukan Reino"ucap mama clara mendekat,Indri pun melepas pelukan sang Kaka,kini dia beralih memeluk sang mama mertua.
"ma..hiks..hiks"Indri menangis sesenggukan,"mas Reino..mas Reino jahat,dia yang membuat anak ku meninggal ma"ucap nya yang masih di dalam pelukan Indri.
"iya,mama mengerti,sayang mama tidak membela di pihak mana pun,hanya saja,jika di lihat dari sudut pandang Reino,dia takut,akan kehilangan kamu,yang mana waktu itu kamu telah koma beberapa bulan setelah melahirkan,jadi mama mohon,anggap saja ini ujian di dalam pernikahan kalian,Allah pasti akan memberikan yang terbaik setelah ini"tutur lembut mama Clara.
"benar yang di katakan mama mertua mu nak"ucap ayah Yusuf yang baru masuk setelah mendapat kabar dari Andre.
"ayah"ucap Indri beralih menatap sang ayah,kemudian mama Clara memberi ruang antara ayah dan anak tersebut.
"sayang,manusia hidup itu tidak semulus yang kita harapkan untuk menjalani kehidupan,karna perjalanan hidup itu pasti berliku,Allah menguji mu dengan sedemikian rupa,agar kamu bisa jadi manusia yang selalu sabar dan tawakal,di balik ini semua,Allah pasti memberi hikmah yang luar biasa,entah itu berupa apa,jadi jangan menyalahkan Reino,dia laki-laki yang baik,ayah juga tidak membenarkan Reino jika ingin menggugurkan anak yang tidak berdosa,tapi percaya lah nak,dia sangat menyayangimu dan anak-anak nya.
"permisi.."seorang suster datang membawa kendi yang berisi calon jabang bayi yang sudah di mandikan untuk segera di makam kan,dia masih berbentuk gumpalan darah yang sebesar buah kelengkeng,memang yang baru beberapa Minggu saja umur nya.
semua melihat siapa yang masuk dan melihat seorang suster membawa kendi papa Ferdi pun menghampiri nya.
"ada apa sus?"tanya papa Ferdi.
ayo jangan lupa like komen dan kasih rating bintang lima nya ya,
i love you all
__ADS_1
by:Agus Indrawati