
"papa..!"seru Arianna.
Reino berjongkok mensejajarkan tubuh nya di hadapan sang putri.
"anak papa,maaf kan papa ya,tadi papa kira mama belum boleh pulang maka nya papi Andre dan mommy yura,papa suruh mereka jemput kalian"cerita Reino.
"gak apa-apa pa?,malah kami senang kalau mama sudah boleh pulang"ucap Arianna.
"Abang di mana sayang?"tanya Reino
"Abang lagi di kamar mandi Pi,tadi kata nya sih mau pipis"ucap Arianna cengengesan.
"ayo pa masuk,aku ingin di tidur sambil di peluk papa ya?"tanya Arianna dengan wajah memelas.
"baik lah,ayo...ayo..papa peluk kalian"ucap Reino.
"tidak..."ucap Aryan yang tiba-tiba muncul dari pintu kamar mandi
"aku nggak mau di kelonin sama papa,aku kan sudah besar pa,Abang malu"ucap nya lagi.
"ya sudah kalau Abang nggak mau di kelonin papa,biar Arianna saja kalau gitu,wleee"ucap Rianna dan setelah nya menjulurkan lidah nya pada sang abang.semua itu tak luput dari penglihatan Reino.
"awas ya kamu"ucap Aryan yang hendak mengejar sang adik,tapi belum sempat lari,Reino memberhentikan mereka berdua,supaya cepat istirahat.
"Sudah...sudah,ayo cuci kaki kalian setelah itu istirahat"ucap Reino.
"baik pak"ucap kedua nya.
"kamu sih,papa jadi marah"ucap Aryan.
"Abang duluan kok yang duluan"elak Rianna.
"kok masih pada berdebat,ayo buruan Abang,adek"suruh Reino..
kini Aryan dan Arianna pun ngibrit ke kamar mandi karna takut sang papa tambah marah.
tak lama kemudian mereka keluar.
"pa,mama gimana keadaan nya?"tanya Aryan.
"Alhamdulillah sudah baikan,sekarang mama lagi istirahat"ucap Reino.
"sekarang kalian cepat tidur siang,setelah itu kalian temuin mama,biar gak khawatir sama kalian ok"ucap Reino menyatukan jari telunjuk dan jempol nya.
"ok pa"ucap kedua nya dan mulai tidur di ranjang masing-masing,kamar kembar memang luas,sehingga bisa di kasih tempat tidur dua sekaligus,Reino menepuk-nepuk pantat sang princess keluarga Mahendra hingga terlelap,setelah itu Reino mencium dahi kedua nya sambil menyelimuti.
tak lama kemudian ada ketukan pintu dari luar,
'tok..tok..tok..'
'ceklek'.....
"ada apa"ucap Reino setelah membuka pintu kamar tersebut.
"pak di depan ada saudara-saudara bapak kata nya"ucap anik
Reino mengernyitkan dahi nya "saudara?,mungkin kamu salah denger mbak?"ucap nya.
__ADS_1
"ish..bapak nih,pendengaran saya masih sehat Lo pak,masak iya saya yang budek"ucap Anin kesal,tapi tetep dalam mode sopan๐๐.
"ya sudah,dimana mbak Apri?"tanya Reino lagi.
"masih bikin minum buat saudara-saudara bapak"ucap Anin.
"lah..memang ada berapa orang Nik?"tanya Reino kesel.
"ish..bapak tanya Mulu,lagian saya gak ngitung pak,bapak liat sendiri aja deh,dari pada nanya ke saya,la terus saya nanya siapa?"ucap Anik mendapat setilan di dahi nya.
"ya Reino tidak menjaga jarak antara art nya,karna menurut nya mereka adalah saudara.tapi tetep dalam mode sopan ya,
"ya sudah,kamu jagain Abang sama adek"ucap Reino berlalu pergi meninggalkan baby sitter anak nya itu.
"ya Allah,kirim kan aku satu saja suami yang seperti tuan Reino"gumam Anik,(bukan berarti Anik menyukai Reino) di keluarga Reino sudah tidak ada pelakor ya,
"wah..wah..wah..ternyata kedatangan tamu jauh nih"ucap Reino yang tiba di lantai bawah.
"Rei gimana kabar nya?"tanya Varo.
"Alhamdulillah sehat"ucap Reino memeluk sahabat nya satu persatu.
"ini tumben ada angin apa,bukan nya masih lusa kita ngadain reunian nya?"tanya Reino.
"oh...cerita nya gak di terima nih kalau kita kesini?"tanya Andi.
"bukan begitu,kok bisa barengan kalian"penasaran Reino.
"ya,tadi aku telfon mas Dimas,dan kebetulan aku masih di rumah,kata mas Dimas,Indri tadi hampir celaka?"ucap Siska,
"sudah,yang jelas gimana kabar Indri?"tanya Varo yang mendapat tatapan tajam dari Reino
"astaga Reino,aku sudah punya istri dan ekor,kamu masih saja suka cemburuan"ucap Varo mengusap wajah nya kasar.
"sudah..sudah...Rei,kami kesini khawatir sama istrimu"ucap Andi.
"benar kak,yang di kata sama kak Varo,sekarang kita sudah punya kehidupan,lupakan yang lalu"ucap Safira.
"mas...!!"ucap Indri yang berada di tangga.
semua orang yang ada di sana menoleh ke sumber suara.dan reino berjalan kearah wanita yang sudah enam tahun lebih itu.
"sayang,kamu sudah bangun,kenapa keluar kamar,kamu bisa panggil mas"tanya Reino memapah Indri untuk mendekat ke para sahabat nya.
"aku itu gak papa Lo mas,aku kan cuma capek,bukan sekarat Lo"ucap Indri cemberut.
"tapi kan kamu baru pulang dari ruma sakit sayang,dokter tadi bilang kamu gak boleh capek"ucap Reino cemas
"mas,aku baik-baik saja,jangan berlebihan deh"ucap Indri kesal.
"gimana keadaan kamu mbak"tanya Safira.
"Alhamdulillah sehat Fir,kalian semua gimana kabar nya"ucap dan tanya Indri.
"Alhamdulillah kita semua sehat"ucap nya serempak.
saat ini Indri duduk di samping Reino.denga penuh perhatian Reino memeluk pinggang istri nya.
__ADS_1
"mbak siapin makan siang ya,biar para saudara ku makan siang bersama"ucap Indri lembut.
"iya Bu"ucap mbak Inah..
"ayo semua silahkan di minum"ucap Indri.
"Safira,gimana dengan kandungan mu?"tanya Indri.
"insya Allah kalau gak ada halangan bulan depan jadwal melahirkan mbak"jawab Safira.
"mudah-mudahan,lancar sampai lahiran ya"ucap Indri mengelus perut Safira.
"aamiin"ucap bersama
"terima kasih mbak"ucap Safira setelah nya.
"Bu,pak,makan siang nya sudah siap"ucap mbok Ijah dari belakang menghadap Reino dan Indri.
"baik maksih ya mbok,Oya yang lain sudah di siapkan juga buat makan sing nya?"tanya Indri.
"sudah bu"ucap mbok Ijah.
"o ya sudah kalau begitu terima kasih ya mbok"ucap Indri.
"sama-sama Bu,itu sudah kewajiban saya,kalau begitu saya permisi kebelakang dulu bu?!!"pamit mbok Ijah.
mbok Ijah berlalu dari perkumpulan sang majikan dengan para sahabat nya...
"ya sudah ayo kita ke meja makan,soal nya ini juga sudah waktu nya makan siang"ajak Indri beranjak yang di bantu Reino.
"mas,aku pingin makan nasi goreng teri"ucap Indri.
"ok,nanti mas bilang sama mbok Ijah"ucap Reino.
Indri menggelengkan kepala nya,"aku mau kamu yang masak mas"ucap nya manja.
yang lain menatap Reino dan Indri dengan wajah menelisik.
"Rei..??"ucap Varo dengan tatapan penuh tanya.
"hehehehe,,,iya..iya,Indri hamil 4 Minggu"tutur Reino cengengesan.
"Alhamdulillah"ucap kompak.
"berarti aku bakal punya ponakan lagi nih"ucap dimas. menimpali.
"iya,doa in aja yang terbaik"ucap Indri.
"wah,selamat ya aunti Indri"ucap Yura,"berarti Kaka Arkan bakalan punya adik nih"ucap nya lagi.
*
*
*
(mau kasih tau aja nih,kaya nya ini novel mau di tamatin aja deh,soal nya yang minat sedikit,padahal yang baca banyak,tapi kok yang like dan komen dikit banget,jadi loyo author nya)
__ADS_1