Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 40


__ADS_3

"dokter,,bagaimana keadaan Fanda dokter,,"teriak Andre frustasi karna tak kunjung mendapat jawaban dari sang dokter.


"hah,,,"dokter menghela nafas dengan kasar dan mendongak untuk membenarkan posisi kacamata nya,setelah melihat ketegangan yang terjadi,akhirnya dokter pung angkat bicara.


" nona Fandara tidak bisa di selamat kan,akibat sakit yang di derita nya sudah stadium akhir,di operasi pun hanya 1% untuk bisa bertahan hidup"ucap sang dokter,seketika dunia akan runtuh dengan bersamanya ucapan yang baru saja di ucap kan,


"tidak,,,,tidak,,!!!teriak Andre,,,"sayang begitu cepat kau meninggalkan aku,,maafkan aku yang belum bisa membahagiakan mu"ucap Andre lirih.


setelah kejadian satu bulan yang lalu,sejak kematian Fandara,Karina tak pernah terlihat lagi,karna setau Andre Karina pindah sekolah.


"ya waktu itu kau,meninggalkan kan aku karna wanita mu itu"ucap Karina murka


"cukup Rina jangan kau ungkit soal dia lagi"ucap Andre lirih,hampir tak terdengar,,,"dia sudah bahagia di sisi nya"ucap Andre lagi.


"kenapa aku tidak boleh menyebut nya,,,apa di juga telah meninggalkan mu,,"ucap Rina mengejek.


"ya dia meninggalkan aku untuk selamanya,"ucap Andre sedih mengingat almarhumah kekasih nya.


"mungkin kamu tidak tau yang terjadi setelah kejadian di sekolah waktu itu,Fandara meninggal ketika dia di rumah sakit"ucap Andre lagi


"aku tidak peduli,yang jelas aku cuma mau,membuat orang yang kamu sayangi,di lecehkan di depan mata kepala kamu sendiri"ucap Karina.stelah lama mendengar kisah sang Kaka,akhirnya Indri mengerti,tapi apa yang membuat Karina seperti ini


yang pasti,karna Reino bersama Indri,itu tujuan utama Karina supaya Reino meninggalkan Indri.


"mbak,,,,sebenar nya apa yang membuat mbak melakukan semua ini?"tanya Indri.


"aku melakukan ini,karna aku maw Reino meninggalkan mu,"ucap Karina menghampiri indri


"prok,,,,prok,,"Karina memanggil anak buah nya.


"lakukan apa yang aku suruh tadi"perintah Karina

__ADS_1


setelah mendapat perintah dari Karina beberapa dari lelaki berbadan besar mendekati Indri hendak mencumbu Indri,


"tolong jangan lakukan itu pada adik ku,,Karina aku mohon hentikan semua ini,,,aku akan menuruti apapun yang kamu inginkan,"ucap Andre frustasi melihat sang adik yang hendak di lecehkan.


"hahaha,,,,,sudah terlambat sayang,,aku hanya ingin melihat Reino menderita,aku ingin melihat Reino bagaimana ketika melihat apa yang terjadi dengan orang yang paling ia cintai"ucap Karina tegas.


"apa yang ingin kau lakukan dengan calon istri ku"ucap Reino geram,mendengar suara bariton Reino anak buah Karina gemetar,,ya karna mereka tau siapa tuan muda dari keluarga Mahendra itu.


"re,,,Reino,,,kenapa kamu bisa ada di sini?"ucap Karina gemetar.


"mas,,,"suara Indri serak karna menangis.


melihat keadaan Indri yang berantakan membuat Reino murka,,


plak,,,plak,,suara tamparan yang sangat keras,di pipi mulus Karina,mengakibat kan luka sobek di bagian pinggir bibir Karina,


"berani nya kau mengusik calon istri ku,apa yang membuat kamu mempunyai nyali untuk itu?"sarkas Reino.


"a,,aku bisa jelaskan Rei,aku mencintaimu,dan aku mau kamu tinggalin wanita ****** ini"teriak Karina


satu tamparan keras lagi yang di layang kan Reino,


"jangan sekali-kali kau samakan Indri dengan wanita ******,lepasin Indri atau kalian akan ku pecahkan kepala kalian satu persatu"ucapan Reino mampu membuat para anak buah Karina menciut,


setelah di lepaskan Indri hendak berlari kearah Reino naas nya Karian yang memegang pisau segera mengarahkan pada Indri dan,,,


jlebb,,,,


"Indri,,,!!!teriak semua orang,terkejut karna tiba-tiba,yang terkena tusukan bukan Indri melainkan andre


"kak,,,,"ucap Indri menjadi kaku.

__ADS_1


Reino berlari ke arah Indri dan Andre,


"sayang kau tidak apa-apa?"tanya Reino pada Indri,yang langsung di angguk i oleh Indri,,"ayo sekarang kita bawa kak Andre kerumah sakit,"ajak Reino


"Dimas semua aku serahkan semua nya sama kamu,,,ingat,bawa wanita ****** itu keruang bawah tanah."perintah Reino pada Dimas


"baik tuan."ucap Dimas


...****************...


kini Indri dan Reino menunggu di depan ruangan UGD,setelah beberapa menit yang lalu Andre masuk ruangan operasi,pasal nya tusukan yang di alami Andre cukup dalam.


"sayang"ucap Reino yang langsung mendapat pelukan erat,dan merasa dada nya basah,Reino mencoba mengurai pelukan nya


"mas,,,kak Andre,,,aku takut terjadi yang tidak-tidak"ucap Indri sesenggukan.


"tenang sayang,,kak Andre orang yang kuat, aku yakin kak Andre akan melewati masa kritis nya,"ucap Reino menenangkan Indri.


setelah menunggu sekian jam,akhirnya lampu ruangan operasi padam,


dan dengan bersamaan salah satu dokter yang menangani Andre keluar.


Indri berjalan menghampiri dokter yang baru saja keluar dari ruangan operasi.


"dokter bagaimana keadaan Kaka saya"tanya Indri


"Alhamdulillah,operasi nya berjalan dengan lancar,tpi pasien belum sadar,jika dalam 3 jam ke depan pasien belum melewati masa kritis,,,"ucapan dokter terhenti karena bingung mau berbicara


"apa yang akan terjadi kepada nya dokter,"tanya Indri sudah tidak bisa membendung air mata nya,


"kita sudah berusaha semaksimal mungkin,jika Allah punya kehendak lain,kita tidak bisa apa-apa"ucap dokter

__ADS_1


"tidak,,,kak Andre pasti sembuh"ucap Indri lemas,dan jatuh di pelukan Reino,


"sayang,,,sayang,ingat kak Andre pasti akan baik-baik saja.


__ADS_2