
"kalau tuan Reino mau pesan apa?"tanya writters tersebut
"hmm...kalau saya seperti biasa saja"ucap Reino datar."dim Lo mau pesan apa?"tanya Reino karna sedari tadi Dimas sibuk dengan handphone nya.
"eh...i..ya,sampai lupa, emmm...saya pesan mie goreng dan jus jeruk saja"ucap Dimas
"loh..itu..bukan nya kak Varo?"ucap Safira membuat ketiga tampan itu melihat kearah yang di tunjuk Safira
"seperti nya dia sudah membuka hati nya untuk wanita lain"
membuat Varo salah tingkah di buat nya, karna tidak sengaja bertemu dengan teman-teman nya"kalian sedang apa di sini?
"wah..wah..ternyata tuan Alvaro bisa terlihat bego ketika di sebelah nya ada cewe cantik!!"ejek Dimas.
Reino yang sedari tadi diam hanya menyimak saja tanpa menimpali ucapan siapapun dan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat para sahabat nya
"hahahah"semua orang tertawa
gadis di samping Varo memperhatikan Reino yang tidak melihat kearah nya sama sekali,dia seperti familiar melihat wajah Reino.
"ya jelas kita kesini itu untuk makan Bambang"ucap Andi
"eh,,maaf"ucap Varo menggaruk ceruk leher nya yang tidak gatal,
"memang nya Lo gak mau ngenalin cewe di samping Lo itu?"tanya Dimas penasaran
"ah ya,maaf gue sampai lupa mau ngenalin,ini nama nya Gracia Poli,teman semasa kuliah di Jerman dulu"ucap Varo.
"halo semua nya,salam kenal dari ku,panggil saja Grace,senang berkenalan dengan kalian.
mereka memperkenalkan diri nya masing-masing"tibalah giliran Reino
"panggil saja aku Reino"ucap nya datar,
"wah-wah,ternyata suatu kehormatan buat aku berkenalan dengan raja bisnis di negara kita ini"ucap Grace senang
"jangan terlalu mendewakan orang lain,karna aku hanya manusia biasa sama seperti yang lain nya"ucap menekan setiap kata yang di utarakan.
"ah..ya ya maaf kan aku,"ucap Grace merasa harga diri nya di permalukan, "lihat saja kau akan bertekuk lutut di hadapan ku Reino!!"batin Grace geram,sebenar nya dia baik,cuma segala sesuatu yang di ingin kan harus terwujud,tapi jika orang yang dia incar sudah menjadi milik orang lain,ia akan mundur dengan sendiri nya.
"ayo silahkan duduk nona,kita makan siang bersama kalau begitu?"ucap Safira
"ah..baiklah kalau begitu,terasa ramai kalau makan seperti ini,kini Varo dan Grace duduk bersama yeman-teman nya
"Rei,nanti gue ikut Lo kerumah sakit,buat jenguk istri Lo ya?"tanya Andi
"iya aku juga ikut ya kak,sudah dua bulan lebih aku tidak pernah punya waktu untuk mengunjungi mbak Indri"ucap Safira
__ADS_1
"terserah kalian"ucap Reino
"Var,Lo mau ikut nggak nengok bini nya reino"?"tanya Andi
"gue sih mau-mau aja"ucap Varo santai
"apakah aku boleh ikut kalian"tanya Grace
"tentu saja boleh"jawab Safira dan Andi bersamaan
Grace menatap Dimas dengan tatapan tidak suka,
"Oya para tuan muda,besok akan di adakan syukuran di kediaman tuan Reino Mahendra"ucap Dimas mengingatkan
"syukuran apa Rei?"tanya Andi
"atas kepulangan si kembar dan pemberian nama secara resmi untuk si kembar"ucap Reino
deg
deg
"apa??,jadi tuan Reino sudah mempunyai anak,dan anak nya kembar"batin Grace terkejut
"Grace...!!"seru Varo yang sudah memanggil nama nya sedari tadi
"eh..i..iya ada apa? maaf aku kurang enak badan"ucap Grace,
"ehem-ehem"ucap Andi meledek Varo
"sedikit kurang nyaman aja?"ucap Grace.
apa sebaik nya kita pulang saja?"tanya Varo
"ti..tidak perlu,kita kan mau njenguk istri tuan Reino"ucap Grace
"jika anda sakit,lebih baik istirahat saja nona"ucap Dimas datar
"ya benar kata kak Dimas,kalau kamu tidak enak badan lebih baik istirahat saja"ucap Safira
"tidak..tidak,tidak apa-apa nanti juga baikan"ucap nya kekeh ingin ikut kerumah sakit.
"permisi tuan,makanan telah datang,maaf agak sedikit agak lama"ucap manager tersebut di ikuti beberapa writters di belakangnya dengan membawa beberapa menu yang mereka pesan.
"tidak masalah pak Roy"ucap Reino ramah
"kalau begitu silahkan menikmati tuan-tuan,dan nona-nona"ucap manager tersebut dan berlalu pergi.
__ADS_1
"ayo silahkan di nikmati makan siang nya nona Grace"ucap Dimas sopan
"terima kasih tuan Dimas"balas Grace
kini mereka berenam makan penuh dengan keheningan,dan setelah makanan yang ada di depan mereka sudah tandas semua,kini Reino beranjak
"Rei,apakah sekarang berangkat kerumah sakit?"tanya Andi yang merasa nansi nya saja belum turun,Reino sudah mengajak pergi saja.
"jika Lo masih ingin di sini maka gue duluan oke,nanti kalian bisa menyusul"ucap Reino berlalu pergi tak luput Dimas pun mengekor di belakang Reino
"dim,aku harap wanita yang bersama Varo tidak mencari masalah seperti wanita yang sudah-sudah"ucap Varo tanpa melihat kearah Dimas,
"saya kira anda tidak melihat gerak-gerik wanita tadi tuan?"tanya Dimas,
"aku cukup melihat sebentar sudah tau dia wanita seperti apa,jika dia tidak melakukan apa-apa,biarkan saja,tapi jika dia bertindak di luar batas,aku harap kau buang jauh-jauh dari kehidupan ku"ucap Reino
"baik tuan"ucap Dimas membukakan pintu mobil nya dan dia berlari mengitari mobil untuk mengemudi.
Dimas bagaimana dengan perusahaan Abi Manyu yang ada di Lombok?tanya Reino
"Alhamdulillah lancar tuan"jawab Dimas
"bagus, jika kau kesulitan kau bilang pada ku"ucap Reino yang sedang sibuk melihat email masuk menggunakan iPad nya.
setelah menempuh perjalan kurang lebih satu jam setengah Reino dan Dimas tiba di pelataran rumah sakit,ketika tiba di lorong,Reino melihat dokter berlari terburu-buru masuk ke ruangan istri nya,dia pun berlari mengejar para dokter tersebut.dengan kasar Reino membuka dengan kasar,dia pun terperangah melihat sang istri
"sa..sayang"ucap Reino bergetar,dia pun berlari mendekat kearah dokter
"apakah benar yang aku lihat ini?" tanya Reino berkaca-kaca
"mas!!"ucap Indri lirih
"sayang,,,akhirnya kamu siuman setelah beberapa bulan koma"ucap Reino memeluk dan menciumi sang istri di seluruh wajah nya,dan berulang kali memeluk sang istri.
"permisi tuan,biarkan kami memeriksa keadaan pasien"ucap dokter Siska.
Reino pun menyingkir membiarkan dokter memeriksa keadaan Indri,
melihat dok tersenyum terhadap nya membuat Reino bingung
"apa yang membuatmu tersenyum padaku sis?"tanya Reino penasaran
"Alhamdulillah Rei,ini mukjizat dari yang maha kuasa,istrimu sadar dengan keadaan yang stabil,tanpa ada yang perlu di khawatirkan"ucap dokter Siska
Reino menatap istri nya penuh rindu.
hai-hai jangan lupa like komen dan vote ya
__ADS_1
i love you all
by:Agus indrawati