Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 57


__ADS_3

"ma,,dia kan kerja di kafe pasti dia makan siang di kafe,kan banyak makanan di sana"ucap Safira yang dapat senggolan dari sang mama.


"apa sih mah"ucap Safira lagi


"kamu itu gak sopan sayang"ucap mama Andara


"nggak apa-apa kok Tante,kalau begitu saya permisi"ucap Andi berdiri dan menyalami mama Andara"assalamu'alaikum"salam Andi


"wa'alaikumsalam"jawab Safira dan mama Andara bersamaan"hati-hati nak"ucap mama Andara lagi,


yang di angguk i oleh Andi dan berlalu pergi.


...****************...


pagi menyapa,pasangan pengantin baru kini keluar kamar dan akan ikut sarapan bersama keluarga indri,karna siang hari mereka akan pindah di kediaman Mahendra,


"pagi yah,Bu?"ucap Reino dan Indri bersamaan.


"pagi nak,kalian sudah bangun"jawab pak Yusuf.


"iya ayah"jawab Indri,sedang ibu yang mengetahui anak nya mandi keramas,walaupun sudah pakai hairdryer tetap saja keliatan keramas membuat ibu senyum-senyum sendiri.indri pun menghampiri sang ibu yang sibuk menyiapkan sarapan.


"ibu biar Indri bantu"ucap Indri.


"enn,,,tidak usah sayang pasti kamu masih capek kan"ucap ibu Maryam ambigu membuat Indri bingung.


"maksud ibu,,,Indri kan nggak ngapa-ngapain"ucap Indri bingung


"bukan nya semalam lembur"bisik ibu membuat Indri paham dan malu


"ibu apaan sih,jangan godain Indri Napa"ucap Indri tersipu malu


"ibu kan juga pernah muda sayang"ucap ibu Maryam tetep menggoda sang putri


"ibu,,,!"geram Indri merasa terintimidasi oleh ibu nya,setelah selesai menyiapkan sarapan kini mereka sarapan bersama.merasa ada yang kurang Indri pun bertanya


"o iya Bu Kaka kemana kok kelihatan batang hidung nya"ucap Indri yang dapat teguran dari sang ayah


"sayang gak sopan nanya Kaka nya kaya gitu"ucap ayah Yusuf


"iya,,,iya maaf"ucap Indri"memang nya Kaka kemana kok gak ikut sarapan bersama.


"gak tau tadi pagi-pagi sekali Kaka mu pamit untuk datang ke kafe kata nya ada urusan penting"ucap yusuf

__ADS_1


"oh gitu"ucap indri


"enn, ayah,ibu,,,mungkin setelah Reino pisang kantor,kami akan pindah kerumah utama keluarga Mahendra,karna papa sama Mama mau ngadain syukuran di rumah"ucap Reino berpamitan dengan mertua nya.


"kalau memang ada syukuran di rumah kenapa gak tinggal di sini sementara nanti malam pulang kerumah menghadiri acara syukuran"ucap ibu Maryam karna merasa belum ingin di tinggal oleh anak perempuan nya.


"Bu,,saya sama Indri akan sering berkunjung,dan kami akan menginap jika saya libur,ibu gak usah khawatir,bahkan ibu bisa datang kekediaman papa mama,jika ibu berkenan"ucap Reino memberi pengertian


"benar Bu kata nak Reino,lagian sekarang Indri kan sudah menjadi tanggung jawab nak Reino,kita sebagai orang tua harus nya mendukung keputusan menantu kita Bu"ucap ayah menimpali ucapan Reino,membuat ibu Maryam terlihat sedih


"Bu,jangan sedih dong,Indri kan ikut sedih"ucap Indri sedih melihat sang ibu


kini mereka telah usai sarapan,sebenar nya Reino dalam masa cuti,tapi karna ada pekerjaan yang mendesak,akhirnya Reino berangkat kekantor.


"Bu,Reino janji akan menjaga Indri dengan baik,dan Reino tidak akan mengecewakan ibu"Reino menyakinkan ibu Maryam,seketika membuat ibu maryam tersenyum dan mengangguk,


"sayang sekitar jam sepuluh nanti mas harus kekantor,sebelum berangkat,ayo kita beres-beres apa yang mau kamu bawa"ucap Reino


"iya mas,kalau gitu mas ke kamar dulu,setelah aku selesai membereskan semua ini,aku menyusul"ucap Indri lembut


"baiklah kalau gitu,,,yah,Bu,Reino pamit kekamar dulu"ucap Reino lembut yang di angguk i oleh kedua orang mertua nya.kini Indri dan ibu sedang di dapur untuk membereskan sisa makanan dan mencuvi piring,setelah semua nya beres akhirnya Indri masuk kekamar untuk membantu Reino berkemas.


"mas,,,"panggil Indri mencari Reino,karna melihat kamar nya kosong"kemana mas Reino kok nggak ada"gumam Indri


ceklek,,


"sayang,,,sudah selesai di dapur"ucap Reino berjalan mendekati indri dan memeluk nya,membuat Indri teringat adegan semalam yang dilakukan nya dengan sang suami


"mas,,"ucap Indri lirih,dan semakin dalam menyembunyikan wajah nya karna mungkin sudah merah seperti buah tomat.


"kenapa,,"Reino tau bahwa istri nya masih malu-malu malah pura-pura tidak tau.


"lepasin aku,,,aku mau kekamar mandi"ucap Indri


"boleh tapi cium dulu ya"goda Reino


"gak mau"ucap Indri menggelengkan kepala


"mas gak akan lepasin kamu"ucap Reino mempererat pelukan nya


"mas,,ih aku gak bisa nafas"rengek Indri


"cium dulu"kekeh Reino

__ADS_1


"gak mau,,,pokok nya gak mau"ucap Indri


"ya sudah kalau gitu,,,,"ucapan Reino terhenti membuat Indri mendongak kan kepalanya menatap sang suami


"kalau gitu apa"tanya Indri penasaran


"kalau gitu mas yang akan nyium kamu"ucap Reino yang langsung membenamkan bibirnya kebibir Indri,dalam sekejap Reino melahab habis bibir manis Indri,Indri yang kaget pun membelalakkan mata nya


"hempp,,,hempp"suara Indri tertahan dan memukul-mukul dada bidang Reino,karna ciuman Reino yang lama semakin lama membuat nafas Indri hampir habis akhirnya ciuman bibir itu di hentikan.


hos


hos


hos


nafas kedua nya tersendat karna adegan ciuman dadakan Reino.


"mas kenapa gak ngomong sih kalau mau nyium"ucap Indri cemberut


"kalau mas ngomong,apa kamu mau di cium sama aku sayang"ucap Reino yang mendekati Indri,dan Indri pun lari kabur ke kamar mandi


"wleee,,"goda Indri menjulurkan lidah nya


"awas ya berani ngeledek mas"ucap Reino mengejar Indri,naas nya ketika Reino di depan pintu,seketika pintu di tutup oleh Indri


"sayang buka pintu nya"ucap Reino


"gak mau mas,kalau mas Reino gak mau pergi dari depan kamar mandi,Indri gak mau keluar."ucap Indri teriak dari dalam kamar mandi.


"ayo dong sayang buka pintu nya"rayu Reino


"ok baiklah kalau gak mau buka pintu nya"ucap Reino pura-pura pergi membuka pintu kamar,lalu menutupnya kembali,padahal Reino masih duduk di sofa dalam kamar.


saat itu pula Indri keluar dari dalam kamar mandi kaget melihat Reino masih di kamar


"mas,bukanya tadi Indri dengar buka pintu"tanya Indri,,"atau jangan-jangan mas bohongin aku ya,,"ucap Indri lagi yang langsung melempari bantal Reino hingga perang bantal terjadi,mereka saling memukul bantal dan langsung menjatuhkan tubuh masing-masing di kasur dalam keadaan telentang,Reino memiringkan kepala melihat kearah istri nya dan tersenyum


"kenapa mas,ngelihat aku senyum-senyum,memang ada yang aneh ya sama aku"ucap Indri memegang wajah nya yang langsung di genggam tangan Indri.


"terima kasih,,"ucap Reino dengan tatapan lembut


"terima kasih buat apa mas"tanya Indri heran

__ADS_1


"terima kasih sudah mau menjadi bagian dari hidupku dan keluarga ku"ucap Reino membuat Indri tersenyum lembut...


hai hai,,,,hayo siapa yang masih mau di lanjut,kalau masih mau di lanjut,author cuma minyak di like komen,vote kalau boleh rating lima nya juga boleh,biar author nya semangat🥰🥰🥰


__ADS_2