Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 94


__ADS_3

"ya benar sayang,sejak awal mama bertemu Karina pun,tidak suka karna seperti nya dia terlalu angkuh"ucap mama Clara


"ya benar kata mama Rei,dan papa juga sangat bersyukur mempunyai menantu seperti Indri,dia tau cara bagaimana menghormati orang tuan,dan memperlakukan nya dengan baik dan sopan"ucap papa Ferdi menimpali ucapan mama Clara.


"baik lah,sebaik nya kita istirahat,karna tamu juga sudah di tangan oleh Dimas,papa sama Mama istirahat,karna besok kita akan ada perjalanan jauh"perintah Reino mengingat kan kedua orang tua nya.


mereka memasuki kamar masing-masing,melihat sang istri sudah terlelap,Reino berlalu kekamar mandi untuk membersihkan badan nya,setelah beberapa saat,dia pun masuk dalam selimut,dan menarik Indri masuk dalam pelukan nya,merasa ada yang mendekap nya Indri bersuara dalam keadaan setengah sadar


"mas..."ucap Indri


"stttt,sudah lanjutkan tidur mu"ucap Reino yang ikut memejamkan mata nya,


kini pasangan suami istri itu telah terlelap dalam pekat nya malam di temani suara jangkrik yang saling bersautan,yang menandakan bahwa malam sudah larut.tapi berbeda dengan pasangan calon pengantin baru,kini mereka sama-sama deg-degan.karna besok adalah hari yang di tunggu kedua nya,kini Andi dan Safira sedang melakukan video call,dimana mereka saling menenangkan.


"hallo assalamu'alaikum"salam Safira


"wa'alaikum salam"jawab Andi


"ada apa kak?tanya Safira malu-malu


melihat calon istri nya malu-malu membuat Andi gemas "apa tidak boleh jika calon suami mu menelfon"ucap Andi menggoda safira,.


"bo..boleh kok,hanya saja aku malu"ucap Safira menangkupkan wajah nya di bantal.


"hei..kenapa harus malu,aku ini calon suami mu"ujar Andi."kenapa jam segini belum tidur"tanya nya lagi.


"sebenar nya,aku gugup kak,karna besok hari di mana kita akan menikah"ucap Safira yang terlihat khawatir.


"jangan cemas,aku ada bersama mu,"ujar Andi.


"Kaka sendiri kenapa belum tidur,malah menelfon ku?"tanya Safira.


"em..anu.. itu--"ucap Andi.


"anu itu,anu itu apa? kenapa jadi gagap begitu"ucap Safira menggoda Andi.


"A..aku merindukan mu"ucap Andi gugup.


"benarkah,tapi aku tidak"ucap Safira.

__ADS_1


"berarti hanya aku yang merindukan mu?"tanya Andi kecewa,tapi raut wajah nya berubah setelah mendengar ucap pan Safira


"aku,tidak pernah yang nama nya tidak merindukan mu,aku selalu merindukan mu kak,di setiap waktu ku"ucap Safira


mendengar ucapan itu pipi Andi memerah karna tersipu "wah..wah nyonya Andi Wijaya rupanya sedang menggoda calon suami"ucap nya


"tidak...mana berani aku menggoda calon suami ku"ucap Safira mengelak.


"ya sudah,sekarang istirahat,besok hari bahagia juga hari yang melelahkan untuk kita"ucap Andi tersenyum.


"baik lah kalau begitu mari istirahat,aku matiin ya?"ujar dan tanya Safira yang hendak mematikan tlfon nya.


"hai..hai mau ngapain?"seru Andi.


"katanya suruh istirahat,makanya mau aku matiin"ucap Safira polos.


"sayang"ucap Andi 'blush'rona merah di pipi Safira kentara nyata membuat Andi senang menggoda Safira "kenapa wajahmu memerah sayang"ucap nya


"Kaka...!!"teriak Safira di sauti dengan gelak tawa oleh andi..


"hahahaha,,aku sudah gak sabar nunggu besok"ucap Andi enteng membuat Safira tambah merona.


"memang nya apa yang akan di lakukan oleh kak Andi"batin Safira bermonolog sendiri.


"yakin mau tidur?"tanya Andi.


"he'em"jawab Safira dengan anggukan.


"tapi cium dulu ya?"pinta Andi dengan memohon


"ih..gak ah malu"jawab Safira menunduk karna malu.


"kenapa harus malu,besok kamu sudah seutuh nya milik aku,jadi gak usah malu?"ucap Andi "ayo cepetan cium jauh dulu?"pinta Andi lagi


"muaaaacchhh"cium Safira dan langsung berpamitan "assalamu'alaikum"pamit Safira tanpa menunggu jawaban dari Andi karna malu.


Andi yang melihat calon istri nya mematikan tlfon secara sepihak dia pun tersenyum bahagia, karna merasa senang menggodai nya.


lain dengan Reino dan Andi,lain lagi dengan Varo,dia di bikin bingung karna kehilangan Briana.

__ADS_1


setelah kejadian panas tadi sore,malam ini Varo kehilangan Briana,dia pun di bikin kalang kabut,pasal nya Varo baru saja pulang dari kantor polisi,setelah di mintai penjelasan tentang penculikan Brian,sebelum nya ia mengantarkan Briana ke apartemen nya,


"Briana..Ria.. Briana!!"panggil Varo ke penjuru ruangan nya,tapi nihil tidak menemukan di mana letak gadis itu seketika membuat nya panik setengah mati,


"Briana kamu di mana,ya tuhan!!" ucap Varo mengusap wajah nya dengan kasar "Briana di mana kamu,tolong kembalilah"ucap nya lagi.


Varo mondar mandi mencoba menghubungi anak buah nya di suruh untuk menjaga Briana selama dia pergi tadi,


"ya hallo tuan"ucap Rio


"kamu dimana?"tanya Varo


"saya ada di kediaman nona Briana"ucap Rio


"kenapa kembali kerumah nya,apa yang terjadi?"tanya Varo lagi.


"nona Briana mengatakan bahwa ia sudah meminta izin pada tuan untuk kembali pulang?"ucap Rio


"apa,,!!"teriak Varo


"ya tuan,dan nona bilang bahwa anda sudah mengijin kan untuk pulang,makanya saya antar nona Briana pulang"ujar Rio


"brengsek,cepat cari Briana"perintah Varo


"tapi tuan"ucap Rio terhenti


"tidak ada tapi-tapian,sekarang juga cari dia di dalam rumah,jika terkunci maka dobrak pintu nya"ucap Varo marah


"ba..baik tuan akan saya laksanakan"ucap Rio menjadi penutup panggilan nya dengan Varo,karna Varo tidak mendengar ucapan Rio,dia mematikan telfon begitu saja,dan mengusap wajah nya kasar,dia pun berlari keluar menuju kediaman Briana.


Varo membawa mobil nya dengan kecepan tinggi,tanpa menghiraukan umpatan dari pengendara lain dan hampir saja menabrak pengendara yang Sudak di klakson berkali-kali,ia pun kehilangan akal sehat nya,memikirkan apa yang akan terjadi pada Briana,gadis yang baru di kenal nya dua hari belakangan,tapi mampu membuat sia selalu berjalan dalam pikiran Varo,tak lama kemudian Varo memarkirkan mobil nya di depan rumah yang tidak terlalu besar tapi terkesan mewah.


"dimana Briana berada?"tanya Varo yang mendapat gelengan.


"apa maksud kalian?"tanya Varo memegang kerah kemeja yang di kenakan oleh Rio.


"ka...kami tidak dapat menemukan nya tuan,karna setelah tuan memerintahkan untuk mendobrak pintu kediaman nona Briana,kami pun melakukan nya,tapi,ketika kami berhasil membuka pintu,kami tidak menemukan nona Briana di dalam tuan"ucap Rio gemetar melihat tatapan intimidasi dari Varo.


hai..hai jangan lupa tinggalin jempol kalian,dengan tekan like komen dan vote,jangan lupa juga tekan love ya,,,,sekalian mampir juga di novel terbaru author yuk merapat dengan klik profil author thank's all

__ADS_1


"i love you all


by:Agus indrawati


__ADS_2