
beberapa hari berlalu Indri sudah sehat,kini ia menemani Reino,karna Reino masih dalam masa pemulihan,
"udah sayang,,,aku sudah kenyang,,,jangan di paksa lagi,,,soal nya masih sering mual,dan pusing,,,"ucap Reino menolak untuk di suapi lagi.
"mas apa mual dan muntah,itu efek dari cedera yang di alami mas?"tanya Indri lembut.
"hmmm" ucap Reino menahan gejolak dalam perut,yang rasa nya pingin keluar.
"mas, ada apa dengan mu,,apa yang sakit?,ngomong dong mas".tanya Indri panik melihat muka Reino.
"tolong bantu mas,ke kamar mandi sayang,,mas pingin muntah"akhirnya Reino angkat bicara,merasa sudah tidak sanggup lagi menahan gejolak dalam perut.
setelah berada di kamar mandi,Reino memuntahkan semua sarapan yang baru saja ia makan,selesai dengan acara muntah,Reino terlihat pucat.
"mas,,wajah nya kok pucat banget,,aku panggil dokter sebentar,Indri sudah berlari keluar karna Reino masih mw mengatakan,tidak perlu keluar,karna dalam kamar ada tombol,yang khusus untuk memanggil dokter,Reino hanya geleng-geleng kepala seraya tersenyum melihat calon istri nya yang menggemaskan.
setelah beberapa menit Indri kembali dengan membawa dokter Jimmy.
"permisi tuan,saya akan periksa keadaan anda"ucap dokter Jimmy
__ADS_1
"hmmm"ucap Reino dengan gumaman
setelah dokter selesai memeriksa keadaan Reino.
"ini hanya efek samping dari gegar otak yang di alami anda,,,jadi jangan terlalu khawatir,mungkin dua atau tiga hari kedepan anda sudah di perbolehkan untuk pulang,,,tpi ingat jangan terlalu kecapean atau berpikir terlalu keras takut nya akan berakibat fatal untuk kedepannya"penjelasan dokter Jimmy
"baik dok,,terima kasih"ucap Indri
"mas istirahat saja,,aku mau pulang sebentar,buat ngambil baju ganti,sekalian nengok ayah sama ibu,"ucap Indri
"hmmm,,,biar mas telfon Dimas,,,buat anterin kamu"ucap Reino sambil mengelus tangan Indri
"gak usah mas,lagian kan Dimas pasti sedang sibuk,kasian kalau dia mondar-mandir pasti capek mas"ucap Indri
"ish,,,,mas,"ucap Indri jengkel karna sikap Reino yang posesif
"jadi jangan bantah,,,tunggu sampai dimana datang,kalau gak nurut,,biar suruh ibu atau ayah yang datang kerumah sakit,"ucap Reino tegas
"ya ya ya,terserah lakukan apa yang mau kamu lakukan,lagian gak ada pilihan buat aku untuk protes"ucap Indri cuek,terus memutar badan duduk di sofa,
__ADS_1
"sayang bukan maksud aku begitu,tapi ini demi keamanan kamu,,mas gak mau kamu kenapa-napa,"ucap Reino lembut.
tapi tidak ada jawaban sama sekali dari Indri
"sayang,,,"panggil Reino,tanpa ada sautan dari Indri
ceklek,Indri &Reino melihat kearah suara,pintu terbuka,ternyata Dimas yang datang,
"selamat siang bos,Indri,,gimana kabar nya bos,udah mendingan belum?ucap Dimas
"panggil nona Indri,sejak kapan kamu akrab sama calon istri ku,"ucap Reino ketus
"ma,,maf bos,,,"ucapan Dimas terpotong oleh Indri.
"sudah,,sudah,,kaya anak kecil aja,,,ya sudah mas,aku pamit pulang dulu,,,ayo kak dim?ucap Indri berlalu pergi,
"permisi bos,"pamit Dimas
"sayang,,"teriak Reino pada Indri yang tak di hiraukan oleh pujaan hati nya
__ADS_1
"huffft,,,,ngambek lagi,,kapan di yang kita itu bahagia,"ucap Reino lirih
sesampai nya di parkiran Indri bicara dengan Dimas.