Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 106


__ADS_3

"pa!!,aku sangat bahagia karna kita mempunyai cucu yang sangat tampan,aku harap Briana mau menerima Varo ya pa"ucap mama Fadila sendu


"iya ma,papa juga berharap begitu,ya sudah ayo kita masuk,soal nya angin malam gak bagus but kesehatan"ajak papa Geri.


mereka kembali ke kamar masing-masing,dan lain hal nya,di keluarga Mahendra,sedang di ributkan dengan cucu kembar nya yang selalu membuat keramaian,kini si kembar sudah masuk TK di mana mereka anak yang cerdas,kalau Kaka menuruni sifat sang papa yang tegas,dingin dan pendiam,lain dwnga sang adik,bersifat bar-bar tapi memiliki hati yang lembut sperti sang ibu.


"mama,papa!!"teriak twin yang baru pulang dari sekolah.


"eh..kesayangan mama sudah pulang"ucap Indri mencium anak nya setelah kedua nya mencium punggung tangan sang mama.


"papa kok tumben di rumah,memang gak ke kantor?"tanya Aryan.


"nggak sayang,soal nya uncle Varo mau kesini sama anak nya"ucap Reino.


"loh..bukanya uncle Varo belum menikah?"tanya Aryan


"iya pa,ma,kapan uncle Varo menikah, tau-tau udah punya ank aja"ucap Arianna menimpali.


"nanti kalau kalian sudah besar pasti tau"ucap Indri memberikan pengertian.


"assalamu'alaikum"ucap Varo memutuskan pembicaraan antara ibu dan anak itu.


"wa'alaikumsalam"ucap bersama


"uncle..!!"teriak Arianna berlari,Varo merentangkan tangan nya dan menggendong princess keluarga Mahendra.ya Arianna memang sangat dekat dengan Varo,dari pada sama sang papa.


terkadang Reino kesal lalu Varo main kerumah.


"sayang,papa nggak di peluk Lo dari tadi,kenapa uncle Varo baru datang langsung di peluk"tanya Reino merajuk.


"habisnya papa gak asyik kayak uncle Varo"ucap Arianna.


melihat Varo begitu dekat dengan anak Reino dan Indri,membuat Briana tersenyum.entah apa yang membuat nya tersenyum.


"eh ada tamu,ayo silahkan duduk"ajak Indri pada Briana.


"eh..iya Ndri makasih"jawab Briana.


"udah gak usah sungkan,anggap aja ini rumah sendiri"ucap Indri yang di angguk i oleh Briana.


"halo tampan,siapa nama nya?"tanya Indri.


"nama ku Vabri aunti cantik"ucap Vabri.


Varo melihat raut wajah Reino yang cemberut,dia pun dengan sengaja menggoda Reino.


"wah,kak Varo kenapa wajah nya terlihat seperti pinang di belah jadi dua,cuma Vabri versi Kaka yang kecil"tanya Indri


"yups,gimana tampan nggak karya ku Ndri?"tanya Varo.


"ya,bagaimana tidak tampan,papa nya tampan dan mama nya cantik"ucap Indri.

__ADS_1


"when"Reino berdehem.


"jangan kurang ajar kamu Varo"ucap Reino kesal,lantas sahabat nya itu tau kalau dia paling tidak suka jika istri nya memuji laki-laki lain.


"apa sih sayang"ucap Indri.


"Aryan,Arianna,sekarang ganti baju dulu,habis itu ajak main Vabri ya sayang"ucap Indri lembut.


"ok ma, assalamu'alaikum"ucap twins bersamaan pergi menuju kamar masing-masing untuk ganti baju.


"gimana Var,kapan akan menikah nya?"tanya Reino


"aku juga kurang tau sih Rei, soal nya nyonya Varo masih dim membisu,belum memberi kepastian.


"kak..!!"ucap Vabri dengan suara tertahan.


"ok..ok,aku gak akan nyinggung soal itu lagi"ucap Varo.


"apa yang buat kamu mengulur waktu Bria?"tanya indri.


"entahlah,aku masih menikmati dengan statusku yang sekarang"ucap Briana.


"apa gak kasian sama bujang tua ini?"tanya Reino


"enak aja bujang tua"ucap Varo melempar bantal.


"sialan Lo"ucap Reino.


"kurang tau juga,soalnya pergi dari tadi pagi,tadi sih kata nya mau nganterin mama ke butik"jawab Indri,karna yang tau cuma Indri mertuanya pergi kemana.


"o..ya,ayo makan siang dulu,kebetulan tadi aku sudah masak tadi,tunggu sebentar aku siapin dulu ya"ucap Indri beranjak ke dapur,


"ayo aku bantu"ucap Briana.


"nggak usah,biar aku di bantu sama bibi"ucap Indri.


"nggak apa-apa,aku juga sudah biasa"ucap Briana yang akhirnya di setujui Indri.


mereka sedang asyik menata makanan di atas meja,sedang Varo masih mengobrol dengan Reino.


"gimana cerita nya kamu ketemu sama dia?"tanya Reino


menceritakan semua nya yang berawal ketemu Dangan Vabri terus dia merasa curiga,dan akhir nya mencari informasi,dan ternyata bahwa anak yang ia temui di kafe waktu itu ternyata adalah darah daging nya sendiri.


Varo bercerita,dan Reino mendengarkan dengan serius.di sela-sela Varo bercerita,Reino sesekali bertanya.


"terus bagaimana dia mau tunangan sama kamu?"tanya Reino.


"iya,aku ngancam dia,akan membawa Vabri ke jalur hukum,untuk merebutkan hak asuh nya"ucap Varo .


"dasar gila kamu"ucap Reino geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"habis nya aku sudah kehabisan akal,karna itu jalan satu-satunya untuk bisa menahan Briana,ya walaupun sekarang dia hanya ingin tunangan saja dengan ku,setidak nya dia tidak akan pergi lagi dari ku "ucap Varo lesu.


"baik lah,nanti biarkan istriku yang akan bicara dengan Briana"ucap Reino.


"o iya,kata istri Dimas sudah mau lahiran,apakah Dimas belum ngajuin cuti,buat nemenin istri nya di hamil yang besar yang sedang menunggu kelahiran sang buah hati nya?"tanya Varo.


"belum,kata nya masih tiga sampai empat hari lagi dia akan ambil cuti"jawab Reino.


"oh begitu"ucap Varo manggut-manggut.


"Rei,kamu gak pingin nambah anak apa?"tanya Varo.


"aku sih,dua saja sudah cukup,apalagi kamu tau sendiri,istriku lahiran seperti apa?,kalau Indri sih masih pingin punya anak lagi"ucap Reino lesu.


"kenapa gak di coba aja,lagian katanya orang lahiran itu proses nya sendiri-sendiri kan Rei,lagian waktu itu Indri terkejut,karna tiba-tiba sang ibu meninggal dunia"ucap Varo.


"ya,kau hampir sama dengan istri ku,tapi aku takut kehilangan dia Var"ucap Reino sedih.


percakapan mereka terhenti karna para wanita sudah selesai menyiapkan makan siang nya.


"mas,kak,ayo makan dulu"teriak Indri. sebentar ya aku panggil anak-anak dulu"ucap nya pada Briana uang di angguk i.


tok.tok..tok..


"assalamualaikum sayang,mama boleh masuk nggak?"tanya Indri.


"wa'alaikumsalam ma,iya mama masuk aja"teriak Aryan.


'ceklek'


Indri mendorong pintu dan melihat anak-anak nya sedang mengerjakan tugas sekolah,


"apakah sudah selesai tugas sekolah nya?"tanya indri


"Alhamdulillah sudah ma,ini lagi beresin buku"ucap Arianna.


"ya sudah,setelah itu kita makan siang dulu ya"ajak Indri.


"ok ma/aunti cantik"ucap anak-anak serentak.


mereka menuju meja makan dengan saling beriringan.


"ma,tau nggak kalau Vabri ini termasuk anak yang cerdas"ucap Arianna.


"benarkah?"tanya Indri.


"iya ma"ucap Arianna.


hai..hai ketemu lagi,jangan bosan-bosan ya,jangan lupa like komen dan vote.


i love you all

__ADS_1


by:Agus Indrawati


__ADS_2