Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 101


__ADS_3

"sayang,kamu tau, laki-laki pemilik Bros itu adalah suami kamu ini"ucap Reino lembut.


deg...


jantung Indri serasa ingin melompat,akibat ucapan Reino,dia melepas pelukannya dari Reino,kini mereka saling menatap dalam diam,hingga terdengar tangisan dari salah satu di kembar.Indri beranjak untuk mengambil Aryan yang Ternyata menangis.


"uluh..uluh,anak mama,kanapa menangis"ucap Indri mengecek popok Aryan.


"ada apa sayang"tanya Reino.


"ini popok Abang,penuh mas"ucap Indri.


"oh..ada yang perlu di bantu?"tanya Reino


"itu mas tolong ambilkan popok di Deket lemari baju"perintah Indri


"ok sayang"ucap Reino berlalu,"ini popok nya"ucap nya lagi setelah mengambil nya.


"mas,kamu serius dengan apa uang kamu omongin tadi?"tanya Indri mencari kebenaran pada Reino


setelah di ganti popok di Aryan terlelap kembali


"ya sayang,awal nya mas sempat ragu ingin bertanya,tapi mas penasaran,bagaimana bros itu bisa bersama kamu sayang,makanya mas beranikan diri buat bertanya"ucap Reino


"akhir nya aku menemukan orang yang sudah menyelamatkan aku,dan ternyata itu suamiku sendiri"ucap Indri menangis dalam pelukan Reino.


"asal mas tau,aku pernah berjanji bahwa siapapun orang yang menolong aku,aku akan mengabdi kepada nya,walaupun sebagai pembantu nya"ucap nya lagi.


"bahkan kamu sekarang sudah jadi perawat aku dan si kembar sayang"ucap Reino


"ya benar,dari awal kita bertemu,sebenar nya ada yang lain dengan hatiku,setiap melihat mu,mulut dan hatiku tidak sejalan,mulutku selalu menolak apa yang kamu katakan,tapi hati selalu merasa kehilangan setelah kamu pergi mas"ucap Indri masih memeluk Reino erat.


"hai..hai,kenapa jadi melow gini sich,mas seneng sayang akhir nya mas bisa nemuin kamu,karna setelah kejadian itu,beberapa hari kemudian mas mendatangi rumah mu,tapi kamu dan keluargamu sudah pindah rumah"ucap Reino


"iya mas"ucap Indri


kring....

__ADS_1


"mas ada telfon"ucap Indri melepas pelukannya.


"sebentar sayang"ucap Reino mengambil ponsel yang ada di meja rias,setelah Reino mengangkat telfon,Reino pamit untuk pergi,karna ada urusan yang mendesak,perusahaan sedang membutuhkan Reino untuk saat ini.


hari berganti bulan,bulan berganti tahun,ya tiga tahun kemudian sebuah desa dengan anak kecil yang sedang bermain dengan teman-temannya,ia selalu di ejek karna tidak mempunyai ayah sejak kecil,


"bunda..huhuhu"anak kecil itu menangis sesenggukan dengan memeluk bunda nya.


"ada apa sayang?"tanya sang bunda.


"mereka jahat bunda,selalu meledek aku,katanya aku tidak punya ayah,aku anak haram bunda"ucap Vanobri Putra Wijaya. ya anak itu anak Briana gadis yang kurang lebih empat tahun yang lalu di beri obat perangsang hingga hilang kehormatannya.


Setelah kejadian itu Briana memutuskan untuk meninggalkan kota A,dan tinggal di Lampung,siapa sangka sebulan setelah kepergiannya,dia di vonis dokter telah mengandung empat Minggu,dunia nya serasa hancur berkeping-keping,gunjingan orang silih berganti,tak sedikit orang yang membenci nya,semenjak itu,ia hanya fokus bekerja di koprasi PT GGPC yang berproduksi nanas,untung saja Bu Orin selaku pemimpin di koprasi tersebut sangat menyayangi nya,hingga tak jarang Briana membawa Vano bekerja.


"dengerin bunda sayang,jangan dengerin kata orang ya,mulai besok,Vabri ikut bunda bekerja ya,nanti di sana ada nenek Orin,yang tempo hari mengirim Snack buat Vabri"ucap Briana,ikut sedih dengan keluhan sang anak,hati nya terasa tercabik-cabik melihat sang anak yang menangis,


"iya bunda"ucap Vabri. ya walaupun umur Vabri masih tiga tahun lebih,dia anak yang cerdas biarpun masih belum bisa berucap kata 'R' tapi dia cukup jelas untuk bicara,jadi sudah sangat mudah di ajak berbicara.


"ya sudah sekarang,Vabri mandi dulu ya,setelah itu makan ya sayang sebentar lagi mau Maghrib"ucap Briana lembut


"ok bunda,ucap Vabri mencium Briana


keesokan hari nya,Briana mengajak Vabri ke koprasi,di sana banya yang suka dengan Vabri,selain dia anak yang pintar,Vabri anak yang sopan,tidak rewel,terkadang ia membantu sang bunda di gudang koprasi.


"Vabri!!,sini nak sama nenek"panggil Bu Orin.


"baik nek,"ucap Vabri berjalan ke arah Bu Orin.


"ada apa Nek?"tanyanya lagi pada Bu Orin


"begini besok nenek sama kakek mau ke kota A,apa Vabri ingin ikut"tanya Bu Orin


"nenek mau ngapain ke kota A?"tanya balik Vabri


"nenek mau jalan-jalan saja sayang,Minggu kita sudah pulang,bagaimana?"tanya Bu Orin.


"tapi bunda bagaimana dong Nek?"ucap Vabri khawatir.

__ADS_1


"tentu saja bunda mu ikut sayang"ucap Bu Orin.


"kalau gitu,Vabri tanya bunda dulu ya nek?"ucap Vabri.


"baiklah,nenek tunggu ya jawaban bunda mu?"ucap Bu Orin.


"ok nek!"ucap Vabri berlalu ketempat sang bunda,tak beberapa lama ia pun kembali setelah perdebatan dengan sang bunda.


bukan tidak boleh ikut ,tapi Briana takut,kalau ia kembali ke kota A,ia akan bertemu dengan Varo,ayah biologis Vabri.


Dia takut kalau-kalau Varo mengambil anak yang selama ini ia besarkan sendiri.


"bagaimana sayang,apa kata bunda mu"ucap Bu Orin


"Alhamdulillah,bunda mau ikut Nek,ya walaupun tadi sempat menolak,tapi karna Vabri merajuk,bunda jadi mau ikut"ucap Vabri nyengir kuda.


"anak yang pintar,tapi lain kali gak boleh gitu ya,Kasin bunda mu"ucap Bu Orin menasehati.


"ok siap nenek"ucap Vabri semangat


hari ini di lalui dengan kurang semangat semenjak sang buah hati merajuk untuk ikut nenek Orin liburan ke kota A,Briana takut akan pengalaman terburuk nya,walaupun itu bukan karna kemauan Varo ataupun Briana sendiri,melainkan karna keadaan yang memaksa mereka untuk melakukan hubungan badan.


keesokan hari nya,tepak pukul lima pagi,Briana bangun untuk sholat subuh,setelah nya ia menyiapkan sarapan dan bekal buat perjalan menuju kota A,tepat dimana kota tersebut,Varo cs bertempat tinggal.


"sayang ayo bangun,sudah siang,nanti nenek kelamaan menunggu kita"ucap Briana membangunkan sang buah hati.


"huam...Iya Bun,Vabri masih ngantuk banget"ucap Vabri dengan suara yang serak khas bangun tidur.


"sayang ayo buruan nanti sholat nya kesiangan Lo,belum mandi dan sarapan juga"ucap Briana lembut.


Vabri mulai beranjak dengan setengah nyawa nya masih dalam alam mimpi nya😅😅.


"ayo sini bunda bantu mandi,dan bersiap"ucap Briana menggendong Vabri masuk kamar mandi.


hai..hai,selamat berbuka puasa,jangan lupa like koment dan vote ya,


i love you all

__ADS_1


by:Agus Indrawati


__ADS_2