Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 119


__ADS_3

saat masker tersebut di buka,maka saat itulah wajah Reino memerah menahan marah.


"brengsek kau Baron,masih belum jera juga berurusan dengan keluarga ku hah?"ucap Reino lantang.


"tuan sebaik nya anda melihat nyonya,biar kan dia saya yang urus"ucap Dimas yang memang sudah di kasih kabar Reino bahwa sang nyonya sedang di rawat,tapi siapa sangka ketika,Dimas mengemudi menuju jalan rumah sakit,ia pun mendapat pesan oleh anak buah Reino yang memang Dimas kirim atas permintaan sang tuan,


"baik kalau begitu aku serah kan Baron pada mu"ucap Reino meninggalkan Baron.


"Asep,bawa dia dan kacung nya ke markas"ucap Dimas yang di angguk i oleh bodiguard nya


"baik tuan"ucap kedua bodiguard tersebut berlalu membawa Baron dan selir nya.


"Reino, brengsek......!!lepasin"ucap Baron berteriak di lorong rumah sakit hingga suaranya menghilang seraya tak terlihat nya sang penjahat tersebut.


Reino melihat sang istri yang begitu pucat dan bergetar karna ketakutan,Reino pun berjalan cepat dan langsung membawa tubuh sang istri masuk dalam dekapan nya,


"mas,aku takut,sangat takut"ucap Indri yang masih bergetar hebat karna ketakutan.


"tenang sayang,disini ada mas,maaf kan mas karna tidak menjaga mu dengan benar"ucap Reino


membuat Indri menggeleng kuat.


"mas aku mau pulang,aku nggak mau di sini,aku takut anak-anak kenapa-napa mas,ayo kita pulang mas"rengek Indri memberontak.


"ayo kita pulang sayang,tapi tunggu aku harus nemuin dokter dulu"ucap Reino yang masih mengelus kepala sang istri.


"mas jangan tinggalin aku,aku takut"ucap Indri menggenggam tangan sang suami.


"tenang lah sayang,di sini masih ada Dimas dan bodiguard yang lain,aku hanya sebentar saja ok"ucap Reino memberi pengertian.


akhir nya Indri pun tenang dan menganggukkan kepala nya,mengijinkan sang suami menemui dokter,setelah kepergian Reino beberapa saat akhir nya kembali menghampiri sang istri yang sedang duduk setengah bersandar.


"ayoooo, sayang kita bersiap pulang,karna dokter sudah mengijinkan"ucap Reino membantu Indri untuk bersiap.


"Dimas,tolong bereskan semua nya aku tidak mau jika masih ada yang tertinggal"perintah Reino


"baik tuan"jawab Dimas menundukkan kepala nya.


di lain tempat kini Andre dan Yura datang kerumah Reino untuk menjaga si kembar,lantaran di telfon sama Reino untuk menjaga nya,


"papi,mommy"teriak si kembar karna kedatangan papi Andre dan mommy Yura.


Arianna berlari kearah papi Andre dan Abang Aryan menuju mommy Yura.


"sayang"ucap Yura.

__ADS_1


"tumben papi sama mommy datang kesini"tanya Arianna heran.


"iya sayang,karna mommy sama papi mau menjemput kalian,buat mengajak pulang kerumah kakek Yusuf,biar nanti main bareng sama Abang Arkana"ucap Yura lembut.


"baik Mi,Pi,kalau gitu Aryan sama Arianna ganti baju"ucap Aryan dan Arianna berlalu ke kamar masing-masing,


"mbak Anik,mbak Apri,tolong bantu si kembar berkemas"ucap Andre.


"baik tuan,kalau begitu permisi tuan nyonya"ucap kedua nya berlalu.


"mas,sebenar nya ada apa?,kok tiba-tiba suruh jemput anak-anak"tanya Yura.


"mas juga belum tau sayang,tadi Reino telfon mas terus suruh kerumah buat jemput si kembar"ucap Andre emang nggak tau sama sekali.


"papi,mommy,ayo kita berangkat sekarang"ucap Arianna


"ya sayang"jawab Yura


Kini mereka berjalan keluar rumah mewah Reino,dan ternyata bertepatan dengan Reino dan Indri yang memarkirkan mobil nya.


"loh...mas,bukan nya Reino masih di rumah sakit?"tanya Yura terkejut.


"aku juga nggak tau sayang"jawab Andre


"iya Pi"ucap kedua nya.


"Rei,kata nya masih di rumah sakit,kok sudah pulang?"tanya Andre.


"iya kak,tadi nya memang belum boleh pulang,tapi tau sendiri nyonya Reino kalau udah ngajak pulang,pasti harus"ucapan Reino mendapat cubitan keras dari Indri


"aww,,sakit sayang"ucap Reino mengasuh kesakitan.


"kak,mana anak-anak?,kok aku nggak lihat mereka"tanya Indri dengan raut wajah cemas.


"mereka sedang bersama baby sitter di dalam"ucap Andre.


"mereka baik-baik saja kan kak?"tanya Indri lagu.


"tentu saja mereka baik-baik saja,memang nya ada apa ini Rei"jawab dan tanya Andre pada Reino.


"nanti aku jelasin sekarang sebaik nya ayo kita masuk dulu"ajak Reino yang di ikuti oleh Andre dan Yura.


setelah mengantar Indri istirahat di kamar,Reino kembali ke ruang tengah di mana sang Kaka ipar tengah berada di sana dengan sang istri Yura.


"sebenar nya apa yang terjadi Rei,sehingga membuat Indri panik?"tanya Andre lagi.

__ADS_1


"hah".....


Reino menarik nafas nya dengan panjang sebelum menceritakan semua nya dengan khidmat,sedang kan Andre yang mendengar semua cerita Reino membuat dada nya bergemuruh,bahwa dia mendengar sang adik yang hendak di celakai orang,


"biadab kau Baron,!!,lantas dimana Baron sekarang Rei?"tanya Andre menahan marah.


"dia sudah di aman kan oleh Dimas kak,dan satu lagi,ada kabar bahagia"ucap Reino tersenyum bahagia,di saat hati nya yang masih cemas.


"kabar apa?"tanya Yura penasaran.


"kalian akan mempunyai keponakan lagi"ucap Reino lantang.


"keponakan?,siapa yang hamil Rei?"tanya Andre oon.


"ckck"Reino berdecak kesal,melihat Kaka ipar nya yang kadang terlihat lambat.


"Rei,siapa yang hamil"tanya nya lagi.


"tentu saja istri kak,dan tentu saja itu adik mu!"seru Reino kesal.


"apa!,Indri hamil"respon Andre yang terlihat lambat membuat istri nya menepuk dahinya


"astaghfirullah hal'adzim mas"sebut Yura.


"ya Allah yur,kamu kok bisa sih ngadepin sikap kak Andre yang terkadang lemot begitu?"tanya Reino mengejek.


"ish,terserah lah,aku mau melihat adik ku dulu"ucap Andre berlalu kekamar sang adik.


tok..tok..tok..


"dek!"seru Andre.


"iya sebentar"jawab Indri yang berjalan kearah pintu.


'ceklek'


suara pintu terbuka kedalam menampakkan wajah pucat sang adik,tak menunggu lama Andre pun memeluk sang adik dan mencium pucuk kepala nya dengan penuh kasih sayang.


"maafkan Kaka Ndri,karna Kaka bukanlah Kaka yang baik,yang gak bisa menjaga kamu dari Baron dan anak buah nya,sekali lagi maaf kan Kaka"ucap Andre.


"kamu baik-baik saja kan?kamu tidak apa-apa kan?,apa ada yang terluka"tanya Indri bertubi-tubi.


"Kaka,kalau nanya satu-satu,aku pusing mendengar banya pertanyaan dari Kaka"ucap Indri kesal seraya mendorong sang Kaka supaya melepas pelukan nya.


"iya tapi...."ucap Andre berhenti.

__ADS_1


__ADS_2