Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 120


__ADS_3

"maafkan Kaka Ndri,karna Kaka bukanlah Kaka yang baik,yang gak bisa menjaga kamu dari Baron dan anak buah nya,sekali lagi maaf kan Kaka"ucap Andre.


"kamu baik-baik saja kan?kamu tidak apa-apa kan?,apa ada yang terluka"tanya Indri bertubi-tubi.


"Kaka,kalau nanya satu-satu,aku pusing mendengar banya pertanyaan dari Kaka"ucap Indri kesal seraya mendorong sang Kaka supaya melepas pelukan nya.


"iya tapi...."ucap Andre berhenti.


"aku sudah nggak apa-apa,dan yang paling penting sekarang aku berdiri di depan Kaka dengan sehat wal'afiat,Kaka jangan khawatir,karna suami ku tidak akan membiarkan aku dan anak-anak ku baik-baik saja"ucap Indri membanggakan suami nya.


Reino yang mendengarkan istri nya berkata seperti itu,wajah nya pun memerah merona karna merasa istri nya tengah menggoda nya.


"ah istri kecilku yang nakal ini,rupanya bisa semenggemaskan seperti ini,rasa nya aku ingin menciumi nya sekarang"batin Reino Tersenyum senang.


"ah baiklah aku percaya bahwa suami posesif mu itu tidak akan membiarkan orang lain menyentuh mu"ucap Andre meledek Reino.


"Kaka,jangan kaya gitu,dia itu suamiku loh!!"ucap Indri manyun.


"iya..iya Kaka minta maaf,ya sudah kamu sekarang istirahat,nanti kasihan sama yang ada di dalam perutmu ini"ucap Andre mengelus perut rata Indri.


"Kaka...!!"cicit Indri.


"hemmm...Kaka sudah tau,tadi Reino sudah memberi tahu,kamu harus jaga keponakan Kaka ini dengan baik"nasehat Andre yang di angguk i oleh sang adik.


"selamat ya Ndri,atas kehamilan mu yang kedua ini,semoga sehat dan selamat semua sampai hari di mana si debai nya lahir"ucap Yura yang memeluk sahabat nya sekaligus adik ipar.


"terima kasih Kaka ipar"ucap Indri membalas pelukan nya.


"ya sudah sayang,ayo istirahat dulu"ucap Reino mengalihkan pembicaraan,supaya sang istri nya lekas istirahat.


"nanti waktu makan siang aku akan membangunkan mu untuk makan siang"ucap nya lagi.


"terima kasih mas"ucap Indri dengan lembut.


"tidak perlu terima kasih,karna itu tugas nya suami buat perhatiin istri nya,bukan begitu?"ucap Reino menoel dagu Indri dengan mengedipkan sebelah mata nya dengan genit.


"kalau begitu,Kaka dan Kaka ipar pulang dulu ya,soal nya Arkana di rumah sama ayah"ucap Andre pamitan.


"iya maksih ya kak,jangan bilang ke ayah soal kejadian hari ini,yang menimpa aku,takut ayah akan khawatir"ucap Indri.


"baik lah,sudah sekarang istirahat,nanti hari Sabtu sore aku ajak ayah main ke sini buat menginap"ucap Andre memberikan kecupan sayang pada adik nya.


"he'em"ucap Indri mengangguk-anggukkan kepala nya.

__ADS_1


saat Andre dan Yura pergi kini Reino menyelimuti sang istri untuk segera istirahat.


"selamat istirahat sayang"ucap Reino mengecup kening sang istri,lalu beranjak pergi.


saat hendak menutup pintu,suara dering telfon Reino berbunyi,kini tangan nya merogoh kantong celana yang berada di sebelah kanan dan mengangkat nya yang ternyata telfon dari Dimas.


kring...kring..


"assalamu'alaikum,ada apa dim?"tanya Reino.


"Rei,semua nya sudah beres,sekarang Baron dan para cecunguk nya sudah di tahan oleh polisi"ucap Dimas.


"ok baik,tapi jangan sampai mereka keluar dari kantor polisi,jika sampai itu terjadi pasti akan bahaya buat keluarga ku"ucap Reino.


"aku harap itu tidak akan terjadi Rei,karna para polisi telah lama mengincar Baron cs,karna dia itu licin seperti belut,ketika hendak di tangkap"ucap Dimas panjang lebar.


"baik,nanti akan aku kirimkan bonus untuk mu,dan terima kasih atas kerja kerasmu selama ini"ucap Reino tulus.


"sudah lah Rei jangan sungkan bukan kah kita saudara,bukan kah saudara akan saling membantu,siapapun yang membutuhkan bantuan kita?"tanya Dimas.


"ya kita saudara,ah....aku sampai lupa kalau kita sudah semakin tua saja hahaa"ucap Reino di akhiri dengan tertawa.


di seberang sana Dimas pun merasakan hal yang sama.


"bagaimana kalau kita mengadakan reuni an?"usul Dimas.


"ok kalau begitu,aku tutup dulu tlfon nya"ucap Dimas.


"baik"jawab Reino dan telfon pun mati.


tak lama kemudian telfon yang ada di genggaman Reino pun berbunyi kembali


kring..kring...


mama in calling....


"assalamu'alaikum ma....."ucap Reino.


belum sempat tanya dari sebrang sang mama sudah teriak,sehingga Reino menjauhkan telfon nya.


"dasar anak kurang ajar,anak tidak tau malu, berani-berani nya kamu buat mantu kesayangan mama hampir celaka"ucap mama Clara menggebu-nggebu.


"ma..bisa nggak sih kalau ngomong pelan-pelan,gendang telingaku serasa mau pecah denger mama teriak-teriak"ucap Reino kesal.

__ADS_1


"kamu ini benar-benar anak kurang ajar Rei!!"


"dimana mantu mama sekarang?"ucap dan tanya mama Clara kesal.


"makanya mama jangan ngomong kaya kereta api to?"ucap Reino melembut,karna kalau dengan suara keras pasti mama nya akan semakin mencak-mencak,apalagi tentang mantu kesayangan nya.


"abis nya kamu bikin Mama darah tinggi, bisa-bisa nya mantu mama hampir celaka"....


"sekarang di mana Indri"ucap dan tanya mama Clara yang masih kesal.


"ma Reino juga gak tau kalau kejadiannya bakal kaya gini"sangkal Reino.


"lagian sekarang Indri masih istirahat di kamar,ini Reino mau lihat anak-anak,tunggu...tunggu,mama tau dari mana kalau Indri celaka?"tanya Reino penasaran.


"kamu kira dengan mama sama papa gak ada,bakal lepas tangan untuk tidak memantau kalian"ucap mama Clara membuat Reino bungkam seribu bahasa.


ya Reino lupa bahwa siapa kedua orang tua nya itu,


"maafkan Reino ma lalai menjaga keluarga Reino sendiri"ucap Reino lirih.


"ya sudah,lusa mama sama papa pulang,jaga istri dan anak-anak mu Rei"pesan mama.


"baik ma"ucap Reino kemudian telfon pun terputus.


"hah...maafin aku sayang,karna belum bisa menjaga mu dengan benar"gumam Reino berjalan menuju kamar si kembar.


'tok..tok..tok..'


'ceklek'.


"papa..!"seru Arianna.


Reino berjongkok mensejajarkan tubuh nya di hadapan sang putri.


"anak papa,maaf kan papa ya,tadi papa kira mama belum boleh pulang maka nya papi Andre dan mommy yura,papa suruh mereka jemput kalian"cerita Reino.


"gak apa-apa pa?,malah kami senang kalau mama sudah boleh pulang"ucap Arianna.


"Abang di mana sayang?"tanya Reino


"Abang lagi di kamar mandi Pi,tadi kata nya sih mau pipis"ucap Arianna cengengesan.


"ayo pa masuk,aku ingin di tidur sambil di peluk papa ya?"tanya Arianna dengan wajah memelas.

__ADS_1


"baik lah,ayo...ayo..papa peluk kalian"ucap Reino.


"tidak...".....


__ADS_2