
"mas jangan banyak-banyak,nanti kamu sakit perut?"ucap Indri lembut
"nggak akan sayang,tau gak ini enak banget,dari pada makanan yang ada di atas meja itu enak ini yang"ucap Reino menunjuk makanan yang ada di meja.
sejak kapan ya sambal terasi lebih enak dari pada ayam kecap,kali author sih milih ayam kecap,Reino,Reino ada ada aja😀😀
melihat Indri hanya memakan nasi nya sedikit,Reino menegur nya
"sayang kenapa makanya sedikit banget?"tanya Reino.
"gak tau mas,tiba-tiba aku pingin makan siomay yang ada di gang depan rumah ibu"ucap indri
"ya sudah nanti mas suruh dimas membelikan nya untuk mu setelah kita sampai kantor"ucap Reino membuat Indri menggelengkan kepala"kenapa?"tanya Reino lagi
"aku mau kamu yang beli mas?"ucap Indri pelan
"sayang tapi aku masih ada meeting pagi ini"ucap Reino membuat Indri bungkam kemudian menunduk tanpa di sadari air mata Indri menetes.
"sayang apa yang terjadi,,?"ucap Reino melihat istri nya menangis akhir nya Reino mengiyakan permintaan Indri"ok,,ok ayo kita beli siomay dulu terus langsung ke kantor"ucap Reino membuat binar senang di wajah Indri.
"terima kasih ya mas"ucap Indri tersenyum
"ma,pa Reino sama Indri berangkat dulu"ucap Reino
"iya ma pa Indri pamit ikut mas Reino ya?"ucap Indri menimpali ucapan Reino
"iya sayang hati-hati,Rei jaga menantu mama,awas kalau kamu buat di nangis,apapun yang di ingin kan harus kamu di turutin"ucap mama Clara
"siap komandan,,kalau gitu Reino berangkat ma"ucap Reino mencium punggung tangan mama Clara dan papa Ferdi yang di ikuti oleh Indri"assalamu'alaikum"ucap kedua nya berlalu
"wa'alaikum salam"ucap mama dan papa Reino berbarengan.
ketika mobil meninggalkan rumah utama,kini Reino menuju gang rumah orang tua Indri,karna mau menuruti kemauan sang istri yang aneh-aneh
"kita mampir tempat ibu sebentar ya yang?"ucap Reino
"gak usah mas nanti sore aja pulang dari kantor,soal nya pagi ini kata nya mas ada meeting"ucap Indri
"baiklah kalau gitu"ucap Reino,
"berhenti mas,itu,,itu Abang siomai nya"ucap Indri hendak membuka pintu mobil
"sayang sabar dulu,mas pinggirin mobil nya dulu,nanti kamu jatuh"ucap Reino yang sudah memarkirkan mobil nya ketepian jalan
"ayo dong mas,nanti keburu abang-abang nya pergi"ucap Indri gak sabar
"iya,,,iya,ayok,"ucap Reino menggandeng tangan Indri menyebrang jalan tanpa di sadari ada motor melaju dengan kencang.
"awas pak minggir ada motor"ucap pejalan kaki yang melihat motor yang hampir menyerempet Reino dan Indri,Reino reflek memeluk Indri erat.
"sayang kamu gak apa-apa kan"tanya Reino
__ADS_1
"i,,,iya mas aku gak apa-apa"ucap Indri
"non gak apa-apa kan"ucap Abang siomai
"tidak bang,,Oya bang pesen siomai nya di bungkus lima ya"ucap Indri
"banyak banget yang beli nya"tanya Reino heran
"iya mas,nanti kalau aku gak habis kan ada mas yang ngabisin"ucap Indri nyengir kuda
membuat Reino menggelengkan kepalanya.
"ini non siomai nya"ucap Abang siomai
"berapa bang semua nya?"tanya Reino
"semua nya jadi empat puluh ribu"ucap Abang siomai,Reino mengeluarkan uang lembaran warna merah lalu menyodorkan pada tukang siomai
"ini bang uang nya,gak usah di kembalikan,sisa nya buat Abang saja"ucap Reino
"terima kasih tuan,nona semoga selalu di beri Rizki yang berlimpah"doa Abang tukang siomai
"aamiin, terima kasih do'anya "ucap Indri dan Reino bersama,dan berlalu pergi
"ayo ke kantor"ucap Reino menggandeng Indri
setelah sampai di kantor Indri dan Reino di sambut oleh karyawan nya dengan sopan
"pagi semua nya"ucap Indri ramah,lalu Reino tau sendiri gimana sifat datar nya.
"wah istri pak Reino,ramah ya,udah cantik,baik ramah lagi,pantesan pak Reino bisa jatuh cinta.
"tapi aku dengar-dengar nyonya Reino itu orang miskin"bisik-bisik karyawan
"ya walaupun miskin yang penting dia orang baik,buat apa orang kaya tapi suka menjajakan diri kesemua laki-laki hidung belang"ucap yang lain"sudah-sudah ayo kerja,kita itu di gaji untuk kerja bukan gibah"ucap nya lagi.mereka pun membubarkan diri sedang kan Reino sampai di ruangan nya.
"selamat pagi tuan muda,nyonya muda"sapa Dimas sopan
"pagi kak dim"sapa balik Indri
"dim,apa para client yang akan bekerja sama sudah datang?"tanya Reino
"sudah tuan hanya tinggal menunggu anda saja"ucap Dimas,.
"baik ayo kita keruangan meeting dulu"ucap Reino mendekati sang istri
"sayang,mas tinggal sebentar untuk meeting,kalau kamu bosan atau lapar,kamu bisa minta Santi untuk membelikan makanan atau minuman"ucap Reino membelai pipi Indri
"ya mas,Indri cuma pingin rebahan saja mas"ucap Indri lemas
"sayang apa kamu sakit?wajah kamu pucat sekali"tanya Reino khawatir dengan keadaan Indri yang pucat
__ADS_1
"gak apa-apa mas,aku cuma mau istirahat,nanti juga sembuh"ucap Indri supaya Reino tidak khawatir
"ya sudah kalau mau istirahat pencet aja tombol di samping rak buku itu,di sana ada kamar tidur pribadi"ucap Reino
" iya mas terima kasih"ucap Indri memeluk Reino
"ya sudah mas keruangan meeting dulu,sekalian nyiapin siomai kamu biar diantar OB kemari"ucap Reino mencium Indri dan berlalu pergi.
"ah rasanya aku tak ingin jauh-jauh dari mas Reino,kenapa aku akhir-akhir ini sering lemas,pusing ya?"ucap Indri bermonolog sendiri
tak berapa lama suara pintu di ketuk,
tok
tok
ketika Indri hendak berdiri tiba-tiba tubuh nya oleng dan bruk,Indri pingsan,sedangkan on yang ada di depan pintu merasa sudah terlalu lama mengetuk pintu akhirnya meminta bantuan sekertaris Reino
"Mbak Santi,kenapa nyonya tidak menjawab ketika saya mengetuk pintu ya"ucap tari
"coba aku cek dulu ya,siapa tau nyonya sedang istirahat"ucap Santi berjalan masuk keruangan Reino,ketika membuka pintu Santi menengok ke kanan dan kiri,tidak menemukan sosok Indri,ketika sudah berada di tengah-tengah ruangan Santi di kagetkan dengan tubuh Indri yang sudah tiduran di lantai
"astaghfirullahhal'adzim nyonya,apa yang terjadi"ucap Santi menepuk-nepuk pipi Indri tapi tidak mendapat respon
"tari,,!!cepat kesini bantu aku mengangkat nyonya keatas sofa"ucap Santi khawatir melihat nyonya muda nya pingsan,"kamu jaga nyonya muda,aku akan panggil tuan Reino di ruangan meeting"ucap Reino
kini Santo berjalan menuju keruangan meeting untuk memanggil Reino.
tok
tok
"masuk"ucap Reino melihat sekertaris nya datang Reino memberi kode supaya Dimas mendekat
"maaf tuan menggangu"ucap Santi ketika Dimas sudah berada di depan nya
"ada kepentingan apa sampai membawamu kesini"ucap Dimas pelan
"tuan nyonya Indri pingsan di ruangan tuan besar"ucap Santi menunduk
"apa,,!!"teriak Dimas reflek membuat semua peserta meeting menoleh kearah nya,merasa suaranya yang keras dia pun meminta maaf,dan berjalan mendekat kearah Reino
"maaf tuan,nyonya muda pingsan di ruangan anda"ucap Dimas membuat Reino sama terkejut nya dengan Dimas
"apa,,!!"teriak Reino peserta di buat kaget kedua kalinya,Reino langsung meninggalkan meeting nya begitu saja.
"maaf tuan-tuan rapat kita undur sampai besok"ucap Dimas yang langsung menyusul Reino dan meninggalkan ruangan meeting
💞🌹🌹***ayo dong readers biar author semangat kasih like komen dan vote nya🌹🌹💞
I LOVE YOU ALL
__ADS_1
BY:AGUS INDRAWATI***