
"tidak.. tidak mungkin, Ibu.. Ibu tidak mungkin meninggal kan ayah?, Ibu cuma tidur kan yah?"ucap Indri, karena tidak percaya sang Ibu meninggal,
"sayang, sabar jangan menangis terus kasihan anak-anak yang ada di perut kamu, doakan ibu yang terbaik, semoga ibu ditempatkan disisi Allah Yang maha kuasa, dan diampuni segala dosa-dosanya."foto Reino pada Indri
"Mas, Ibu ninggalin aku"ucapin dripada Reino dan masuk dalam pelukan Reino.
"sayang udah jangan nangis lagi, kasihan anak-anak, kalau kamu sedih anak-anak pasti ikut sedih, kamu nggak mau kan kalau anak-anak kenapa-napa?"ucap Reno memeluk Indri,kini Indri beralih memeluk sang Ibu dan menangis histeris
"ibu.. Ibu aku mohon bangunlah, bukannya ibu ingin menggendong cucu ibu, sekarang kenapa ibu ninggalin Indri, bahkan Indri belum bisa membahagiakan ibu"ucap Indri memeluk jasad ibunya dan menangis pilu, Reno yang melihat itu pun merasa sakit, tidak ada yang bisa di lakukan oleh Reino, dia pun hanya bisa memberikan semangat buat sang istri.
kini waktu pemakaman tiba,setelah beberapa prosesi memandikan,mengkafani,dan menyolatkan jenazah ibu marya,ketika ibu marya hendak di berangkatkan, Indri teriak histeris dan seluruh dalam dekapan sang suami hingga tak sadarkan diri, Reno panik dengan keadaan istrinya tersebut, kemudian Reno pun mengangkat tubuh sang istri masuk ke kamar,
"sayang bangun, Indri sayang bangun!! "seruan Reino membangunkan kan sang istri.
Reino dengan telaten nya menggosok-gosok tangan Indri dan memberikan minyak angin di sekitaran hidung Indri supaya cepat sadar.
hingga hampir setengah jam akhirnya Indri pun tersadar dari pingsannya,
"Auh...."Indri merintih memegang perut nya yang terasa nyeri,"mas"ucap Indri dengan suara tertahan merasakan nyeri di perut
"sayang kamu kenapa?, apa yang kamu rasakan? "tanya Reino panik melihat Indri meringis.
"Mas, perutku sakit banget "ucap Indri kesakitan
Reino dengan sigap menggendong Indri untuk membawanya ke rumah sakit, kini mereka berada dalam mobil dengan Reino mengemudi dan Indri berada di sampingnya, Reino membuat Indri senyaman mungkin di dalam mobil walaupun dalam keadaan kesakitan.
"sabar sayang, kita akan ke rumah sakit"ucap Reino panik dan khawatir,hampir satu jam setengah ini mereka berada di salah satu rumah sakit milik keluarga Mahendra.
tim medis telah menunggu di lobby rumah sakit, karena sebelumnya sudah mendapatkan telepon dari sang asisten yaitu Dimas.
"ayo cepat,angkat nyonya muda"ucap salah satu dokter
"selamatkan istri dan anak-anak ku"ucap Reino yang sudah gemetar melihat Indri kesakitan.
__ADS_1
kini para dokter menangani Indri di ruangan UGD,tak berapa lama dokter pun keluar menemui Reino,
melihat dokter keluar Reino menghampiri nya"dokter bagaimana keadaan anak-anak dan istriku dok"tanya Reino
"maaf tuan sebaik nya kita harus segera melakukan operasi,karna keterkejutan yang di alami nyonya muda seperti nya terlalu berat hingga membahayakan nyawa kedua nya,sebaik tanda tangan berkas yang sudah di sediakan rumah sakit,untuk mempercepat operasi sebelum terlambat "ucap dokter panjang lebar
"tpi nanti bagaimana keadaan anak-anak saya dokter"tanya Reino yang sudah tidak bisa menahan air mata,ketika melihat sang istri lemah tak berdaya di atas brangkar,
"insya Allah selama itu belum terlambat,anak_anak anda akan sehat,walaupun dalam keadaan prematur"ucap dokter
"baik,lakukan yang terbaik untuk anak dan istriku dokter"ucap Reino menanda tangani semua surat-surat nya
"baik,terima kasih atas kerjasama nya,do'a kan saja semua berjalan dengan lancar"ucap dokter berlalu setelah mendapat angguk an dari Reino.
"dok,ijinkan suami saya masuk"pinta Indri
"suster tolong tuan muda Mahendra harap memasuki ruangan operasi dan menggunakan pakaian steril"perintah dokter pada salah satu suster yang membantu di ruangan operasi.
"tuan muda,anda di harapkan memasuki ruangan operasi,dan sebaik nya anda mengganti baju yang steril
Reino begegas berganti baju,sedangkan dokter mulai menyuntik Anastesi,dan beberapa saat akhir nya Reino masuk
"mas"ucap Indri yang sudah mulai tenang karna obat bius
"tenang sayang,kamu Basti bisa,kami kuat ya,jangan pernah coba untuk tinggalin mas,kita akan membesarkan anak-anak kita bersama sampai maut yang memisahkan"bisik Reino membuat Indri tersenyum samar dan mengangguk.
"dokter lakukan yang terbaik buat anak-anak dan istri ku"ucap Reino berulang kali pada sang dokter.
"tuan apapun yang terjadi dengan nyonya Indri,itu sudah kami lakukan yang terbaik"ucap dokter,seolah firasat buruk yang akan terjadi pada keduanya.
"jika terjadi sesuatu dengan mereka maka akan aku cabut surat ijik prakter kalian"ucap Reino tegas
para dokter pun gemetar mendengar ancaman sang pemilik rumah sakit yersebut.
__ADS_1
"ba...baik tuan,akan kami lqkukan semampu kami"ucap salah satu dokter.
"Rei tenang lah,istrimu kuat,pasti dia baik-baik lsaja,semua kita serah kan sama Allah"ucap dokter Siska menenangkan Reino
"aku mohon pada mu sis, tolong selamatkan anak dan istriku"ucap Reino memohon
stelah melihat keadaan Indri sudah dalam biusan,para ahli bedah dan dokter kandungan pun semua bekerja sama,untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
Semangat para dokter,tanpa kalian ibu-ibu yang Cesar tidak ada apa-apa nya,dengan segala kerja kerasmu,kami ibu-ibu yang melahirkan secara Cesar,berterima kasi banyak,berkat kalian,anak kami keluar dengan selamat.
"mas,aku minta satu permintaan bisa nggak?"tanya Indri
"apapun yang kamu minta,mas akan turutin sayang,selagi mas sanggup"ucap Reino sungguh-sungguh.
"mas,"diam sejenak "aku minta kamu jaga anak-anak dengan baik ya?"ucap Indri tersenyum
"sayang tidak hanya mas yang akan jaga anak-anak,tapi kita semua akan menjaga dan membesarkan bersama itukan yang kamu impikan selama ini?"tanya Reino menciumi pucuk kepala Reino
Indri tersenyum "jika kelak aku tidak bisa menjaga anak-anak kita,kamu harus janji jangan pernah sia sia kan anak kita?"ucap Indri mulai terlelap
"dokter,apa yang terjadi,kenapa istri ku terlelap"tanya Reino gusar.
"iya tuan,nyonya muda sedang dalam pengaruh obat bius"ucap dokter
tangan Indri terkulai lemas yang tadi menggenggam tangan Reino dengan kuat,Reino hanya bisa berdoa semoga anak dan istrinya baik-baik saja
satu jam berlalu,kini terdengar suara tangisan bayi mungil dengan berat 2,1kg yang berjenis kelamin laki-laki
"oek..oek..oek"bayi pertama menangis dengan kencang,membuat Reino meteskan air mata nya,di susul suara tangis bayi kedua dengan berat 2,2kg yang berjenis kelamin perempuan
"oek...oek..oek,"tangis bayi kedua Reino pun melakukan sujud syukur,atas kelahiran putra putri nya.
"selamat Rei anak mu,tuan putri dan ,tuan muda",ucap dokter siska
__ADS_1