Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 59


__ADS_3

"ya halo tuan ada yang bisa saya bantu?"sekertaris Reino


"tolong bawakan kopi hitam dan teh manis keruangan saya"ucap Reino


"baik tuan"ucap Jihan,yang langsung terputus.


"apa yang ingin anda bicarakan nona"ucap Reino datar


"begini tuan" ucap stela menggeser duduk nya lebih dekat dengan Reino,dia membusungkan buah dada nya untuk menggoda Reino,"karna kerja sama kita berlangsung dengan baik,bagaimana kalau nanti malam kita makan bersama untuk merayakan kesepakatan kerja kita"ucap Stela meraba paha Reino.


"tolong kendalikan tangan anda nona,sebelum saya bertindak kasar terhadap anda"ucap Reino menatap tajam membuat Stela menarik tangan nya kembali"ingat nona jangan pernah sentuh saya,Oya sebaik nya anda keluar jika tidak ada urusan lagi,ucap Reino yang hendak berdiri,naas nya tangan Reino di tarik oleh Stela membuat seolah-olah Reino menggoda wanita ular itu,


akkhh


ceklek


membuat Reino dan Stela melihat siapa yang masuk,ketika melihat Indri Reino pun mau beranjak,ia malah terjatuh dan tidak sengaja mencium pipi Stela,Indri yang melihat adegan itu,,seakan hancur hatinya


"mas" lirih Indri yang kaget melihat adegan suami nya yang sedang menimpa wanita lain dan saat itu juga rantang yang Indri tenteng untuk makan siang suami terjatuh berantakan,kemudian Indri berbalik dan berlari menuju tangga darurat jatuh sudah air mata yang ia tahan sejak di dalam ruangan Reino.


Reino pun segera menyusul sang istri.


"Dimas,kau tangani wanita ular itu"ucap Reino murka


kini Reino berlari mengarah ke lift,ketika sampai di lobby kantor,Reino tak melihat bayangan sang istri,Reino pun menggila berlari kearah parkir dan mengemudi mobil menuju kerumah mertua nya,sesampai nya di rumah mertua,Reino pun langsung menuju kamar nya tanpa menghiraukan mertua yang kebingungan melihat sikap Reino yang panik


"apa yang terjadi nak,kenapa panik begitu"ucap ibu Maryam memberanikan diri bertanya


"maaf Bu,,apa Indri sudah pulang?"tanya Reino mencoba tenang supaya mertua nya tidak cemas


"Lo bukan nya tadi bilang nya mau ke kantor kamu"ucap ibu Maryam heran


"iya bu,tadi memang Indri ke kantor,tapi tadi terjadi kesalah pahaman sama Reino"ucap Reino menjelaskan semua yang terjadi di kantor hingga Indri melihat apa yang barusan Reino ucapkan


"tenang lah nak,biarkan Indri mendinginkan pikiran nya dulu,nanti ketika dia sudah stabil,kalian bicakan baik-baik"tutur ibu Maryam menenangkan menantu nya yang baru dua hari ini..


"terima kasih Bu,atas pengertian ibu"ucap Reino


"iya gak apa-apa ibu ngerti kok,,,tapi ibu juga gak bisa menyalahkan Indri yang marah,jika itu terjadi sama ini,mungkin ibu akan melakukan hal yang sama"ucap ibu Maryam,"dan apa kamu sudah menelfon nya?"tanya ibu Maryam lagi


"ah iya,,Masya Allah Reino sampek lupa"ucap Reino mengeluarkan handphon nya dan mencoba menghubungi no telfon Indri namun tidak di angkat


"sayang ayo dong di angkat"namun tetap saja tidak ada jawaban dari Indri

__ADS_1


"gimana nak,apakah di angkat"tanya ibu


"tetep nggak mau jawab telfon Reino Bu"ucap Reino,"gimana kalau ibu coba hubungi Indri"ucap Reino lagi


ibu Maryam pun menjawab "iya,sebentar ibu telfon Indri"


Tut


Tut


"assalamu'alaikum Bu"ucap Indri parau


"sudah pulang belum ndok dari kantor suami mu?"tanya ibu Maryam pura-pura gak tau


"ini Indri lagi di jalan Bu mau arah pulang"ucap Indri menahan tangis agar orang tua nya tidak khawatir"ada apa bu,tumben ibu menelfon pasti ada hal penting?"tanya Indri


"aku rasa mas Reino yang nyuruh ibu nelfon aku,aku harus baik-baik saja di depan mereka semua"batin Indri.


"ndok,apa yang sedang kamu pikirkan?"tanya ibu merasa sudah di abaikan


"oh,,tidak Bu,tidak apa-apa,tadi ibu pesen apa? biar nanti Indri belikan"ucap Indri


"tolong belikan ibu ayam sama sayuran di depan gang ya"ibu Maryam menyuruh Indri belanja,padaha ibu Maryam baru saja belanja


"wa'alaikum salam"jawab Bu Maryam


kini Reino merasa lega karna istri nya dalam keadaan baik-baik saja.


"sepertinya Indri baik-baik saja nak"ucap Bu Maryam


"semoga saja Bu"ucap Reino,"kalau gitu saya kekamar dulu Bu,buat lanjutin pekerjaan Reino yang harus di selesaikan sekarang"pamit Reino lagi


"ya,nanti kalau Indri sudah datang supaya menemui kamu"ucap Bu Maryam membuat Reino berlalu ke kamar.


...****************...


di sisi lain kini Dimas telah mengusir Stela dari ruangan Reino dengan halus.


"maaf Bu,sebaik nya anda pergi dulu dari sini"ucap Dimas halus


"siapa kamu berani mengusirku"ucap Stela ketus


"bukan maksud saya mengusir Bu,tapi melihat keadaan tuan Reino,mungkin anda akan lebih kejam mengusir anda"ucap Dimas sudah mulai geram

__ADS_1


"dan lagi Bu,sebaik nya anda jauhi tuan Reino karna beliau sudah mempunyai seorang istri"ucapan tegas Dimas memperingati Stela


deg


"apa,jadi tuan Reino sudah menikah?,ah,,,persetan dengan istri nya,aku akan tetap merebut tuan Reino dari istri nya"bantin Stela tersenyum menyeringai.


"oh,,jadi tadi yang datang kesini ternya nyonya muda dari keluarga Mahendra?tanya Stela"terus apa bagus nya wanita ****** itu"ucap nya lagi


"cukup nona,,jaga ucapan anda,jangan sekali-kali anda menghina nona muda,jika tuan Reino tau habis sudah riwayat anda dan keluarga anda"bentak Dimas


"persetan dengan semuanya,ingat tuan Dimas aku akan mendapatkan Reino dengan cara ku sendiri"bisik Stela dan berlalu pergi


"dasar wanita murahan,lihat saja sampai kau melukai keluarga Mahendra,jangan harap lepas dari genggaman tangan ku"gumam Dimas menatap tajam punggung Stela yang hilang di balik pintu


sedangkan Indri kini berada di depan rumah hendak mengetuk pintu,tapi pintu di buka oleh sang ibu


"assalamu'alaikum"Indri


"wa'alaikumsalam"ibu,,"Indri sudah pulang,Oya Reino juga sudah pulang sekarang di kamar"ucap ibu


"iya Bu,nanti Indri mau menyimpan belanjaan dulu ke dapur"ucap Indri.


"sudah biar ibu saja yang nyimpen,kata nya kalian mau siap-siap pindah"ucap ibu yang melihat Indri seolah-olah menghindar dari Reino


"gak usah Bu,biar Indri aja"ucap Indri tersenyum dan meninggalkan ibu di depan.


setelah selesai menyimpan belanjaan di tempat masing-masing Indri pun masuk kekamar,melihat sang suami sedang bekerja dia,Indri ingin berlalu pergi ke kamar mandi tapi di tahan oleh Reino.


"sayang,,"ucap Reino mendekati Indri


"ya ada apa mas"ucap Indri datar,tanpa ada senyuman yang seperti biasa


"sayang tentang kejadian tadi di kantor,,"Reino belum sempat meneruskan ucapan nya sudah di potong oleh Indri.


"sudah mas gak usah di bahas,,,aku sudah lupain itu"ucap Indri berjalan kearah kamar mandi,dengan cepat Reino memeluk tubuh istri nya dari belakang


"sayang maafin mas,,,semua yang terjadi di kantor tadi tidak seperti yang kamu bayangkan"ucap Reino mencoba menjelaskan."tolong sayang percaya sama mas,aku nggak ada hubungan apa-apa dengan wanita itu,,tadi hanya kecelakaan"Reino menyakinkan Indri


💞🌹***hayo pada penasaran nggak nih,kalau penasaran jangan lupa like,komen,vote semakin banyak kalian mge vote semakin banyak yang baca🌹💞


i love you readers


by:Agus Indrawati***

__ADS_1


__ADS_2