Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 89


__ADS_3

"apakah kau menyukai nyonya Reino Mahendra?"tanya Grace membuat Varo menghentikan makan nya sejenak


"ya,,itu dulu,ketika Indri belum menjadi istri Reino Mahendra"ucap Varo menatap kosong "tapi setelah aku melihat dia bahagia bersama Reino,aku memutuskan untuk tidak jatuh cinta pada wanita lain"ucap nya sedih.


"tapi apa kau tidak ingin memperjuangkan cintamu?"tanya Grace mem profokator


"cukup.."ucap Varo menatap tajam Grace.


"aku bukan kamu,yang suka berambisi untuk merebut milik orang lain,jangan kira aku orang bodo,yang tidak tau apa-apa,karna kamu ingin memiliki Reino,benar begitu Grace?"tanya Varo meremehkan


"ti..dak begitu Var,sejak di rumah sakit tadi aku sudah putuskan untuk melepas kan Reino"ucap Grace lantang


"melepaskan,,hahahah,kau menyentuh nya saja belum tentu bisa,kenapa seolah-olah Kam adalah korban,ingat Grace,jika sikapmu tidak berubah maka lupakan pertemanan kita"ucap Varo meninggalkan Grace di kafe tersebut sebelum pergi dia pun membayar tagihan makan malam mereka berdua


"sial..kenapa,kenapa aku tidak bisa melupakan mu Indri?"tanya Varo berteriak "ya Allah apakah ini hukuman ku,mencintai orang bertepuk sebelah tangan,kenapa hati ku sakit sekali menerima kenyataan bahwa dia bahagia bersama yang lain!ucap Varo berlutut,dan menangis di pekat nya dunia malam.


"maaf mas,ini mau hujan badai,sebaik nya anda cepat pulang,takut nya banya pohon yang tumbang di jalanan


"pergi..!!"ucap Varo tak menghiraukan gadis cantik itu,tapi gadis itu tetap menunggu i Varo tanpa bicara apapun hingga Varo tersadar bahwa ada gadis di depan nya yang sedang berdiri,perlahan dia mengangkat kepala melihat siapa yang ada di depan nya


"siapa kau"tanya Varo dingin


"maaf tuan, saya Sabriana"ucap Briana.


"kenapa kau tidak pergi,cepat pergi sebelum aku melakukan apa yang seharusnya ku lakukan"bentak Varo,tanpa di hiraukan oleh Sabrina


"saya tidak akan meninggalkan tuan dalam keadaan seperti ini,saya akan pergi jika tuan sudah lebih baik"ucap Briana,entah mengapa hati nya merasa kasian melihat Varo dalam keadaan kacau seperti itu.


"aku tidak butuh belas kasian mu,sekarang pergilah !!!"ucap Varo menunjuk jalan supaya Briana pergi.


Briana mencoba duduk mensejajarkan tubuh nya dengan Varo lalu berucap "aku tahu bagaimana rasa Mencintai,tapi tidak di cintai,kita sebut cinta bertepuk sebelah tangan,benar begitu tuan?" tanya nya, "tapi ingat satu hal tuan,bahwa cinta juga bisa membuat kita terluka,seperti saat inibenar begitu bukan?,kita akan bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia,ya walaupun bukan dengan kita melainkan dengan orang lain"ucap Briana melirik Varo yang sedang mencerna perkataan Briana,kemudian dia menatap Briana menatap manik mata gadis itu penuh dengan luka.


"apakah kau juga terluka karna cinta?"tanya Varo serampangan

__ADS_1


deg


"ba..bagaimana anda tau?tanya Briana gugup


"karna di lihat dari matamu yang menunjukan bahwa kau telah terluka"ucap Varo menurut sorot mata gadis itu


"ya,bahkan sakit tuan belum ada apa-apa nya di bandingkan dengan rasa sakit yang saya rasakan"ucap Briana menunduk sedih,jika mengingat selama ini hidup dalam pengkhianatan oleh sang kekasih


"apakah sesakit itu,maukah kau bercerita tentang sakitmu pada ku"ucap Varo sungguh-sungguh.


melihat tak ada respon dari lawan bicara nya akhir nya Varo pun tidak membahas nya lagi,


"baik mungkin saat ini kau belum mau bercerita dengan ku,jika sudah bersedia menceritakan kesedihanmu kepada ku,maka carilah aku"ucap Varo menyerahkan kartu nama nya,dan berlalu pergi.


"maafkan aku tuan,aku tidak ingin engkau terseret dalam kehidupan ku"ucap Briana lirih seraya memandangi punggung Varo yang menghilang di balik pintu mobil nya.sedangkan di dalam mobil,Varo tersenyum melihat gadis yang bisa membuat nya lebih tenang


"aku harap kau akan menelfon ku,untuk mencurahkan rasa sakitmu itukepadaku"ucap Varo melakukan mobil nya.


pagi menjelang di mana Reino yang di sibukkan dengan mengurus si kembar di rumah sakit,Indri yang melihat suami dan ibu mertua nya sibuk dengan si kembar,dia pun merasa tak berguna,aturan dialah di posisi sedang memandikan,mengganti popok dan menidurkan anak-anaknya


"mama kenapa sedih"ucap Reino menirukan suara anak-anak mewakili Aryan


"maafin mama sayang,aturan mama yang merawat kalian,bukan merepotkan papa dan nenek kalian,ucap Indri sedang bersandar di brangkar nya


"sayang,jangan ngomong gitu,nanti kalau sudah sembuh,biarkan kembar mama sama papa yang urus,kalian proses untuk adik si kembar ya?"ucap mama Clara sembarangan


"tidak..tidak..reino,tidak ingin Indri kenapa-napa lagi,cukup si kembar saja"ucap Reino menolak kali Indri hamil lagi


"mas,itu semua Rizki dari Allah jika aku hamil lagi"ucap Indri menenangkan suami nya


"tidak sayang,aku gak mau kalau kamu seperti melahirkan kemari,mas gak akan sanggup jika Samapi kamu koma lagi"ucap Reino sedih.


"ya..ya,aku tidak akan hamil lagi"ucap Indri berat.

__ADS_1


Reino tersenyum senang mendengar ucapan Indri


'ceklek'pintu kamar rawat inap Indri di dorong dari luar,muncullah dokter Siska.


"pagi tuan Reino,nyonya Indri"sapa Siska


"pagi dokter"ucap Varo dan Indri bersama


"wah ternya si kembar menginap di sini ya semalam?"tanya Siska mengelus pipi aryan.


"iya dok,mama nya kembar ingin di temani"ucap Reino "Oya dok,apakah istriku sudah boleh pulang hari ini,supaya rawat jalan saja"ucap Reino lagi


"sebentar ya Rei,coba aku cek dulu keadaan nya"ucap Siska yang berjalan kearah Indri dan mengontrol keadaan nya


"bagaimana keadaan anda nyonya?"tanya Siska


"seperti nya saya sudah tidak merasakan apa-apa lagi dok"ucap Indri.


"baik,seperti nya semua nya stabil,kalau memang nyonya Indri,merasa kalau pulang akan baik-baik saja,maka saya ijinkan pulang"ucap dokter


"suster,tolong beri resep obat untuk nyonya Indri,karna hari ini akan keluar dari rumah sakit sekalian tanggal kontlor ulang nya"ucap dokter Siska pada asisten nya


"baik dok"ucap asisten tersebut dan berlalu pergi.


"Oya sis,kalau Indri perjalanan jauh,ada masalah atau tidak?"tanya Reino


"ya kalau bisa jangan dulu,tapi kalau itu penting sih,harus di dampingi dokter pribadi?ucap dokter Siska


"kalau begitu,besok kamu harus mengikuti ku ke Lombok"ucap Reino


"apa?!! "tanya Siska terkejut


hai...hai,jangan lupa komen like,dan vote ya,hadiah nya yang banyak juga boleh

__ADS_1


i love you all


by:Agus indrawati


__ADS_2