
"mas...!!"ucap Indri dengan suara khas orang bangun tidur.
"he'em,apakah istriku ini kelelahan,hingga tak mendengar pintu di buka Hem?"tanya Reino lembut.
Indri memeluk Reino yang sedang duduk di samping nya,ia melingkarkan tangan mungilnya di pinggang yang kuat milik Reino."aku gak tau mas, akhir-akhir ini aku ngerasa mager mau ngapa-ngapain,pingin nya tiduran terus"ucap Indri yang masih memeluk sang suami.
"sayang,apa kamu sakit?"tanya Reino melepas pelukan Indri dan menatap wajah istri nya yang memang terlihat sedikit pucat.
"gak kok mas,aku cuma mau peluk kamu aja bolehkan?"tanya Indri manja.
"aku ini milikmu,apapun yang ada di diriku,boleh kamu apa-apakan,termasuk yang itu tu..."ucap Reino menggoda.
"masss..."Indri manja.
"ya..ya,mas hanya bercanda"ucap Reino ikut merebahkan tubuh nya di sebelah istri nya,ikut memejamkan mata nya saraya memeluk sang istri.
"mas??"seru Indri
"Hem"jawab Reino yang masih memejamkan mata nya. "ada apa?"tanya Reino kembali.
"aku mau makan sesuatu"ucap Indri.
"kamu makan apa sayang,biar mas telfon Santi untuk beli"ucap Reino yang mengendus-endus leher Indri.
"ish...mas"desah Indri.
"gak tau kenapa mas pingin ngendus-ngendus bau badan kamu sayang.
"mas,ayok kita nyari makanan yang aku pingin"ucap Indri berusaha untuk duduk.
"memang mau makan apa?"tanya Reino lagi.
"tapi janji mas gak marah ya?"ucap Indri,pasal nya Reino akan melarang keras istri nya untuk makan rujak,karna sehabis makan rujak dia akan sakit perut,biar pun sambal nya tidak pedas.
"asalkan bukan makanan yang aneh-aneh"ucap Reino yang masih memeluk Indri.
"janji dulu mas gak marah"tanya Indri lagi.
"iya..iya mas gak akan marah,memang pingin makan apa?"tanya Reino.
"aku pingin makan rujak yang ada di Deket kafe kak Andi"ucap Indri.
"apa??!!..tidak..tidak,mas gak akan ijinin buat makanan itu"ucap Reino menggeleng kepala nya dengan tegas.
Indri pun mulai berkaca-kaca,dan beranjak dari ranjang yang ada di dalan ruang kerja Reino.
__ADS_1
"sayang mau kemana?"tanya Reino.
Tak ada jawaban dari sang istri pun dia mencoba bangun dan menarik tangan sang istri hingga masuk ke dalam pelukan nya.
"kamu boleh makan apa aja,tapi jangan yang satu itu"ucap Reino dengan lembut.
"aku mau nya itu mas"ucap Indri terisak dalam pelukan Reino.
"hei..hei,kok kamu nangis sayang,masa cuma gara-gara itu kamu nangis"ucap Reino yang heran,gak biasa Indri akan begitu.
"kalau mas gak mau beliin,biar aku pulang tempat ayah,biar di beliin sama kak Andre"ucap Indri melepaskan diri dari pelukan Reino,dan berlari menuju ke lift.
Reino yang bingung dengan tingkah sang istri,dia pun mengikuti kemana istri nya berlari.
"sayang tunggu,ayo mas antar"ucap Reino yang berteriak,mendengar sang suami menuruti kemauan nya,tersungging senyum di sudut bibir Indri,dan berbalik melihat sang suami semakin mendekat.
"beneran mas?"tanya Indri gak yakin dengan ucap Reino
"tapi janji jangan makan banyak-banyak ya?"tanya Reino
"hem......"ucap Indri berfikir,kemudian ia mengiyakan sang suami.
"ya sudah ayo"ajak Indri,mereka keluar dari kamar di ruangan kantor Reino.
"sayang sejak kapan kamu suka minum lemontea?"tanya Reino penasaran.
"sejak hari ini mas,gak tau kenapa,setiba nya aku di kantor mas tadi, tiba-tiba aja aku pesen lemontea sama Santi"ucap Indri.
"owhhh gitu ya!!"ucap Reino ber oh ria.
"mas kita jemput Abang sama adek ya,mungkin sekarang les nya sudah selesai,sekalian kita jalan-jalan"ucap Indri.
"tumben yang ngajak jalan-jalan,biasa nya mendingan ngabisin hari libur di rumah aja"ucap Reino
"udah deh mas jangan nanya terus"ucap Indri manyun.
"ok..ok,ayo turun sudah sampai?"ajak Reino setelah beberapa saat mereka telah sampai di sekolahan anak kembar nya. "udah dong jangan marah lagi,mas minta maaf okey"ucap Reino,karna dia tidak mau membuat istri nya sedih dan tidak bahagia.
"mama.. papa!!"teriak Abang Aryan dan adek Arianna bersama berlari mendekat kearah mama dan papa nya.
"eh anak papa,apakah sudah sehat,kata mama tadi pagi adek sakit?"tanya Reino.
"sudah sembuh kok pa,adek cuma salah makan aja kok"ucap Arianna memasang wajah seimut mungkin,membuat sang papa gemas langsung menghujani banyak ciuman pada anak gadis kecilnya itu.
"Abang bagaimana hari ini,apa lancarkah sekolah nya?"tanya Reino pada Abang Aryan.
__ADS_1
"Alhamdulillah lancar pa,tumben papa sama Mama jemput,biasa nya pak Ujang?"tanya Arianna dan di angguk i oleh Aryan.
"he'em,karna papa pingin lihat anak gadis ayah,yang kata mama tadi pagi sakit,jadi papa khawatir"ucap Reino.
"gak kok, Arianna sehat dan bugar,mama aja yang terlalu cemas"ucap Arianna.
"ya sudah ayo kita jalan-jalan ke mall sekarang"ajak Indri.
"tapi ma,kita kan belum ganti baju!!"ucap Aryan.
"nanti beli baju di mall ya sayang,mama pingin banget ini jalan-jalan ke sana"ucap indri membuat Reino dan si kembar heran.
"sejak kapan sih mama suka jalan-jalan?"tanya Aryan dan Arianna bersama.
"sejak hari ini,sudah ayo masuk ke mobil"ucap indri.kini mereka bercengkerama dengan satu sama lain,hingga tak terasa mereka tiba di salah satu mall terbesar di kota itu.
"sudah sampai,ayo turun anak-anak,tapi ingat jangan berpisah ya"pesan Reino ada anak-anak.
"ok papa"ucap mereka serentak.
"sayang mau cari apa?"tanya Reino.
"aku pingin makan di dalam kafe yang ada di sana"tunjuk Indri di salah satu kafe yang ada di dalam mall tersebut.
Reino mengernyitkan dahi nya,karna itu memang kafe yang menyediakan makanan yang sama sekali tidak di sukai Indri.
"sayang kamu seriously?"tanya Reino.
"he'em,ayolah mas?"rengek Indri.
"di situ makanan yang tidak kamu sukai lo?!!"ucap Reino.
"mau nurutin atau nggak?"tanya Indri ketus.
"tapi...!!"ucap Reino terpotong karna melihat sang istri berjalan menjauh dari nya,
"pa..mama itu ada apa sih,kenapa beberapa hari ini sikap nya sangat menyebalkan"ucap Arianna.
"hust..gak boleh gitu,mungkin mood mama saja yang kurang bagus"ucap Reino "ya sudah ayo kita ikutin mama"ajak nya.
hai..hai..jangan lupa like koment dan vote ya..
i love you all
by:Agus Indrawati.
__ADS_1