
"apakah kamu tau nama nya,untuk mempermudah pencarian kita"ucap Rio
"ya tadi dia menyebut nama nya Vabri"ucap Varo.
mereka melanjutkan pencarian atas nama Vabri,Varo yakin bahwa anak itu,adalah anak nya,entah mengapa ia merasa ada ketertarikan tersendiri dengan nya.
di lain tempat,Briana sedang memesan makanan untuk Vabri dan diri nya..
"sayang kamu mau makan apa?"tanya Briana.
"Bun,aku mau makan nasi goreng sifood ya?"pinta Vabri.
"tapi sayang,nanti alergi nya kambuh loh"ucap Briana.
"iya sayang benar kata bunda mu"ucap Bu Orin menimpali.
"ya sudah,aku mau makan spageti aja boleh kan Bun?tanya nya lagi.
"ok sayang"ucap Briana
tak berselang lama makanan yang di pesan telah terjejer rapi di meja,kini Briana mulai menyantap makanan yang ada di depan nya,mereka sedang asik dengan makanan nya, tiba-tiba ada yang datang dan menghampiri Briana.
"nona Briana"ucap laki-laki itu,seketika Briana menengok,alangkah terkejutnya melihat siapa yang berdiri di sebelah nya.
"tu..tuan Rio"ucap Briana gugup.
Rio melihat bocah yang berada di dekat Briana sangat mirip dengan atasan sekaligus teman nya itu terkejut "ini!!"tunjuk nya pada Vabri
"oh..perkenalkan ini anak saya"ucap Briana menghilangkan rasa gugup nya.
"sayang,kenalin ini temen mama,nama uncle Rio"ucap Briana pada anak nya.
"assalamu'alaikum uncle,nama ku Vabri"ucap Vabri.
"wa'alaikumsalam sayang,senang bertemu dengan mu"ucap Rio mengacak rambut Vabri
melihat tatapan penuh tanya pada Bu Orin dan suami Briana pun mengenalkan nya.
"kenalkan tuan,mereka adalah orang yang selama ini yang jadi orang tua aku"ucap Briana,membuat Rio berkenalan dengan Bu Orin dan suami nya.
"nona bisa bicara sebentar?"tanya Rio
"baik,mari kita ke meja yang kosong,yang ada di sana!!"ucap Briana menuju meja tersebut.
"ada apa tuan?"tanya Briana
"maaf nona,tuan Varo sudah mengetahui bahwa Vabri adalah anak kalian berdua"ucap Rio
deg..
jantung nya serasa berhenti di detik itu juga,mendengar ucapan orang kepercayaan dari ayah biologis sang buah hati.
"Vabri,Bu..bukan anak tuan Varo"ucap Briana bergetar.
__ADS_1
"saya sudah mencari tau semua nya tentang anda,semenjak anda meninggalkan kota ini dan berhijrah ke kota Lampung"ucap Rio.
"tuan saya mohon dengar kan saya,Vabri benar-benar bukan anak tuan Varo,saya sudah menikah,dan itu anak dari suami saya yang baru saja meninggal"ucap Briana berbohong.
"baik,mari kita lakukan test DNA,dan tuan kami telah menunggu anda di rumah sakit milik keluarga Mahendra.
"tidak tuan,saya tidak akan pernah melakukan itu,karna Vabri benar-benar bukan anak tuan Varo,saya mohon jangan ganggu hidup saya dan anak saya tuan"ucap Brian memohon pada Rio
"tolong nona,bekerja samalah dengan saya,karna jika tidak tuan Varo akan menghabisi saya"ucap Rio memohon sememelas mungkin,agar Briana turut ikut dengan nya.
"saya mohon tuan"ucap Briana lirih,"saya tidak mau mengganggu kehidupan kak Varo,biarkan dia bahagia dengan orang yang dia cintai"ucap nya lagi.
"setelah anda memutuskan pergi dari kehidupan dan meninggalkan tuan Varo,dia seperti manusia tak berhati nona,selama ini dia mencari anda"ucap Rio.
Briana mengangkat wajah nya,yang tadi nya menunduk,mencari kebenaran di mata laki-laki tangan kanan Varo tersebut,tapi nihil,ia menemukan kejujuran dari mata laki-laki tersebut.tapi dia masih menampik kebenaran dari ucapan Rio.
"maaf tuan,saya bukan orang bodoh,mana mungkin tuan Varo mencari keberadaan ku,siapalah aku yang hanya Upik abu ini"ucap Briana sadar diri.
"tapi itu kenyataan nya nyonya,tuan Varo akan melakukan apapun itu,kalau menyangkut orang yang dia cintai"ucap Rio meyakinkan Briana.
"mohon maaf tuan,seperti nya keluarga saya sedang menunggu,karna kami akan melanjutkan perjalanan,tolong sampaikan pada kak Varo,jangan ganggu hidup kami lagi"ucap Briana berlalu menghampiri meja anaknya,pak Joko familly.
"nona tunggu!!"ucap Rio berjalan menghampiri Briana yang berhenti.
"ada apa lagi tuan,saya harap,keputusan saya sudah bulat,saya tidak akan melakukan tes DNA"ucap Briana melanjutkan jalan nya.
setelah sampai di meja Vabri dan Joko familly,akhir nya mengajak segera melanjutkan perjalanan nya
"sudah selesai sayang?"tanya Briana lembut.
"buk,pak,ayo kita lanjutkan perjalanan nya"ajak Briana.
"kamu gak selesaikan makan nya dulu ndok?"tanya Bu Orin.
"tidak Bu,aku sudah kenyang,aku hanya ingin kita cepat sampai saja lalu istirahat"ucap Briana sembarangan.
"ya sudah,ayo pak"ajak Bu Orin pada suami.
yang di angguk i oleh pak Joko.
kini mereka menuju mobil,untuk melanjutkan perjalanan kerumah keluarga Bu Orin.
satu jam berlalu,kini mereka sampai di kediaman saudaranya Bu Orin.
"assalamualaikum"salam Bu Orin,karna melihat pintu rumah saudara dari kakek nya Varo,ya,kakek Varo dan ayah Bu Orin adalah Kaka adik,hanya saja Bu Orin ini hampir tidak pernah berkunjung kerumah nya Varo.
"Bu,apa gak sebaik nya saja say pulang kerumah saya saja,saya gak enak kalau menginap di sini"ucap Briana.
"sudah--"belum sempat Bu Orin menjawab mereka mendengar jawaban dari dalam rumah.
"wa'alaikumsalam,Masya Allah mbak,akhirnya kamu berkunjung juga kerumah kami"ucap Fadila bahagia menyambut kedatangan Kaka dari Lampung,Fadila memeluk Bu Orin.
tak lama ia bergantian memeluk suami dari Kaka nya itu.
__ADS_1
"mas,gimana kabar nya?"tanya Fadilah
"Alhamdulillah,kabar baik,kamu sendiri gimana?"tanya pak Joko balik,
"Alhamdulillah,semua nya sehat mas,ayo masuk dulu"ajak Fadilah untuk masuk kedalam rumah.
saat sudah duduk,Fadila baru sadar bahwa Kaka nya bukan cuma berdua melainkan ada orang lain,
"mbak siapa gadis cantik ini?"tanya Fadila
"oh ya,kenalin ini Briana,dan ini anak nya,Vabri"ucap Bu Orin,
"saya Briana Tante"ucap Briana mencium tangan Fadila.
"sayang Salim dulu sama nenek"ucap Briana
yang di angguk i oleh Vabri dan berjalan mendekat Fadila
"nama ku Vabri Nek"ucap Vabri mencium punggung tangan Fadila
ada rasa tersendiri semenjak Vabri mencium tangan nya,apa lagi melihat Vabri,seperti melihat Varo kecil.melihat Fadila terpaku dengan Vabri,Bu Orin pun membuka suara.
"dimana suamimu Dil?"tanya Bu Orin
"Oh,biasa mbak masih di kantor,mungkin bentar lagi pulang"ucap Fadila
"ayo silahkan di minum teh nya,selagi masih hangat,nanti keburu dingin"ucap Fadila,yang langsung di seruput oleh semua nya.
"Vabri,mau nggak duduk di pangku sama nenek"tanya Fadila
Vabri melihat sang bunda,untuk meminta persetujuan,melihat mama nya mengangguk akhir nya Vabri berjalan mendekat kearah Fadila.
setelah di rasa cukup untuk mengobrol nya,akhir nya Fadila menunjukkan kamar yang akan di tempati mereka masing-masing,kebetulan kamar Vabri dan Briana bersampingan dengan kamar yang biasa nya di tempati Varo,hanya saja Varo jarang pulang ke rumah,dia tinggal di apartemen nya sendiri.
...****************...
hingga kini menunjukan waktu nya makan malam,hingga terdengar ketukan pintu dari luar kamar Briana
tok..tok..tok..
"iya sebentar"ucap Briana
'ceklek'
"maaf non,mengganggu"ucap art Wijaya
"iya mbak ada apa?"tanya Briana
"nona,dan anak nya di tunggu di meja makan,karna semua sudah menunggu"ucap art tersebut.
"baik terima kasih,saya akan segera turun"ucap Briana art tersebut lalu berbalik setelah berpamitan
hai..hai,maaf ya untuk beberapa bab,kita selesaikan masalah Varo dan Briana ya,tetep stay dan tunggu kelanjutan nya,jangan lupa like komen dan vote ya,
__ADS_1
i love you all
by:Agus Indrawati.