
"ma,,maaf kan q,,,,q khilaf,,,"ucap Reino lirih dengan merengkuh tuh Indri dalam pelukan nya,,
"lepasin saya tuan,,,,tolong pergi dari sini,,,"ucap Indri memberontak dari dekapan Reino,
"baik q akan pergi dari sini,,,tapi bukan berarti q berhenti mengejar mu,,,q pamit,,,jaga kesehatan mu,,q harap ketika q kembali kau membuka hatimu walau pun sedikit,,,"ucap Reino mencium kepala Indri yang masih berada dalam dekapan Reino,,,
"assalamu'alaikum,,,,"ucap Reino berlalu pergi meninggalkan Indri yang menghilang di balik pintu
"wa'alaikum salam,jawab Indri setelah Reino pergi dan menangis tersedu-sedu
...*flash back off*...
saat ini Indri sedang duduk menunggu Andre datang,
"nak kamu kenapa melamun,,,?"tanya ibu Maryam
"eh,,,tidak Bu,,,q hanya kepikiran pingin resign dari kerjaan Indri,,,dan ingin pergi ke tempat saudara yang ada di Lampung."ucap Indri
"itu terserah padamu nak,,,ibu akan mendukung apapun yang kau lakukan"ucap ibu Maryam,,
"tpi bagaimana dengan ibu & ayah,kalau Indri di Lampung?"ucap Indri
"di sini masih ada kakak mu,,,lagian Jakarta-Lampung tidak jauh,,"ucap ibu Maryam
__ADS_1
"baik lah Bu,, setelah q pulang,q ingin mengunjungi kafe untuk mengundurkan diri,"ucap Indri yang di jawab dengan angguk am oleh ibu Maryam,
dan ternyata Andre mendengar percakapan adik dan ibu nya,
"apa kamu mau menghindar dari Reino dex,?"tanya Andre
"setidak nya q gak ingin bertemu dengan nya dulu kak untuk sementara waktu,,"ucap indri lirih
"apa kamu yakin kalau kamu tidak mencintai nya"tanya Andre,yang di jawab dengan gelengan kepala oleh Indri,,
"ya sudah kita bahas itu lagi nanti,kalau sudah di rumah,,kamu juga Andre,jangan buat adik mu beban pikiran,,adx mu baru sembuh,,"ucap ibu Maryam,
"maaf Bu,,"ucap andre
...****************...
setelah menempuh perjalanan hampir 1 jam dari rumah sakit,,Indri di gendong sang Kaka ke kamar dan membaringkan Indri di kasur,karna Indri tertidur di dalam mobil,,
"semoga apapun keputusan mu,,,itu yang terbaik untuk dex,,,"ucap Andre setelah mencium kening sang adik dia berlalu keluar kamar,,tanpa sepengetahuan sang Kaka,Indri mendengar kan penuturan Andre,,
"q gak taw perasaan apa ini terhadap nya (Reino) kak,,aku di buat bimbang oleh hati q,,,,di saat dia tidak ada kabar q merasa rindu,,q hanya mementingkan ego q,tanpa memikirkan perasaan nya,, "gumam Indri menetes kan air mata nya
stelah keluar kamar Andre menerima tlfon dari Reino,,
__ADS_1
kring,,,,kring,,,kring,,,
"hallo,,,,assalamu'alaikum"ucap Andre
"wa'alaikum salam kak,,,,gmana kabar Indri kak,,"ucap Reino ya selama Reino tidak menemui Indri tapi dia selalu bertanya tentang keadaan Indri pada Andre,,
"Alhamdulillah sudah boleh pulang,,,dan sekarang sudah sampai di rumah,,"ucap andre
"iya kak,,,q sudah tau dari dokter Anwar,apa dia masih marah sama q kak"tanya Reino
"seperti nya dia banyak melamun semenjak berdebattan kalian beberapa hari yang lalu,,,"ucap Andre,
"maaf kan q kak,bukan maksud q untuk membentak/memarahi nya,,"ucap Reino
"ya memang dia(Indri) agak sedikit keras kepala,dan manja,,jadi kalau kamu memang benar- benar kamu menyayanginya harus banyak-banya sabar hahahaha"ucap Andre meledek Reino
"ya ya ya kau memang benar kak"ucap Reino
"tapi kau menyukai nya bukan,,,,,"tanya Andre,tanpa Andre sadari Indri keluar kamar,karna merasa haus ingin mengambil minum di dapur,,,,,dan mendengar ucapan terakhir sang Kaka
"siapa yang menyukai siapa kak,,,"ucap Indri penasaran
deg,,,,deg jantung Andre seperti sehabis melihat hantu
__ADS_1