
"dimana Briana berada?"tanya Varo yang mendapat gelengan.
"apa maksud kalian?"tanya Varo memegang kerah kemeja yang di kenakan oleh Rio.
"ka...kami tidak dapat menemukan nya tuan,karna setelah tuan memerintahkan untuk mendobrak pintu kediaman nona Briana,kami pun melakukan nya,tapi,ketika kami berhasil membuka pintu,kami tidak menemukan nona Briana di dalam tuan"ucap Rio gemetar melihat tatapan intimidasi dari Varo
"dasar bodoh,kalian semua tidak becus,mengurus satu wanita saja tidak bisa"ucap Varo murka.varo mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari Briana,bagaimana pun ia akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi diantara kedua nya kemarin.
kemudian Briana gadis yang sedang di cari-cari oleh Varo,kini ia berada di bandar udara Bandar Udara Internasional Radin Inten II,ya satu jam yang kurang lebih yang lalu ia keluar dari rumah Varo menuju kediaman nya,ia pulang mengambil berkas-berkas yang mungkin akan berguna bagi nya,dan uang tabungan yang selama ini ia simpan,setelah semua nya di rasa cukup,dia pun pergi ke penerbangan yang ada di kota T,dia menuju Lampung,tempat di mana ia pernah tinggal bersama orang tua nya sebelum meninggal.
untung nya rumah itu belum di jual jadi dia akan bekerja di dekat rumah nya yaitu di PT Great Giant pineapple Terbanggi Besar,Lampung Tengah (GGPC) dia ingin bekerja di bagian koprasi perusahaan tersebut mengingat ia hanya lulusan SMA,
"Alhamdulillah sudah sampai,semoga aku betah di sini"ucap nya
aku ingin beristirahat dulu besok bagi aku akan barang-barang nya,karna ini masih terlalu malam untuk memulai aktifitas.briana memulai kehidupan sebatang kara nya di Lampung.
pagi menyapa,matahari bersinar cerah di tengah langit yang biru sedikit berawan menandakan hari ini akan menjadi hari yang sangat panas,apa lagi hiruk pikuk di kota yang padat penduduk,dan kendaraan yang berjajar tak beraturan karna mengejar jam kerja,ya kini di kota T sudah menunjukan jam setengah tujuh pagi,kini keluarga Reino berangkat menuju rooftoop di kediaman Mahendra.
"Dimas,dimana Varo?tanya Reino yang sebentar lagi akan berangkat.
"sebentar gue telfon dulu"ucap Dimas belum sempat mengambil handphone nya suara Varo terdengar.
"tidak perlu di telfon, gue udah udang datang"ucap Varo,tapi dalam keadaan kacau.
Reino mengernyitkan keningnya melihat keadaan Varo yang berantakan,"Varo apa yang terjadi dengan lo?"tanya Reino
"iya Var,apa yang terjadi,seorang Varo datang dengan meadaan berantakan?"ucap Dimas menimpali ucapan Reino
Varo yang langsung mendidikan tubuh nya di sofa dengan menyandarkan punggung nya,sedang kan kepala ia dongakkan keatas dan memejamkan mata nya,mengabaikan pertanyaan dua sahabat nya itu.
"Var,kamu sudah datang nak?"tanya mama Clara.
"sudah Tante"ucap Varo tidak bergeming dari tempat duduk nya.
"Rei,dimana istri dan anak-anak mu?tanya mam Clara.
"mungkin sebentar lagi keluar ma dari kamar"ucap Reino."nah itu mereka sudah siap"ucap Reino
"Var Lo mau siap-siap,atau langsung berangkat"tanya Reino
__ADS_1
"gue boleh tidak,kalau gak ikut kalian ke Lombok?"tanya Varo membuat Reino kesal
"apa maksud Lo,ini sahabat kita mau nikah,dan Lo gak mau Dateng"ucap nya.
"sebenar nya apa yang terjadi dengan lo?,kenapa Lo gak mau cerita sama kita semua"ucap Dimas.
"baik..baik,ayo kita berangkat sekarang"ucap Varo beranjak dari duduk nya.
"acara nya akan di mulai nanti jam sebelas,jadi nanti kita masih bisa istirahat sekitar satu jam,aku harap Lo mau ceritain apa yang terjadi sama lo!"ucap Reino menatap tajam Varo.
"ya..ya..ya,nanti bakalan gue ceritain semua nya"ucap Varo
Indri yang baru saja melihat keadaan Varo di pun terkejut "kak Varo,ada apa dengan mu,kenapa berantakan kaya gini?"tanya Indri khawatir.
"eh..anu..itu,aku baik-baik saja"ucap nya yang melirik Reino,melihat tatapan Reino ia pun berjalan keluar,"ya sudah ayo berangkat.
"sayang apa kamu sudah lebih baik"tanya Reino merangkul pundak Indri.
"aku sudah baik-baik saja, sebenarnya apa yang terjadi dengan kak Varo"tanya Indri
reuni hanya menaikan kedua bahu nya,bertanda dia juga tidak tahu.
mereka semua berangkat ke Lombok secara bersamaan.stelah beberapa jam berlalu,kini mereka sampai di Bandar Udara Internasional Lombok Zainuddin Abdul Madjid.
"Alhamdulillah akhir nya sampai juga"ucap dokter Siska
"sayang,gimana keadaan mu,apa ada yang di keluhkan?"tanya Reino.
"tidak mas,aku baik-baik saja"ucap Indri
"kak Varo,apakah baik-baik saja?"tanya Indri terlihat cemas melihat keadaan Varo.
"iya Kaka gak apa-apa"ucap Varo.
"sudah-sudah ayo itu jemputan kita sudah datang"ucap Reino cemburu melihat sang istri menghawatirkan pria lain.
"Rei,gue di jemput sama Rio,jadi kalian duluan,itu Rio sudah datang"ucap Varo
__ADS_1
"lo yakin gak bareng sama kita"tanya Reino
"ya,lagian Rio bawa mobil sendiri"ucap Varo.
"baik lah,kalau butuh bantuan atau temen kabarin gue"ucap Reino
"oke,terima kasih"ucap Varo. "Indri Kaka duluan ya"pamit Varo sama Indri
"ya kak, hati-hati"ucap indri lembut,kini keluarga Reino pergi menuju hotel yang sudah di sediakan oleh Andi, setengah jam berlalu,kini mereka memasuki lobi Lombok Astoria Hotel Mataram.
Indri takjub melihat dekorasi yang bertema outdoor itu,Reino yang melihat sang istri merasa hati nya bagai di timpa batu yang besar,karna merasa dia tidak memberikan pesta yang megah.
"wah mas indah banget"ucap Indri tanpa melihat raut wajah Reino.
"apakah kau ingin pesta yang seperti ini sayang?"tanya Reino
"eh..tidak mas,aku sudah bahagia hidup dengan mu saat ini,apa lagi dengan kehadiran si kembar,hidup ku jauh lebih bahagia"ucap Indri memeluk Reino dari samping.
"terima kasih sayang,maaf mas gak bisa buat pesta waktu pernikahan kita waktu itu"ucap Reino membalas pelukan Indri.
"mas,waktu itu memang aku yang meminta untuk tidak merayakan pernikahan kita"ucap Indri ya sudah ayok kita masuk"tanya Reino.
"hai bro,Lo udah datang?"tanya Andi yang turun ke lobi hotel.
"iya,barusan aja sampai"jawab Reino,"di mana kamar gue?"tanya Reino.
"oke ayo gue antar,kamar kalian semua dekat dengan kamar gue"ucap Andi
"om,Tante selamat menikmati ya?ucap Andi pada orang tua Reino.
"hai twins,semoga kalian betah ya di sini?"ucap Andi mencubit pipi si Aryan,seolah nengerti ucapan Andi dua pun menatap tajam Andi. "wah..wah tuan muda Mahendra memang keturunan Reino,lihat dia marah pada ku"ucap nya yang langsung di tanggapi gelak tawa oleh semua orang.
hai..hai maaf ya jarang up,author lagi sibuk,tapi author usahain setiap hari up,tapi jangan lupa tinggalin jempol kalian dengan like komen dan vote.
i love you all
by:Agus indrawati
__ADS_1