Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 109


__ADS_3

"sudah-sudah,sekarang ayo kita makan malam,Oya Var,malam ini menginap di sini ya?tanya mama Clara.


"maaf ma Varo gak bisa"ucap Varo membuat mama Clara sedikit kecewa.


"ya sudah tidak apa-apa"ucap mama clara,"ya sudah ayo kita makan"ucap nya lagi.


"kak,pasti Tante Clara kecewa"ucap Briana.


"iya sayang,tapi mau bagaimana lagi?"tanya Varo.


"ya sudah nanti kalau Kaka libur nginep sini"ucap Briana.


"Kaka akan nginep sini setelah menikah sama kamu"bisik Varo pada Briana


'blush'rona merah tercetak jelas di wajah Briana.


"kak,,malu tau"ucap Briana memukul lengan tangan Varo,.


"lusa kita menikah ya?"tanya Varo.


"apa!!"ucap Briana terkejut.


"iya lusa kita nikah"ucap Varo lagi.


"tapi,apa gak kecepatan kak,kita kan belum punya persiapan apa-apa,lagian kita belum ngomong sama mama dan papa"ucap Briana.


"stttt...sudah,kamu gak usah mikirin itu,semua sudah beres,tinggal nunggu pengantin wanita nya saja,mau atau tidak"ucap Varo.


Briana menganga tak percaya apa yang di katakan Varo,


"kenapa jadi bengong begitu,nanti ayam tetangga mati loh?"ucap Varo menggoda."ayo kita makan dulu,Kaka gendong ya?"tanya Varo.


"gak ah kak,aku sudah mendingan kok,cuma masih sedikit pusing saja"ucap Briana.


"ya sudah setelah makan malam,kita langsung pulang saja"ucap Varo.


"he'em"jawab Briana.


kini keduanya berjalan ke meja makan di sana sudah ada Rio,Chelsea,Dimas dan sang istri,Andi juga Safira.


"wah..wah,seperti nya makan malam nya jadi tambah rame"ucap Varo yang memapah Briana,karna masih lemas.


"gimana kabar nya Var?"tanya Dimas,


"Alhamdulillah sehat,kamu sendiri?"tanya Varo balik


o ya gimana kabar nyokap bokap Ndi?"tanya Varo pada Andi.


"Alhamdulillah sehat juga"ucap Dimas

__ADS_1


"Alhamdulillah sehat bro,apalagi dengar mau punya cucu"ucap Andi.


"apa..!!,Safira sudah hamil Ndi"ucap Varo dan yang lain nya.


"iya,sudah jalan tujuh Minggu"ucap Andi.


"Alhamdulillah"ucap serempak."akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga,semoga sehat,selamat sampai di mana hari akan kelahiran sang jabang bayi"ucap indri


"aamiin"ucap serempak.


"terima kasih buat doa nya"ucap Safira.


"ya sudah ayo makan dulu,sudah mulai dingin nih,ngobrol nya nanti di lanjut lagi"ucap mama Clara.


kini mereka makan malam dengan penuh kegembiraan,dan setelah beberapa saat mereka semua menyelesaikan makan malam nya di lanjut mengobrol di ruang tamu beberapa saat sebelum masing-masing berpamitan untuk pamit pulang kekediaman masing-masing.setelah mengantar tamu pulang kini Reino dan Indri melihat si twin yang berada di kamar,sebelum mereka kembali kekamar pribadi nya.


"mas,aku ngerasa capek banget,beberapa hari ini"ucap Indri.


"apakah kamu sakit sayang?"tanya Reino khawatir


"gak tau,rasa nya badan ku pegel semua,kaki terasa lemes banget"ucap Indri.


"ya sudah ayo kita istirahat,sudah malam juga,nanti kamu tambah sakit"ucap Reino merengkuh pinggang Indri dari samping.


"mas...jangan meluk-meluk aku"ucap Indri kesal.


"kamu kenapa sih sayang?"tanya Reino mengerutkan dahi nya.


"ok..ok mas gak akan deket-deket"ucap Reino.


terpancar rona cerah,setelah Reino tidak dekat dengan nya,


"mas aku bersih-bersih duluan ya"ucap Indri.


"he'em,apa gak barengan saja?"ucap Varo menggoda.


"nggak"di jawab dengan tegas,Reino yang melihat sifat istri nya yang tiba-tiba berubah jadi bingung di buat nya.


"sebenar nya kamu kenapa sayang?,kenapa semenjak habis makan malam tadi kamu berubah jadi sangat menjengkelkan?"gumam Reino dalam hati.


"mas,bersihkan dulu badan nya,kamu itu bau tau"ucap Indri


"hei,sejak kapan suami mu ini jadi bau badan"ucap Reino beranjak mendekati sang istri,tapi Indri menjauhi Reino.


"mas kamu itu bau,jangan deket-deket aku,cepetan bersihin badan nya,jangan pakai apa-apa"ucap Indri


"maksudnya gak pakai apa-apa gimana?,mas gak boleh pakai baju sama celana,mas suruh telanjang gitu?"tanya Reino.


"ish..mas,,jangan pakai wangi-wangian ok!!"ucap Indri.

__ADS_1


"hah!!"Reino terkejut dengan ucapan wanita yang hampir enam tahun di nikahi nya itu."sayang bagaimana bisa begitu,mas gak akan pede kalau gak Makai deodorant"ucap nya merayu sang istri.


"ok..kalau mas mau pakek silahkan,tapi...!!"ucapan Indri menggantung.


"tapi apa sayang?"tanya Reino penasaran.


"tapi...mas tidur di sofa"ucap Indri menuju ranjang,dan menarik selimut hingga setinggi dada, pura-pura memejamkan mata nya.


"ayolah sayang,jangan ngerjain mas kaya gini"ucap Reino merengek.


Indri tak menghiraukan Reino sama sekali,dan akhir nya Reino mengambil selimut dan bantal menuju sofa,sudah hampir tengah malam Reino baru saja terlelap,sedang kan Indri berguling ke kanan dan ke kiri karna tak bisa tidur,akhir nya dia duduk,melihat sang suami terlelap dia kelihatan kesal,


"katanya gak bisa tidur kalau gak meluk aku,tapi apa nyatanya molor gitu"gerutu Indri mengerucut kan bibir nya,


Reino mendengar gerutuan Indri mencoba tak menghiraukan,dia pura-pura masih tidur,hingga akhir nya Indri membangunkan sang suami.


"sayang...mas bangun"ucap Indri mengeras.


"heuhhhh"Reino melenguh pura-pura terbangun."ada apa sayang?"ucap Reino.


"pindah sini,aku pingin di peluk"ucap Indri.


"gak ah sayang,mas gak mau nanti kamu ngusir mas lagi"ucap Reino cuek.


"nggak sayang,ayolah mas,aku hak bisa tidur nih"ucap Indri tanpa rasa malu.


"beneran nih,mas suruh tidur sama kamu sayang?"tanya Reino.


"ya mas,sini"ucap Indri manja.


"baiklah kalau kamu memaksa,mas gak bisa nolak"ucap Reino yang sudah naik di atas ranjang siap akan merebahkan badan nya.


"mas!!"ucap Indri manja bergelendotan di dada Reino.


"ya sayang"ucap Reino memeluk erat sang istri.


"aku...aku mau itu"ucap Indri melukis kan telunjuk nya di dada sang suami.


"mau itu apa,di perjelas dong sayang"ucap Reino menggoda sang istri,padahal Reino tahu apa yang di ingin kan Indri,dia paling suka lalu istri nya sedang menginginkan sesuatu.


"ih mas,jangan godain terus dong"ucap Indri kesal.


"terus kamu mau apa sayang"ucap Reino


tanpa aba-aba Indri membungkam bibir Reino dengan bibir nya,entah mengapa dia merasa sangat ingin melakukan nya,padahal biasa nya Reino yang selalu memulai duluan.


'hah..huh' nafas kedua nya terengah-engah.


"sejak kapan istriku ini pintar menggoda"ucap Reino dengan senyum menggoda

__ADS_1


tanpa aba-aba Reino langsung melahap bibir istri nya itu dengan lembut,yang lama kelamaan menjadi buas,bagai singa yang hendak melahap habis mangsa nya.


"mas" desah Indri meminta lebih dari yang Reino lakukan(di stop ya takut anak di bawah umur nya baca,awas jangan menghayal yang tidak-tidak,nanti puasa nya batal,)


__ADS_2