
"kalian ngapain sih,pagi-sudah drama?"tanya Varo yang sudah sadar sepenuh nya
"itu gara-gara Lo?"ucap Dimas dan Reino bersamaan.
Indri yang melihat itu segara meninggalkan tempat orang-orang gak jelas itu,menuju mama Clara
"huftttt.."ucap Indri mengurut ujung hidung nya yang pening
"kenapa sayang"tanya mama Clara
"itu ma,mas Reino mulai jadi anak kecil,apa lagi gara-gara kak Varo sama kak Dimas malah ngledek terus
"non roti nya sudah siap di meja makan!"ucap mbk Suli
"iya mbak,maksih ya"ucap Indri
"iya non sama-sama"ucap Mbak Suli berlalu
"ya sudah ma,ayo kita sarapan dulu,setelah itu nanti kita siap-siap pulang"ucap Indri pada mama Clara
Indri dan mama Clara menuju meja makan
"mas ayo sarapan dulu,setelah itu kita pulang,aku udah capek"ucap Indri
"ok sayang"ucap Reino berjalan cepat kearah Indri dan memeluk nya dari belakang dan menaruh kepalanya di pundak Indri
"mas jangan kaya gini,malu lo sama yang lain,kan kasian pada jomblo"ucap Indri meledek Varo dan Dimas
"wah nyonya Reino sudah berani meledek sekarang ya?"ucap Varo
"hehehe,,peace✌️"ucap Indri nyengir kuda
"lihat saja nanti kalau kita punya pasangan,pasti gak kalah dari kalian"ucap Dimas
"yang jadi pertanyaan itu,kalian itu kapan punya pasangan nya?"ledek Reino
"ya itu dia,masih nyari-nyari tapi tetep gak dapet"ucap Varo
"Lo aja yang gak dapet,kalau gue kan udah di depan mata"ucap Dimas
"siapa?"tanya mereka serempak.
"sudah-sudah,ayo kita sarapan dulu keburu siang,kalian memang nya tidak pergi ke kantor?"tanya mama Clara
kini mereka sedang sarapan bersama-sama dengan penuh canda tawa,Reino kembali ke kediaman nya,sedangkan yang lain sibuk dengan pekerjaan masing-masing
...****************...
waktu kini telah berlalu dimana kandungan Indri sudah memasuki tujuh bulan,dan Andi bertunangan dengan Safira,kini Dimas mulai mendekati keponakan Faiz Aksa Abi manyu.sedang kan Varo masih berkelana mencari wanita yang sifat nya seperti Indri. hahaha Varo,Varo mana ada orang yang sama persis begitu🤦🤦
__ADS_1
"mas,bantuin aku dong?"ucap Indri
"iya,bantuin apa sayang"ucap Reino mengelus perut Indri yang lebih besar dari orang-orang hamil pada umum nya!
"bantuin aku buat beresin ini buat besok acara tujuh bulanan"ucap Indri ingin beranjak,tapi kesusahan
"kamu mau kemana?"tanya Reino
"aku ingin ke dapur mas nyiapin sarapan kamu sebentar?"ucap Indri mengelus
"sayang dengerin mas ya,mulai sekarang,kamu tidak usah mikirin makan keperluan mas,selama kamu belum lahiran yang masak biar mbok asih,terus keperluan buat kantor mas bisa nyiapin sendiri!"ucap Reino menangkupkan tangan nya di wajah sang istri
"tapi mas~"ucap Indri
"gak ada tapi-tapian,percaya sama mas,sekarang kamu cukup bawa anak-anak yang ada di sini"ucap Reino mengelus perut Indri lalu mengecup sekilas bibi ranum indri,"setelah mereka lahir,semua tugas itu boleh kamu ambil kembali oke sayang?,mas cuma gak mau kamu dan anak-anak kenapa-napa"ucap Reino
"huftttt"Indri menarik nafas pelan"baiklah kalau begitu!"ucap Indri pasrah.
"mas sudah siang,ayo siap-siap sudah jam tujuh nanti telat loh?"ucap Indri
"mas males mau ke kantor sayang"ucap Reino manja
"mas kalau males kerja,nanti anak-anak sama istri nya mau di kasih makan apa?"tanya Indri mengelus tangan Reino
"tenang saja sayang,mas gak kerja juga kamu sama anak-anak tetep makan dan kecukupan,duit mas sudah banyak"ucap Reino sombong
RT
"iya sayang maaf,kalau mas salah"ucap Reino memeluk Indri
"ya sudah Indri bantu siap-siap kekantor ya?"ucap Indriztrrrrr
"sayang kamu ikut mas kekantor ya?"ucap Reino
"ya sudah ayo lagian Indri ingin di rumah terus juga bosen,,kini Indri dan Reino berangkat ke kantor bersama,karna Reino enggan berjauhan dengan istri dan anak-anak nya.
"wah, istri pak Reino makin cantik saja ya biar pun hamil?"ucap karyawan kantor
"iya,mana pak Reino kelihatan sayang banget lagi sama istri nya,liat tu bagaimana ia menuntun sang istri?ucap yang lain menimpali
"pagi tuan,nyonya"ucap Dimas membuyarkan para ghibah berjamaah
"pagi kak"ucap Indri
"pagi dim,kamu juga baru datang juga?"tanya Reino
"oh nggak tuan saya baru dari Kanti mencari sarapan"ucap Dimas mengangkat tentengan nya
"ya sudah kalau begitu kita masuk"ucap Reino merangkul pinggang Indri dan berjalan masuk keruangan masing-masing
__ADS_1
"sayang,kamu butuh apa biar aku pesankan sama Santi biar di belikan"ucap Reino menuntun Indri duduk di sofa
"nggak usah mas,nanti kalau aku butuh,aku akan nyuruh Santi sendiri"ucap Indri
"ya sudah mas tanda tinggal ngerjain tugas-tugas dulu ya?"ucap Reino mengecup kening Indri
"he'em"ucap Indri bergumam
kini Reino sibuk dengan pekerjaan nya sendiri,Indri pun sibuk berselancar di atas keyboard di handphone nya,melihat dunia Maya yang penuh tipu-tipu.
setelah bosan dia pun beranjak mendekati Reino
"mas,aku mau spageti boleh?"tanya Indri
"ya sudah mas,pesan lewat aplikasi aja ya?"tanya Reino sambil melingkarkan di perut sang istri,
"ya sudah gak apa-apa kalau mas masih sibuk"ucap Indri
"kamu mau mas yang beli sayang?"tanya Reino
"gak kok mas,yang penting udah ada spageti aja aku sudah seneng banget"ucap indri
"yakin sayang?"tanya Reino
"ya mas",ucap Indri mencium pipi Reino "ya sudah lanjut kerja gih"ucap nya lagi
"anak papa,ya anteng ya,kasian mama kalau kalian rewel"ucap Reino sambil mencium perut Indri
"auw,,,mas anak-anak nendang-nendang nih?"ucap Indri
"sabar ya sayang,sebentar lagi kalian akan ketemu sama papa dan mama?"ucap nya mengelus perut Indri
"mas seperti nya anak-anak akan manja sama kamu"ucap Indri,lihat saja belum keluar aja sudah minta di elus-elus sama papa nya"ucap nya lagi
"ya dong sayang kalau nggak manja sama papanya,terus mau manja sama siapa?,masa sama Alvaro sih yang"ucap Reino nyindir
"om Varo kan juga baik pa"ucap Indri meledek Reino
"jadi cerita nya papa gak baik nih"ucap Reino
"uluh-uluh,ternya papa sedang ngambek 'cup'"ucap Indri satu kecupan mendarat dengan sempurna di bibir Reino,tanpa memberi celah sedikitpun untuk mundur Reino menekan leher Indri untuk memperdalam ciuman nya
"hummpp"Indri memberontak
"Santi tolong kalau ada paket makanan tolong terima,dan jangan ada yang boleh masuk keruangan ku,karna nyonya sedang istirahat"ucap Reino tanpa menunggu jawaban dari Santi.
tanpa aba-aba,Reino menggendong Indri menuju kamar pribadi Yanga ada di dalam ruangan nya.
"mas..!"teriak Indri terkejut
__ADS_1