
"ya mama dan papa juga merasakan sesuatu ketika melihat wajah nya yang sangat mirip dengan mu sewaktu kecil,tidak ada beda nya,bagai pinang di belah dua"ucap mama yang di angguk i oleh Varo dan papa Geri.
"apakah mama dan papa akan merestui Varo?jika Varo menikahi Briana"tanya Varo pada kedua orang tua nya.
"nak,mama dan papa akan sangat senang jika kamu menikahi ibu dari anak mu,tapi papa minta jangan paksakan keinginan mu"nasehat papa
"tapi,bagaimana kalau dia menolak pa,ma?"tanya Varo ragu.
"yakin kan dia,apa yang ada di dalam hatimu keluarkan semua nya"ucap papa Geri menasehati anak nya,tak lama kemudian Briana datang.
"om,Tante di sini?"tanya Briana.
"oh..iya ini tadi om lagi ada urusan,tapi sudah selesai kok"ucap papa Geri.
"kalau gitu kita masuk dulu yuk pa"ajak mama Dila.
"kami masuk dulu ya sayang"ucap mama Dila mengusap lengan Briana dan berlalu pergi.
"duduk sini"ucap Varo menepuk bangku kosong di sebelah nya.
dengan ragu Briana duduk di sebelah Varo,hening terjadi diantara kedua nya belum juga ada yang membuka suara hampir sepuluh menit Varo tak kunjung membuka suara. Briana mencoba mencairkan suasana yang ada.
"bagaimana kabar nya kak/kamu"ucap Varo dan Briana bersama.
"Alhamdulillah,aku baik-baik saja"ucap Briana
"ya Alhamdulillah,sama seperti apa yang kau lihat saat ini,hati yang mati tepat setelah kau meninggalkan aku empat atau lima tahun yang lalu"ucap Varo tanpa melihat Briana.
ucapan Varo membuat Briana menatap wajah tampan yang sejak dulu ia kagumi,wajah itu masih tetap tampan walaupun sudah hampir lima tahun tak melihat nya,kini Varo melihat Briana,mata kedua nya saling menatap,di sana terdapat kerinduan yang mendalam pada laki-laki yang ada di depan nya.
"maaf"ucap Briana mengalihkan pandangan nya.
"apa dengan kata maaf kamu bisa membuat hati ku yang hancur itu kembali"ucap Varo mulai meninggi. "asal kamu tau,semenjak kamu meninggalkan aku lima tahun yang lalu,aku gila karna mu,aku mencarimu seperti orang gila,ya gila karna wanita yang jahat"ucap nya melemah.
"maafkan aku kak"ucap Briana yang tak bisa membendung air mata nya.
__ADS_1
"sudah lupakan,sekarang aku tidak akan memaksamu,tapi aku memintamu kesini untuk menanyakan tentang Vabri,apa dia benar anak ku?tanya Varo.
deg..
Briana menatap Varo,ragu untuk mengatakan semua nya,hening tak ada jawaban dari Briana.
"Briana apa benar kalau Vabri adalah anak ku"tanya Varo lagi.
Briana hanya menjawab dengan anggukkan kecil,
"jadi benar kalau Vabri adalah anak ku"tanya nya lagi tidak percaya.
"i..ya kak,tapi aku mohon jangan ambil Vabri dari ku"ucap Briana menangis memohon pada Varo.
"aku tidak akan mengambil Vabri darimu,asal kan kamu mau hidup bersama ku"ucap Varo menggenggam tang Briana.
"maksudnya kak?"tanya Briana.
"ya,aku tidak akan merebut Vabri,asal kamu mau menikah dengan ku"ucap Varo,Briana yang kaget lantas menarik tangan yang di genggam oleh Varo.
"kenapa?,apa sudah ada laki-laki lain"tanya Varo.
"bukan..bukan itu,aku cukup bahagia hidup berdua dengan Vabri"ucap Briana lirih.
"apa kamu tidak memikirkan anak kita,dia butuh kasih sayang orang tua lengkap Brian!!"ucap Varo
"ya aku tau,tapi bukan berarti kita harus menikah kak,dunia kita itu beda"ucap Briana,
"baik,jika kamu masih bersikeras menolak untuk menikah dengan ku,tunggu di pengadilan untuk mendapatkan hak asuh Vabri"ucap Varo.
"kak,aku mohon jangan seperti ini,aku yang membesarkan Vabri,dengan mudah nya kamu mau mengambil Vabri dari ku"ucap Briana.
"aku tidak peduli,,aku beri waktu kamu sampai bude akan pulang ke Lampung,malam sebelum pulang aku ingin dengar jawaban kamu"ucap Varo berlalu pergi.
"kak"ucap Briana yang tidak di hiraukan oleh Varo.
__ADS_1
"ya Allah,apa yang harus hamba lakukan,aku tidak mungkin melepaskan Vabri begitu saja,walaupun dia ayah kandung nya,tapi aku juga gak mungkin menikah dengan nya,aku hanyalah apa di mata mereka,aku takut kalau Tante Fadila dan om Geri tidak setuju"ucap Briana bermonolog sendiri yang ternyata di dengar oleh orang tua Varo.
"Tante sama om akan sangat bahagia jika kamu mau menikah sama Varo"ucap mama Dila.
"Tante, Om,"ucap Briana terkejut, bahwasanya tidak mengira bahwa orang tua Varo masih berada di sana.
"tolong beri kesempatan Varo,untuk mempertanggung jawabkan semua nya nak"ucap mama Fadila.
"benar kata mama nya Varo,beri sekali kesempatan buat Varo"ucap papa Geri menimpali ucapan mama Fadila.
"aku tidak tau om,Tante,aku bingung,aku hanya ingin membahagiakan Vabri,tidak terpikirkan oleh ku untuk menikah dengan siapapun termasuk kak Varo"ucap Briana menunduk.
"jika kebahagiaan Vabri ada bersama papa nya,apa yang akan kamu lakukan? apakah kamu mau egois Bria?,apa kamu tidak melihat bagaimana Vabri menginginkan seorang papa?"ucap mama Varo,Briana tidak menampik perkataan mama Varo,karna itu ada benar nya,bagaimana hati anak nya jika dia menolak Varo,bagaimana kalau dia tau,bunda nya menolak kebahagiaan yang selama ini ia dambakan.
hening tak ada jawaban dari Briana,dia bingung ingin menanggapi apa?.
"sudah sebaik nya kamu fikirkan dulu,apa yang kita bicarakan,jangan buat kamu menyesal atas apa keputusan yang akan kau ambil nak,pikirkan matang-matang"ucap papa Geri.
"ingat nak jangan sampai merugikan dirimu atau anak mu"ucap mama Fadila menimpali.
"baik om,Tante,akan saya pikir kan semua nya"ucap Briana.
"sudah sebaik nya sekarang istirahat,takut nanti Vabri mencarimu ketika dia terjaga dari tidurnya"ucap mama Fadila.
"kalau begitu saya permisi om,tante!!"ucap Briana berlalu pergi setelah mendapat anggukan dari kedua orang tua Varo,setelah kepegian Briana,mama dan papa Varo berbincang sebentar sebelum kembali ke kamar.
"pa!!,aku sangat bahagia karna kita mempunyai cucu yang sangat tampan,aku harap Briana mau menerima Varo ya pa"ucap mama Fadila sendu
"iya ma,papa juga berharap begitu,ya sudah ayo kita masuk,soal nya angin malam gak bagus but kesehatan"ajak papa Geri.
mereka kembali ke kamar masing-masing,dan lain hal nya,di keluarga Mahendra,sedang di ributkan dengan cucu kembar nya yang selalu membuat keramaian,kini si kembar sudah masuk TK di mana mereka anak yang cerdas,kalau Kaka menuruni sifat sang papa yang tegas,dingin dan pendiam,lain dwnga sang adik,bersifat bar-bar tapi memiliki hati yang lembut sperti sang ibu.
hayo..hayomau di lanjut gak,jangan lupa like komen dan vote ya,
ilove you all
__ADS_1
by:Agus Indrawati