Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 99


__ADS_3

"Rei,siapa yang mau sama aku?tanya Siska,


"itu sama Dimas saja,dia kan jomblo abadi"ucap Reino.


"apa maksud lo Rei,nawar-nawarin gue ke orang lain"tanya Dimas sinis menatap Siska.


"ish..siapa juga yang mau sama orang kaya es begitu"ucap Siska debat,sedang kan Reino dan Indri saling menatap dan melempar senyuman.


"kak Dimas,dokter Siska,boleh lanjut berdebat tapi biarkan aku istirahat ya"ucap Indri yang membuat mereka berdua diam setelah itu mereka pamit keluar dan membiarkan Indri beristirahat dan di temani Reino.


"ya sudah ayo istirahat"ucap Rei yang langsung menghadiahi ciuman di kening nya.


kini Reino menemani sang istri yang terlelap dan menjaga kedua malaikat kecil nya,


"papa Jandi akan membahagiakan kalian berdua,jika perlu nyawa papa akan jadi taruhannya"ucap Reino lirih sambil menatap ora g yang di sayangi nya.


tak terasa hingga jet pribadi mendarat dengan sempurna di kota M.


"sayang ayo bangun,kita sudah sampai"ucap Reino.


"mbak Apri,mbak Anik,"panggil Reino


"iya tuan"jawab kedua nya


"tolong bawa si kembar,seperti nya nyonya sedang kelelahan"ucap Reino yang melihat Indri masih memejamkan mata nya.


"baik tuan"ucap Apri yang langsung membawa kembar keluar dari kabin pesawat,


dan Reino pun mengangkat Indri membawa ke mobil yang sudah di siapkan oleh Dimas.


"ada apa dengan nyonya tuan"tanya Dimas.


"mungkin dia hanya kelelahan saja"ucap Reino.


"Dim,bagaiman perusahaan,apakah aman?tanya Reino


"seperti ada sedikit kendala tuan,terjadi di bagian keuangan kita"ucap Dimas.


"apa yang terjadi dengan keuangan perusahaan kita?"tanya Reino lagi.


"ada yang memanipulasi uang perusahaan selama kita tinggal tuan"ucap Dimas


"buka nya ada penanggung jawab,apa gunanya kalau direktur keuangan saja sampai kecolongan"ucap Reino geram.


mendengar sang suami beraura sedikit keras,Indri bangun dari pelukan Reino.


"mas,kenapa kamu berteriak"tanya Indri


"ah..tidak sayang,maaf mas sudah membangunkan mu"ucap Reino mengelus rambut panjang indri."sudah lanjutkan saja tidur mu"ucap Reino.


kringggg....

__ADS_1


suara handphone Indri berbunyi,Reino mengambil dalam tas,tapi Reino terkejut setelah menemukan sesuatu yang hilang sudah hampir belasan tahun yang lalu,


"ini"gumam Reino mengabaikan dering ponsel Indri


"tuan ada apa?"tanya Dimas heran.


belum sempat berbicara sering ponsel Indri berbunyi lagi.


"assalamu'alaikum kak"salam Reino


"wa'alaikumsalam,eh kok kamu yang angkat Rei,di mana Indri?tanya Andre


"Indri nya masih tidur kak,kami masih di jalan,nanti ketika sampai rumah,akan aku suruh Indri menelfon kakak"ucap Reino


"baik lah kalau begitu, assalamu'alaikum"ucap Andre


"wa'alaikumsalam kak"ucap Reino mematikan tlfon ya.


"Dimas,apakah kau ingat aksesoris ini"ucap Reino


Dimas terkejut melihat sebuah Bros cantik berada di tangan Reino


"bukankah itu Bros tuan muda yang hilang belasan tahun yang lalu"tanya Dimas.


"iya benar Dim,tapi kenapa bisa sama istri ku"ucap Reino heran.


"apa?,apa istriku adalah gadis cilik yang takut dengan petir waktu itu,dan aku mengantar kerumah nya itu"ucap Reino lagi.


"bisa jadi Rei,coba nanti kau cari tau dari istrimu"ucap Dimas.


Reino terus memandangi wajah istri nya yang terasa damai dalam tidur nya,wajah cantik alami membuat nya tak pernah bosan untuk menatap nya,bahkan semakin hari,dia semakin mencintai wanitanya itu.


.


Tak berapa lama,akhir nya mobil terparkir dengan sempurna di depan rumah mewah kediaman Mahendra,Reino mengangkat tubuh istri nya untuk di bawa ke kamar.


Setelah sampai di kamar,dia membaringkan tubuh istri nya dengan perlahan,dia berlalu ke kamar mandi,


Setelah kepergian Reino,Indri bangun dari tidur nya


"Masya Allah aku sampai nggak sadar sudah di kamar saja,lantas di mana mas Reino?"tanya Indri dalam hati


'ceklek'


suara pintu di buka,dan ternyata Reino,baru saja keluar dari kamar mandi.


mendengar pintu kamar mandi di buka Indri pun melihat kearah pintu tersebut.


"sayang sudah bangun?"tanya Reino


"sudah mas,kenapa tidak bangunin aku kalau sudah sampai?"tanya Indri

__ADS_1


"tadi mas sempat bangunin kamu sayang tapi,seperti nya kamu kelelahan"ucap Reino.


"maaf ya mas aku merepotkan mu"ucap Indri beranjak dari tempat tidur.


"kamu mau kemana sayang?"tanya Reino


"aku mau mandi terus mau lihat si kembar mas"ucap Indri


"baiklah,nanti setelah mandi ada yang mas tanyakan ya?"tanya Reino lagi.


"ok, aku mandi dulu yang sayang"ucap Indri berlalu pergi ke kamar mandi.


setelah Indri masuk kamar mandi Reino bergegas ganti pakaian kasual,karna ini masih masa cuti,dia akan mulai kembali berkerja besok pagi.


"sayang jika benar kamu gadis cilik waktu itu,aku akan sangat bersyukur,karna kita menikah,jujur aku berharap dari dulu kita ketemu,aku sudah tertarik padamu,harap itu memang benar-benar kamu sayang"ucap Reino dalam hati.


'ceklek'


suara pintu terbuka,dan ternyata adalah istri tercinta yang sudah selesai mandi nya.walaupun sudah satu tahun lebih berumah tangga,ketika Indri hanya menggunakan handuk,itu ujian terberat untuk nya,yaitu menahan nafsu nya,apalagi semenjak Indri koma sampai sekarang dia tidak pernah sekalipun berpling dari istri tercinta


"mas"ucap Indri membangunkan lamunan nya


"i..iya sayang,kamu sudah selesai"ucap Reino menelan Saliva ya.


"kenapa melamun"tanya Indri


"eh..anu..tidak..tidak,mas tidak melamun"ucap Reino gelagapan


"o..ya sudah aku ganti baju dulu"ucap Indri berlalu.


kini Indri masuk keruang ganti,setelah beberapa saat dia keluar terus duduk di depan meja rias untuk mengeringkan rambut nya.


"sini mas bantu buat keringin rambut kamu sayang!"pinta Reino yang langsung di angguk i oleh Indri. dengan telaten Reino helai demi helaian ia keringkan hingga selesai,


"mas,tadi kata nya ada yang mau mas tanyakan?"tanya Indri kini berbalik dalam keadaan duduk menengadah melihat Reino yang berdiri di depan nya,sambil memeluk pinggang Reino.Dengan penuh kasih sayang Reino mengusap kepala sang istri.


"sayang,mas boleh tau,kamu mendapatkan Bros yang ada di dalam tas kamu dari mana?"tanya Reino yang masih mengusap kepala Indri


deg


deg


seketika Indri terkejut dan berdiri menatap Reino,stelah itu dia berjalan menuju tas yang di maksud Reino,saat menemukan apa yang di cari akhir nya di mendekati Reino yang sekarang duduk di tepi ranjang,Indri menjelaskan dari mana ia menemukan Bros tersebut.


"mas,setelah aku menjelas kan apakah kamu tidak akan marah sama aku?"tanya Indri menggenggam tangan Reino


"selagi itu kejujuran,walaupun sakit mas tidak akan marah sayang"ucap Reino mencoba menekan rasa penasaran nya.


"sebenar nya"ucap Indri terhenti...


#marhaban ya ramadhan,hai..hai jangan lupa like komen dan vote ya,selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalan kan#

__ADS_1


i love you all


by:Agus Indrawati


__ADS_2