Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 115


__ADS_3

"apakah nyonya Indri tidak akan cemburu melihat kita berdua tuan?"tanya Karisa


"kita??,jangan pernah berucap yang membuat orang menerka-nerka nona,karna anda dan saya tidak ada hubungan apa-apa,jadi tidak ada kita diantara Anda dan saya"ucap Reino datar.


"oh...maafkan saya tuan"ucap Karisa menahan malu.


"maaf,bukan maksud saya membuat anda tersinggung,hanya saja saya tidak suka,wanita yang terlalu agresif"ucap Reino tidak ada yang di tutup-tutupi. "baiklah kalau begitu saya permisi dulu,karna saya masih harus menghadiri rapat dengan klien saya"ucap nya lagi.


"tuan"ucap Karisa mencekal tangan Reino yang hendak pergi.


"lepaskan tangan anda nona,sebelum saya membuat anda malu"ucap Reino menekankan ucapan nya.


"tapi tuan--"ucapan Karisa terpotong dengan hempasan tangan nya yang memegang lengan Reino.


"jangan melewati batasan anda,saya harap ini terakhir kali nya saya melihat anda di hadapan saya!!"ucap Reino dingin menatap tajam lawan bicara.


"tuan jangan lakukan itu,saya minta maaf tuan"ucap Karisa menatap sedih.


"saya akan bilang pada atasan anda,untuk mengganti orang untuk proyek ini"ucap Reino tegas dan meninggalkan Karisa.


kini Reino berjalan kearah rombongan sang istri dan kawan-kawan.


"assalamu'alaikum"ucap Reino


"wa'alaikumsalam,jawab serempak.


"mas,mang sudah selesai kerja nya?"tanya Indri.


"sudah sayang"ucap Reino. "gimana kabar nya kalian semua?"tanya nya lagi pada istri sahabat nya.


"Alhamdulillah sehat kok"ucap mereka kompak.


"sayang mau bareng ke kantor mas,apa mau nyusul?"tanya Reino.


"nanti aku nyusul aja deh mas,lagian ini baru juga selesai makan,mas aja duluan"ucap Indri.


"gak duduk dulu kak?"tanya Safira.


Reino melihat jam tangan kemudian berkata "ah,seperti nya masih ada rapat dengan suami kalian"ucap Reino.


"oh gitu"saut Safira.


"ya sudah kalau gitu mas ke kantor duluan ya"ucap Reino mengecup kening sang istri."aku duluan ya"ucap Reino pada yang lain.

__ADS_1


"hati-hati mas"ucap Indri


"he'em"gumam nya.reino kembali ke kantor,karna terjadi sesuatu di luar dugaan,dia pun meminta Dimas untuk mengganti nona Karisa,karna dia tidak ingin ada kesalah pahaman antara dia dan istri nya.


"hah..."helaan nafas Reino kasar. "kenapa banyak banget perempuan kaya ulet keket,seneng nya pakai baju kurang bahan"gumam Reino


"permisi pak!!"ucap Reino setelah membuka pintu.


"ada apa dim?"ucap Reino memijit kening nya karna merasa pusing.


"tuan akan ada rapat sepuluh menit lagi dengan PT Angkasa Group"ucap Dimas.


"baiklah,ayo kita keruangan rapat"ucap Reino beranjak dari kursi kebesaran nya menuju ruang metting di mana sudah di tunggu oleh perwakilan PT Angkasa Group.


tak lama setelah Reino pergi metting,Indri datang.


"selamat siang Bu"sapa sekertaris Reino.


"selamat siang juga,apakah bapak ada di dalam?"jawab dan tanya Indri.


"oh,bapak baru saja keruangan metting bersama pak Dimas Bu"ucap sekertaris Reino.


"baiklah saya akan menunggu di dalam,Santi tolong pesankan saya lemontea ya?ucap Indri seraya memesan minuman yang hampir tidak pernah dia minum,karna menurut nya itu minuman yang ada rasa asam nya.


"terima kasih ya"ucap Indri dan meninggalkan sang sekertaris Suami nya.


"huftttt..kenapa beberapa hari ini rasa nya males banget,pingin nya berduaan terus sama mas Reino"gumam Indri merebahkan tubuh nya di ruangan pribadi Reino yang memang Reino sediakan ketika dia masih bujang sering menginap di kantor dan juga ruangan itu beguna jika keluarga kecilnya datang ke kantor,


"permisi Bu!!"ucap Santi masuk membawa pesanan ibu negara,tapi tak kelihatan orang nya. "loh dimana Bu Indri??,mungkin ibu sedang di kamar kecil"gumam Santi,setelah itu dia pun kembali ke meja kerja nya.


cukup lama Reino metting dengan Varo dan yang lainnya,akhir nya metting pun selesai setelah hampir dua jam,


"apa ada yang mencari saya Santi?"


"eh..bapak sudah selesai metting nya,?....iya pak ibu ada di dalam,sudah nunggu dari bapak masuk ruang metting"tanya sekaligus jawaban Santi.


Reino tak menghiraukan sekretarisnya itu,mendengar sang istri sudah menunggu dua jam di dalam ruangan nya


"ish...kebiasaan deh,kalau ada orang ngomong langsung pergi,apalagi kalau berhubungan dengan ibu negara"gumam Santi kesel.


"kamu kenapa San?,kok mukanya di tekuk kaya gitu?"tanya Dimas mengernyitkan dahi,melihat wajah rekan kerja nya yang di tekuk.


"biasa pak,itu loh,bis Reino,aku ngomong belum kelar main kabur aja"ucap Santi terlihat masih kesel.

__ADS_1


"memang nya apa yang membuat tuan Reino buru-buru masuk?"tanya Dimas.


"itu pak,di dalam ada ibu negara,eh baru bilang ibu di dalam,pak bos langsung aja nyelonong"ucap Santi


"itu sih kamu nya aja, tau sendiri kan kalau tuan Reino bucin banget sama istri nya"ucap Dimas,,"udah ah,aku masuk dulu buat nganterin hasil metting tadi"ucap Dimas berlalu masuk keruangan Reino.


"permisi tuan"ucap Dimas


"iya dim masuk saja"saut Reino dari kamar mandi.


"tuan saya mengantarkan hasil metting hari ini"ucap Dimas.


"iya terima kasih Dimas"ucap Reino yang keluar dari kamar kecil.


"apakah masih ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya Dimas.


"tidak,terima kasih,sebaik nya kamu kembali bekerja saja,nanti kalau ada yang aku perlukan,aku akan mencarimu"ucap Reino.


"kalau begitu saya permisi tuan"ucap Dimas kembali ke ruang kerja nya.


setelah kepergian Dimas,masuk tadi tidak memperhatikan meja di depan sofa ada lemontea,Reino mengernyitkan dahinya,


"kok ada lemontea,kalau Indri yang minta gak mungkin,karna istriku anti dengan minuman yang bernama lemontea"gumam Reino.


"mungkin dua lagi Jepun saja"ucap nya lagi berlalu menuju ruang pribadi Nya


'ceklek'


Reino mendorong pintu ruang pribadi nya,dan ternyata wanita yang ia cintai sedang terlelap dengan damai,Reino menjulurkan tangan nya mengusap pipi putih mulus nya itu.


merasa terganggu Indri mengerjapkan mata nya.


"mas...!!"ucap Indri dengan suara khas orang bangun tidur.


"he'em,apakah istriku ini kelelahan,hingga tak mendengar pintu di buka Hem?"tanya Reino lembut.


Indri memeluk Reino yang sedang duduk di samping nya,ia melingkarkan tangan mungilnya di pinggang yang kuat milik Reino."aku gak tau mas, akhir-akhir ini aku ngerasa mager mau ngapa-ngapain,pingin nya tiduran terus"ucap Indri yang masih memeluk sang suami


hayo Lo...apa ya kelanjutan nya,


ayo dong like komen dan vote


i love you all

__ADS_1


by:Agus indrawati


__ADS_2