Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 91


__ADS_3

Reino terkejut melihat Indri memegangi kepala nya dan bersandar "sayang apa yang sedang kau lakukan di sini?"ucap Reino panik


"mas aku hanya ingin mengambilkan baju untukmu,tapi tiba-tiba saja aku merasa pusing"ucap Indri kemudian masuk kedalam pelukan Reino yang bertelanjang dada dan mengendus harum tubuh Suami yang selama ini ia rindukan.Tanpa aba-aba Reino mengangkat tubuh Indri ke tempat tidur dengan perlahan.


"Selama masih dalam pemulihan,biarkan mas yang mengurus keperluan mas sendiri ya?"ucap Reino lembut.


"apakah mas Reino masih marah?"tanya Indri


"hah..."Reino mengembuskan nafas nya kasar. "sayang,mas gak marah,cuma cemburu karna melihat wanita nya di sentuh laki-laki lain"ucap Reino yang duduk di samping Indri.


Indri tersenyum mendengar penuturan Reino "berarti mas mencintaiku"ucap nya


"tentu,tentu saja mas mencintaimu,bahkan melebihi diri mas sendiri"ucap Reino memasukan Indri dalam dekapan nya dan menciumi pucuk kepalanya.


Indri dan Reino di kamar sedang melepas rindu ( hei..hei bukan ***..*** ya,melaikan bermanja-manja ria)🤭🤭


lain hal nya dengan Varo dan yang lain masih di meja makan mereka menggoda Andi dan Safira karna akan menjadi suami istri


"ehem-ehem"papa Ferdi berdehem,"sudah makan dulu,nanti tersedak Lo"ucap nya


"Andi,selamat buat kamu,semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah dan barokah,dan satu lagi"papa Ferdi mengeluarkan kunci beserta sertifikat apartemen atas nama Andi "ini hadiah pernikahan kalian dari om dan Tante"ucap nya lagi


"apa ini om?"tanya Andi yang masih bingung


"coba bukalah,hanya itu yang bisa om dan Tante berikan buat kalian"ucap papa Ferdi


saat membuka map yang ada di tangan nya,Andi terbelalak melihat apartemen mewah atas nama nya


"om,Tante,apakah ini tidak berlebihan?"tanya Andi yang masih tidak percaya


"tidak sayang,om dan Tante sudah menganggap teman Varo dan Indri juga adalah anak-anak om dan Tante"ucap mama Clara.


"terima kasih Tante,om"ucap Andi dan Safira

__ADS_1


sudah sekarang selesaikan makan nya,habis ini kalian akan terbang ke Lombok kan?"tanya papa Ferdi


"baik om"ucap Andi melanjutkan makan nya


"Varo,bagaimana kerjasama dengan perusahaan Reino yang ada di Lombok?"tanya papa Ferdi."sudah sampai sejauh mana proses nya?"tanya nya lagi


"em...sekitar 70%/80% om,mungkin bulan depan sudah bisa produksi handuk nya"ucap Varo


"bagus kalau begitu"ucap papa Ferdi. Tiba-tiba obrolan mereka terputus akibat suara dering telfon punya Varo,


"maaf om"ucap Varo yang merogoh kantong celana,dan melihat nomor baru dia pun ragu untuk menjawab,melihat Varo hanya diam saja Andi pun angkat bicara "Var,kenapa gak di angkat sih,siapa tau aja itu klien lo?"tanya Andi


"baiklah,sebentar saya ijin angkat telfon dulu"ucap Varo beranjak menjauh dari meja makan


"halo,***...!"belum selesai salam suara seseorang yang ia kenal sedang ketakutan meminta tolong "Briana,apa yang terjadi?"tanya Varo terlihat panik


"tolong tuan,saya di sekap di ruangan gelap,tolong saya tuan"ucap Briana. Tiba-tiba suara dobrakan pintu yang terbuka lebar terdengar di Indra pendengar Varo


'brakk'


"brengsek,sampai terjadi sesuatu padanya ,akan ku pastikan hidup kalian bagai di dalam neraka"ucap Varo kembali masuk dan pamit untuk segera pergi karna ada urusan mendadak.dengan berlari menuju mobil dia terus merapatkan doa supaya Briana selamat


"hentikan..!!"ucap Varo yang melihat seorang laki-laki hendak melecehkan Briana yang seperti nya sudah di berikan obat perangsang, "sial,sepertinya obat yang di beri kepada nya mulai bereaksi"ucap Varo yang langsung mengajar para laki-laki yang berbadan tegap,Varo tidak bisa di bilang baik-baik saja,dia juga terdapat beberapa luka di wajahnya,hingga beberapa saat bala bantuan datang


"Reino!!"ucap nya tersenyum


"tenang lah kawan,sekarang selamatkan lah gadis itu,biarkan gue dan anak buah gue yang beresin cecunguk-cecunguk itu"ucap Reino menunjuk para brandalan itu.


"kau tau dari mana bahwa aku kesini?"tanya Varo yang masih kaget karna dia tidak memberi tahu siapa-siapa kalau dia akan menolong Briana


"sudah jangan banyak tanya,cepat tolong gadis itu,seperti nya dia di kasih obat perangsang,dan ingat kasih tau gue tanggal pernikahan nya"ucap Reino tergelak


Varo tanpa menghiraukan Reino langsung membopong tubuh Briana yang sedikit memar di bagian pipi seperti sebuah tamparan.

__ADS_1


"tolong...tolong aku,..panas..panas"ucap Briana yang berada di gendongan Varo dan mengendus-endus leher Varo hingga tiba di dalam mobil,Varo meletakan Briana di kursi penumpang,ketika Varo ingin keluar dari mobil Briana dengan serampangan menciumi bibir Varo yang terasa kenyal,hingga Varo mengikuti permainan Briana,


Briana mulai merancau dan melepas pakaian nya satu persatu,


"hai apa yang kau lakukan"ucap Varo menahan tangan Briana agar tidak melepaskan baju nya,tapi apalah daya Briana yang dalam pengaruh obat,jadi tidak menghiraukan ucap nya,Varo menelan saliva nya ketika melihat dada buana yang putih mulus dan menggoda,Briana menarik Varo,******* bibir Varo kembali,membuat Varo hilang kendali,kini tangan Varo sudah bergerilya kemana-mana,tidak ada satupun inci tubuh Briana yang terlewatkan.


"jangan salahkan aku,jika aku akan memakan mu"ucap Varo dengan suara parau nya.


setelah selesai penyatuan tubuh keduanya,Briana terasa pulas,karna kelelahan,Varo yang tersadar menjambak rambut nya


"akhhhhh,sial apa yang aku lakukan?"ucap nya frustasi.varo merapikan kembali pakaian Briana,di melajukan mobil nya menuju apartemen milik nya pribadi yang selama ini jarang di tempati.


"Dimas cari tau siapa dalang di balik ini semua!!perintah Reino


"baik tuan,"ucap Dimas patuh,


"ayo sebaik nya kita pulang,istriku pasti menunggu,karna sebentar lagi acara akan di mulai"ucap Reino yang di angguk i oleh Dimas.


Dimas sang sekertaris andalan Reino membelah jalanan sore hari yang masih lenggang karna masih menunjukan pukul setengah empat sore.


"Dimas,papa pernah bercerita bahwa papa menemui tuan Baron? apa yang membuat mereka bertemu?,cepat cari tau?ucap Reino


"baik,laksanakan tuan"ucap Dimas. mereka sampai di pelataran kediaman Mahendra,yang di sambut oleh para pelayan.


"tuan"sapa mbok asih


"di mana istriku berada mbok?tanya Varo


"nyonya berada di gazebo belakang tuan"ucap mbok asih yang di angguk i oleh Reino,dan berlalu pergi.


hai...hai,jangan lupa like komen dan vote nya ya?,


terima kasih yang masih setia menunggu up

__ADS_1


i love you all


by:Agus Indrawati.


__ADS_2