Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik

Ceo Terjerat Cinta Gadis Cilik
part 118


__ADS_3

"sayang,biar anak-anak pulang sama supir ya?"ucap Reino


"tidak usah,kamu antar anak-anak,biar nanti kak Andre yang datang,dan satu lagi,mas gak usah ke sini buat jagain aku"ucap Indri ketus.


"gak bisa begitu,kamu istri ku,aku berhak menjaga mu,jadi jangan coba-coba membangkang"ucap Reino tegas. "Baiklah aku akan antar anak-anak pulang dulu,setelah itu aku akan kembali dan membawa pakaian untuk mu"ucap Reino lagi.


Reino hendak mencium kening sang istri tapi.....Indri melengos,mungkin karna efek dia hamil,jadi mood nya yang berantakan.


Reino menatap nanar sang istri yang mengabaikan nya.


"assalamu'alaikum,ayo bang,dex,papa antar kalian pulang,biar mama istirahat dulu,setelah itu papa akan kembali menjaga mama kalian"ajak Reino meninggalkan ruangan Indri


"pa sebentar,Abang pingin pamit mama"ucap Aryan


"iya pa,adek juga mau pamit mama"ucap Arianna menimpali.


"ya sudah,tapi jangan lama-lama ya,kadin mama biar istirahat"ucap Reino mengusap kepala anak-anak nya.


Aryan dan Arianna berlari mendekat sang mama yang tersenyum dengan anak-anak nya.


"ma,adek sama Abang pulang dulu ya,mama istirahat aja"ucap Arianna.


"iya sayang,nanti di rumah jangan bandel,karna sebentar lagi kalian akan punya adek,jadi sekarang Abang Aryan sama Kaka Arianna jangan bandel ya?"ucap mama Indri lembut.


"apa..!!"ucap Reino berjalan mendekat ke arah Indri.


"sayang..maksud kamu sekarang sedang ada si Ucil di sini"ucap Reino mengelus perut rata sang istri.


Indri hanya mengangguk, mengiyakan ucapan sang suami


kembar bersorak gembira,karna akan bertambah nya personil di dalam keluarga kecil mereka.


"horeeee...!!,kita bakalan punya adek bang"seru Arianna kenceng.


"iya dek,kita bakal punya adek bayi"ucap Aryan menimpali Arianna.


Reino memeluk sang istri dan menghujani banyak ciuman bertubi-tubi.


"terima kasih banyak sayang,maaf kalau aku kurang peka"ucap Reino yang masih mendekap erat Indri.

__ADS_1


"he'em,aku mau kasih tau kamu saat aku sudah di pindah dari UGD tadi mas,tapi kamu udah menyangkal nya duluan"ucap Indri mengerucut kan bibir nya.


"ya..ya..ya,mas minta maaf,sudah egois,ya sudah mas pulang buat antar anak-anak sekalian ambil baju ya"ucap Reino memegang kedua lengan Indri kemudian mengecup pucuk kepala nya dengan penuh kasih sayang.


"ya, hati-hati di jalan ya,jangan ngebut-ngebut bawa mobil nya,soal nya bawa si kembar"ucap Indri lembut.


"ok ma,nanti kalau papa bawa mobil nya ngebut,biar Arianna jewer telinga nya,hehehe"ucap Arianna cengengesan di sambut Reino dengan mengacak rambut anak gadis nya.


"ish...papa,kan jadi berantakan!!"ucap Arianna kesal.


"ya sudah ayo kita pulang dulu"ucap Reino.


setelah kepergian suami dan anak-anak nya,Indri pun memejamkan mata nya,dan sebelum nya sudah ada dua bodiguard untuk menjaga Indri saat sang suami tidak ada di tempat.


"sep,aku ingin buang air kecil dulu ya"ucap salah satu bodiguard Indri.


"ya jangan lama-lama"ucap Asep.


setelah kepergian salah satu bodiguard itu,kini tinggallah yang satu,pada saat itu tiba-tiba datang seorang dokter dan suster yang mengenakan masker.


"permisi tuan,waktu nya nyonya di periksa"ucap dokter tersebut.


"oh begitu ya,maaf dokter pagi tadi tidak bisa berkunjung,jadi harus saya yang menggantikan nya,untuk jadwal kunjungan"ucap dokter tersebut.


"tapi bukan kah jadwal kunjungan masih satu jam yang akan datang dok"ucap bodiguard tersebut.


"maaf tuan karna saya sebentar lagi akan ada seminar"ucap dokter tersebut.


"oh begitu,kalau gitu mari silahkan masuk Dok"ucap bodiguard tersebut menuntun sang dokter untuk mengawasi sang dokter.


di satu sisi tangan sang bodiguard telah mengirim sinyal pada rekan kerja nya yang pergi ketoilet,tak lama setelah itu pun rekan nya datang membawa dokter Jimmy dan Siska menuju ruangan Indri.


melihat dokter amatir tersebut ingin menyuntikan sesuatu di dalam infus Indri saat itu juga dokter Jimmy dan Siska sampai di sana membuat Indri terkejut bangun.


"apa yang sedang kalian lakukan?"bentak dokter Jimmy.


"sial..kenapa secepat ini"ucap dokter amatir tersebut.perlahan tapi pasti dokter abal-abal tersebut mencari celah untuk melarikan diri,saat itu tak ada pilihan ia menerobos pintu yang baru saja di lewati dokter Jimmy dan Siska.


"brengsek,jangan pernah ikut campur,cepat minggir atau aku akan membunuh pasien ini"ucap dokter amatir

__ADS_1


"jangan macam-macam,jika saja pasien dalam keadaan lecet sedikit saja,jangan salah kan tuan Reino akan memenggal leher kalian berdua"ucap Jimmy.


"hahaha...persetan dengan Reino,aku tak perduli,berikan aku jalan atau aku akan membunuh nya"ucap dokter amatir tersebut masih mengacung kan pisau bedah pada Indri,Indri yang terkejut membuat nya gemetar peluh bercucuran akibat ketakutan yang luar biasa.


"mas Reino...!!"seru lirih Indri menyebut sang suami.


"jika saja kalian tidak minggir maka jangan salah kan aku melakukan hal nekat"ucap dokter amatiran tersebut.


"Siska,tolong beri jalan buat mereka"ucap dokter Jimmy.


"tapi dok..."ucap Siska terhenti setelah dokter Jimmy menyakinkan nya.


kini dokter dan suster amatir tersebut mulai berjalan keluar seraya mengacungkan pisau yang tadi ia gunakan untuk mengancam indri.kini mereka berjalan mundur,tanpa mereka sadari jika Reino sudah ada di depan pintu kamar rawat inap Indri.


'bugh'


satu pukulan mampu membuat dokter amatir tesebut tumbang,dan saat itu pula para bodiguard langsung menangkap dokter dan perawat amatir tersebut yang sudah tak berdaya.


"buka masker nya"perintah Reino.


"baik tuan"ucap bodiguard tersebut.


saat masker tersebut di buka,maka saat itulah wajah Reino memerah menahan marah.


"brengsek kau Baron,masih belum jera juga berurusan dengan keluarga ku hah?"ucap Reino lantang.


"tuan sebaik nya anda melihat nyonya,biar kan dia saya yang urus"ucap Dimas yang memang sudah di kasih kabar Reino bahwa sang nyonya sedang di rawat,tapi siapa sangka ketika,Dimas mengemudi menuju jalan rumah sakit,ia pun mendapat pesan oleh anak buah Reino yang memang Dimas kirim atas permintaan sang tuan,


"baik kalau begitu aku serah kan Baron pada mu"ucap Reino meninggalkan Baron.


"Asep,bawa dia dan kacung nya ke markas"ucap Dimas yang di angguk i oleh bodiguard nya


hayo masih pada ingat nggak sama Baron,,,,kalau masih ingat jangan lupa tinggalin jejak kalian.


maaf lama up nya,author lagi terserang radang tenggorokan,buat nelen ludah aja sakit luar biasa, sekali lagi maaf.


i love you all


by:Agus Indrawati.

__ADS_1


__ADS_2